Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Hari pernikahan.


__ADS_3

Setelah semua merasa sudah bisa saling memahami dan menerima akhirnya mereka semua pun makan malam dan beristirahat.


Keesokan harinya. Hanum pun bersiap mengenakan baju pengantin dan dirias.wajahnya yang memang cantik semakin menjadikannya lebih cantik lagi, tapi tidak bisa menutupi wajah sedihnya, senyumnya pun tak nampak sama sekali selayaknya calon pengantin pada umumnya.


"waaa mbaknya cantik banget," ucap perias yang sudah selesai merias.


Hanum tak memberi jawaban apapun.


"ayo num keluar , warga yang menjadi saksi dan penghulu sudah datang," ajak yanti.


"mbak apa tidak bisa dibatalkan saja pernikahan ini?" pinta Hanum.


"apa kamu ingin melihat kemarahan warga num, sudah lah ayo kita keluar," Yanti sudah tidak sabar.


akhirnya Hanum pun menuruti keinginan Yanti keluar kamar.


"ayo duduk sini num," akhirnya keinginan Yanti pun terkabulkan.


Galang yang sedari tadi duduk diatas kursi roda pun akhirnya mengutarakan isi hatinya didepan semua warga,


"sebelum acara ijab kobul ini dilaksanakan. izin kan saya menyampaikan sesuatu, mohon maaf pak penghulu yang terhormat, apakah pernikahan ini Syah jika dari kedua belah pihak tidak menginginkan pernikahan ini terjadi.? terus apakah warga sini juga sudah buta mata hatinya menghakimi seseorang tanpa memberi kesempatan untuk mengutarakan kebenaran. jika memang ini adalah hukuman buat kami yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan apapun hanya sebatas seseorang membantu merawat orang cacat seperti saya ini dianggap zina, berapa juta perawat yang melakukan perzinaan tiap harinya, demi merawat pasiennya.? coba siapa yang bisa menjelaskan kepada saya," Galang mengutarakan segala ke kesalannya.


"jangan banyak alasan deh, mana ada maling mau ngaku, coba lihat foto ini, mana ada orang sakit bisa berpelukan sambil bertelanjang dada seperti ini" seorang profokator yang dibayar Yanti kemaren kembali mengompori warga,


"iya ayo cepat laksanakan pernikahan ini pak penghulu." salah satu warga yang mulai terpancing,


"foto itu, bagaimana ada foto seperti itu, dan itu bukannya, " Hanum belum selesai bicara sudah ada warga lagi yang geram


"sudah cepat kalian laksanakan ijab kobul, atau kalian semua angkat kaki dari sini dengan cara dipermalukan diiring keluar komplek" salah satu warga lain ikut terpancing emosi.


"sudah nak Galang dan kamu num laksanakan saja ya nak. kita akan jauh lebih malu jika harus dibikin arak arakan keluar komplek." pinta Bu win

__ADS_1


akhirnya acara ijab kobul pun dilaksanakan.


**saudara Galang Pramono saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan zulistia Hanum pradisti binti soeparman dengan mas kawin uang 1juta rupiah dibayar tunai.


Saya terima nikah dan kawinnya zulistia Hanum pradisti binti soeparman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai**.


sah sah sah.


Hanum pun resmi menjadi istri dari Galang, belum juga Galang mencium kening Hanum ,Hanum sudah tidak kuat menahan airmatanya ,dia pun berlari kekamar dan menangis sejadi jadinya.


warga pun mulai membubarkan diri, Yanti yang pura2 bersedih pun ikut masuk ke kamar dia tertawa puas didalam kamarnya.


sedang Bu win dan Galang pergi menemui Hanum.


"nak jangan seperti ini nak, kuatkan hatimu nak," bujuk mama Hanum.


"kenapa Adit dan Bagas tidak membawaku saja pergi bersama mereka ma, kenapa aku harus mengalami semua ini, dosa apa yang sudah aku lakukan ma, " Hanum menangis histeris.


"dik jika memang kamu ingin kita berpisah mas bersedia me....." Galang hampir saja mengucapkan kata cerai.


mama Hanum pun keluar dari kamar pengantin baru tersebut.


"dik maafkan aku dik." bujuk galang.


"apa maaf itu bisa merubah segalanya mas, bukankah mas sudah mendengar omongan mama tadi, dan itu tadi apa, foto. foto itu, bukannya kejadian itu dirumah sakit pas aku membantumu mengganti baju saat habis muntah, dan diruangan itu hanya ada aku kamu dan mbak Yanti.


kenapa mas, mbak Yanti menjebak kita, atau kamu juga ikut dalam permainan ini, kenapa kalian begitu tega, apa motif kalian ha, jelaskan mas jelaskan." Hanum berteriak teriak.


"sumpah demi Alloh dik ,aku juga gak tau, yang aku tau memang Yanti selalu minta aku untuk mendekatimu, tapi aku tidak perna menuruti kemauannya. tapi aku gak tau dia akan berbuat senekad ini. harta sudah membutakan matanya. baiklah aku akan segera menemuinya. dia harus diberi pelajaran atas perbuatannya."


"sudah mas aku putuskan ikut permainan istrimu, dia sudah menyerahkanmu padaku, aku akan menerimamu dan tak akan melepaskanmu, kini aku yang menangis tapi kita lihat siapa yang kedepannya yang akan menangis. disini yang dipermalukan bukan hanya aku, tapi juga mamaku, aku hafal dengan mamaku, dia hanya pura2 tegar dan kuat didepanku, tapi pada kenyataannya hatinya juga hancur. kita ikuti saja permainan istrimu. selanjutnya serahkan semua kepada Alloh aku yakin Alloh akan menolong kita."

__ADS_1


akhirnya Galang pun mengikuti apa yang Hanum inginkan.


galang mencoba mendekati Hanum dengan memutar roda pada kursi rodanya.mendekat ke tempat tidur.dia menahan tubuhnya dengan tangannya dan berusaha memindahkan dirinya ke tempat tidur.


setelah dia terduduk, dia menarik tangan Hanum dan dibawahnya tubuh Hanum ke pelukannya.


"menagislah dik menagislah, tumpahkan semua rasa kesal dihatimu, mungkin dengan menangis akan membuatmu merasa lebih lega." Hanum pun membalas pelukan Galang dan menagis didalam pelukan Galang.


karena kelelahan menangis Hanum pun tertidur dipelukan Galang,


karena kondisi Galang yang lumpuh tidak bisa memindahkan tubuh Hanum untuk berbaring. akhirnya Galang membiarkan Hanum tertidur diperlukannya cukup lama.


aku sebenarnya juga sudah mencintaimu dik, tapi aku coba untuk membuangnya jauh2 perasaan itu, karena itu tak mungkin , tapi kenapa kita malah dipersatukan dengan cara seperti ini. ? tapi mas berjanji tak akan membiarkan Yanti berhasil melakukan rencana buruknya kepadamu..batin Galang sambil mencium kening hanum.


sudah hampir dua jam Hanum tertidur dengan posisi masih dipelukan galang.akhirnya dia pun terbangun.


"kau sudah bangun dik,? bagaimana perasaanmu sekarang"


"aku sudah merasa lebih baik mas, maaf aku tertidur pasti mas capek ya menahan tubuhku.?"


"sudahlah gak apa, aku sekarang kan juga sudah menjadi suamimu. meski kau tidak menginginkannya, he he he tapi aku tetap harus melindungi mu adikku yang cantik" galang mencoba menggoda hanum.


"jangan mulai deh mas, ngak ingat apa itu kaki masih butuh terapi, ikut terapi dulu sana baru minta pelayanan istri " Hanum yang mulai tenang karena sudah bisa membuang segala keluh kesah hatinya pun ikut mengoda Galang


"eeh eeh sudah berani mengoda mas ya, memang kamu mau melakukannya dengan mas,?"


"engga mau," Hanum sambil berlalu ke kamar mandi.


"eeeh itu wajib loo dik ," goda Galang lagi.


"bodoh amat" Hanum menjawab sembari membanting pintu kamar mandi.

__ADS_1


Galang yang melihat istrinya itu pun tersenyum karena Hanum sudah bisa menerima keadaan.


bersambung lagi ya,


__ADS_2