Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kembali membuat rencana


__ADS_3

"mas sepertinya Anna hanya berpura-pura saja tentang sakitnya." ucap Hanum.


"iya sayang, mas juga merasa seperti itu. tapi mau bagaimana lagi, disini kita yang salah, jadi mau bagaimana lagi, dia berpura-pura kita ikuti saja permainannya dengan berpura-pura juga." jawab Galang.


"maksud mas,?" tanya Hanum.


"kita cari tau apa motifnya dia berbohong kepada kita, jika cuma uang itu sih gampang, tapi jika dia memang sengaja menabrakkan diri atas tujuan lain itu yang harus kita waspadai." jawab Galang.


"tapi sepertinya dia mengincar kamu mas," tutur Hanum.


"jika memang tujuannya cuma mengincar aku, akan sangat gampang menyingkirkannya sayang." jelas Galang.


"caranya.?" lagi-lagi Hanum memberi pertanyaan.


"kenapa kau masih bertanya caranya,? kau ingat cara bagaimana dulu kau menyingkirkan Yasmin saat dia mencoba mengodaku kan" jawab Galang.


"oohh iya aku pasti ingat lah, tapi kalau tujuannya lain bagaimana mas,?"


"kita minta saja orang suruhan kita mengorek keterangan dengan berpura-pura mendekati dia, kau panggil saja Andika kesini, minta dia ikut masuk permainan kita sayang." jelas Galang.


"benar juga mas, kita tidak lagi seperti dulu, semakin besar perusahaan kita semakin banyak juga orang ingin menjatuhkan kita." Hanum mulai memahami keadaan.


" sudahlah, tujuan kita tadi ingin mengistirahatkan pikiran kita, Anna hanya masalah kecil buat kita, lebih baik kita..." Galang tak melanjutkan bicaranya.


Galang mengangkat tubuh hanum masuk kedalam kamar mandi, dia isi bathtup dengan air hangat dan diberi beberapa tetes wewangian terapis, lalu galang mengajak istrinya untuk berendam.


Galang membantu istrinya membuka baju, begitu juga sebaliknya Hanum juga membantu Galang membuka baju suaminya tersebut. Galang mengajak istrinya masuk kedalam air dengan posisi Galang dibelakang hanum, Galang memeluk tubuh istrinya dan menyandarkan kepala istrinya di bahunya.


mereka berdua memejamkan mata merasakan hangatnya air dengan tetesan wewangian aroma terapi yang membuat pikiran mereka kembali rilex.


Galang mulai merasa kesegaran tubuhnya kembali dan juga melihat istrinya tanpa pakaian didepannya membuat gairahnya terasa sudah membakar jiwanya.


"yank," ucap Galang sambil mencium leher belakang Hanum.


"mas, aaahh " Hanum merasa geli dan gairahnya juga ikut memanas.


"yank, mendesahlah desahanmu membuat gairahku semakin membara sayang," lanjut Galang sambil meremas kedua payud*r* Hanum.


"aahhh maaass, aaahhh aaaahh " Hanum menggeliat kegelian.


"nikmati sayang, lupakan semua masalah yang ada, nikmati dan rasakan sentuhan-sentuhan ini sayang," galang terus mendoktrin pikiran Hanum agar semakin bergairah.


Hanum semakin menggeliat, Galang mengarahkan tangannya semakin turun ke daerah paling sensitif hanum. jari-jemarinya bermain-main didaerah itu membuat tubuh Hanum merespon dengan sangat hebat, tubuh Hanum menegang, bergetar menandakan dirinya mencapai puncak, Galang terus saja membuat istrinya berkali-kali mencapai puncak dan membuat Hanum maracau tak karuan.


"mass aahhh uuuhhh, aaauuwww keluar lagi mas, aaahhh," hanum merasakan kenikmatan yang diberikan suaminya.


Hanum Menganti posisi dengan menundukkan dirinya didepan Galang. sebelumnya Hanum membuka penutup air yang ada didalam bathtup sehingga air yang merendam tubub mereka berdua tadi terbuang habis, Hanum mulai memainkan pusaka Galang dengan tangannya, kemudian berganti dengan lidah dan mulutnya, dilumatnya pusaka suaminya dan dikeluar masukkan pusaka itu dari mulutnya.


"aaahhhh sayang, aaaahhh, kamu hebat sayang," kini Galang yang mendesah merasakan kenikmatan.


Hanum terus melakukan itu berkali-kali sampai galang merasa akan mencapai puncak permainan juga.


Galang menarik tubuh Hanum keatasnya meminta Hanum memimpin permainan. hanum pun memposisikan daerah sensitifnya pas diatas pusaka Galang yang sangat menegang. Hanum memasukkan perlahan pusaka Galang dan mulai melakukan permianan dia turun naikkan, maju mundurkan tubuhnya. sampai Galang dan Hanum kembali merasakan puncak permainan bersama-sama.


"aaaahhhhh uuuuhhh aaaaaaaahhhhh"


Hanum menengkurapkan tubuhnya diatas suaminya karena merasa tubuhnya sangat lemas.


Selesai bercinta mereka berdua membersihkan diri dan berganti pakaian kemudian keluar dari kamar menemui anggota keluarganya.

__ADS_1


"nak Galang, Hanum apa yang sebenarnya terjadi,?" tanya Bu win saat melihat anak dan menantunya turun tangga.


"soal yang mana ma,?" tanya Hanum.


"kenapa kalian tadi pulang awal dan seperti sedang bertengkar, kemudian siapa wanita yang dibawah masuk pak Sukir kekamar tamu tadi.?" jelas dan tanya Bu win.


"tidak ma, kami tadi sengaja pulang awal karena merasa masih lelah saja habis liburan kemaren. kalo wanita tadi, itu Anna wanita yang terserempet mobil mas Galang tadi." jawab Hanum.


"kok kalian bawah pulang, bukannya kalian bawa kerumah sakit saja?" tanya Bu win.


"tadi sudah kami bawah kerumah sakit ma, tapi karena dia tinggal sendiri dan kakinya masih belum bisa berjalan akhirnya kami memutuskan untuk merawat dia disini." jawab Galang.


"ohh begitu, ya sudah. oh iya apa kalian sudah makan,? lebih baik kalian makan saja dulu, Tara juga masih tidur siang," kata Bu win.


"iya ma, kami mau makan dulu, perut sudah keroncongan nih," ucap Hanum kemudian mengajak suaminya makan bersama.


"makan yang banyak yank, biar ada tenaga untuk bermain lagi nanti ya," bisik Galang.


"aku masih lemas mas," Hanum juga berbisik.


"pokoknya nanti malam lagi yank." galang memberi ultimatum.


Hanum hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan suaminya.


Hanum dan Galang sudah selesai dengan acara makan siangnya yang sudah kesorean. kemudian Hanum dan Galang menuju kamar tamu untuk melihat keadaan Anna.


"mas, aku akan mengajak Anna untuk ngobrol, kamu minta pak Sukir untuk memasang cctv dikamar tamu itu, tapi untuk hasil rekaman kameranya hanya aku yang boleh melihatnya. takutnya ada adegan tanpa memakai pakaian ikut terekam." Hanum memberi ide.


"ide bagus sayang, kita bisa segera mengetahui maksud dan tujuan Anna berbohong kepada kita," jawab Galang.


"Anna apa kamu lagi istirahat, aku membawakan makan siang untukmu," panggil Hanum dari balik pintu.


Hanum membuka pintu dan membawa masuk makanan yang sengaja dia siapkan untuk Anna.


"makanlah, dulu An, kemudian kamu bisa melanjutkan istirahatmu, atau kita makan diluar saja, biar kamu lebih leluasa... mas Galang panggil pak Sukir untuk membantu mengangkat Anna mas," ucap Hanum.


"kenapa gak mas Galang saja yang mengangkat, lagian cuma kedepan kamar situ aja kan." Anna kembali mencari kesempatan.


"maaf Anna bukannya gak boleh, tapi itu, anu,.." Hanum pura-pura malu-malu.


"kenapa mbak Hanum ?" tanya Anna.


"tadi pas main mas Galang terlalu semangat, pinggangnya sepertinya sedikit sakit,,, iya kan mas,?" Hanum mengedipkan sebelah matanya.


Anna menelan salivanya dengan kasar saat mendengar Hanum bicara.


"iya Anna maaf, pinggang ku memang sangat sakit, habis setiap lihat istriku yang seksi ini gak tahan aku jika tidak bermain dengan semangat." Galang mengikuti permainan istrinya meski sebenarnya Galang sangat dibuat malu oleh Hanum.


"ya sudahlah, " jawab Anna sewot, karena kesempatannya hilang.


Galang keluar memanggil pak Sukir, dan meminta pak Sukir untuk memindahkan Anna keruang keluarga.


"pak Sukir, tolong pak Sukir pindahkan perempuan tadi ke ruang keluarga. selepas itu pak Sukir pasang cctv yang hanya tersambung ke hp istriku ya, tapi ingat letakkan ditempat yang benar-benar tidak dicurigai oleh perempuan itu." perintah Galang.


"siap bos," jawab pak Sukir.


"ini pak Sukir beli peralatannya, di pertokoan depan sepertinya ada," ucap galang sambil menyerahkan kartu kreditnya.


pak Sukir membantu mangangkat tubuh Anna ke ruang keluarga, dimana Bu win dan bik Narsih lagi ngobrol.

__ADS_1


"nona ini suka sekali ya digendong," celetuk pak Sukir


"maksud kamu,?" bentak Anna.


"iya non, soalnya dari tadi nona selalu saja minta gendong, padahal hanya lecet sedikit saja," ejek pak Sukir.


Hanum dan Galang tersenyum mendengar pak Sukir mengejek Anna.


"kamu aja gak ikut merasakan, yang sakit itu bagian dalamnya," jawab Anna untuk membela diri.


"saya dulu perna patah tulang tapi saya masih bisa berjalan loo non meski pakai bantuan tongkat, tapi jika nona gak berani mencoba pakai tongkat juga tidak apa-apa, karena saya juga seneng sih kalo diminta mengendong wanita cantik seperti nona ini terus." pak Sukir kembali mengoda Anna.


"diam kamu, hai mbak hanum dan mas Galang satpam ini sunggu kurang ajar sekali loo," Anna mengadukan pak Sukir.


"pak sukir memang orangnya suka bercanda kok Anna jadi jangan diambil hati ya," jawab hanum yang sebenarnya menertawakan Anna dalam hati.


"ya sudah pak Sukir bapak bisa kerjakan yang saya perintahkan tadi sekarang ya," ucap galang.


"siap bos," jawab pak Sukir.


"memang pak Sukir mau kamu suruh kemana nak?" tanya Bu win.


"biasa ma, mengatur anak buahnya agar bekerja dengan lebih baik." jawab Galang berbohong.


"oh iya Anna kenalkan ini mamaku dan bibikku." Hanum mengenalkan mamanya dan bik Narsih.


"saya Anna nyonya," Anna memperkenalkan diri.


"saya suwindah mamanya hanum, dan ini bik Narsih yang bertugas menjaga anak Hanum." jawab Bu win.


"ya sudah Anna kau makanlah dulu, ini tadi sudah aku siapkan." sahut Hanum.


"kalo begitu mama dan bik Narsih ke rumah belakang dulu ya, kalo nanti Tara bangun telpon saja kerumah belakang ya," pamit Bu win


"iya ma," jawab Galang dan Hanum bersamaan.


kini tinggal mereka bertiga diruang keluarga tersebut.


Hanum duduk tepat disamping suaminya dan sengaja menempelkan tubuhnya. Galang pun memeluk pinggang Hanum dan memainkan jarinya diperut istrinya. mereka sengaja bermesraan didepan Anna agar Anna tidak punya pikiran untuk berani menggangu keharmonisan mereka berdua.


sepertinya mangsaku kali ini sangat sulit ditaklukkan. mereka berdua selalu terlihat romantis.batin Anna.


bersambung.


you : "lanjut Thor,"


"up Thor,"


me : "siap readers"


jika cerita nya minta yang bahagia-bahagia saja


mungkin 5 bab saja langsung bisa tamat. perkenalan, pendekatan, menikah,memiliki keturunan dan tamat.


laaa jika ada liku-liku dialur ceritanya kan semakin membuat asik, disinilah author menampilkan sebenarnya karakter yang jadi pemeran dalam toko utama cerita novel.


jadi mohon maaf ya jika author menambah pelakor atau apalah,, tujuan author cuma ingin membangun karakter toko utama dalam novel yang author tulis πŸ™πŸ™πŸ™.


author sangat berterima kasih atas saran dan kritiknya, karena saran dan kritik kalian semua sangat membangun author dalam membuat karya menjadi lebih baik.😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2