
"tidaaakkkkk" teriak Hanum melihat darah mengalir dari perut suaminya.
Elang Permana menendang tubuh Galang agar menjauh darinya. kemudian Elang kembali bangkit dan menarik tangan Bu win yang masih syok melihat menantunya tertembak. Bu win dijadikan sandra oleh Elang.
"kau ikut aku, kita akan pergi jauh dari sini." ucap Elang.
"lepaskan aku kak, lihatlah kau sudah menembak menantuku, aku mohon lepaskan aku," Bu win mencoba melepaskan cengkeraman tangan Elang.
"aku tidak akan melepaskan kamu lagi win, dulu aku tidak bisa memilikimu.tapi sekarang, jangan harap kau bisa pergi dariku lagi." Elang berbicara sambil menempelkan bibirnya ditelinga Bu win
Bu Ndari yang melihat Elang lengah karena berusaha mempertahankan Bu win yang terus meronta ingin dilepaskan pun mangambil pisau yang ada ditempat buah dan berlari mendekat kearah Elang.
"matilah kau laki-laki b*jing******n," teriak Bu Ndari sambil menancapkan pisau ke perut Elang.
"kaa kaa kauuuuuu" Elang terbelalak kaget dengan Bu ndari yang telah berhasil menusuknya.
Elang menjatuhkan pistolnya dan memegangi perutnya dengan kedua tangannya.
Bu Ndari kembali menarik pisau yang masih dia genggam dan.
"itu untuk papaku, jleepp, ini untuk mamaku, jleepp ini untuk adik ipar ku, jleepp ini untuk rasa sakit yang kau berikan kepadaku bertahun-tahun." Bu Ndari menusukkan pisau itu berkali-kali ke perut Elang.
"kakak sudah kak, lepaskan kak, jangan jadi pembunuh kak," Bu win menarik tubuh kakaknya agar menjauh dari Elang yang sudah banyak sekali mengeluarkan darah.
mungkin karena jarak kantor polisi dan rumah Hanum agak jauh, polisi pun datang saat kejadian itu sudah terjadi.
"angkat tangan, tolong jatuhkan pisau itu Bu," ucap polisi tadi pada Bu Ndari.
Bu Ndari pun melepas pisau yang dia pegang dan dia terduduk dilantai sambil menangis.
"win, aku telah membunuhnya win, dia sudah mendapatkan balasan atas perbuatannya.hikks hiikkss." Bu Ndari menangis sambil memeluk adiknya.
"maaf Bu, saya akan membawanya ke kantor polisi." polisi meminta izin Bu win agar diperbolehkan membawa Bu Ndari.
"tolong lepaskan kakak saya pak, dia tidak bersalah, dia hanya ingin menyelamatkan saya pak," Bu win memohon agar kakaknya tidak dibawah oleh polisi.
"tidak bisa Bu, kakak ibu telah melakukan tindakan kejahatan. kami terpaksa harus membawanya. mungkin nanti kami juga memanggil ibu guna dimintai keterangan." ucap polisi yang bertugas tadi.
sementara David yang masih disitu juga segera menelpon ambulan untuk membawa Galang kerumah sakit.
Setelah galang sampai dirumah sakit, Galang langsung dibawah ke ruang pemeriksaan.
"maaf siapa dari kalian yang anggota keluarga pasien.?" tanya dokter yang memeriksa galang.
"saya istrinya dok," ucap Hanum.
"tolong ibu ke bagian administrasi, kami butuh tanda tangan ibu, agar kami bisa segera mengoperasi pasien. pasien harus segera dioperasi karena banyak kehilangan darah dan kami juga harus segera mengeluarkan peluru yang bersarang ditubuhnya," dokter itu menjelaskan.
"baik dok," ucap hanum, dan langsung berlari ke bagian adminitrasi.
Setelah prosedur apapun dilalui, Galang pun segera dibawah keruang operasi. hampir 3 jam operasi itu pun akhirnya selesai.
Dokter yang mengoperasi Galang pun keluar dari ruang operasi langsung disambut oleh hanum.
"bagaimana operasi suami saya dok,?" tanya Hanum dengan suara khas orang yang kebanyakan menangis.
__ADS_1
"alhamdulilah operasinya berjalan lancar bu, pelurunya tidak mengenai oragan vital dan pak Galang akan segera dipindahkan ke ruangan pemulihan paska operasi." jawab Hanum.
"Allohhu Akbar, engkau memang maha besar ya Alloh. terima kasih."Hanum langsung bersujud.
"bangunlah Bu," david membantu Hanum berdiri.
"vid, mas galang selamat vid," ucap Hanum berseri-seri.
"iya buk," jawab David sambil memapah tubuh Hanum untuk duduk.
Galang pun akhirnya sudah dipindahkan keruang pemulihan.
Hanum dengan setia menunggu Galang disamping ranjang Galang berbaring.
"vid, bagaimana perkembangan tentang Yasmin dan Elang," tanya Hanum.
"pak Elang ternyata juga masih bisa diselamatkan Bu, meski kondisinya sangat buruk, untuk nona Yasmin sudah dibawah ke kantor polisi untuk proses hukum Bu," jawab David.
"terus untuk mama ndari,? apa mama Ndari bisa bebas vid,?" tanya Hanum lagi.
"semua masih diproses Bu, kita ikuti saja semua prosedurnya. dan kalo memang Bu Ndari bisa dibebaskan meski harus pakai jaminan pasti akan saya usahakan Bu" jelas David.
"baiklah, tolong semua kau urus dengan baik ya vid," pinta Hanum.
"siap Bu, tapi saya rasa lebih baik Bu Hanum pulang saja dulu, kasian Tara membutuhkan ASI Bu, biar pak Galang saya yang nungguin disini Bu,"
"iya vid, aku titip suamiku dulu ya, aku usahakan cepat balik kesini." tutur Hanum.
"ibu lebih baik menunggu kabar dirumah saja, nanti kalo pak Galang sudah sadar, saya hubungi ibu" pinta David.
"baiklah, aku pulang dulu ya vid," pamit Hanum.
Tapi Tara lebih membutuhkannya. jadi Hanum pun pulang untuk melihat anaknya dulu.
sesampai Hanum dirumah, meski Hanum lega karena elang dan Yasmin akan mendapat hukuman atas kejahatannya. tapi ada perasaan pilu yang Hanum rasa, suami yang selalu menemaninya sedang terbaring lemah dirumah sakit, dan Tante yang sudah dianggapnya seperti mamanya sendiri juga harus mendekam dipenjara.
"nak, bagaimana kabar mamamu Ndari,?" tanya Bu win yang sedang menggendong Tara.
"mama Ndari harus menjalani prosedur hukum ma," jawab Hanum.
"kasian sekali kau kak Ndari." ucap Bu win.
"tenanglah ma, aku akan berusaha membebaskan mama Ndari," jelas Hanum.
"iya nak, semoga saja mamamu Ndari bisa bebas," ucap Bu win sambil menaruk Tara di tempat tidurnya.
"apa Tara rewel ma,?" tanya hanum lagi.
"tadi mungkin dia lapar nak, nangis terus, maaf karena kamu tidak bisa dihubungi, mama kasih dia susu formula." jawab Bu win.
"iya ma, tidak apa-apa. aku memang tadi lupa tidak bawah handphone." tutur Hanum.
"terus bagaimana keadaan suamimu nak," Bu win kembali bertanya.
"mas Galang sudah lepas dari masa kritis ma, dia sekarang sudah ada ruangan pemulihan." jawab Hanum.
__ADS_1
"syukurlah kalo begitu nak, ya sudah kamu bersihkan diri dulu. lepas itu kamu harus makan nak, kamu jangan sampai sakit, anakmu, suamimu bahkan mamamu Ndari membutuhkanmu nak." tutur Bu win.
"iya ma, doakan saja ya Hanum diberi kemudahan menjalankan tanggung jawab Hanum." ucap Hanum sambil memeluk mamanya.
"baiklah, mama keluar dulu ya," pamit Bu win.
"iya ma, makasi ya ma," Hanum kemudian menutup pintu kamarnya dan bergegas membersihkan diri.
"Tara kelak semoga engkau menjadi anak yang Sholeh yang pandai dan yang mengerti akan kewajiban dan tanggung jawab." ucap Hanum sambil memberi ASI baby Tara.
keesokan harinya.Hanum dan Bu win dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian.
"bik Surti, aku nitip Tara ya, aku sudah stok ASI dikulkas bik," ucap Hanum.
"iya nyonya, tapi nyonya tidak akan lama kan.?" tanya bik Surti.
"saya kurang tau bik, bibik tidak usah khawatir, polisi masih banyak yang berjaga dirumah ini. lagian kan juga ada bik Narsih yang akan menemani bibik." jelas Hanum.
"iya nyonya, kalo begitu nyonya hati-hati dijalan ya," tutur bik Surti.
"baiklah bik, saya dan mama berangkat dulu ya," pamit Hanum.
"iya nyonya," jawab bik Surti.
akhirnya Hanum dan Bu win pun berangkat ke ke kantor polisi. Hanum dan Bu win memberikan kesaksian yang sebenarnya dan itu sangat memberatkan untuk pihak yasmin dan Elang permana.
Hanum juga menanyakan tentang Bu Ndari.
polisi memberi informasi bahwa Bu Ndari. bahwa Bu Ndari masih harus tetap menjalankan proses hukum yang berlaku.
"ma, kita temui mama Ndari dulu ya ma," ajak Hanum.
"iya nak, mama juga ingin bertemu dia." jawab Bu win.
Hanum dan Bu win pun meminta izin agar bisa bertemu dengan Bu Ndari.
"pak, kami ingin menjenguk kakak saya," izin Bu win.
"bisa buk, tapi tidak bisa lama ya," jawab sipir penjara.
"iya pak," jawab Hanum.
Hanum dan Bu win pun diantar menemui Bu ndari.
"kakak,hiks hiiks" Bu win langsung memeluk kakaknya sambil menangis.
"sudah win, aku tidak apa-apa. aku akan baik-baik saja disini. percayalah." ucap Bu Ndari.
"mama, Hanum akan berusaha membebaskan mama dari sini ma," ucap Hanum yang juga memeluk Bu Ndari.
"iya nak, ayo kita duduk dulu. ceritakan bagaimana keadaan suamimu nak," Bu Ndari masih mengkhawatirkan menantu ponakannya.
"dia sudah baikkan ma, Hanum juga akan pergi kerumah sakit habis ini." jawab Hanum.
"syukurlah nak," ucap Bu Ndari.
__ADS_1
bersambung ya.
ayo readers mana nih dukungannya buat author. vote, like ,kritik dan saran selalu ditunggu yaππππ€π€π€πππ