Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Memohon doa restu


__ADS_3

Hanum pun selesai dengan acara telpon ria nya. Hanum juga baru ingat kalo sedari tadi suaminya nungguin dia disampingnya.


"ya ampun mas, kamu sampai ketiduran" Hanum kasian melihat Galang ketiduran.


"mas mas, bangun yuk, ayo pindah dikamar."


Hanum berusaha membangunkan suaminya.


"maaf sayang, perut kenyang membuat mas ngantuk." jawab Galang.


"iya ayo pindah ke kamar saja, mas lanjutin istirahat dikamar,"


"yang, apa Uda dapat info tentang ahli terapis,"


"sudah mas, besok orangnya kesini untuk pemeriksaan awal." Hanum menjelaskan.


"syukurlah sayang, dan untuk biayanya biar mas yang membayarnya sendiri ya."


"mas gak usah memikirkan biaya mas, semua sudah jadi tanggunganku"


" sayang, mas mohon izinkan mas memenuhi kebutuhanan mas sendiri.mas juga ada tabungan."


"iya iya terserah mas saja lah, ayo kita masuk ke kamar saja dulu.mas istirahat saja ya."


akhirnya Hanum membawa suaminya masuk ke kamar. kemudian dia membantu suaminya rebahan di tempat tidur.


"mas istirahat ya, aku mau cek kerjaan disofa situ."


"iya sayang,"


Hanum pun duduk di sofa dan menyalakan laptopnya, mengecek email yang masuk dan mengecek laporan perusahaan.


hari sudah berganti siang, Hanum pun juga sudah selesai dengan kerjaannya.hanum yang melihat suaminya tidur pun,akhirnya memutuskan untuk pergi ke dapur menyiapkan makan siang. setelah selesai menyiapkan makan siang Hanum pun hendak membangunkan suaminya untuk sholat Dzuhur kemudian makan siang.


sebelum masuk kamar ternyata mamanya sudah datang dan menyapanya.

__ADS_1


"kamu sudah masak buat makan siang nak,"


"eh mama, sudah ma, mama dari mana saja ?"


"mama nyiapin konsumsi buat acara nanti malam. paling nanti sore semua makanan yang mama pesan diantar dan kita tinggal menyajikan. oh iya nanti minta tolong saja sama supirmu kemaren untuk membantu menyiapkan tempatnya ya, jangan lupa undang orang2 dikantormu,"


"iya ma, ya sudah Hanum mau sholat dulu habis itu kita makan siang bareng ya,"


" iya mama juga mau sholat".


Hanum masuk ke kamar untuk membangunkan Galang. tapi ternyata dilihatnya Galang sedang berusaha berdiri dengan menumpuhkan kedua tangannya dipinggir tempat tidur dan menarik2 kakinya.


"mas apa yang kamu lakukan. jangan memaksakan diri mas, nanti malah terjadi apa2 yang tidak kita inginkan." Hanum menahan tubuh Galang dari belakang.


"gak apa2 sayang, mas cuma melatih otot2 kaki mas biar tidak kaku, mas ingin segera sembuh dan gak terus merepotkan mu seperti ini"


"mas aku tidak merasa direpotkan.mas seperti ini juga karena aku, terlebih mas sekarang juga suamiku, meski aku belum bisa sepenuhnya mencintaimu, tapi izinkan aku mencari keridhoan Alloh dengan cara berbakti kepadamu mas,"


Galang tiba2 memutar tubuhnya dan duduk dipinggir tempat tidur, ditariknya tubuh Hanum dan dipeluknya Hanum dengan erat.


"sudah2 mas, mari kita sholat, ayo aku bantu mengambil air wudhu."


akhirnya mereka mengambil air wudhu dan sholat berjamaah berdua didalam kamar.


setelah sholat Hanum pun mengajak galang untuk makan siang.


Hari pun berganti sore, persiapan tasyakuran pun sudah hampir selesai.mulai dari menggelar karpet menata hidangan dan juga menambah alat penerangan.


acara diadakan setelah sholat magrib sehingga Hanum dan Galang juga mamanya mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu. Joko dan wati pun diminta membantu menyambut tamu, ART yang juga baru datang sore itu dengan perawat yang akan membantu merawat galang pun juga kebagian menyiapkan minuman untuk tetamu yang akan datang.


waktu magrib pun datang, mereka semua melaksanakan sholat berjamaah.setelah sholat semua memposisikan diri masing2 untuk menyambut dan melayani para tamu undangan.


satu persatu tamu pun datang dan hampir memenuhi ruang tamu. undangan hampir 100 orang tersebut bisa dibilang hampir datang semua.


acara pun dimulai. Tahap demi tahap, sampai datang acara sambutan dari pihak tuan rumah. disini galanglah yang mengisi acara tersebut.

__ADS_1


"assalamu'alaikum wr wb. disini saya mewakili keluarga alm. bapak soeparman mengucapkan banyak2 terima kasih atas kehadiran bapak2 dan juga rekan2 kantor yang telah bersedia datang memenuhi undangan kami.disini kami ingin menyampaikan tujuan diadakan acara ini yang tak lain dan tak bukan ingin meminta doa restu atas pernikahan saya Galang Pramono dan istri saya zulistia Hanum pradisti. mungkin dari anda2 sekalian kaget kenapa tiba2 kami sudah menika, disini kami ingin menjelaskan bahwa kami dipaksa menika atas dasar kesalah pahaman. istri saya Hanum sewaktu itu membantu merawat saya karena saya habis kecelakaan. karena hasyutan seseorang yang tidak bertanggung jawab mengira kami sedang melakukan perzinaan dan memaksa kami untuk dinikahkan. bukan bermaksud pasrah dengan keadaan, kami sudah berusaha menolak tapi karena warga yang begitu emosi karena hasutan sehingga membuat kami menuruti keinginan tersebut. jadi sebelum ada kesalah pahaman juga disini , ini saya memiliki foto2 kami saat melaksanakan ijab kobul yang baru kemaren kami laksanakan. harap jadi pertimbangan warga dikampung ini. demikian saya ucapkan beribu terima kasih atas kehadirannya dan kami mengharap doa restu pada kalian semua. demikian sambutan ini saya sampaikan dan sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya. wassalamu'alaikum wr wb."


warga begitu kaget pasalnya Hanum yang selama ini banyak digandrungi kaum hawa dikampungnya tiba2 sudah menika.


setelah sambutan dari Galang acara demi acara pun dilaksanakan. kini tiba para tamu mohon diri, Hanum dan galang pun banyak mendapat ucapan selamat tapi ada juga yang memandang dengan tatapan murka ke arah Galang yang telah membuat patah hati mereka.


Joko dan wati pun ikut undur diri.


"selamat sekali lagi ya bro, dan buat mu num semoga ini jadi yang terakhir, aku dan Wati mau pamit dulu ya," pamit Joko.


"iya makasih dan amiin untuk doanya, ngomong2 kok dari tadi gue lihat loe nempel terus sama mbak Wati ada apa ini.. ehhm ehhm"


"gak ada apa2 jangan ngawur deh kalo ngomong. gue dan Wati gak ada apa2 titik jangan menduga yang tidak2."


"gitu aja sewotnya,"


"ya sudah mbak Hanum kami undur diri dulu," giliran Wati berpamitan.


"iya mbak Wati terima kasih atas kedatangannya. dan loe jok antar anak orang sampai rumah dengan selamat" goda Hanum pada Joko.


Joko pun tak menggubris omongan Hanum dan dia berlalu pulang.


"Rima minta tolong ya kamu bantu bersihkan rumah tamu ini. atau kalo kamu masih capek di tata besok juga boleh. kamu kunci saja gerbang dan pintu depan.lalu kamu pergi istirahat ya, kami juga akan masuk untuk istirahat" perintah Hanum pada ART barunya.


"iya nyonya," jawab Rima


"gak usah panggil nyonya, panggil mbak saja dan panggil mamaku dengan sebutan ibu, untuk suami saya ini panggil mas juga boleh.ini peraturan tidak boleh dibantah, ok rim," Rima yang memang masih malu2 cuma bisa mengangguk. gadis yang baru lulus SMA tersebut terpaksa bekerja karena orang tuanya yang gak mampu ngenguliahkannya.


"oh iya Nina mulai besok kamu juga yang akan membantu mas galang. besok akan ada terapis yang akan datang, besok saat terapis itu datang tolong hubungi aku dikantor ya. kamu sudah save nomerku kan.?"


"iya mbak saya akan membantu pak Galang dan menghubungi mbak jika ahli terapis itu datang. untuk no mbak juga sudah saya save." jawab Nina perawat Galang.


setelah memberi interuksi Hanum pun mengajak galang masuk ke kamar melaksanakan sholat isya kemudian bersiap untuk tidur,


bersambung lagi.

__ADS_1


__ADS_2