
"apa yang kamu lakukan mas, bagaimana kalau ada orang lihat," Hanum mengingatkan suaminya.
"disini tidak ada orang lain selain kita sayang," jawab galang.
"tapi mas, kita kan tidak tahu," hanum bersih keras
"baiklah kita cari villa didekat sini saja sayang," ajak Galang.
"boleh juga," jawab Hanum.
akhirnya mereka berdua pun kembali masuk kedalam mobil dan mencari villa yang disewakan disekitar daerah pantai tersebut.
Galang memang hafal daerah tersebut karena sebenarnya Galang berasal dari daerah itu juga. setelah berputar-putar akhirnya Galang menemukan villa yang disewakan.
Galang menyewa villa tersebut untuk bermalam dengan istrinya. karena mau balik pulang juga lumayan jauh, butuh waktu 2 jam baru sampai dirumah mereka.
Galang meminta Hanum untuk memakai jas nya saat turun, Galang juga meminta penjaga villa tersebut agar meninggalkan villa.
"maaf pak bisa bapak berjaga di pos penjagaan depan saja, istri saya malu mau turun jika ada bapak disini." ucap galang.
"iya tuan." jawab penjaga tersebut.
paling-paling juga wanita panggilan makanya malu saat bertemu orang.batin penjaga villa tersebut.
penjaga villa itu pun pergi dari villa itu setelah memberikan kunci villa yang disewa Galang.
Hanum pun turun dengan mengenakan jas Galang. karena Hanum termasuk wanita yang lumayan tinggi, jas suaminya itu pun hanya menutupi bagian atas tubuh Hanum saja. sedang dari belakang mata penjaga villa itu terbelalak karena sempat melihat gaun yang dipakai Hanum bawahannya hanya sedikit turun dari ujung pangkal pahanya. sehingga paha Hanum terlihat begitu mulus dan sangat jelas kelihatan.
Galang yang sempat melihat kearah belakang pun memergoki si penjaga villa yang melihat paha Hanum penuh nafsu.
"cepat kamu masuk sayang," Galang meminta hanum mempercepat jalannya.
"tunggu disini, aku segera kembali." lanjut Galang.
Hanum hanya menuruti kata-kata suaminya. hanum bergegas masuk kedalam kamar dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
sementara Galang menemui penjaga villa tadi.
"bukannya sudah aku bilang agak kamu pergi, bila perlu kau pergi dari villa ini, aku akan beli villa ini malam ini juga. dan aku peringatkan, sekali lagi kau berani melihat istriku dengan mata kurang ajarmu itu, aku bikin buta matamu itu. mengerti." Galang berbicara sambil menarik kerah baju penjaga villa tersebut.
"iya tuan maaf, tadi saya tidak sengaja." jawab penjaga villa tersebut ketakutan.
galang pun kembali masuk kedalam villa itu dengan penuh emosi.
"apa lagi sih mas,?" tanya Hanum.
__ADS_1
"kau tau sayang, penjaga villa tadi sudah berani-berani memandangi pahamu itu, ingin rasanya aku congkel matanya itu." Galang benar-benar emosi.
"sudahlah mas, mangkanya apa-apa itu jangan diselesaikan dengan emosi. coba tadi kalo mas gak usah memaksa aku keluar, pasti kita sekarang dirumah sudah beristirahat dengan tenang. gak main kucing-kucingan kayak gini." jelas Hanum.
"habis kamu juga mancing-mancing emosi mas juga." bela Galang.
"ah gak tahu lah mas, kamu kalo sudah cemburu gini sikapmu malah berubah seperti anak kecil saja." Hanum geleng-geleng kepala lihat sikap suaminya.
"siapa yang seperti anak kecil sayang, kamu ini gak tahu saja bagiamana rasanya melihat pasangan kita dipandangi orang lain dengan penuh nafsu, pasti kamu juga bakal marah," Galang malah makin emosi.
"iya iya, kau minta maaf, lain kali aku gak bakal pakai pakaian ini lagi." ucap Hanum.
"aku membelikan pakaian itu khusus kamu pakai bila dikamar bersamaku sayang, jadi kamu harus memakainya." jawab Galang
"oh Tuhan ampunilah aku, pusing kepalaku ya Tuhan menghadapi anak kecik didepan ku ini." Hanum membenamkan dirinya didalam selimut.
"apa kamu bilang sayang, coba ulangi lagi ?" Galang makin emosi.
"sudah mas, sudah, yang punya ide beli gaun ini juga kamu, malah gaun ini jadi petaka buatku sendiri." Hanum masuk kedalam kamar mandi dan melepas gaunnya.
"aku kembalikan gaun petaka ini padamu saja mas," Hanum sedikit membuka pintu kamar mandi dan melempar gaun yang sudah dilepasnya itu tadi kelantai.
Hanum kembali menutup pintu kamar mandi dan menangis karena kesal pada suaminya yang seharian marah-marah gara-gara cemburu.
Galang yang mendengar istrinya berteriak sambil menangis pun akhirnya kebingungan.
"yank buka pintunya yank, iya mas minta maaf, harusnya mas tidak marah-marah sama kamu, kamu kan gak salah, buka pintunya yank, maafkan mas ya," galang mencoba membuka pintu.
"mas gak usah mikirin perasaanku, marah-marah saja terus, sudah sana pergi saja, aku lelah dari tadi terus saja kamu marahi. pergilah mas," teriak Hanum dari dalam kamar mandi.
"jangan minta mas pergi sayang, iya mas salah mas minta maaf ya, buka pintunya sayang, atau kalo kamu gak mau buka mas akan dobrak pintu ini sayang," ucap Galang.
Hanum pun membuka pintu kamar mandi itu. Galang melihat istrinya yang hanya memakai handuk langsung dipeluknya dengan erat.
"maafkan aku sayang maaf ya," ucap Galang.
Hanum tak menjawab suaminya, Hanum hanya menangis meluapkan kekesalan dihatinya karena sikap aneh suaminya. hanum membalas pelukan suaminya dengan erat.
"maafkan mas ya sayang," lagi-lagi Galang meminta maaf.
"berjanjilah jangan lagi bersikap seperti tadi kepadaku mas, aku bingung harus berbuat apa agar tidak lagi membuat mu marah. tapi kamu masih saja marah, aku bingung mas, bener-bener bingung." tangis Hanum semakin menjadi.
"iya sayang iya mas minta maaf ya," Galang mengusap air mata istrinya.
"sudah kita istirahat saja ya sayang, kamu pasti lelah," ajak galang.
__ADS_1
Hanum pun menuruti ucapan suaminya. Galang melihat istrinya yang hanya memakai handuk akhirnya melepas kemeja putihnya dan dipakaikan ke istrinya tersebut.
"malah kamu yang jadinya telanjang dada mas, apa nanti kamu tidak kedinginan.?" tanya hanum.
"kan ada selimut yang menghangatkan ku sayang," jawab galang.
Hanum pun merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Galang pun juga ikut merebahkan dirinya disamping istrinya.
"kemarilah sayang," Galang merentangkan tangannya.
Hanum pun merebahkan kepalanya di lengan suaminya dan memeluk tubuh suaminya yang bertelanjang dada tersebut.
Hanum membuat pola gambar hati dengan jarinya didada bidang suaminya.
"kamu memancingku lagi sayang," Galang menghentikan tarian jari jemari hanum didadanya.
"mas, jangan marah-marah lagi ya," ucap hanum.
"iya sayang, sekali lagi maafkan mas ya," jawab Galang.
Galang pun mencium bibir istrinya, Hanum juga membalas ciuman dari suaminya, akhirnya gairah yang tadi meredup karena cemburu pun kembali berkobar.
Bibir dan lidah Galang terus mengesplor bibir istrinya, begitu juga tangannya yang berusaha membuka kancing kemeja yang dipakai oleh istrinya.
Galang membelai dan meremas gundukan kenyal milik istrinya dengan penuh kelembutan. Galang berpindah menciumi leher Hanum dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan dileher istrinya.
Ciuman Galang semakin turun dan turun sampai di kedua gundukan kenyal yang sudah keras menantang. Galang menghisap lembut ujung dua gundukan kenyal itu secara bergantian.
Galang membantu membuka semua pakaian yang masih melekat ditubuh istrinya. kemudian Galang membuka juga semua pakaian yang masih melekat ditubuhnya. kini kedua insan itu bagai bayi yang baru lahir tanpa mengenakan benang sehelai pun.
Galang memposisikan senjatanya tepat diatas lubang sensitif istrinya, Galang memasukkan perlahan senjatanya dan dipompa turun naik.
"mas, aaahhhh mas," Hanum mulai meracau.
"iya sayang, uuhhh aaahhh," Galang juga menikmati permainan panasnya
Entah sudah berapa lama permainan panas itu berlangsung, akhirnya Galang juga mencapai puncak permainannya.
"aaahhhhh sayang aaaahhhhhh" Galang semakin menancapkan pusakanya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat. tubuh dua insan tersebut sama-sama bergetar menandakan mereka berdua merasakan puncak permainan bersamaan.
bersambung.
ayo readers, author selalu mengharap dukungan kalian semua ya,πππ
jangan lupa vote, like, kritik dan sarannya yaππππππ
__ADS_1