Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Baju pengantin.


__ADS_3

Hari cepat berlalu, Galang dan Hanum hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan.


Galang yang berniat pergi keluar negeri untuk menjenguk opa dan oma nya pun juga sudah menjadwalkan kapan akan berangkat.


kali ini Galang tidak hanya pergi dengan mamanya, tapi Galang membawa serta anak dan istrinya.


"vid, mungkin aku akan lama di jerman. kau urus baik-baik perusahaan. ingat jangan kecewakan aku ya," pesan Galang.


"siap bos, tapi lepas acara pernikahanku nanti, jangan lupa memberi aku cuti yang panjang ya," jawab David.


"kau ini selalu main hitung-hitungan." Galang geleng-geleng kepala.


"kan saya juga kepingin segera punya keturunan bos," ucap David.


"iya iya, nanti ambil saja cuti yang lama, sekalian gak usah masuk kerja selamanya." jawab Galang mengoda david.


"itu namanya memecat dengan cara halus bos," gerutu David.


"ah sudah lah vid, aku pulang dulu, kau gak pulang ini juga sudah sore," ajak Galang.


"iya bos, tapi nunggu Saskia dulu, kita mau pesan baju pengantin." jawab David.


"memang kapan rencana acara pernikahan kalian.?" tanya Galang.


"2 bulan lagi bos, mangkanya kalo dapat undangan dari orang tu, tunggu acaranya sampai selesai baru pulang, jangan gara-gara ngambek sudah nyelonong pulang duluan." ledek David.


"siapa yang ngambek, punya mulut jangan asal ngejeplak kalo ngomong." elak Galang.


"yang waras ngalah aja deh," David malah keluar dari ruangan Galang duluan.


"woe, kok malah kamu yang keluar duluan." Galang bergegas menyusul David


akhirnya setelah saling ledek mereka berdua juga mutuskan untuk sama-sama pulang. David terlebih dahulu membantu Saskia berkemas, setelah selesai mereka bertiga pun keluar dari kantor bersama-sama.


"kalian pesan baju pengantin dimana,? nanti tagihannya kirim saja kepadaku, ini hadiah buat acara pernikahan kalian dari kantor." ucap Galang.


"bener nih bos,?" tanya David.


"kapan aku pernah bohong kepadamu." jawab Galang.


"ya sudah terima kasih bos," jawab David sambil senyum-senyum.


"saya juga mengucapkan banyak terima kasih pak," sahut saskia.


"sama-sama, ya sudah aku pulang duluan," pamit Galang sambil masuk kedalam mobilnya.


"iya bos hati-hati." ucap David yang juga hendak masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


David dan Saskia menemui perancang baju pengantin ternama dikota itu.


mereka berdua melihat-lihat koleksi model baju pengantin di butik tersebut. setelah menemukan model yang cocok mereka pun memesan dan sesuai pesan galang, david meminta agar tagihan dikirim ke Galang untuk pembayaran baju pengantin pesanan David dan Saskia.


David dan Saskia adalah pasangan yang sebenarnya saling mencintai, tapi mereka berdua belum menyadari jika ada rasa cinta diantara keduanya.


Saskia merasa bahwa mengikat hubungan dengan David hanyalah karena sebuah kecelakaan yang tak disengaja olehnya.


David sendiri sebenarnya juga merasa khawatir, jika pada waktunya nanti Saskia mengetahui jika dirinya telah berbohong apa saskia nantinya akan meninggalkannya.


"sas, baju pengantin sudah kita pesan, apakah kau sudah yakin benar-benar mau menjadi istriku ?" tanya David.


"memangnya kenapa pak, apa pak David ingin lari dari tanggung jawab,?" Saskia balik bertanya.


"bukan begitu sas, aku takut kamu akan menyesali semua ini " jelas David.


"selagi pak David tulus ingin menjalin hubungan dengan saya, dan juga kalo pak David benar-benar mau bertanggung jawab terhadap saya, pasti lambat laun hati saya juga pasti terbuka untuk bisa menerima bapak, begitu juga saya harap pak David kepada saya, karena saya ingin menjalani pernikahan sekali saja dalam hidup saya," tutur Saskia.


"aku takut saja kamu akan meninggalkan aku setelah kamu tau yang sebenarnya." David ingin jujur kepada Saskia.


"memang pak David berbohong kepada saya,? terus jika memang pak David berbohong, memang apa yang sebenarnya bapak sembunyikan kepada saya.?" tanya Saskia.


"sas, semenjak aku melihatmu pertama kali, jujur aku sebenarnya tertarik melihat kepribadianmu yang cenderung berbeda dengan wanita seusiamu pada umumnya. kamu jauh lebih dewasa dari pada umurmu sendiri. sas, aku harap setelah kamu tahu yang sebenarnya kamu tidak akan membatalkan acara pernikahan kita." ucap David sambil menggenggam tangan saskia.


"memang apa yang bapak sembunyikan dari saya,?" tanya Saskia lagi.


"maksud bapak.?" tanya terus saja bertanya.


"iya, kamu masih suci sas, memang waktu itu kamu terpengaruh obat perangsang itu, tapi meski kau mengodaku dengan tubuh polosmu, aku tidak ingin mengecewakanmu dengan mengambil kesucianmu disaat kamu tidak sadar seperti itu, aku ingin melakukan hubungan dengan sama-sama sadar sas, aku hanya berbohong kepadamu, awalnya aku hanya ingin mengodamu, tapi aku merasa hal itu yang akan memberiku kesempatan untuk bisa mempersuntingmu. maka aku berbohong kepadamu." jelas David..


"jadi, bapak bohongi saya,?" Saskia masih tidak percaya.


"iya sas, maafkan saya," jawab David.


"haaaaaa haaaaa haaaaaa," Saskia tertawa sejadi-jadinya.


"kenapa malah kamu tertawa sas,?" kini David yang keheranan.


"syukurlah pak, haaaaa haaaa" Saskia masih saja tertawa.


"jadi bagaimana sas, apa kamu ingin membatalkan acara pernikahan kita,?" David kembali bertanya.


"dibatalkan,?" Saskia malah memberi David pertanyaan.


"apa sas kamu jadi ingin membatalkan pernikahan kita,?" David salah mengerti dengan ucapan Saskia.


"siapa yang ingin membatalkan pernikahan kita, enak saja mas David sudah melihat tubuh ku kok, mana mungkin aku mau membatalkan pernikahan kita." Saskia berhasil mengoda David

__ADS_1


"coba kau ulangi kamu panggil aku tadi dengan sebutan apa,?" ucap David.


"mas David, inikan diluar jam kerja, boleh ya,?" tanya Saskia.


"bukannya boleh tapi harus," tegas David.


"oh iya, terus kenapa tadi kamu malah tertawa terbahak-bahak pas aku bicara jujur tadi,?" lanjut David


"mas David, dari dulu impianku, aku ingin menjaga kesucianku untuk suamiku, dan akan kuserahkan saat malam pertama kami setelah resmi menjadi suami istri. itulah sebabnya kenapa aku tadi tertawa, karena aku merasa senang impianku akan jadi kenyataan." jelas Saskia.


"kamu ini bikin aku jantungan saja sas, jadi kamu sebenarnya juga cinta kan kepadaku,?" tanya David.


"gak," Saskia menggoda David lagi.


"terus,?" tanya David lagi


"aku hanya kasian sama bujang tua seperti mas David yang gak laku-laku." jawab saskia.


"emmmmm begitu ya, awas kamu ya," David mengelitiki Saskia.


"ampun mas, ampun." Saskia pun memegangi kedua tangan David agar tidak lagi mengelitiki dirinya.


kedua mata David dan Saskia saling bertemu, David semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Saskia.


Melihat David yang semakin mendekatkan wajahnya pun membuat saskia memejamkan matanya.


Saskia sedikit membuka bibirnya mengira David akan menciumnya.


"kenapa, aku cuma mau membetulkan sabuk pengamanmu," ucap David


hal itu membuat saskia benar-benar sangat malu, wajah Saskia bersemu merah gara-gara keisengan David


"kamu minta dicium ya sas,?" goda David lagi.


"gak," jawab Saskia pura-pura ketus untuk menutupi rasa malunya.


"yang benar sas, tu buktinya tadi bibir sudah dimonyong-monyongin." David terus saja mengoda Saskia


"gak ya, jangan ngarang deh mas," Saskia terus mengelak.


"siapa yang ngarang sas, tadi itu sudah terbukti loo sas," David membuat saskia terpojok.


"iya deh iya, tadi aku salah paham.aku pikir mas David tadi mau nyium aku, kan biasanya mas David juga tukang sosor kayak bebek gitu. jadi aku tadi hanya waspada saja." jawab Saskia asal.


David pun tersenyum mendengar penuturan polos Saskia calon istrinya tersebut.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2