Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
sakit jantung


__ADS_3

"aaawwwww mas itu"


Hanum berteriak sambil menunjuk senjata Galang, Galang pun langsung menarik leher Hanum dan mencium bibir Hanum.


Hanum yang kaget pun langsung memukul2 lengan Galang.


"lepas2 jangan macam2 deh mas," hanum meluapkan kekesalan dengan melempar handuk tepat disenjata galang.


"habis dari tadi kamu teriak2 dik, kalo mama dengar kan malu, dikira he he he " Galang cengengesan.


"dasar mas aja yang mesum, apa tiap kamu mandi dibantuin perawat juga kayak gini kelakuanmu, ingat ya, awas saja kalo kamu macam2 modus2in perawat." Hanum tak sadar dengan ucapannya.


"memang kenapa kalo mas modus2in perawat, adik cemburu," goda galang.


"apa cemburu ? gak lah,"


"kalo gak cemburu kenapa marah jika mas modus2in perawat.?"


"ya udah sana2 minta bantuin perawat, gak usah anggap istrimu ini ada," Hanum merajuk dan tersadar dengan ucapannya.


kenapa aku ngomong begini. terus kenapa dengan jantungku berdetak kencang banget. haduh jangan2 aku sakit jantung.batin Hanum sambil memegangi dadanya.


"kamu kenapa dik, apa kamu sakit," galang sedikit panik melihat Hanum memegangi dadanya.


"gak, mas sih ngodain terus, udah aku mau mandi dulu,"


"dik bisa bantuin ke tempat tidur dulu gak.?"


"ya sudah ayo sini, memang apa yang mas rasakan sekarang di kaki mas, apa ada rasa nyilu atau mati rasa mas,?"


"sebenarnya kalo dipaksa bisa sih sedikit jari kaki mas bisa bergerak, meski rasanya sangat nyilu.tapi mas akan terus mencobanya untuk menggerak gerakkan, biar mas gak terus merepotkan mu seperti ini dik."


"sudah mas istirahat dulu, aku mau mandi," Hanum pun sudah membantu Galang rebahan ditempat tidur dan dia akhirnya berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


selesai mandi Hanum pun berganti baju ia menggunakan baju tidur lumayan tertutup, tapi namanya baju tidur tetep saja menunjukkan keseksian si pemakai. itu pun juga tidak luput Hanum si pemakai baju tidur saat ini, dia terlihat lebih seksi dari biasanya. Galang yang melihat istrinya begitu cantik dia menelan salivanya sendiri.


Hanum merebahkan diri disisi Galang dan memposisikan diri menghadap Galang.


"mas besok kan aku harus ke kantor, sedang perawat kemaren baru diantar kesini besok dan paling besok sore baru sampai. terus mas besok bagaimana , apa besok aku gak kekantor dulu ya,"


"sudah lah dik kamu pergi saja, insyaalloh mas bisa kok sendiri." Galang berbicara sambil menengok Hanum, dan tak sengaja matanya melihat belahan dada Hanum. buru2 dia mengalihkan pandangannya.


ya Tuhan ini adalah siksaan yang benar2 sadis dalam kondisi seperti ini kau uji hamba dengan surga dunia yang belum bisa aku cicipi .batin Galang.


" lebih baik lusa sajalah aku ke kantor, lagian aku belum mencarikan ahli terapis buat mas, besok aku akan mencoba menelpon dokter yang menanganimu di rumah sakit kemaren. dia pasti punya rekomendasi terapis buat mas."


"iya, mas ikut kamu sayang"


"ih kok sayang?"


"kan sekarang kamu istri mas, kita coba membuka hati kita ya sayang, beri kesempatan mas untuk bisa masuk ke dalam hatimu, mau kan kamu memberi kesempatan itu.?"


Hanum mengganggukkan kepala.

__ADS_1


"aku akan mencoba menerima pernikahan ini mas, meski butuh waktu untuk meyakinkan perasaanku, tapi aku akan berusaha mencintai dan menyayangimu selayaknya suami istri pada umumnya."


"makasi ya sayang, bolehkah mas memelukmu sayang, hanya memeluk mas janji,"


Hanum pun mendekatkan diri pada Galang, di sandarkan kepalanya pada bahu Galang, dan Galang pun memeluk tubuh Hanum.


"sayang tau gak, ?" bisik Galang


"apa mas,?"


"itu tu, tegang he he he"


"ihhh mesum ya, tadi janji gak mau ngapa2in." Hanum mencoba bangkit,


"jangan pergi mas cuma bercanda sayang. ayo kita tidur " Galang menarik Hanum kembali kepelukannya.


akhirnya galang dan Hanum pun tertidur.


keesokkan harinya.


Hanum berlahan membuka matanya, tidurnya semalam begitu nyenyak.


"b**erarti dari semalam kau memelukku mas, kenapa begitu nyaman tidur dipelukkanmu," ucap Hanum lirih sambil memainkan jarinya didagu dan bibir Galang.


Galang pun menangkap tangan Hanum.


"mulai nakal ya, mancing2 mas sepagi ini,"


Hanum yang ketahuan pun salah tingkah


"ulu ulu sayangnya mas pipinya kayak tomat deh pagi2 "


"udah ah aku bangun dulu." Hanum beranjak pergi tapi Galang kembali menarik Hanum dan membuat Hanum terjatuh dipelukkannya kembali.


"sayang entah apa yang aku rasakan saat ini, mungkin aku sudah sangat mencintaimu, maaf jika mas kurang ajar kepadamu, tapi mas gak bisa memungkiri, jika mas begitu nyaman ada disisimu yank. mas belum perna merasakan hal seperti ini meski dengan Yanti sekalipun. kau wanita hebat, cantik, baik, dan bagi mas kau wanita paling sempurna yang perna mas temui." Galang berbicara sambil menatap Hanum,


berlahan keduanya pun mendekatkan wajah masing2 seperti ada magnet yang menarik mereka, berlahan Galang mencium hanum dengan lembut, begitu juga Hanum membalas ciuman Galang, mereka berciuman cukup lama sampai terdengar ketukan pintu kamarnya.


tok tok tok "num apa kamu belum bangun nak, ?"


" sudah ma," Hanum buru2 melepaskan ciuman dan turun dari tempat tidur untuk membukakan pintu mamanya.


"maaf ma Hanum kesiangan. ini sudah jam berapa ma,?"


" hampir jam 6 nak, kamu berarti belum sholat subuh nak,?.pengantin baru ya, awas senang2 boleh tapi jangan lupa ibadah ya nak." mamanya mengingatkan.


"iya ma, mungkin berhari2 capek badan dan pikiran , entah semalam tidurnya kayak kerbau jadinya."


"yah sudah sana bersihkan diri dan ajak suamimu sarapan."


"ohh kok jadi mama yang ngelayanin kami sih, maaf ya ma," Hanum meminta maaf dan memeluk mamanya.


"parfum anak mama sekarang kok jadi seperti parfum laki2 ya,"bisik mama Hanum menggoda anaknya.

__ADS_1


"apa sih ma, udah Hanum mandi"


"iya jangan lama2, jangan lupa ajak suamimu sarapan ya."


Bu win pun meninggalkan kamar anak dan menantunya.


Hanum pun kembali menutup pintu, dilihatnya Galang yang memejamkan mata.


"kok matanya terpejam, ini tidur lagi apa pura2 tidur ya, coba kalo tidur beneran pasti digelitikin gak bakal terasa deh," Hanum mencoba menggoda galang.


"jangan ,jangan, jangan, mas cuma pura2 tidur tadi, habis malu sih sama mama. he he he."


"ya sudah ayo aku bantuin mas mandi dulu, habis itu baru aku yang akan mandi."


"kenapa gak mandi bareng, kan asik,?"


"gak mas enggak, dilarang mesum pokoknya sebelum kakinya ini sembuh."


"baiklah mas akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kaki mas ini berjalan kembali, agar mas bebas berbuat mesum sama istri mas tersayang ini."


Hanum cuma geleng2 kepala mendengar suaminya bicara.


Galang dan Hanum pun kini sudah selesai mandi dan ganti baju.


Hanum mendorong kursi roda suaminya menuju meja makan.


mereka hanya makan berdua karena Bu win sudah pergi membeli keperluan untuk acara tasyakuran nanti malam.


"mama kemana ya sayang," tanya Galang.


"entah tadi juga gak ada ngomong mau kemana, mungkin buka warung kali."jawab Hanum.


setelah selesai sarapan Hanum pun mengajak Galang ke ruang tamu.


Hanum mengambil ponselnya. hari ini banyak sekali orang yang harus dihubungi.


*Dia menghubungi Joko memberi tahu bahwa hari ini masih belum bisa ke kantor.


*menghubungi sopir kantor untuk mengantar mobilnya yang dibawah kemaren.


*menghubungi ART dan perawat untuk Galang supaya nanti sore dipastikan sudah sampai dirumah.


*menghubungi dokter yang menangani galang, untuk mencari info tentang ahli terapis yang bersedia datang ke rumah.


* menelpon pak Andika menanyakan tentang bisnis propertinya.


*menghubungi seorang detektif yang akan mengawasi gerak gerik Yanti.


*menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari lokasi yang cocok di kota untuk membuka butik. dll.


Galang pun sampai tertidur menunggu istrinya telpon yang gak selesai2.


bersambung dulu ya mas Galang. biar mas Galang puas tidurnya author lanjut nanti saja yaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


ayoo mana ni vote, like, kritik dan sarannya readers , biar tambah semuangat gitu loo author nulisnya.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2