Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Sadar


__ADS_3

Butuh waktu 5 hari galang baru sadar, 5 hari itu pun Hanum tidak perna sekali pun meninggalkan rumah sakit. Yanti hanya sesekali menjenguk suaminya alasan dia harus merawat anak2nya.


mamanya maupun Joko juga sudah dikabari,


Bagas sudah diantarkan balik ke panti satu hari sesudah kecelakaan tersebut.


Begitu juga untuk urusan perusahaan semua diserahkan pada Joko untuk sementara dan masih dipantau Hanum.


" mas kamu sudah sadar, apa yang mas rasakan, mana yang sakit?" Hanum memberondong pertanyaan saat melihat Galang membuka matanya.


"apa yang terjadi, kenapa kepalaku pusing sekali, dan kenapa dengan kakiku, kenapa tidak bisa digerakkan.?" bukannya membalas pertanyaan Hanum malah Galang bertanya balik kepada Hanum, mungkin karena tidak sadarkan diri jadi Galang belum mengingat kecelakaan tersebut.


"mas, mas tenang dulu ya, mas ingatkan habis tertabrak mobil, mas gak usah khawatir, sekarang kaki mas masih sakit, nanti kalo sudah baikan, pasti bisa digerakkan mas,?" bujuk Hanum pada galang agar agak tenang.


galang langsung ingat kejadian tersebut, dimana dia berusaha menolong Hanum.


" terus bagaimana denganmu dik, kamu baik2 sajakan. maaf waktu itu mas mendorongmu"


"mas gak usah khawatirkan aku, lihatlah aku baik2 saja kan. ya sudah jangan banyak bergerak dulu ya mas, aku panggilkan dokter dulu."


Hanum pun memencet tombol dekat dengan ranjang galang, dan tak butuh waktu lama, dokter jaga dan juga seorang perawat masuk ke ruangan Galang dirawat.


"iya Bu ada yang bisa kami bantu,?"


"ini dok kakak saya sudah sadar, "


"oh iya , sebentar ya saya priksa dulu keadaan pasien."


dokter pun memeriksa keadaan Galang ,


"waa syukurlah pasien menunjukkan kemajuan yang sangat baik, mungkin satu Minggu lagi jika menunjukkan kemajuan yang lebih baik, pasien bisa dirawat jalan Bu, dan untuk terapi kaki bisa dilakukan jika pasien sudah siap, karena kemauan untuk kembali bisa berjalan bisa memiliki tingkatan berhasil lebih banyak jika pasien juga menginginkan dirinya sembuh, jadi sementara dipulihkan kesehatan dan tenaga dulu ya pak, jangan terlalu banyak bergerak." tutur dokter panjang lebar,


"tapi benar dok saya bisa jalan lagi, soalnya dari tadi saya coba menggerakkan kaki saya gak bisa dok," tanya Galang


" insyaalloh bisa pak, meski butuh waktu agak lumayan lama, tapi dengan semangat pak Galang ingin sembuh sekali lagi insyaalloh bisa jalan kembali pak, ya ini ada resep nanti tolong Bu Hanum ambil ya diloket obat. dan kami permisi dulu, "


"iya dik terima kasih,"


dokter itu pun berlalu keluar ruangan tersebut. dan didalam kamar itu pun kini tinggal hanum dan Galang, Hanum berencana memberitahukan kabar baik itu pada Yanti.


tuuuuut tuuuut tuuuuut


"hallo mbak yanti"


"iya num ada kabar apa, mas Galang baik2 saja kan.?"

__ADS_1


"alkhamdulilah mas Galang sudah sadar mbak. kalo bisa nanti mbak jenguk mas Galang ya, pasti mas Galang senang jika kalian datang."


"iya nanti tunggu Devan pulang aku langsung kesana."


"ya sudah mbak ya kami tunggu"


"iya"


panggilan telpon itu pun akhirnya berakhir.


"dik mas bisa minta tolong ambil kan air gak, ? mas sangat haus."


"oh iya mas.... ini mas mari Hanum bantu,?"


"makasih dik".


"mas mau makan?, biar Hanum beli dulu bubur dikantin ya, soalnya mas baru sadar jadi belum ada ransum dari rumkit.nanti Hanum suapin ya,?"


Galang pun mengangguk, karena memang dia sangat lapar ..


sekitar setengah jam Hanum kembali dengan membawa bubur, kemudian dengan telaten dia menyuapi Galang, belum juga habis galang sudah tidak mau melanjutkan makan ,karena dirasa sangat mual. tiba2.


hueeek hueeek hueeek.


galang memuntahkan kembali makanannya.


"gak usah dik, paling karena perut mas kaget lama gak terisi makanan jadi rasanya mual. ini juga sudah baikkan kok, tapi maaf semua jadi kotor, panggilkan perawat saja ya untuk membersihkan dan membantu mas ganti baju."


"gak usah mas biar Hanum saja yang bantu ya,?"


"gak usah dik, "


" gak usah malu kali mas, anggap saja mas dirawat adik kandung mas sendiri."


"boleh lah kalo memang kamu gak keberatan"


Hanum melepas selimut yang buat menutupi tubuh Galang,,kemudian mengelap semua muntahan Galang. kini tinggal mengganti baju Galang, Hanum agak kebingungan. tapi mau tidak mau dia harus membantu Galang.


"maaf mas ya, bajunya kena muntah, jika mas malu mas tutup mata saja ya,?" sebenarnya itu semua tidak boleh karena mereka bukan muhrim. tapi apa mau dikata Yanti gak mau menjaga suaminya dan Hanum juga ingin membalas Budi baik Galang.


dilepasnya ikatan baju tersebut dan dilepasnya baju yang dikenakan Galang dengan pelan2. kini Galang tidak lagi mengenakan baju atasan menunjukkan dada bidangnya, Hanum keluar sebentar meminta baju ganti khusus pasien dan langsung kembali karena takut Galang kedinginan.


sebelum masuk kembali ke ruangan Galang , Hanum berpapasan dengan Yanti dan kedua anaknya.


"eh mbak Yanti sudah datang, kebetulan sekali mbak tadi mas galang habis muntah, terus barunya kotor, bisakan mbak bantu mas Galang ganti baju.?" pinta Hanum.

__ADS_1


"aduh num bisa gak kamu saja, mbak bener2 gak bisa ngerawat orang sakit. takutnya malah nanti terjadi apa2" alasan Yanti padahal dia punya rencana busuk.


"baiklah, tapi mbak Yanti ikut masuk ya."


"iya ayo."


mereka berempat masuk keruangan perawatan galang.hanum mendekat ke ranjang Galang dan mencoba membantu Galang untuk duduk ,tapi Hanum tidak kuat akhirnya dia meminta tolong Yanti.


"mbak Yanti bisa gak bantuin duduk mas Galang."


"mending mas Galang suruh melingkarkan tangannya dilehermu num dengan begitu dia mudah untuk duduk dan kamu kuat mengangkatnya." kali ini rencana Yanti bakal benar2 sukses.


Hanum menyuruh Galang melingkarkan tangannya dilehernya , berlahan Galang dan Hanum mengangkat tubuh mereka pelan2. disaat bersamaan Yanti mengambil beberapa foto dengan ponselnya. pose yang sangat pas. disitu terlihat Galang yang belum memakai baju memeluk Hanum seperti mereka sedang bermesraan. diedit sedikit dihapus bagian2 yang mencurigakan. sehingga menghasilkan foto seperti orang bermesraan.


ini nantinya bakal jadi senjata untuk membuat kalian menika, dan disini posisiku aman. seperti wanita yang ditinggal suaminya selingkuh dan harus mengikhlaskan dimadu oleh suaminya, "lirih dalam batin Yanti.


setelah Galang berganti baju, Hanum pun memberi ruang untuk Yanti bercengkrama dengan suami dan anak2nya.


"mbak bisa jaga mas Galang sebentar kan, saya mau sholat ashar dan cari makan sebentar di kantin."


"iya bisa2 tapi jangan lama2 ya, kasian anak2 jika lama2 dirumah sakit."


"iya mbak"


apa benar semua yang diomong mas Robi , mbak Yanti benar2 tidak punya rasa kasian sedikitpun ke mas galang. bukannya seorang istri pasti sangat ingin terus berada disisi suami disaat kondisi suami seperti ini.batin Hanum.


Hanum pun keluar menuju mushola Rumkit, dia sholat dan setelah selesai dia juga langsung cari makan dikantin.


kini Hanum sudah kembali ke kamar Galang setelah selesai makan. Yanti pun melihat Hanum masuk langsung berpamitan dan mengajak anak2nya pulang.


"num mbak harus pulang dulu, kasian anak2.oh iya num. bagaimana selanjutnya jika mas Galang sudah diperbolehkan pulang, siapa yang membantuku merawatnya. keluargaku gak mungkin.mereka jauh, sedang mas Galang dia tidak memiliki keluarga."


"mbak, nanti Hanum Carikan perawat yang kerja ditempat mbak, untuk biaya hidup mbak kedepannya selagi mas Galang belum bisa kerja, akan Hanum tanggung semua.untuk beberapa hari ini mas Galang kan masih dirawat disini. dan kalo sudah diijinkan pulang. sebelum balik ke kampung .Hanum akan beberapa hari tinggal dirumah mbak kalo diizinkan.untuk membantu "


"oh sangat2 boleh num. mbak setuju dengan semua usulmu itu, ya sudah aku pulang dulu ya."


"iya mbak hati2"


Yanti balik dengan perasaan yang berbunga bunga karena gak disangka rencananya berjalan begitu mulus.


next tunggu up kelanjutannya ya readers


jangan terlalu gerget sama Yanti soalnya pasti ada saatnya Yanti kena karmanya juga kok,😘😘😘


"kok bisa tor?"

__ADS_1


"ya bisa dong, nanti author yang ngasi hukuman Yanti 😁😁😁😁"


__ADS_2