Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kebohongan Anna.


__ADS_3

Untungnya disini Hanum dan Galang adalah pasangan yang saling memahami karakter pasangannya masing-masing.


lika-liku perjalanan kehidupan mereka, selaku mereka hadapi dengan ketenangan.


Seperti saat ini, ada seseorang yang ingin mengusik keharmonisan keluarganya. bukannya mereka hadapi dengan emosi. tapi mereka justru memilih cara halus untuk membuat orang akhirnya enggan untuk mengganggu rumah tangga mereka.


"Anna kamu memang tinggalnya dimana.?" tanya Hanum.


"aku tinggal dirusun sekitar tempat kalian menabrakku tadi." jawab Anna.


"terus kamu bilang kamu tinggal sendiri. memang keluargamu tinggalnya dimana.?" tanya Hanum lagi.


"aku memang tidak punya keluarga, aku sengaja pergi dari panti asuhan yang menampungku dulu karena aku ingin hidup mandiri." jawab Anna.


"sekarang kamu kerja dimana.?" Hanum terus memberi pertanyaan.


"aku kerja di sebuah club malam dipusat kota." kali ini Anna berkata jujur.


"ya sudah kamu boleh tinggal disini sampai kau benar-benar sembuh, dan semoga kamu betah ya disini." Hanum berpura-pura menerima keberadaan Anna.


Andai Anna bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan, mungkin Hanum dan Galang akan bersenang hati membantu orang yang sedang kesusahan. tapi dari awal Hanum dan Galang sudah paham jika Anna hanya ingin memanfaatkan mereka, maka Hanum lebih memilih cara halus dengan berpura-pura ikut permainan Anna.


"terima kasih ya mbak Hanum, tapi sebenarnya ini memang adalah tanggung jawab kalian yang sudah menabrak aku, ya sepantasnya memang kalian harus membantu aku iyakan," ucap Anna dengan tidak tahu malunya.


"iya betul juga Anna.," jawab hanum dengan senyum yang penuh teka-teki.


"oh iya sayang, aku lihat Tara dulu ya, kalian lanjutkan saja ngobrolnya." pamit Galang, kemudian mencium kening istrinya.


Anna sedikit jengkel saat melihat Galang memperlakukan Hanum dengan begitu mesra.


bagaimana aku bisa memoroti hartanya jika dia sedikitpun tak melirik kepadaku.batin Anna.


"mbak Hanum beruntung ya, punya suami yang sangat kaya dan juga perhatian." ucap Anna.


"memang bener ucapanmu Anna, aku sangat beruntung, " jawab Hanum sambil tersenyum.


"andai hidupku seberuntung kamu mbak, mungkin aku tidak harus bekerja seperti saat ini." gerutu Anna.


"sebenarnya harta bukanlah hal paling utama orang bisa merasa bahagia. tapi menerima dan menjalankan takdir dari sang maha kuasa dengan segala keikhlasan adalah kunci kebahagiaan itu sendiri." tutur Hanum.


sok bijak banget.ucap Anna dalam hati.

__ADS_1


Anna tidak lagi berbicara, dia memilih diam karena Anna merasa berbicara dengan Hanum adalah hal yang membosankan.


Hanum juga memilih membaca majalah yang ada diatas meja didepannya. walau sebenarnya hanum tak benar-benar membaca majalah tersebut. dia hanya ingin menyibukkan diri didepan Anna saja.


Setelah hampir satu jam Anna saling diam diruang keluarga tersebut. pak Sukir pun datang.


"nona apa nona minta gendong lagi untuk masuk ke kamar,?" tanya pak Sukir yang sudah selesai dengan tugasnya.


"jangan kurang ajar ya, andai kakiku tidak sakit, aku juga gak akan Sudi digendong laki-laki sepertimu." sungut Anna.


"ya sudah kalo nona tidak mau saya gendong, nona bisa merangkak saja masuk kedalam." ucap pak Sukir.


Hanum menahan tawanya didalam hati saat mendengar ucapan pak Sukir.


"cepat angkat aku, jangan banyak bicara lagi." jawab Anna dengan songongnya.


"nona, majikan saya saja yang kaya raya tidak perna sombong dan songong seperti nona ini, lah nona ini Uda pakaiannya kayak para kupu-kupu malam lagaknya sudah seperti penguasa saja." gerutu pak Sukir.


pak Sukir bertingkah seperti itu memang atas perintah Hanum.


pak Sukir mengangkat tubuh Anna dan direbahkan tubuh Anna diatas tempat tidur.


"apa ada yang bisa saya bantu lagi nona sombong.?" tanya pak Sukir


pak Sukir pun keluar dan kemudian menemui hanum.


Hanum yang melihat pak Sukir ngomel-ngomel keluar dari kamar tamu pun tertawa terbahak-bahak karena tidak kuat menahan tawanya lagi.


"nya jangan tertawa terus, nanti gak bisa diam bahaya loo nyah" pak Sukir merasa jengkel karena majikannya kali ini memberi tugas untuk mengerjai wanita gila menurut pak Sukir.


"habis pak Sukir lucu banget haaaa haaaa" Hanum masih tertawa.


"sudahlah nyonya, berhenti dulu tertawanya. sekarang nyonya bisa cek langsung cctv nya sudah tersambung ke handphone nyonya apa tidak," jelas pak Sukir.


Hanum pun mengeluarkan handphone nya dan menyerakannya pada pak Sukir " ini pak.


pak Sukir pun mengutak Atik handphone Hanum kemudian menyambungkan perangkat yang memperlihatkan siaran live dari kamar tamu.


pak Sukir sedikit terbelalak dan kemudian menyerahkan handphone Hanum kembali.


"ada apa pak Sukir,?" tanya hanum.

__ADS_1


"wanita tadi ternyata berbohong nyonya, lihat saja itu dia sedang berjalan biasa saja." ucap pak Sukir.


"mangkanya pak Sukir diminta memasang cctv agar kita tahu apa tujuan Anna berpura-pura kepada kita." jelas hanum.


"cantik si cantik tapi gila ya nyonya." ucap pak Sukir.


"kalo memang harta yang dia cari, aku akan memberinya kompensasi karena dia korban yang ditabrak mas galang. tapi dia lain, sepertinya dia juga ingin memiliki mas galang." jelas Hanum lagi.


"kalau begitu nyonya harus berhati-hati. wanita seperti itu cenderung nekad nyonya." nasehat pak Sukir.


"itulah sebabnya aku bawah dia kerumah ini, dengan begitu aku bisa mengontrol Anna. jika dia aku biarkan tinggal diluaran tidak menutup kemungkinan dia menghubungi mas Galang dan terus menerus meminta pertanggung jawaban mas Galang sebagai senjata dia untuk mendekati mas galang." hanum menjelaskan.


"waaa nyonya memang cerdik ya," puji pak Sukir.


"wanita harus bisa menjaga suaminya agar tidak diambil wanita lain pak Sukir." ucap Hanum sambil berdiri lalu masuk kedalam kamar Tara.


"nyonya apa saya boleh keluar, ?" ucap pak Sukir.


"pak Sukir duduk saja disitu siapa tahu permaisuri Anna minta gendong lagi haaaa haaaa," sahut hanum sambil membuka pintu kamar Tara.


"aahhhh nyonya, kasih tugas lain sajalah," gerutu pak Sukir.


Hanum tak menggubris keluhan pak Sukir, Hanum memilih melihat anak dan suaminya.


"looo kok malah mas Galang tidur disini." ucap Hanum pada dirinya sendiri.


Galang tidur ditempat tidur dikamar Tara sambil membiarkan tangannya dibuat bantalan Tara.


Hanum akhirnya ikut juga membaringkan tubuhnya ditempat tidur yang sama dengan anak dan suaminya. ranjang besar yang biasa dipakai oleh bik Narsih.


Hampir setengah jam Hanum tertidur, tiba-tiba Tara terbangun dan menciumi kedua orang tuanya secara bergantian.


"uuhhh anak mama sudah bangun toh," ucap Hanum sambil memeluk tubuh anaknya.


"mama tidul dicini, papa juga." ucap Tara.


"iya, mama sama papa kangen ingin tidur bersama Tara, boleh kan,?" tanya Hanum.


"boleh ma, Tala ceneng ma," jawab Tara.


"ya sudah sekarang Tara dimandiin papa ya sayang." ajak Galang.

__ADS_1


"ayo pa ayo,horeeeee, " Tara teriak kegirangan, pasalnya jika mandi dengan papanya Tara bakal puas bermain air.


bersambung..


__ADS_2