Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Dibawah kabur


__ADS_3

Menjelang Jam kerja David pun menghubungi Galang karena hampir siang bos nya belum kelihatan.


"bos banyak berkas yang harus ditanda tangani, apa bos hari ini tidak ke kantor.?" tanya David melalui panggilan telpon.


"kamu bawah saja berkasnya ke sini, aku ada dirumah sakit, istriku semalam melahirkan." jawab galang.


"apa bos, jadi Bu Hanum sudah melahirkan. baiklah aku akan kesana nanti," David juga ikut merasa senang.


"ya sudah aku tunggu kau datang," jawab Galang kemudian menutup telponnya.


Galang kembali menghampiri anaknya yang tertidur digendongan neneknya.


"ma, kalo mama capek tidurkan saja ma," ucap Galang.


"baiklah, mama juga mau pulang, takut tantemu mencari mama," jawab Bu win.


"iya ma, dan kalo bisa jangan biarkan bik Narsih keluar rumah dulu ya ma," tutur Galang.


"iya nak, lagian mbak Narsih juga takut bertemu dengan Elang." jawab Bu win.


"ya sudah mama pulang dulu ya nak, mama tunggu kamu dirumah ya, oh iya tadi mama juga sudah telpon Devan dan Devi mungkin nanti sore mereka kesini diantar Joko dan wati."


"iya ma, untung mama ingat ngasi tau mereka. ya sudah mama pulang saja dulu," jawab Hanum.


"baiklah, daaa cucu nenek, cepat pulang ya, nenek sepertinya sudah gak bisa nih jauh-jauh denganmu Tara," ucap Bu win sambil mengelus pipi cucunya yang terlelap.


Sementara di kediaman Elang Permana pagi itu pun gempar karena bik narsih dan Bu Sundari dikira kabur.


"kurang ajar si Narsih. berani-beraninya dia membawah kabur Ndari. kenapa kalian begitu bodoh sampai tidak tau mereka membuat jalan keluar dipintu belakang." Elang marah-marah dengan anak buahnya.


"maaf tuan sepertinya jalan itu sudah lama ada, terlihat dari dinding yang usang dan pintu besi bagian belakang yang sudah sangat berkarat." jawab salah satu anak buah elang.


"kalian harus menemukan mereka, bila perlu Langsung habisi mereka, cepat cari mereka sekarang juga." teriak elang.


"baik tuan." jawab anak buah elang.


"ada apa sih pa, pagi-pagi sudah ribut.?" tanya Yasmin yang terbangun mendengar teriakkan papanya.


"Narsih membawa kabur mamamu dari rumah belakang," jawab elang.


"apa pa, mama Ndari kabur. bagaimana ini pa, mama mengetahui semua rahasia kejahatan kita pa, Yasmin gak mau masuk penjara pa, yasmin gak mau," ucap yasmin panik.


"papa juga tidak mau, mangkanya kita harus menemukan mereka sekarang juga," jawab elang tak kala panik.


"lagian papa sih kenapa dari kemaren-kemaren papa tidak habisi saja dia." Yasmin menyalahkan papanya.


"bagaimana aku bisa menghabisinya, sedang jika dia mati, semua hartanya akan jatuh ke tangan adiknya yang telah pergi dari rumah ini." jawab Elang.


"terus kita harus bagaimana pa, bagaimana kalo ternyata mama Ndari menemui adik kandungnya pa, bisa habis kita pa,"

__ADS_1


"kamu diam saja, kamu makin membuat papa bingung ,papa dari tadi juga berfikir seperti itu, tapi kemana kita harus mencari adik kandung mamamu, sedang sudah puluhan tahun papa juga tidak tahu kabarnya sama sekali." tutur Elang.


" terus bagaiman ini pa, rencana Yasmin hari ini mau ke kantor Galang, Yasmin harus bisa mendapatkan Galang, tapi Yasmin juga takut jika tiba- tiba Galang mengetahui kejahatan kita sebelum kita berhasil dengan semua rencana untuk mendapatkan Galang sekaligus harta Galang." Yasmin kebingungan.


"sudah kamu temui Galang saja terlebih dahulu, papa pastikan hari ini kita harus menemukan mamamu dan si Narsih."


"baiklah pa, aku akan bersiap-siap terlebih dahulu."


Yasmin pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor Galang.


Dua jam berlalu kini Yasmin sudah ada dikantor galang.


"maaf nona, nona mau kemana,?" tegur Saskia.


"kamu tidak lihat aku mau masuk menemui pacarku," jawab Yasmin dengan angkuhnya.


"tapi pak Galang tidak ada nona, hari ini beliau tidak ke kantor karena istrinya melahirkan." tutur Saskia.


"ada apa sas,?" tiba-tiba David keluar dari ruangannya.


"ini pak, nona Yasmin ingin menemui pak Galang," jawab Saskia.


"ada perlu apa nona menemui pak Galang.?" tanya David pada Yasmin.


"bukan urusanmu." jawab Yasmin sambil berlalu pergi.


David cuma geleng-geleng kepala melihat ulah Yasmin.


Yasmin yang masih belum jauh pun mendengarkan apa yang diucapkan David.


"kamu mau kerumah sakit,?" tanya Yasmin.


"bukan urusan nona," David membalas Yasmin.


"dasar kau ya, awas kau, sebentar lagi aku yang akan menjadi nyonya dari pemilik perusahaan ini, ku pastikan kau orang pertama yang akan kau pecat." ancam Yasmin.


"iya nona saya tunggu waktu itu datang.ayo sas kamu ikut aku saja dari pada disini ngurusi macan betina" ejek David sambil menarik tangan Saskia untuk ikut.


David melajukan mobilnya menuju rumah sakit, diliriknya Saskia yang duduk disampingnya.


kamu sebenarnya cantik, sikapmu yang lugu dan lucu membuatku selalu terbayang-bayang akan dirimu sas, apa aku sudah jatuh cinta kepadamu,batin David.


kenapa dia diam saja, rasanya jadi sepi jika dia diam begini, pak David kenapa aku jadi rindu sikap konyolmu, batin Saskia


"turunlah sudah sampai," ucap David,


"apa pak," tanya Saskia, yang tidak mendengarkan ucapan David karena melamun.


"turunlah sudah sampai, apa kamu mau aku dorong keluar," nada suara david agak tinggi.

__ADS_1


"baru juga dipuji jadi pendiam sudah kambuh aja penyakit gilanya." gerutu Saskia.


"apa kamu bilang,?" ucap David saat mendengar saskia mengoloknya.


"gak kok, saya cuma bilang pak David ganteng dan baik hati, membuat wanita mana pun pasti jatuh cinta melihatnya." jawab Saskia sambil memasang wajah imut,


"dasar pembohong, kamu pikir tadi aku tidak mendengar ucapanmu. sudah sana cepat turun." David pura-pura marah.


Saskia pun turun dan David memarkirkan mobilnya diarea parkir rumah sakit tersebut. ternyata tanpa disadari David, Yasmin telah mengikutinya semenjak keluar dari kantor tadi.


"sepertinya nona Yasmin mengikuti kita pak," ucap Saskia yang melihat yasmin.


"biarkan saja, gak penting juga, sudah gak usah perdulikan dia, kita masuk saja menemui bos dan Bu Hanum" ajak David.


David dan Saskia pun masuk kemudian menanyakan pada bagian informasi diruangan mana Hanum dirawat.


setelah mendapatkan informasi David pun langsung menuju ruangan Hanum.


"hai ponakan uncle, kau ternyata sudah lahir ya, " ucap David pada baby Tara sambil mencubit kecil pipi baby Tara


tiba-tiba.


"ooeekkk oeekkkk oeeekkkk" baby Tara yang tidurnya Terusik pun menangis.


"mungkin dia tidak suka sama orang tengil macam bapak, hai ponakan Tante Saskia, sini Tante gendong ya," ucap Saskia sambil mengayun-ngayun baby Tara ditangannya.


benar saja baby Tara berhenti menangis dan kembali tidur.


"tu kan, kalo sama wanita cantik pasti dia mau," Saskia mengolok-ngolok David.


"waa memang kau seharusnya sudah pantas mempunyai anak, kalo mau aku bikinkan sas, bagaimana,?" David menawarkan diri.


"memang kucing bikin anak tanpa nikah," jawab Saskia.


"asal kau mau jadi istriku aku pastikan akan aku bikin kan kamu anak setiap hari," ucap David


"memang orang gila," jawab Saskia.


"sudah-sudah kok malah jadi ribut sih kalian," tegur Galang.


"iya nih mas, sepertinya mereka berdua akan akur jika kita nikahkan." sahut Hanum.


"apa kita menikah,?" ucap David dan Saskia bersamaan.


"iya," jawab Hanum.


"bagaimana mau tidak,?" Galang pun ikut-ikutan.


tiba-tiba David dan Saskia saling berpandangan dan...

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2