
Joko, Galang dan juga Hanum pergi ke daerah pinggiran kota yang masih ada area persawahannya.
sesampai di tempat tersebut Galang dan Joko turun dari mobil.
"dingin banget disini ya," ucap Joko
" ya iya, ini kan sudah lewat tengah malam." jawab Galang.
" ya sudah sana turun bro, kalo masih diatas sini mana bisa kita cari belutnya." tutur Joko.
"tapi aku geli bro" jawab Galang.
" alah anggap saja lagi pegang belut pribadi loe" canda Joko.
"siapa yang punya belut pribadi, kenapa gak beli saja disana" tiba2 Hanum ikut turun dari mobil.
" ngapain pakai beli, tiap hari juga loe konsumsi" Joko asal bicara.
" sudah gak usah dengar Joko sayang.. oh iya ngapain kamu ikut turun yang, disini sangat dingin. tunggu dimobil saja ya," ucap Galang.
"tapi aku ingin melihat langsung belutnya ditangkap" rengek Hanum.
" hai2 jangan ngomong terus, itu lihat ada belut cepat bro tangkap." teriak Joko.
bukannya ditangkap Galang malah loncat naik ke atas karena geli.
" woe songong loe bro, malah naik sih" Joko merasa jengkel sama galang.
" iya mas, itu belutnya cepetan tangkap," sahut Hanum.
akhirnya demi istri dan calon anak tercinta, Galang pun nekad turun kembali.
Dengan berbekal penerangan sorot senter, Galang dan Joko terus mencari belut yang belum tertangkap tadi.
"itu bro itu dekat kaki loe, jangan bergerak biar dia tidak lari lagi. diam ya diam." teriak Joko melihat belut dekat kaki Galang.
Joko kebingungan harus menangkap belut itu pakai apa, kalo pakai tangan kosong pasti belut itu akan terlepas soalnya licin.
joko tengok kanan kiri dan akhirnya memiliki ide.
"num lepas kaos kakimu." perintah Joko.
"buat apa bro, ini sudah kepalang kotor, kaki ku juga sudah kram jika harus kayak patung seperti ini." ucap Galang.
"cepat num lepas kaos kaki loe, gak mungkin gue tangkap belutnya pakai tangan langsung, bisa lepas lah kan licin." jelas Joko.
__ADS_1
" iya iya, ini " jawab Hanum sambil sedikit melempar kaos kaki ke Joko .
Joko pun memakai kaos kaki Hanum ditangan selayaknya memakai kaos tangan.
"ini ponakan belum lahir sudah ngerjain o,om gantengnya harus pakai kaos kaki mamanya ditangan. awas saja nanti kalo gak berbakti sama o.om gantengnya ini." gerutu Joko.
"ihh gak ikhlas banget si jok, cepetan kaki ku kram nih" ucap Galang.
akhirnya Joko pun mengendap hendak menangkap belut yang masih setia berada dekat kaki Galang.
pelan2 Joko mendekat tiba2 belut itu bergerak dan berpindah posisi tepat berada ditengah kaki Galang.
Joko cepat menangkap dengan posisi membungkuk , dengan tidak sengaja menyeruduk pusaka Galang.
Joko berhasil menangkap belut tersebut tapi karena Galang yang kena seruduk Joko hendak jatuh langsung menarik baju Joko, akhirnya mereka berdua terjatuh dengan posisi Galang dibawah dan Joko diatas. mereka berdua bener2 mandi lumpur malam2.
"yeeeee belutnya tertangkap " teriak Joko kegirangan.
"senjata gue jooooookkkkkkk gila loe ,sakit banget." Galang kesakitan.
" woe kenapa kalian malah main lumpur , ayo cepat naik. sudah dapat kan belutnya." panggil Hanum.
" kalo gue bangun belut ini akan lepas, cepat cari kantong dulu bro, urusan senjata loe, nanti biar diurus Hanum , cepetan." teriak Joko.
dengan menahan sakit, Galang pun mencari kantong plastik di sekitar situ, dan untungnya Hanum sudah mencarinya terlebih dulu di mobil botol air mineral, dibuangnya air yang masih tersisah dan melemparkan botol tersebut ke galang.
dengan tangan kiri yang masih setia memegangi senjatanya, Galang berusaha menangkap botol dengan tangan kanannya.
dimasukkannya belut ditangan Joko ke botol tersebut kemudian, Galang naik tanpa memperdulikan Joko, yang kesusahan bangun karena tubuh Joko yang terlanjut tertarik lumpur yang sangat lengket.
"hoeee kok gue Loe tinggalin bro, bantu gue bangun," teriak Joko mental tolong.
"bangun sendiri gue udah gak tahan perut ku Mules gara2 senjata gue disruduk kepala banteng " jawab Galang.
akhirnya Joko berusaha sendiri untuk bangun walau dengan penuh perjuangan dan akhirnya berhasil.
" kalian berdua kotor sekali, bagaimana kalian mau naik mobil, bisa2 kalian mengotori mobil nantinya." ucap Hanum.
"kita bersihkan diri di sungai itu jok" ajak Galang.
" iya ayo, tapi kasih taruk dulu belut spesial itu di mobil , nanti terlepas mampus, pengorbanan kita bisa sia2" jelas Joko.
akhinya Joko dan Galang membersihkan diri mereka di sungai kemudian balik ke mobil dengan tubuh dan baju yang basah karena harus mandi malam2.
"iiihh dingin ayo cepat kita pulang, hiiiii" Galang dan Joko kedinginan.
__ADS_1
melihat Joko dan Galang kedinginan.hanum pun kini yang mengemudikan mobil pulang, Joko dan Galang duduk berdua dikursi belakang mereka berdua menggigil kedinginan.
sesampai dirumah Joko dan Galang langsung membersihkan diri lagi kali ini dengan air hangat cenderung panas untuk menghangatkan tubuh mereka, lepas itu mereka keluar dari kamar masing2 dengan keadaan yang sudah bersih.
"ini air jahe buat kalian, oh iya mas, belutnya tadi masih di mobil ,mas ambil lalu suruh bik surti bikin pepesnya ya, aku istirahat dulu ,nanti pepesnya buat aku lauk sarapan ok,." ucap Hanum tanpa berdosa .
"apa yank, tau kalo buat sarapan kenapa tadi gak nunggu pasar pagi buka, aaaah" Galang dan Joko langsung lemas,
" kenapa, ? kalian gak ikhlas,?" lanjut Hanum.
"ikhlas kok sayang ikhlas, iya ini mau mas ambil dan suruh bik Surti memasaknya ok" jawab galang.
Hanum pun masuk kamar dan langsung tidur kembali, sedang Galang dan Joko menahan amarah karena ulah ibu hamil tersebut.
"gila bener istri dan calon anakmu bro, malam2 begini kita dikerjai habis2an, udah urus tuh belut , gue juga mau tidur, besok gue mau balik ke kampung, lama2 disini bisa gila gue menuruti permintaan aneh istri loe " Joko pun juga masuk ke kamarnya.
Galang setelah mengambil belut dan membangunkan bik Surti juga ikut masuk ke kamar menyusul Hanum yang sudah tertidur duluan.
Belum lama mereka tertidur Bu win sudah membangunkan anak dan menantunya. sebelumnya Bu win juga membangunkan Joko serta Wati dikamarnya masing2 tentunya.
mereka semua kesiangan akibat drama mencari belut semalam.
akhirnya semua berkumpul dimeja makan untuk sarapan.
"loo ini kok ada pepes cuma satu bik,?" tanya Bu win kepada bik Surti.
"iya nyonya, nyonya Hanum semalam ngidam ingin makan pepes belut," jawab bik Surti.
"laa terus bibik cuma beli belutnya satu?" tanya Bu win keheranan.
" itu bukan beli ma, tapi semalam saya dan joko menangkapnya disawah" jawab Galang.
"iya Tante mangkanya kami kesiangan, tuh calon cucu Tante bener2 menyusahkan " sahut Joko.
"kalian berdua masih gak ikhlas" Hanum menimpali.
"ikhlas kok sayang, ikhlas. sumpah ayo cepat dimakan biar anak kita nanti gak ileran." galang cepat2 membujuk istrinya biar tidak marah.
Hanum pun membuka bungkus pepes belut tersebut kemudian mencicipinya sedikit. Galang dan Joko keheranan kenapa cuma sedikit yang dimakan Hanum.
"kenapa cuma dimakan sedikit sayang, ?" tanya Galang.
"teringat salam Joko menangkapnya pakai kaos kaki, aku jadi jijik mas" jawab Hanum tak merasa bersalah.
Galang dan Joko yang mendengarnya pun lemas seketika menyandarkan kepalanya dikursi dan menggeleng gelengkan kepala mereka.
__ADS_1
bersambung ya.πππ