
Malam itu Galang dan Hanum menikmati makan malam direstoran yang menyajikan masakan khas padang.entah kenapa Hanum ingin sekali makan makanan pedas.
"num ingat kau punya asam lambung dik, jangan terlalu makan yang pedas2,".Galang mengingatkan.
"bodoh amat," jawab Hanum sewot, karena masih marah sama Galang yang tiba2 mencuri ciuman darinya tadi.
"kok gitu sih dik jawabnya, adik masih marah?"
"mas coba mas bayangkan, mas ini punya istri, mas juga punya anak, bisa2nya mas menghianati kepercayaan istri mas, sedang dirumah istri mas setia menunggumu, merawat anak2mu,"
"iya dik kamu betul, tak sepatutnya aku berbuat seperti itu,"
" ya sudah mas, untuk selanjutnya lebih baik kita jaga jarak saja, aku gak mau mas hal seperti tadi mas ulang lagi, aku baik dan sayang sama mas murni karena aku mengganggap mas Galang seperti kakakku sendiri."
"iya dik aku minta maaf yang sebesar2nya kepadamu, "
"kesalahan terbesarmu bukan padaku tapi pada istrimu mas, besok setelah kita selesai urusan disini kita langsung balik, dan ambillah cuti, coba bujuk mbak Yanti agar mau ikut pindah tinggal bersamamu mas, jika memang mbak Yanti gak mau tinggal dikontrakan, mbak Yanti bisa tinggal dirumahku, mama pasti senang karena ada teman dirumah."
"baiklah dik, mungkin saran darimu itu memang harus aku lakukan. tinggal berjauhan memang terkadang sering membuat kesalah pahaman dengan Yanti sering terjadi, itulah sebabnya kami sering bertengkar."
"nah itu mas tau, kenapa gak dari kemaren2 mas lakukan?"
"entah lah dik,"
Galang gak mungkin menceritakan bagaimana sebenarnya Yanti, dia hanya terima dan pasrah disalahkan oleh Hanum.
"ya sudah mas, kita balik aja sekarang ke hotel." ajak Hanum.
"gak kamu habiskan makananmu dik,?"
"sudah gak selera mas, nanti kalo lapar tinggal pesan di resto hotel saja."
"ya sudah ayo"
akhirnya Galang dan Hanum balik lagi kehotel.mereka berdua masuk ke kamarnya masing.
Galang merebahkan dirinya di ranjang, dia mengingat kembali apa yang diucapkan oleh Hanum, dia sangat menyesali perbuatannya yang telah mencium Hanum.
__ADS_1
jika dia pulang dan meminta maaf pada istrinya,, dia yakin bukannya disalahkan pasti istrinya akan bahagia karena merasa Galang sudah mau ikut permainan kotor istrinya.
tapi jika dia tidak ngomong sama istrinya, terus alasan apa yang cocok untuk mengajak istrinya untuk tinggal bersamanya.
ah sudah lah , apa yang akan terjadi ya terjadilah. aku pasrahkan saja pada yang maha kuasa,batin Galang.
sedang Hanum setelah kembali dia lebih memilih memandangi foto anak2nya yang ada di hp nya. tak terasa air matanya pun menetes tanpa bisa ditahan.
Adit, Bagas, pasti kalian sedang melihat mama dari atas sana. pasti kalian kecewa dengan mama, maaf kan mama ya nak,batin Hanum.
Robi yang mencari tau Hanum tinggal di kamar berapa pun datang tepat saat Hanum menangis mengenang almarhum anak2nya.
tok tok tok" num apa kamu didalam.?"
"iya siapa.?" buru2 Hanum menghapus airmatanya.
ceklek "oh kamu mas, bagaimana kamu bisa tau kalo aku ada disini."Hanum keheranan.
"aku tanya resepsionis, boleh aku masuk,?"
"ada apa dulu mas mau masuk kamarku?"
"gak usah masuk mas, mas tunggu saja di restoran bawah,"
"baiklah aku tunggu disana ya"
"ya"
sebenarnya Hanum sangat malas,tapi Hanum ingin membicarakan hal penting kepada robi jadi dia memutuskan mau menemani Robi ngobrol malam itu.
sebelum turun Hanum mencuci muka terlebih dulu kemudian memakai bedak tipis dan lipstik yang tidak terlalu mencolok.tapi tetap menampakkan wajah cantiknya jadi terlihat segar.
"maaf mas lama,"
"iya gak apa yank,"
"mas jangan lagi kau panggil aku dengan sebutan itu, kita memang sudah berdamai karena keadaan, tapi bukan berarti kau bisa memanggilku dengan sebutan yank seperti dulu."
__ADS_1
"iya maafkan aku, mungkin terlalu berharap agak kau mau memaafkan aku membuatku berani seperti ini."
"mas sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, tepatnya aku butuh pertolonganmu,"
"apa itu ,jika aku bisa pasti aku bantu,"
"mas beberapa hari kedepan jika aku menitipkan orang agar bisa bekerja dikantor pusat mu bisa gak."
"mengapa harus nunggu ,sekarang juga boleh"
"sebenarnya ini tentang mas Galang mas, jika memang istrinya mau diajak pindah ke kampungku aku tetap akan mengizinkan mas Galang kerja bersamaku. tapi jika istrinya tidak mau pindah biarlah mas Galang ikut kerja bersamamu supaya dia dekat dengan keluarganya."
"bukan aku ingin mencampuri urusan orang num, tapi kalo boleh jujur lebih baik kau berhati2 dengan istrinya pak Galang. dia bukan wanita baik2.?"
"mengapa kamu bisa mempunyai kesimpulan seperti itu mas, apa kau mengenal mbak Yanti dengan baik ?.jangan berburuk sangka dan menfitnah orang mas, itu tidak baik."
"aku tidak berburuk sangka atau pun menfitnah orang num, tapi aku tau karena beberapa kali orang itu menggoda aku setiap kali kami bertemu saat menjemput anak2 pulang sekolah. itu terjadi sebelum kamu mengenalnya, tapi semenjak dia mengenalmu dan tau siapa diriku dalam hidupmu, dia sudah tidak lagi menggodaku."
"benarkah itu mas, terus tujuannya dia mengodamu apa coba,?"
"dilihat dari gaya hidupnya yang jelas pasti karena uang, apa lagi coba, lebih baik kau bilang saja ke pak Galang suruh mengawasi istrinya tersebut, aku juga perna lihat dia jalan dengan pak Rendra rekan Bisnisku."
"astaga mas, jika benar yang kau bicarakan kasian sekali mas Galang. mangkanya mas izinkan mas Galang ikut kerja dikantormu biar dia bisa dekat dengan keluarganya."
"aku setuju saja , tinggal bagaimana caramu membicarakannya dengan pak Galang. jika dia setuju suruh saja dia menghubungiku. tapi jika dia tak setuju itu yang akan menjadi PR buatmu num, bukannya dia juga sudah menjadi anak angkat mama,"
"itulah mas yang aku pikirkan. ya sudah aku balik ke kamar dulu mas, ini sudah larut aku juga sangat capek dan ngantuk." akhirnya Hanum pun pamit.
"tunggu dulu num, kau berada disini sampai kapan?"
"besok aku sudah balik ke kampung mas, memang kenapa,?"
"bisakah kau lebih lama disini, nanti kita balik bersama, kota ini kan melewati kotaku, mungkin kita bisa sama2 pergi ke makam anak2 kita"
" bukannya aku tidak mau ziarah ke makam anak2, tapi aku bener2 tidak bisa mas, banyak urusan yang harus aku urus. mungkin lain kali saja, aku juga ingin sekali mengunjungi makam anak2" tolak hanum.
"baiklah jika kamu akan pergi ziarah tolong hubungi aku ya, aku ingin anak2 melihat kita telah akur meski tak bisa berkumpul seperti dulu "
__ADS_1
"baiklah mas, tapi aku gak berani janji"
Hanum berlalu menuju kamarnya. Robi pun bersyukur meski Hanum belum bisa memaafkan dirinya sepenuhnya. tapi sedikit banyak ada kemajuan tentang membaiknya hubungan mereka.