Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Balik ke kampung


__ADS_3

Hanum sudah selesai membersihkan diri dan berganti baju, kemudian dia pun merias diri di meja rias. Galang yang sedari tadi memandang Hanum berdandan pun tersenyum.


"dik.."


"heem"


"dik.."


"apa sih mas,"


"mas gak bisa balik kekursi roda, bisa bantuin gak dik,"


"iya sebentar,"


"ih ketus banget, ikhlas gak"


"iya ini mas ikhlas, ayo sini pegangan tanganku, kapan mas mau mulai terapi, apa mas belum siap juga,?"


"mas siap2 saja dik,"


"mas gak mungkin aku bisa berlama2 disini, perusahaan juga butuh aku, kasian Joko mas harus kerjakan semua sendiri.bagaimana jika kita bawa terapis ke rumah saja, jadi tiap hari mas gak usah bolak balik ke tempat terapi."


"itulah yang jadi pertimbangan mas dari kemaren dik, mas juga tidak ingin merepotkan mu terus menerus."


"tapi rencana mas ingin ikut balik ke kampung apa tinggal disini dengan mbak Yanti."


"mas juga belum tau dik,"


"tapi sebaiknya kita lihat aja apa rencana mbak Yanti buat mu jika aku pamit dari sini mas, lalu kita coba ikuti apa yang diinginkannya, kesannya memang jahat mas, tapi dengan begitu mbak yanti akan sadar dengan kesalahan yang sudah dia perbuat."


"kali ini mas ikut saja apa yang kau katakan dik, karena aku sadar Yanti sudah sangat keterlaluan."


"baiklah aku akan menemui mbak Yanti mas, karena aku juga ingin balik hari ini juga,"


"aku ikut dik"


Hanum pun mendorong kursi roda Galang untuk menemui Yanti.


Galang membuka pintu kamar yang biasa ditempati Yanti dengan dirinya.


"loo kalian, ada apa kok kemari, kalian sudah boleh kok tinggal sekamar, aku rasa papa temani saja Hanum " tegur yanti


"saya ingin bicara mbak."


"ingin bicara apa,?"

__ADS_1


"mbak saya harus balik ke kampung , sudah terlalu lama saya meninggalkan perusahaan. biarlah mas Galang disini bersama mbak saja ya " Hanum memancing reaksi Yanti.


"iya dik mas, disini saja, jika ikut bersamamu mas takut merepotkan mu, kan kamu juga harus kekantor tiap hari,"


"eeh gak bisa gitu dong, kalian kan pengantin baru, kalian harus tinggal bersama2, apa susahnya si pa, jika Hanum kekantor kan ada perawat yang akan membantu segala kebutuhanmu. jadi lebih baik papa tinggal saja bersama Hanum."


"tapi jika harus kontrol kesehatanku kan jadinya jauh ma,"


"apa sih susahnya buat Hanum, tinggal sewa terapis dan bayar dokter yang menjaga 24jam kan bisa too num, mas galang ini juga sudah jadi suamimu loo, masa sama suami sendiri pelit.?"


"apa sih ma, kamu ini ngomong tidak perna dikontrol, harusnya aku ini yang wajib memberi nafkah bukannya meminta,"


" sudah sudah mas, bener kata mbak Yanti, toh kamu jadi seperti ini juga karena menolongku, baiklah mbak biar mas Galang ikut bersama ku,"


"oh iya num, aku ikut kalian ke kampung kan tidak mungkin. disini juga sudah ada ART yang membantu mengurus rumah dan anak2, mbak jadi nya seperti orang tidak berguna. bisa gak minta tolong kasih pinjam mbak modal untuk membuka usaha sendiri, biar mbak juga punya kesibukan dan tidak bergantung pada mas Galang. to mas galang juga belum bisa kerja,"


"kamu ini ma, makin ngelunjak aja"


"sudahlah mas, bener juga yang dibicarakan mbak Yanti. baiklah mbak, memang mbak ingin buka usaha apa,?"


"aku ingin buka butik num, ya secara teman2 mbak kan pada suka shoping pasti sangat menguntungkan bisnis ini."


"baiklah nanti mbak tunggu saja kabar selanjutnya, oh iya mbak sekalian saya pamit ya, soalnya biar gak kemalaman sampai rumah " pamit Hanum pada Yanti.


"iya pasti mbak."


Hanum pun mendorong kursi roda Galang ke ruang tamu, kemudian dia memanggil mamanya untuk diajak balik ke kampung.


kini Galang , Hanum dan mamanya sudah diperjalanan arah ke kampung.


"ma bagaimana tanggapan orang kampung jika tahu aku sudah Nika sama mas Galang,?"


"mama sudah memikirkannya nak, tidak baik kita menutupi hal seperti ini pada warga, mereka harus dikasih tau agar tidak terjadi kesalah pahaman. besok rencananya mama akan mengadakan tasyakuran untuk pernikahan kalian. kita undang warga sekitar, disitu kesempatan kita memberi tahu hal apa yang menyebabkan kalian harus menika, dan mama yakin jika mereka akan menerima kalian, asal jangan ditutupi kejadian yang terjadi. bicarakan dengan jujur tanpa ada kebohongan. insyaalloh mereka akan menerima." tutur mama Hanum


"ide bagus ma,paling tidak kita tidak akan dianggap zina untuk kedua kali, melakukannya tidak dapat hukumannya pasti, bener2 sial "potong Galang, sambil bercanda.


"ooohh jadi kamu merasa sial menika denganku.." Hanum merajuk.


"loo bukan begitu dik, ih jangan sensi dong, cantiknya hilang nanti," rayu Galang,


sopir dan mama Hanum yang melihat tingkah konyol anak dan menantunya hanya geleng2.


"pokoknya mas gak usah ikut aku kerumah, tinggal saja dikontrakanmu, nanti kamu sial dekat2 aku." Hanum makin merajuk.


"loo terus siapa yang bantuin mas, masa mas dibiarkan sendiri , jahat kamu dik," bujuk Galang lagi.

__ADS_1


"bodoh amat, dasar laki2 maunya menang sendiri "


"dalam kondisiku seperti ini mana bisa aku bisa menang darimu dik," goda Galang berbisik di telinga Hanum,


spontan Hanum mencubit pinggang Galang dengan keras,


"aaauuww aaauwww sakit dik, cukup2 iya ampun ya ampun"


"berani gitu lagi habis badanmu tak cubitin "


"punya istri kok Suka menganiayah oohh nasib." ucap Galang lirih tapi masih bisa didengar Hanum.


"apa mau ditambah" Hanum memposisikan jarinya untuk mencubit


"ampun dik ampun" Galang memohon ampun.


"kalian ini dari tadi ribut terus, dan kamu num masa suami kau suruh tinggal sendiri, dosa itu nak, kamu harus melaksanakan tugas mu sebagia istri tidak boleh melawan suami seperti itu."


" belaaiin aja terus," protes Hanum pada mamanya,


Keasikan berbincang2 tanpa disadari Hanum dan Galang ternyata mereka sudah sampai dirumah.


"kenapa berhenti pak"tanya Hanum pada supirnya.


"loo kita kan sudah sampai mbak "


"haa iya ya sudah sampai" galang menimpali.


"mangkanya jangan ribut saja" Bu win geleng2 lihat menantu dan anaknya.


akhirnya Hanum pun turun dengan mamanya, sedang Galang dibantu supir untuk turun dan disiapkan kursi roda , kemudian supir tersebut juga membantu mendorong kursi roda Galang masuk kedalam rumah.


"sudah pak saya bisa sendiri." ucap Galang pada supir tersebut saat sudah sampai didalam rumah.


"baik pak kalo begitu saya permisi,,,oh iya Bu Hanum apa masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan,?" tanya sopir tersebut.


"gak ada pak, bapak balik saja tidak apa2, bapak bawah balik aja mobil saya dulu, dan besok jemput saya pagi2 ya," jawab Hanum.


"baiklah Bu saya permisi"


akhirnya supir tersebut pergi dari rumah Hanum.


bersambung😘😘😘


ayo readers mana ini vote, like, kritik dan sarannya,πŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2