Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Haruskah


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dan Galang pun sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit.


Hanum pun ikut serta pulang ke rumah Galang sesuai dengan kesepakatannya dengan yanti.


"num kamu tinggal di kamar tamu ya, kamarnya sudah mbak siapkan "


"iya mbk terima kasih."


Hanum pun masuk ke kamar tamu dan merebahkan dirinya di ranjang walau sedikit kecil dari ranjang dikamarnya ,tapi itu cukup nyaman untuk Hanum.


sebenarnya Hanum sangat rindu sama mamanya walau tiap hari telponan.


aku kira 3hari disini nanti aku akan pamit lah, sudah terlalu lama aku meninggalkan mama dan kantor, ya sebaiknya nanti aku bicara sama mbak Yanti sajalah.batin Hanum.


akhirnya Hanum pun terlelap, karena akhir2 ini dia sangat kurang istirahat.


menjelang sore Hanum baru terbangun karena mendengar Devi menangis.


"ohh ponakan Tante nangis kenapa sayang." tanya hanum pada Devi anak bungsu Galang.


"ma mama, mau sama mama," Devi terus memanggil mamanya,


"loo mama kemana memang sayang,?"


"mama pergi , aku gak mau sama kak Devan, papa juga gak bisa gendong Devi , Devi mau ikut mama,"


"ya sudah kita ke kamar papa dulu ya sayang, kita tanya papa kemana mama pergi, ok"


tok tok tok "permisi mas apa boleh masuk,?"


"masuk aja num tidak dikunci."


Hanum pun membuka pintu dilihatnya Galang sedang duduk diatas kursi rodanya.


"mas mbak Yanti pergi kemana?"


"katanya tadi mau cari makanan buat kita, Devi menangis ya?, ayo Devi sini sama papa,"


"gak mau Devi mau sama mama,Devi mau ikut mama,"


"ya sudah Devi digendong Tante saja ya, Devi kan sudah besar jadi gak boleh cengeng,"


akhirnya Devi pun terdiam.


"mas lebih baik kita ngobrol di ruang tamu saja ya, gak enak jika kita ngobrol disini." Hanum mengajak Galang kedepan , dia dorong kursi roda Galang menuju ruang tamu.


"num maaf aku terus saja merepotkan mu dik"


"mas ini semua terjadi karena kesalahanku"

__ADS_1


"kamu wanita baik num."


"kamu terlalu memuji mas, aku sama saja seperti wanita lain pada umumnya mas, tidak ada hal yang istimewa dari diriku, bahkan perjalanan hidupku sangat amat tidak mengenakkan untuk dikenang...mas mungkin besok ada perawat yang datang untuk membantu mas melakukan aktifitas apapun. aku juga sudah hubungi agen penyalur tenaga kerja untuk mengirim 1ART untuk membantu mbak Yanti "


"gak usah seperti itu dik, rumah ini tidak terlalu besar , aku rasa mbakmu juga sanggup mengurus segala urusan rumah tangga, hanya saja dia pemalas, lihatlah rumah mu begitu besar..mama yang usianya sudah tidak muda lagi mampu mengerjakan apapun sendiri."


"mas kamu tidak bisa membanding2kan orang seperti itu, setiap manusia mempunyai kemampuannya sendiri2, "


"ah sudah lah mas gak bakal menang melawan wanita jika sudah bicara, terserah apapun yang akan kamu lakukan dik, disini kamu bos nya, ha ha ha "


"ih kok gitu sih mas, " Hanum cemberut karena candaan Galang.


"sudah2 bukannya kamu kemaren mau cari ART juga untuk mama, kenapa gak sekalian minta agen itu mengirim orang kesini, dan saat kamu pulang ajak balik ke kampung."


"bagus juga ide mas, nantilah aku hubungi lagi agen penyalur tenaga kerjanya."


" waaa lagi asik ngobrol nih" tiba2 Yanti masuk dari depan.


"mamaaaaa" teriak Devi sambil turun dari pangkuan hanum


"kok gak dengar mobil masuk mbak, emang mbak naik apa,?" tanya hanum.


"tadi jalan kaki kok, beli makanan di sekitar sini aja" Yanti berbohong padahal Yanti baru keluar dengan rendra selingkuhannya.


"tadi kenapa gak manggil aku sih mbak, aku kan bisa masak buat kita semua,"


"ah gak num, kamu pasti kan lagi capek"


"baiklah pa"


"aku bantu ya mbak."


Hanum pun mengikuti Yanti kedapur.


"mbak Yanti mulai besok ART dan perawat datang kemari guna membantu mbak Yanti dan mas Galang , dan lusa sore nanti aku juga mau balik ke kampung mbak, banyak urusan yang harus aku selesaikan.


"loo kok cepet sekali sih num." Yanti sedikit panik, soalnya dia belum menjalankan misinya.


"nanti tiap weekend aku kesini mbak."


"bisakah satu Minggu lagi kamu disini.?"


"mbak bukannya gak mau.tapi mulai besok kan sudah ada yang bantu"


"tapi lain num"


"maksudnya mbak.?"


"eeehh gak2 terserah kamu saja num, maaf ya jika mbak ngelunjak"

__ADS_1


"gak kok mbak, ya sudah makanan ini aku tata dimeja makan ya, aku juga permisi mau mandi dulu mbak."


Yanti yang melamun pun tak menjawab omongan Hanum.


aku harus menjalankan rencana itu besok pagi, ini kesempatan emas aku gak mau lagi gagal.batin Yanti.


hari itu pun berlalu...


pagi2 Yanti sudah mengantarkan anak2nya sekolah , sebelum berangkat mengantarkan anak2nya Yanti pun berpamitan ke Hanum terlebih dulu,


"num aku pergi dulu mengantar anak2 sekolah dulu, oh iya nanti ART itu datang jam berapa, atau lebih baik nunggu mbak datang aja ya, biar mbak bisa menilai cocok tidaknya."


"iya mbak"


"ya sudah aku berangkat dulu ya, titip mas galang, sepertinya tadi dia belum bangun. kalo sudah bangun nanti tolong siapkan air mandinya ya,"


Yanti pun bergegas menuju sekolah anak2nya dan langsung balik ke komplek perumahan dimana dia tinggal. dia membayar orang suruhan untuk menyebarkan foto Hanum dan galang, dan membuat isuh kalo Galang sedang ada main dengan bosnya.


Benar saja isu itu cepat menyebar, warga yang tidak ingin tempat nya jadi ajang perzinaan pun mendatangi rumah Galang,


bertepatan dengan warga yang mendobrak pintu Galang, Hanum terlihat sedang membantu membuka baju Galang yang hendak mandi, tapi karena terbakar emosi warga yang datang pun tak mau mendengar penjelasan apapun.


warga menginginkan Hanum dan galang segera menika, dan disaat kekacauan itu terjadi Yanti yang pura2 kaget pun masuk ke rumah.


"hai hai ini ada ini" Yanti pura2 panik.


"kami memergoki pak Galang sedang melakukan perzinaan dirumah ini bu Yanti., kami tidak ingin kami warga komplek sini ikut menanggung kesialan. jadi dengan terpaksa mereka harus dinikahkan. sampaikan pada pihak wali perempuan itu untuk segera datang, besok mereka dinikahkan dengan disaksikan warga sekitar sini." kata salah satu warga.


"haaa benarkah itu pa, kenapa papa lakukan semua itu, papa bujuk Hanum atau Hanum yang bujuk papa ha, kalian ini bener2 bikin malu ,tapi bagaimana pun nasi sudah menjadi bubur, kalian harus dinikahkan besok, aku sebagai istri sah mu secara agama dan negara mengikhlaskan untuk dimadu, asal jangan lupakan tanggung jawabmu padaku dan anak2 hiikkss hiiksss" Yanti berbicara sambil menangis. walau sebenarnya itu adalah air mata buaya.


"mbak ini kesalah fahaman mbak , tadi aku cuma bantu mas Galang yang hendak mandi sesuai omongan mbak tadi, haruskah karena kesalah fahaman ini berakhir dengan pernikahan..mbak aku gak mau mbak.tolong jelaskan pada warga mbk." Hanum memohon2 pada Yanti.


"sudah lah num mungkin dengan begini juga akan menjadi lebih baik, mbak janji akan rela berbagi apapun dengan mu num."


"kenapa kalian menghakimi kami tanpa meminta penjelasan terhadap kami, lihatlah kakiku yang lumpuh ini, bagaimana kami bisa melakukan perzinaan." Galang mencoba meluruskan kesalah pahaman.


"sudahlah pak Galang mana ada maling mau ngaku, ayo semua kita balik, besok kita kesini lagi untuk menyaksikan pernikahan 2 manusia mesum ini."


akhirnya kerumunan warga itu berangsur2 membubarkan diri.


Hanum pun berlari ke kamar ,dia masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi,


*mama, bagaimana aku harus memberi tahu mama, pasti mama sangat kecewa denganku, mama maafkan aku ma, tapi bagaimanapun aku harus memberi tahu mama, **batin Hanum.


bersambung😘😘😘***


"loo Thor kok Hanum harus Nika sama galang, "


"laaa judul disampulkan jelas PENGORBANAN ISTRI KE 2, mau gak mau ya harus mau he he he, tapi jangan khawatir author tak sejahat itu kok sama Hanum"

__ADS_1


"beneraaan?"


"iya bener , author bakal menjadikan Hanum istri tunggal dan menghukum Yanti mengupas bawang satu ton , biar nangis nangis tu orang✌️✌️✌️"


__ADS_2