
Hanum duduk disofa menunggu Galang menceritakan masa lalunya .
"waktu itu aku masih berumur 24 tahun. aku berkerja di sebuah proyek pembangunan sebagai tukang batu. karena aku hidup sebatang dikota ini, demi menghemat pengeluaran aku tidak menyewa tempat tinggal, aku lebih memilih tinggal di bangunan yang belum jadi, selain bisa tidur aku juga dapat tambahan bonus dengan menjaga material bangunan dari pencurian."
flasback on.
"Lang nanti malam kan malam Minggu, kamu gak kepingin jalan2 ," tanya mandor proyek
"gak bos, aku disini ajalah, lagian cewek tak punya keluar juga percuma," jawab Galang.
"kau ini ganteng bahkan dilihat dari penampilan kau tak layak kerja ditempat seperti ini,, tapi ya sudahlah ini ada uang rokok buatmu, tapi ingat ya jaga material digudang, awas sekarang banyak pencurian"
"beres bos" jawab Galang.
jam masih menunjukkan pukul 8malam. tapi Galang mendengar ada wanita yang menangis di samping gudang material.
"maaf mbak, ada apa mbak malam2 menangis disini,?" tanya galang pada wanita tersebut.
"kamu siapa, kenapa kamu malam2 juga ada disini.?" tanya wanita itu.
"aku Galang mbak, penjaga gudang ini."
"ohh Galang, aku nurianti, panggil saja Yanti."
"oh iya mbak Yanti kenapa malam2 disini, dan tadi saya juga mendengar mbak Yanti sedang menangis,"
"aku diusir oleh keluargaku mas, izinkan aku tinggal disini malam ini ya?" jelas Yanti.
"waduh mbak kalo tinggal disini maaf sekali, bos tidak mengizinkan tamu bermalam disini"
"hiikkss hiikkss, betapa malang nasibku, harus kemana aku pergi sedang aku tak memiliki uang sepeserpun."
karena merasa iba, Galang pun berniat menolong Yanti.
"mbak Yanti tinggal di kos depan itu saja gimana, biar satu bulan ini saya bayarin uang kosnya,"
"bener nih mas, iya boleh lah, nanti aku ganti uang mas, saat aku sudah dapat pekerjaan"
"gak usah difikirkan itu mbak, sebentar ya aku kunci gudang dulu, habis itu aku antar ke kos depan."
Yanti cuma mengangguk.
Yanti pun mendapat kamar kos lumayan besar dengan fasilitas kamar mandi dalam.
hari berganti minggu dan Minggu berganti bulan.
Yanti datang kembali menemui Galang dan hendak meminta tolong.
"mas Galang, bisa bicara sebentar gak,?"tanya yanti
"iya mbak bisa" jawab Galang yang siang itu masih sibuk bekerja.
cie cie siapa Lang, kenalin dong
waa diam2 Galang punya cewek cantik loo, kenal dimana Lang?
ledekan teman2 kerja Galang.
__ADS_1
"mas aku sudah ditagih ibu kos, gimana ini sedang aku belum ada uang,"
"baiklah mbak nanti saya bantu pinjami dulu, tapi sekarang saya masih kerja, sore nanti lah saya tarik ke ATM habis itu saya antar kesana."
"bener ya" Yanti memastikan
ternyata hal itu hanya untuk menjebak galang agar mau datang ke tempat kos nya.
sore pun datang, Galang pergi ke ATM terdekat menarik beberapa uang tabungannya untuk membayar kos2 an Yanti.
sampai ditempat kos, Yanti pun mempersilahkan masuk, sebenarnya Galang menolak karena Galang juga sudah tau peraturan di kost2an tersebut yang melarang pasangan bukan muhrim berkunjung dan masuk kedalam kamar kost.
tapi Yanti beralasan bahwa meminta tolong Galang untuk mengganti bola lampu di kamar mandi.
setelah Galang selesai Menganti bola lampu tersebut , Yanti menghampiri dan memberi Galang jus jeruk yang sudah dicampur obat tidur.
"mas Galang sudah selesai Menganti bola lampunya.? nih mas minum jus jeruknya."
tanpa curiga apapun Galang meminum jus tersebut.
tiba2 Galang merasa pusing dan tertidur, Yanti pun menjalankan rencananya, dia buka semua pakaian Galang dan juga pakaiannya, dia memposisikan diri seperti sedang dipeluk Galang.
Yanti mengirim pesan ke ibu kost mengatakan dirinya sedang menunggu ibu kost datang untuk membayar uang kost.
membaca pesan dari Yanti pun ibu kost bersemangat menemui Yanti.
mendengar langkah kaki didepan kostnya Yanti pun melakukan aksi selanjutnya.
"ihhh mass geli sayang, iihh mas udah dong" Yanti berpura2, ibu kost yang mendengar itu pun naik pitam, dia buka pintu yang memang sengaja tidak dikunci oleh Yanti, agar memudahkan seseorang masuk memergoki mereka berdua.
rencana Yanti berhasil, ibu kost tersebut langsung murka dan memanggil penjaga tempat kostnya.
perintah ibu kost kepenjaga kost.
Galang dan Yanti pun dibawah ke kantor desa setempat, mereka berdua mendapat sangsi bahwa jika masih ingin tinggal didaerah itu, dalam kurun 2minggu harus sudah menyerahkan buku nika.
Galang yang terjebak pun terpaksa menerima hukuman tersebut karena jika dia menolak, dia bingung karena tempat kerjanya juga disitu.
Galang dan Yanti mengurus sarat2 pengajuan Nika begitu mendadak, tapi karena usaha Yanti akhirnya pernikahan yang diinginkan Yanti pun terjadi.
Galang menyewa sebuah rumah untuk mereka tinggal, awalnya karena Galang tidak mencintai yanti. Galang pun mengajak Yanti tidur terpisah.
"mbak tidur dikamar ini, biar aku dikamar itu"
belum juga Galang masuk ke kamarnya tiba2 Yanti pingsan. Galang mengangkat tubuh Yanti dan dibaringkan diranjang , kemudian Galang meminta bantuan dokter yang tinggal disekitar situ untuk memeriksa Yanti.
"istri bapak hanya kecapek'an pak, saat hamil muda seperti ini jangan biarkan istri anda terlalu capek, dan ini ada resep obat nanti ditebus di apotik ya pak,". jelas dokter
"iiiyyya dok" Galang terkejut.
"ya sudah saya pamit dulu, ingat dijaga istrinya biar tidak kelelahan lagi."
"iiiya dok"
Dokter tersebut hanya geleng2 kepala melihat galang .
Galang masih tidak percaya dengan yang dikatakan dokter tadi, Galang ingin menanyakan langsung ke Yanti tentang kebenarannya.
__ADS_1
saat Yanti sadar Galang pun langsung menanyakan hal tersebut.
"kenapa kau tega menjebak ku mbak,?"
"maksud mas?"
"dokter tadi bilang kau sedang hamil.apa itu benar,?"
bukannya menjawab Yanti malah menangis, dan Galang pun mengambil kesimpulan bahwa yang dikatakan dokter tadi benar.
"baiklah mbak, aku akan tetap membantumu, kita tunggu sampai anak ini lahir, setelah itu mbak mau melakukan apa terserah mbak saja"
Yanti tetap diam tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepala tanda menyetujui.
Setelah hampir 7bln pernikahan mereka Galang tak perna sekali pun menyentuh atau meminta haknya pada Yanti.
begitu juga Yanti tak perna dia sekali pun keluar dari rumah tersebut bahkan memeriksakan kandungan pun dia tak pernah.
bukannya Galang tidak perduli, tapi Galang memang belum punya pengalaman akan hal2 seperti itu, terlebih dia juga belum ada rasa apapun pada Yanti.
Hari kelahiran pun datang, waktu itu Galang baru saja pulang kerja.
"toloongg sakiit, tooloongg" Yanti berteriak minta tolong tak kala mendengar pintu rumah ada yang membukanya.
Galang pun langsung berlari ke arah kamar Yanti, melihat Yanti kesakitan Galang pun kembali keluar rumah mencari pertolongan. akhirnya dengan bantuan tetangga, Yanti pun dibawah ke puskesmas terdekat.
setelah menunggu hampir 2 jam akhirnya Yanti pun melahirkan anaknya. anak laki2 putih dan tampan.
Devan kecil telah lahir, entah karena terbawah suasana atau apa, saat bidan yang membantu Yanti lahiran memberikan Devan kecil ke galang ada rasa haru yang menyelimuti Galang.
"selamat ya pak anaknya laki2 dan sangat ganteng, ini bayinya pak sudah dibersihkan dan bisa bapak adzani sekarang" jelas bidan tersebut.
Tak terasa Galang pun menitihkan airmatanya, Galang pun menggendong dan mengadzani Devan kecil, ada rasa kasih sayang yang sangat tulus untuk Devan kecil dari Galang. dan Galang pun berjanji akan membantu merawat Devan dan mencoba membuka hatinya untuk Yanti.
Empat tahun pun berlalu, galang juga tak lagi kerja jadi tukang batu, Galang sudah kerja disebuah perusahaan dibagian marketing.
menjadi tukang batu dulu hanya batu loncatan Galang untuk mencari uang agar bisa melanjutkan kuliah. meski lulus kuliah dan memiliki gelar sarjana, Galang tidak langsung mendapatkan pekerjaan, sembari menunggu ada panggilan dari dari perusahaan tempatnya menaruk beberapa surat lamaran kerja pun, Galang masih terus melanjutkan profesinya sebagai tukang batu.
profesi Galang yang berubah menjadi pegawai kantor pun merubah kehidupan mereka.
Galang yang sudah membuka hatinya buat Yanti pun juga belajar memperlakukan Yanti seperti layaknya seorang suami pada istrinya.
menginjak empat tahun lebih pernikahan mereka Yanti kembali hamil anak ke 2,
9 bln Yanti mengandung lahirlah anak perempuan mereka yang diberi nama Devi, meski Devan bukan anak kandung Galang, tapi Galang tak perna membedakan kasih sayangnya untuk anak2nya tersebut.
memasuki usia tiga tahun Devi, Devi kecil sangat manja, dia selalu ingin ikut kemana pun orang tua nya pergi, tak luput jika Galang ingin berangkat kerja.
entah hari itu Devi sangat rewel dan terus menangis meminta ikut Galang kerja, akhirnya Galang pun menyetujui dan mengajak serta Yanti ke kantornya.
Disinilah awal muawalnya masalah itu datang, Yanti yang ikut serta ke kantor tak sengaja bertemu dengan Narendra yang tak lain adalah CEO diperusahaan tempat Galang bekerja. Narendra juga ayah biologis dari Devan pramono, anak Yanti yang pertama.
Tapi hal itu masih dirahasiakan oleh Yanti, Yanti diam2 menjalin hubungan kembali dengan Rendra tanpa sepengetahuan Galang,
hampir 2 tahun perselingkuhan itu terjadi, Yanti yang benar2 berhati jahat pun memiliki berbagai cara untuk menjebak Galang, sampai Yanti tega menyuru Narendra memecat Galang dan akan menjebak Galang ke rencana Yanti selanjutnya.
flasback off
__ADS_1
bersambung.
ayo readers mana nih dukungan buat author, πππ