
Kini Hanum maupun galang, sama2 merasa salah tingkah .
"sudah selesai kerjaan kalian." tanya mama Hanum saat melihat mereka berdua keluar dari ruang kerja.
"su su sudah ma, "jawab mereka bersamaan.
"ha ha ha ada apa dengan kalian? kenapa kalian seperti orang yang sedang gugup."
balas Bu win sambil tertawa melihat Hanum dan Galang yang bersikap aneh menurutnya.
" ti tidak ada apa2 ma," lagi2 mereka berbicara bersamaan.
"haaa sudah2 , nak Galang kamu menginap disinikan.?"
"tidak ma, galang balik kekontrakan saja."jawab galang.
" ya sudah jika kalian masih ingin ngobrol, mama tinggal masuk kamar dulu ya, mama ngantuk."
"iya ma, mama istirahat aja dulu."kali ini Hanum ikut bicara.
"buat kalian juga, cepat selesaikan urusan kalian, jangan bergadang atau kerja sampai larut. ingat jaga kesehatan kalian." tutur Bu win
"iya ma," sahut Hanum dan Galang bersamaan. Bu win yang mendengarkan cuma bisa tersenyum dan geleng2 kepala.
setelah Bu win masuk ke kamarnya, kecanggungan kembali terjadi antara Hanum dan galang.
"gak jadi nonton tv," lagi2 mereka bicara bersamaan.
"terserah mas saja."
"lebih baik aku balik saja" Galang memutuskan balik kekontrakan, dia takut tidak bisa menahan gejolak perasaannya kepada Hanum.
setelah Galang pulang, Hanum pun kembali ke kamarnya, direbahkan tubuhnya diranjang,.bayang2 berciuman dengan Galang terus saja berputar putar dibenaknya.
haaaa kenapa aku begitu menikmati ciuman itu. itu tidak boleh terjadi lagi.sama saja aku menghianati kepercayaan mbak Yanti. aaaaahh kamu baru saja berduka num , bisa2nya kamu berbuat dosa seperti itu anak2mu pasti kecewa kepadamu"batin Hanum menyalahkan diri sendiri.
malam pun semakin larut, akhirnya Hanum pun tertidur.
keesokan harinya Hanum telah siap dengan pakaian formal khas pakaian2 kerja pada umumnya.hanum pun pamit ke mamanya karena sudah ditunggu Galang dimobil.
"ma Hanum berangkat dulu ya, mama jaga diri baik2 ya, Hanum 2 hari disana, dan ingat lusa kita ada acara ke panti. ini ada uang tolong ya mama belanjakan oleh2 untuk anak2 dipanti."
"iya sayang hati2 ya kamu dijalan."
" oh iya ma, menurut Hanum , lebih baik kita cari asisten rumah tangga saja ya ma, biar ada yang membantu dan menemani mama."
"itu kita bicarakan nanti saja kalo kamu sudah pulang nak, sudah sana berangkatlah. kasian nak Galang menunggumu dimobil dari tadi."
"ya sudah baiklah ma, Hanum berangkat, assalamu'alaikum ma,"
"waalaikum salam nak, hati2 ya"
__ADS_1
kini Hanum dan Galang sudah didalam mobil menuju kota xx.
mereka berdua memutuskan melupakan kejadian semalam. agar tidak lagi terjadi kecanggungan.
"mas berkas2nya tadi gak ketinggalan kan"
"ngak dik, itu mas taruk dikursi belakang."
"ya sudah"
akhirnya Hanum mengambil hpnya dan bermain game untuk mengusir rasa bosan diperjalanan. sedang Galang berkosentrasi mengemudikan mobilnya.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam akhirnya mereka berdua sampai dikota xx.
"sabaiknya kita cari hotel dulu mas untuk kita menginap" ucap Hanum.
"baiklah dik"
Galang pun berusaha membuka gogl** untuk mencari daftar dan alamat hotel di kota xx tersebut.
setelah meminta pertimbangan Hanum tentang hotel pilihannya galang kembali memacu mobilnya ke alamat hotel yang dipilihnya dan Hanum tadi.
mereka memesan dua kamar VIP ,
"ini kuncimu dik, sini mas bantuin bawa kopermu."
"gak usah mas, ini ringan kok, kita akan hari ini akan mengecek lokasi dulu mas, jadi kita istirahat sebentar terus kita bersiap ke lokasi 2jam lagi ya" jelas Hanum.
"iya baiklah dik"
saat alarm berbunyi hanum pun segera bangun dan membersihkan diri, lalu dia berganti baju dan agak sedikit berhias.wajah cantiknya sungguh tambah sempurna dengan polesan make up.
Hanum pun sudah siap.dia keluar kamar dan berencana memanggil Galang untuk segera diajak berangkat kroscek lokasi.
tok tok tok,
"iya sebentar,"
ceklek dan pintu kamar Galang terbuka.
"sudah siapkan mas, ayo kita berangkat."
"sudah dik".
mereka berdua pergi kelokasi yang akan Hanum beli dan akan dibangun pabrik.
dilokasi tersebut Hanum mengamati dari mobil saja, sedang Galang turun dari mobil guna mengecek lokasi itu sudah cocok atau belum.
"sepertinya cocok dik tanah ini. jauh dari pemukiman warga juga bukan termasuk tanah sengketa kalo dilihat dari copy'an kelengkapan berkas2 yang penjual beri kekita"
"ya sudah mas, kita cari makan dulu dan balik kehotel. soalnya pemilik lahan ini baru bisa ketemu dengan kita besok."
__ADS_1
"apa tidak sebaiknya kita makan direstoran hotel saja dik,"
"boleh juga,"
direstoran tersebut kebetulan sekali Robi mantan suaminya Hanum juga berada disitu untuk pertemuan bisnis.
"itu bukannya mantan suamimu dik, "
"iya, gak usah dilihat mas, kita pura2 saja tidak melihatnya."
"kenapa dik, kamu harus menjalin hubungan baik dengannya, agar almarhum anak2 kalian ikut senang melihat orang tuanya akur".
"sudah deh mas, biarlah Alloh menentukan jalan. hidupku, aku tak ingin membahas mas Robi untuk saat ini ,"
pelayan pun datang membawa daftar menu di restoran tersebut
Hanum memilih beberapa menu makanan dan galang juga ikut pesan makanan yang sama dengan yang dipesan hanum.
tak butuh waktu lama semua pesanan sudah datang.
Hanum dan Galang menikmati makanan tersebut sembari bersenda gurau, tapi tiba2
"boleh ikut gabung gak,"Robi mengagetkan
"mas,"
"hai apa kabar num pak Galang." tegur Robi
"oh iya silahkan pak, pak Robi kok ada disini, "jawab Galang sekaligus bertanya.
"saya ada urusan pekerjaan saja, tapi tidak sengaja melihat kalian"tegas Robi sambil melirik Hanum.
Hanum yang dilirik pun akhirnya tertunduk sambil menikmati makanannya.
intinya Hanum tidak ingin berbicara dengan Robi.
"terus kalian disini sedang apa"
"sama kami juga ada urusan pekerjaan disini, silahkan pak Robi ingin pesan apa, biar saya panggil pelayan." Galang angkat bicara.
"tidak2 pak, perut masih kenyang, mungkin minuman. tidak terlalu buruk juga," Robi sambil tersenyum.
"mas galang kalo masih ingin disini silahkan, aku balik ke kamar terlebih dulu."
" baiklah dik duluan saja aku nanti saja."
Galang dan Robi pun berdua ngobrol ditemani capucinno yang dipesan di resto tersebut.karena Robi banyak tanya soal Hanum,akhirnya galang pun banyak cerita tentang kehebatan Hanum dalam menjalankan bisnisnya. mereka puas ngibahin Hanum.
"saya pamit balik dulu pak Robi,"
"iya pak Galang silahkan, ini kartu nama saya,dan bisakah saya minta kartu nama anda pak," nanti biar kita masih bisa komunikasi meskipun hanya lewat hp.
__ADS_1
matanya sudah gak bisa diajak kompromi ngantuk banget.jadi nanti lagi ya readers disambung.
ayo terus dukung author ya reades jangan lupa vote,like saran dan kritiknya okππππππ