
*harap bijak membacanya, dibab ini ada adegan dewasanya"
Bermalam dirumahnya yang dulu mengingatkan Hanum dan Galang saat pertama mereka berdua saling dekat.
"sayang, masih ingatkah kamu dengan kejadian pertama kali aku menciummu.?" tanya Galang.
"iya masih ingat, kala itu dosa yang kita lakukan mas, tapi ternyata takdir berkata lain ya." jawab Hanum.
"entah pertama kali aku masuk ke rumah ini dulu, jujur aku merasa ada kedamaian dan kehangatan dirumah ini. mungkin itu pertanda jodohku ada disini kali yah?" ucap Galang.
"ah masak sih mas,?" Hanum pura-pura ragu
"bener sayang, setiap kali aku masuk ke rumah ini, sebenarnya dulu aku sangat enggan untuk keluar lagi. terlebih jika aku harus tak melihatmu dalam waktu yang lama, rasanya entah lah ada apa dengan perasaanku kala itu." cerita Galang.
"ada cinta yang tak wajar, haaaa haaaa" goda Hanum.
"ih nakal ya." balas Galang kemudian memeluk erat istrinya.
Galang memandang wajah istrinya dengan penuh cinta, kedua mata pasangan tersebut pun saling menatap dengan sendu. bias-bias kasih dan cinta begitu terlihat dari sorot mata keduanya.
berlahan dikecupnya bibir Hanum dengan lembut oleh Galang.
"aku sangat lama menahannya sayang, bolehkah malam ini aku melakukannya sayang,?" tanya Galang lalu mengecup kening istrinya.
hanum menganggukkan kepalanya dan berkata.
"tapi pelan-pelan ya mas,"
"iya sayang," jawab Galang.
Galang pun langsung menyambar bibir Hanum dan ciumnya bibir istrinya tersebut dengan nafsu yang sudah lama dia tahan. Hanum pun tidak tinggal diam, dia membalas ciuman suaminya dengan penuh gairah.
Dengan bibir yang masih saling beradu kasih, tangan Galang pun berusaha melepas pakain istrinya. tubuh mulus nan putih itu pun kini sudah polos tanpa tertutup apapun.
gundukan kembar yang makin berisi karena kondisi hamil pun makin menantang untuk diremas dan dimainkan.
Galang melepas ciumannya dan sedikit bangkit dari posisi tidurnya.
"kau semakin terlihat seksi sayang, suami mana bisa menahan lama untuk tidak menjamah tubuh seksi seperti tubuhmu ini." Galang melihat tubuh istrinya dengan penuh kekaguman.
"aku malu mas, jangan kamu lihat terus seperti itu." Hanum menarik tangan suaminya agar kembali merebahkan tubuhnya disampingnya.
Hanum membantu suaminya membuka kancing piyamanya.
"mas kamu sibuk memuji diriku tapi kamu lupa melihat pada dirimu sendiri. kamu juga laki-laki yang seksi, dadamu yang kekar, perutmu yang tidak buncit, juga lenganmu yang berotot ini. istri mana yang tidak selalu merindukan pelukan dari suami sepertimu juga." balas Hanum pada suaminya.
Galang pun melepas celana yang masih menutupi tubuh bagian bawahnya. kini tubuh keduanya bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. polos tanpa sehelai benang yang menempel ditubuhnya.
__ADS_1
Galang kembali mencium bibir istrinya kemudian turun keleher ditinggalkannya banyak tanda kepemilikan dileher Hanum oleh Galang dan bibir Galang berlanjut bermain-main di gundukan kembar milik Hanum.
Hanum menahan geli dan gairah akibat ulah suaminya tersebut. tak terasa desahan yang makin membuat Galang bergairah pun keluar dari bibir seksinya.
"aaahhhh mas, aaahhhh"
Galang pun bangkit dan memposisikan tubuhnya untuk memulai permainan panas malam ini.
Desahan demi desahan saling bersahutan tak kala tubuh keduanya saling bertemu dan beradu.
"uuhhhh sayang, nikmat yang selalu aku rindukan darimu yank, uuhhhh" ucapan Galang sudah kacau karena merasakan nikmat bercinta dengan istrinya.
"aaahhh mas, aku sudah tidak tahan mas," balas Hanum.
"kita keluarkan bersama sayang, uuuhhh, uuhhh" Galang mempercepat ritme permainannya dan.
"aaaaahhhh maaass,"
"uuh uuhh uhh,"
mereka berdua terkulai lemas.
dengan tubuh yang berbalut selimut dan masih saling memeluk, mereka berdua tertidur dengan nyenyaknya.
Keesokan harinya, mereka berdua terbangun saat mendengar ketukan pintu yang mengagetkan mereka berdua.
"sudah ma, sebentar ma nanti Hanum menyusul kebawah," jawab Hanum
Galang dan Hanum pun bergegas membersihkan diri kemudian berganti pakaian. mereka berdua sengaja tidak berlama-lama karena merasa tidak enak jika harus membuat yang lain menunggu lama.
15 menit mereka berdua sudah siap dan langsung turun untuk bergabung dengan yang lain.
"pagi semua, maaf ya membuat kalian menunggu, semalam lelah mungkin lama tidak melakukan perjalanan jauh jadinya kesiangan." ucap Hanum.
"kelelahan apa bermain semalaman. tu leher kan gak bisa bohong." goda Joko saat melihat bekas merah kebiruan dileher Hanum.
"apaan sih jok, ya sudah ayo kita sarapan," Hanum sangat malu karena ketahuan sama yang lain.
"mana Niel, sarapan untuk istriku.?" tanya Galang.
"ini semua hasil masakan ku Lang, kau harus membayar mahal aku ya sudah jadi chef khusus untuk kalian." canda Daniel.
"pantas tak ada rasa mual apapun saat aku mencium aroma masakan ini." sahut Hanum.
"benar gak sih mbak Hanum, kata Daniel tadi mbak Hanum hanya mau makan jika yang memasak makanan itu Daniel, soalnya dia tadi melarang aku untuk memasak loo dengan alasan seperti itu." tanya Wati.
"iya mbak, gak tau juga kenapa, mungkin ponakan nya ini akan sangat manja dengan om nya yang ganteng ini kali ya," jawab Hanum.
__ADS_1
"kau puji aku ganteng, ohh makasi kakak ipar cantikku." sahut Daniel.
"kalian kenapa jadi saling memuji, gak jaga perasaan banget. ayo kita sarapan." ucap Galang dengan nada bicara yang sedikit kasar karena kecemburuan tingkat dewa melanda dirinya.
"kenapa kamu bro, cemburu sama adikmu sendiri haaaaa haaaaa" ejek Joko.
"kalian mau makan atau cuma mau ngobrol." Galang tersulut emosi.
"sudah-sudah gak malu apa sama anak-anak kalian. malah ribut didepan makanan. tidak baik kalian mengerti." lerai Bu win.
Semuanya pun terdiam dan memulai menikmati sarapan tersebut tanpa ada yang berani bersuara lagi. hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar diruang makan tersebut.
"pa, habis ini kita beli kuda kan?" Tara memecah keheningan tersebut.
"iya sayang, habiskan dulu makanannya kemudian kita beli kuda." jawab Galang.
"iya pa,"
"kamu mau beli kuda bro.?" tanya Joko.
"iya Tara dari kemaren ingin punya kuda." jawab Galang.
"kayaknya di daerah atas banyak peternak kuda. tapi kuda mereka kan dipelihara untuk disewakan dikawasan wisata." ucap Joko.
"ya kita lihat saja nanti, siapa tahu mereka ada yang berminat menjualnya," jawab Galang.
"jadi kamu beneran ingin kuda boy," tanya Daniel pada ponakannya tersebut.
"iya om, aku mau pandai naik kuda seperti om," jawab Tara.
"good boy," Daniel mengacak-acak rambut Tara dengan jarinya.
Setelah selesai sarapan semua pun bersiap untuk pergi membeli kuda buat Tara. anak kecil yang belum genap berusia dua tahun tersebut sangat senang dan tidak sabar.
"kita nanti mampir ke panti dulu ya sebelum beli kuda." ucap Hanum.
"beli kuda dulu ma," rengek Tara karena tidak sabar.
"atau gini saja, kalian beli saja kuda, aku dan mama akan ke panti. setelah itu kalian menyusul nanti ke panti." usul Hanum.
"iya boleh juga seperti itu sayang," jawab Galang.
Akhirnya hanum dan Bu win pergi berdua ke panti dengan mobil yang mereka bawah dari kota agar tidak memindahkan barang-barang yang mereka beli untuk oleh-oleh.
Sedang Galang dan yang lain menggunakan mobil milik Joko.
bersambung.
__ADS_1