
"hai, kalian berdua kenapa,?" Hanum mengagetkan Daniel dan Gita.
"maaf mbak, ini saya mau ngasi laporan butik satu bulan terakhir. saya permisi dulu ya mbak." Gita salah tingkah karena malu ketahuan terpesona pada wajah tampan Daniel.
"kenapa buru-buru. kamu tidak ingin duduk dulu.?" tanya Hanum.
"anu mbak saya mau, mau balik ke butik, nanti banyak barang yang datang sepertinya." Gita mencoba menghindar.
"ya sudah kamu boleh balik." ucap Hanum.
"iya makasi ya mbak, mari pak galang." pamit Gita.
"hai Gita kamu tidak pamit dengan aku.?" sahut Daniel.
"iya pak Daniel, saya permisi dulu." jawab Gita
"what,?? pak,?? kamu panggil aku Daniel saja." jelas Daniel.
"iya saya permisi Daniel." Gita pun berlenggang pergi dengan wajah yang merah merona menahan malu.
"kau tertarik padanya Niel.?" tanya Galang.
"aku hanya kagum pada kecantikan wanita eksotik khas Indonesia seperti dia maupun istrimu." jawab Daniel seenaknya.
"dasar Playboy darat." Galang pun berlalu menuju ke kamarnya.
"kamu istirahat saja dulu Niel. aku juga mau istirahat." ucap Hanum.
"iya num, terima kasih ya, sudah dikasih fasilitas kamar mewah dirumah ini." balas daniel.
"kamu ini ada-ada saja." Hanum akhirnya menyusul suaminya ke kamar.
Hanum merebahkan dirinya disamping suaminya. tak menunggu waktu lama akhirnya Hanum dan Galang pun tertidur.
Hari sudah berganti sore. Tara yang baru bangun tidur pun menangis memanggil mamanya.
"mama, mama, mama," rengek Tara.
"den Tara sama bik Narsih saja ya, ayo bibik antar ke kamar mama." ajak bik Narsih.
Tara pun mengangguk dan menarik tangan bik Narsih agar mengantarnya ke kamar mamanya. Setelah sampai dikamar mamanya Tara dan bik Narsih mengetuk pintu kamar Hanum.
"mama, mama," panggil Tara.
"nyonya, den Tara nangis ingin bersama nyonya." ucap bik Narsih.
Hanum pun membuka pintu kamarnya.
"ada apa sayang,?" tanya Hanum sambil meraih Tara untuk digendong.
"maaf nyonya, saat bangun tadi den Tara nangis manggil-manggil nyonya, jadi saya antar kemari, maaf ya jika mengganggu istirahat nyonya." tutur bik Narsih.
__ADS_1
"tidak apa-apa bik, ada apa Tara? masak jagoan mama nangis." goda Hanum sambil menggendong Tara.
"sayang sini biar papa yang gendong ya, kasian adik kecil diperut mama nanti nangis tertindih Abang Tara." ucap Galang yang ikut menghampiri anaknya tersebut.
"iya pa, Tara mau digendong papa. tapi Tara mau pergi ke rumah om Joko, Tara mau beli kuda pa." Tara kembali ingat dengan keinginannya.
"ok, habis ini kita ke rumah om Joko ya, papa dan mama mau siap-siap. ok boy." ucap galang.
"bener pa, horeeee" Tara kegirangan.
"tolong siapkan semua keperluan Tara dan Devi ya bik," pinta Galang.
"iya tuan." jawab bik Narsih.
"kita pulang kampung sekarang mas,?" tanya Hanum.
"dari pada tiap hari Tara menangis sayang, mumpung Daniel juga ada disini, jadi ada yang bantuin cari kuda yang bagus." jawab Galang.
"iya juga sih, ya sudah kita ajak mama sekalian ya, kita sudah lama tidak ke panti loh mas, anak-anak pasti senang jika kita mengunjungi mereka." jelas Hanum.
"iya juga ya, ya sudah kita nanti mampir ke mall, beli oleh-oleh untuk mereka kalo begitu." usul Galang.
Setelah Galang menyiapkan semua kebutuhannya dan istrinya pun. galang bergegas ke kamar tamu untuk mengajak Daniel.
Daniel yang mendengar akan diajak ke kampung kelahiran Hanum pun sangat antusias. tak butuh waktu lama untuknya bersiap.
Semua telah siap berangkat, Bu win pun yang juga sudah selesai bersiap sudah menunggu di teras rumah.
"ayo kita berangkat, bik kami tinggal dulu ya," pamit Hanum pada bik Narsih dan bik Surti.
"iya bik pasti, ya sudah assalamu'alaikum bik." pamit Galang.
"iya tuan waalaikum salam." jawab bik Narsih dan bik Surti bersamaan.
Melihat mobil bosnya mau keluar pun pak Sukir bergegas membukakan pintu gerbang. Galang pun menghentikan sejenak mobilnya pas dipintu gerbang.
"pak sukir kami mau ke kampung. mungkin lusa baru balik, tolong lahan samping yang kosong punya kita pak Sukir bikinkan kandang kuda. lusa saya balik sambil bawa kuda. ingat pak, lusa aku harap sudah siap. terserah pak Sukir mau kerahkan orang berapa, untuk keuangannya nanti David yang akan mengaturnya. dan ingat ya pak, jaga keamanan rumah." perintah Galang.
"iya bos siap." jawab pak Sukir.
Akhirnya Galang dan rombongan pun menuju kampung halaman Hanum.
Perjalanan kali ini membuat hati semua begitu senang. mereka semua bergurau dan bercanda disepanjang perjalanan menuju kampung.
Daniel pun juga sangat menikmati perjalanannya kali ini.
"Indonesia memang sangat indah ya Tante" ucap daniel pada Bu win yang memang duduk disampingnya.
"iya nak Daniel. itulah kenapa kami orang Indonesia sangat bangga dengan negara kami." jawab Bu win.
Daniel pun tersenyum mendengar penuturan Bu win.
__ADS_1
Setelah sekian lama mereka baru sampai dikampung, karena mereka mampir ke mall untuk membeli oleh-oleh untuk anak-anak dipanti.
"indah sekali kampung halamanmu Hanum." Daniel terkesima dengan hamparan sawah yang masih menghijau.
"iya kah, ?" tanya Hanum.
"iya aku sangat suka disini. andai aku sepertimu Lang, bisa memperistri orang Indonesia pasti enak ya." ucap Daniel tanpa malu-malu.
"ya sudah gak usah menghayal, mending langsung cari kalo memang maumu seperti itu." jawab Galang.
"bagaimana kalo Gita tadi saja num, kamu setuju kan,?" tanya Daniel.
"setuju saja asal gita nya juga mau." jawab Hanum.
"nah kita sampai. ayo turun." ucap Galang.
Semua pun turun dari mobil, melihat siapa yang datang malam-malam Joko dan istrinya pun melihat kedepan.
"haiii kalian datang, halo jagoan om kamu apa kabar.?" Joko langsung menggendong Tara.
"om mana Dede,?" Tara menanyakan anak Joko
"Dede baru bobok, Tara mau bobok sama Dede ya?" Jawab joko.
"iya mau, aku suka sama Dede, Tara juga mau punya Dede lagi diperut mama." ucap Tara.
"bener num loe hamil lagi.?" tanya Joko
"iya betul." jawab Hanum.
" ini kami gak diajak masuk ya,?" tegur Bu win.
"oh iya Tante maaf, ayo masuk. kalian kan yang punya rumah jadi silahkan mau apa saja anggap rumah ini rumah sendiri. haaaa haaa" canda Joko.
"hai mbak Wati, apa kabar ?" sapa Hanum.
"baik mbak, mbak Hanum sendiri juga sehatkan.?" Wati balik bertanya.
"iya alhamdulillah mbak,"
Mereka semua pun melanjutkan pembicaraannya di ruang keluarga. ternyata selama Joko menempati rumah tersebut tidak sedikitpun merubah hal apapun dirumah itu, bahkan Joko dan Wati juga menempati kamar tamu.
"kalo mau istirahat kalian istirahatlah, kamar kalian masih sama seperti dulu, kami tidak perna menempatinya." jelas Joko.
"loo kamu jadinya tidur dimana jok,?" tanya Hanum.
"dikamar tamu yang ada diatas, yang dibawah kosong. mungkin bisa ditempati teman kalian." ucap Joko.
"oh iya jok, kenalkan ini adik sepupuku dari Jerman." galang mengenalkan Daniel pada Joko.
Daniel dan Joko pun saling berkenalan.
__ADS_1
Karena hari sudah larut malam. mereka semua pun masuk kekamar masing-masing dan beristirahat.
bersambung