Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Menghadiri pernikahan Joko (1)


__ADS_3

Setelah selesai mencari kado dan berbelanja yang lain Hanum dan Galang pun langsung berangkat pulang kampung.


Dalam perjalanan Hanum sudah nampak sekali kelelahan, Galang yang melihat istrinya kelelahan, direbahkannya kepala istrinya dipangkuannya,


"tidurlah sayang, nanti kalo sudah sampai mas kasih tau," pinta Galang.


"iya makasi mas, entah ya mas makin kesini makin cepat lelah, apa karena hamil dalam usia yang tidak muda lagi membuatku cepat lelah," jawab Hanum.


"siapa bilang istri mas gak muda, masih muda dan cantik seperti ini kok, mungkin bawaan orang hamil kan lain-lain sayang, bukan begitu kata dokter pas kita periksa kemaren." tutur Galang.


"iya juga ya mas," jawab hanum.


"sudah tidurlah, biar nanti sampai rumah badanmu segar kembali sayang."


Akhirnya Hanum pun mencoba memejamkan matanya, meski tidak sepenuhnya tertidur paling tidak dia mengistirahatkan badannya.


setelah hampir empat jam perjalanan akhirnya mobil Hanum pun memasuki kampung halamannya.


"sayang bangunlah, sebentar lagi kita sampai rumah yank." Galang mencoba membangunkan istrinya.


"sudah sampai ya yank, ini sudah jam berapa," Hanum membuka mata dan berusaha mengangkat kepalanya dari pangkuan Galang.


"iya sebentar lagi kita sampai, ini sudah hampir jam 10 malam sayang, kan kita tadi juga berangkat dari kota sudah jam 5 lebih." jawab Galang sambil membantu istrinya bangun.


Akhirnya mereka berdua pun sampai dirumah , mendengar mobil masuk Rima yang memang sudah tau kalo hanum dan Galang akan datang pun langsung berlari kedepan untuk membukakan pintu.


"eh Rima kamu belum tidur rim." tanya Hanum.


"saya sengaja menunggu mbak Hanum sama pak Galang, sekalian nonton TV mbak. filmnya bagus." jawab Rima.


"mama dan anak-anak sudah tidur ya rim,?" kini tanya Galang yang bertanya.


"anak-anak sudah pak, Bu win baru saja tertidur di depan TV. ibuk tadi juga bermaksud menunggu kedatangan mbak Hanum" jawab Rima.


"ya sudah tolong bawa masuk barang-barang yang ada dikursi depan itu, yang ada di bagasi belakang gak usah, itu oleh-oleh untuk anak-anak dipanti. besok pagi aku mau kesana" perintah Hanum.


"iya mbak,"

__ADS_1


"mas tolong bantu aku jalan mas, sepertinya kakiku bengkak lama tidur dengan posisi kaki tergantung." pinta hanum.


"iya kah sayang, sini biar mas gendong saja yank." Galang pun langsung menggendong tubuh Hanum


"oh iya rim tolong siapkan kamar buat pak Tarno,," ucap Hanum


"iya mbak."


Hanum dan Galang pun masuk kedalam rumah. sesampainya dikamar Galang merebahkan istrinya di tempat tidur dan memijit kaki istrinya yang memang membengkak.


"pasti sakit ya sayang, sampai bengkak seperti ini." tanya Galang.


"biasa aja kok mas, tapi memang sedikit susah kalo dibuat jalan. ya memang dari dulu entah kenapa setiap hamil, aku kalo habis melakukan perjalanan jauh walau naik mobil kakiku mesti bengkak, mas tolong siapkan air hangat saja untuk aku berendam habis itu aku tak istirahat besok pagi pasti bengkaknya hilang, jangan terlalu khawatir ok." tegas Hanum.


"baiklah kalo memang begitu adanya mas gak terlalu khawatir lagi, oh iya sayang kita berendam sama-sama ya, mas juga lumayan capek juga," pinta Galang.


Hanum hanya tersenyum mendengar suaminya bicara.galang pun masuk kedalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat, setelah air dirasa sudah cukup buat berendam . Galang pun kembali mengendong istrinya masuk ke kamar mandi, dibantunya istrinya melepas semua pakaian yang dikenakan dan dibantu masuk ke dalam air hangat yang sudah dia siapkan, setelah itu Galang juga membuka semua pakaian yang dia kenakan terus memposisikan dirinya duduk dibelakang Hanum.


Hanum pun menyandarkan dirinya didada suaminya, gundukan kembar yang makin membesar itu terpampang jelas di depan Galang.


berlahan Galang meraba-raba gundukan kembar tersebut, diremas-remas kecil, membuat Hanum terbuai dengan rangsangan yang Galang berikan.


Hanum juga tidak mau kalah, dia sedikit menggeser posisinya sedikit miring, kemudian meraih leher Galang dan mencium bibir galang, Galang pun membalas ciuman istrinya, mereka berciuman cukup lama, melupakan tujuan utama mereka berendam.


Galang pun mengangkat tubuh istrinya masuk kedalam kamar tidur, dikeringkan tubuh istrinya dan tubuhnya dengan handuk kemudian melanjutkan permainan yang sudah panas tadi diatas tempat tidur.


tubuh Hanum dibaringkan kemudian diciuminya setiap jengkal tubuh Hanum oleh Galang. membuat Hanum terbuai oleh rangsangan-rangsangan tersebut.


Hanum menggelinjang kesana kemari akhirnya Galang pun merangkak naik dan memposisikan tubuhnya diatas istrinya, senjatanya yang sangat menegang membuatnya semakin mudah menembus area sensitif istrinya, dipompanya pelan-pelan karena mengingat keadaan istrinya yang hamil besar.


permainan yang hampir 2 jam itu pun akhirnya selesai.hanum tertidur karena lelah melayani suaminya yang tenaganya sangat kuat, sedang Galang terbaring disisi Hanum dengan perasaan puas telah menyalurkan hasratnya kepada istrinya.


"maaf sayang, kau pasti kelelahan, terima kasih selalu menjadi istri yang selalu melayani suamimu ini dengan baik, kau lah sumber kebahagian buatku sayang," ucap Galang lirih sambil mencium kening istrinya yang tertidur.


keesokan harinya Hanum terbangun lebih dahulu, dia bergegas mandi dan menjalankan sholat subuh. setelah sholat dia bangunkan suaminya yang masih tertidur.


"mas bangun mas, sudah mau habis waktu subuh, " Hanum mengoyang-goyangkan tubuh Galang.

__ADS_1


"uaaahhh, sudah bangun sayang, sebentar lagi ya," jawab Galang sambil menguap.


" cepetan mas, habis sholat aku ingin jalan-jalan pagi, mumpung dikampung jalan-jalan pagi udaranya pasti enak banget, ayo temenin ya," ucap Hanum.


"baiklah sayang, tunggu ya,"


Galang pun bangun dan bergegas ke kamar mandi. setelah mandi besar karena semalam telah melakukan permainan panas, Galang pun sholat kemudian menyusul istrinya ke bawah.


Dilihatnya istrinya sedang berbincang dengan Bu win sang mertua, Galang pun menghampiri mereka berdua.


"pagi ma, gimana kabar mama,?" Galang mencium punggung tangan mertuanya.


"pagi nak Galang, alkhamdulilah mama sehat, kamu sendiri bagaimana,? kehamilan istrimu gak membuatmu kerepotan kan,?" jawab Bu win sekaligus bertanya kabar.


"alkhamdulilah enggak kok ma, istriku ini orangnya benar-benar mandiri gak manja sama sekali ma, bahkan aku sampai heran loo ma, biasanya orang hamil itu mintanya aneh-aneh kan ma, kalo istriku ini yang paling penting pulang kerja aku nya dilarang mandi dulu ma, sebelum dia puas nyium bau keringat suaminya ini ha ha ha." jelas Galang.


"memang gak boleh, yang minta juga bukan aku, tapi anakmu ini kok," bela Hanum.


"siapa yang gak ngebolehin sih sayang, mas kan cuma cerita sama mama, jangan ngambek aah, ayo tadi katanya ngajak joging, sekalian kita ajak Devan sama Devi yuk, mereka sudah bangun apa belum ya,?" ucap Galang melihat ke arah kamar anak-anaknya.


"kalo cucu-cucu mama sudah bangun dari tadi, malah mereka tiap subuh ikut mama ke masjid, ikut berjamaah di masjid," jelas Bu win.


"ya Alloh terima kasih engkau beri hamba mertua dan istri yang sangat baik.. terima kasih ya ma, harusnya itu adalah kewajiban Galang sebagai orang tuanya yang harus mendidik mereka, malah tugas itu Galang limpahkan ke mama, terima kasih ,terima kasih dan ampuni juga Galang ya ma," ucap Galang sambil memeluk mertuanya.


"sudah-sudah sana ajak anak-anak dan istrimu jalan-jalan. udara pagi baik untuk badan. gak usah lagi kau fikirkan soal Devan dan Devi, mama sangat bahagia bisa selalu bersama mereka." ucap Bu win sambil menepuk-nepuk punggung menantunya.


Galang pun mencari keberadaan anak-anaknya lalu mengajak joging anak-anak dan istrinya.


Mereka berempat pun jalan-jalan ke arah persawahan, udara sejuk dan pemandangan yang asri sangat lah menyejukkan mata. Galang berjalan sambil terus mengandeng tangan istrinya.


Begitu juga Hanum yang merasa kebahagiaan yang dia rasakan saat ini adalah seperti mimpi indah.


"mas, dua tahun yang lalu, aku masih punya keinginan pergi ke luar negeri lagi, tapi takdir berkata lain, dua kebahagiaanku diambil kembali oleh yang maha kuasa, tapi sekarang lihatlah, kebahagiaan itu diganti lagi dengan yang lebih indah oleh Alloh, kau dan anak-anak adalah anugerah terindah setelah badai datang menerpa hidupku." ucap Hanum sambil menggenggam tangan suaminya erat.


"begitu juga mas sayang, ini juga seperti mimpi saja." jawab Galang.


"mas tapi aku benar-benar takut jika Devan diambil keluarga kandungnya."

__ADS_1


"itu kita pikirkan nanti sayang, jangan rusak kebahagiaan saat ini dengan memikirkan hal itu.


bersambung


__ADS_2