
"apa yang terjadi dengan Tante mu nak." tanya Bu win kepada Hanum.
"mama ingat wanita yang mau ditunangkan dengan mas Robi saat malam Adit dan Bagas meninggal.?" Hanum bertanya balik.
"mama hanya sekilas mengingat, memang kenapa dengan wanita itu.?" Bu win penasaran.
"dia adalah anak angkat Elang Permana dan Tante Sundari ma, dia juga yang menyuruh Elang Permana untuk menyelakai aku, dan ternyata kecelakaan ayah adalah rencana jahat mereka yang ditujukan kepadaku, tapi sungguh tragis ayahlah yang harus jadi korban." cerita Hanum.
"apaaa," Bu win sangat terkejut.
"Tante Sundari yang mengetahui suaminya menyelakai orang, bermaksud ingin menemui dan meminta maaf kepada keluarga orang yang dicelakai suaminya, tapi hal tidak diduga Tante sundari, ternyata kita lah keluarga korban itu. Tante jadi takut untuk menemui kita, dengan beban penyesalan yang disimpannya Tante Sundari mengalami gangguan kejiwaan. karena itulah Elang Permana atau suaminya itu mengurungnya ma," jelas Hanum.
"Setan yang berwujud manusia kau kak Elaaaang, tega kau lakukan ini semua kepada keluargaku hikks hiikkss" Bu win berteriak sambil menangis.
"kita akan pastikan dia mendapat hukuman yang setimpal ma, mama yang kuat ya, kita harus selamatkan Tante Sundari dan kita juga harus bongkar semua kejahatan Elang Permana juga putri angkatnya Yasmin Permana." hanum berkata sambil berapi-api.
"untuk sementara lebih baik kamu jangan ikut bertindak dulu sayang, aku takut terjadi apa-apa denganmu dan calon anak kita." galang menenangkan istrinya.
"tapi Elang yang sudah membunuh ayahku mas," Hanum masih emosi.
"iya num, biar aku dan suamimu yang akan bertindak untuk saat ini." sahut Robi.
"baiklah aku percaya kepada kalian. aku minta kalian bisa memastikan Elang dan putrinya Yasmin mendapat hukuman yang setimpal." Hanum pun mengikuti saran suaminya dan Robi.
"untuk sementara kita harus bersikap seolah-olah tidak mengetahui semuanya Rob, dan kita pastikan jika Elang Permana meyakini bahwa aku ada dipihaknya." Galang mengungkapkan rencananya.
"tapi jika kau berpura-pura ada dipihak Elang, otomatis kau juga harus mendekati Yasmin. karena sepertinya Elang ingin kau menikahi Yasmin dan menyatukan perusahaan kalian." jelas Robi.
Galang pun melihat ke arah Hanum. Hanum pun mengangguk bertanda mengizinkan.
"kamu boleh pura-pura menerima perjodohan itu mas, tapi kau harus hati-hati jangan sampai terjebak pesona Yasmin." Hanum mengingatkan suaminya
"aku pastikan dengan alasan yang kemaren yang ku bicarakan sama mereka sudah bisa jadi tameng buatku untuk tidak dekat-dekat dengan Yasmin." ucap Galang.
"memang apa yang kau ucapkan kemaren?" Hanum penasaran.
__ADS_1
"saat kamu makan dibelakang, Yasmin dan pak Elang mengajakku ngobrol diruang keluarga, disana Elang Permana meski tidak terang-terangan tapi dari cara bicaranya, aku sudah bisa menangkap tujuannya yaitu menjodohkan aku dengan Yasmin. tapi aku bilang sama mereka, aku bisa terus memiliki aset apapun yang kau miliki jika aku bisa menjamin kau bisa selalu aman dan nyaman sampai kau melahirkan. selanjutnya untuk keputusan apa pun bisa kita ambil saat kau sudah melahirkan. dan dengan alasan seperti itu ternyata mereka percaya bahwa aku sebenarnya menikah denganmu karena jebakan mantan istriku, karena mereka sudah tahu jika kita memang menikah karena jebakan Yanti." jelas Galang.
"berarti mereka meyakini bahwa kita menikah karena terpaksa.?" Hanum memastikan.
"iya sayang, dengan begitu posisimu aman, karena mereka mengira kamu bukan batu sandungan lagi." jawab Galang.
"pemikiran yang bagus Lang, aku salut padamu bisa cepat tanggap dalam situasi sulit." puji Robi.
"demi istri yang kita cintai kita harus selalu waspada Rob." jawab Galang.
"iya iya ha ha ha " Robi tersenyum kecut dan merasa agak tersindir karena dulu sudah menyia-nyiakan Hanum.
"jangan iya-iya aja mas, jika kau menikah dengan Santi nanti kau juga harus merubah sikapmu yang dulu," sahut Hanum.
"haaa haaa haaa"mereka tertawa bersama dan sedikit melupakan ketegangan.
"karena semua sudah menemukan titik terang, aku balik dulu ya, nanti malam ada janji dengan Santi, aku harus siap-siap menjemputnya sebelum kena semprot ocehannya gara-gara terlambat." Robi pamit sekaligus curhat.
Semua pun tersenyum mendengar ucapan Robi.
"iya ma, besok kalo memang mama masih disini aku ajak Santi kesini. ya sudah aku balik dulu ya num, Lang," ucap Robi kemudian, Robi mencium punggung tangan mantan mertuanya.
"oke mas, hati-hati" jawab Hanum.
Robi pun kembali pulang, sedang Hanum dan yang lain masih berada diruang keluarga.
"ma, Devan dan Devi kenapa tadi tidak diajak.?" tanya Hanum.
"mereka tadi belum pulang dari sekolah nak, lagian mama sudah menitipkan ke Rima dan meminta Joko dan wati untuk sementara tinggal dirumah, biar mereka ada yang menemani." jawab Bu win.
"loo memang Joko belum berangkat bulan madu ma,?" tanya Hanum lagi.
"katanya sekalian bulan depan saja pas hari valentine, gak tau kenapa itu anak jadi romantis sekarang. ha ha ha " Bu win menjelaskan sambil tertawa.
"ada-ada aja si Joko memang," Hanum geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"ya sudah dari datang tadi mama belum istirahat sayang, biarkan mama istirahat dulu, dan kamu juga harus mandikan ini sudah hampir petang loo," ucap Galang.
"iya suamiku sayang, aku mau mandi tapi gendong," Hanum tiba-tiba bersikap manja.
"bener nih, memang gak malu ada mama?" goda Galang.
"sudah terserah kalian mama mau masuk ke kamar dulu," Bu win tersenyum masuk ke kamar dan memberi kesempatan anak dan menantunya bermanja-manja ria.
"itukan mama aja mengerti kok, ayo sekarang gendong aku," Hanum terus merajuk.
"siapa takut," ucap Galang dan langsung mengangkat tubuh istrinya.
"masih kuat mas, padahal berat badanku naik 10 kilo loh ?" tanya Hanum saat berada digendongan suaminya.
"kuat lah, tapi masa naik 10 kilo sayang, padahal kalo dilihat dari sisi mana pun yang nambah besar perut dan ini," Galang menfokuskan pandangannya ke dada istrinya.
"ihhh apa sih mas, padahal mas bisa lihat kakiku sedikit bengkak dan pipiku sudah kayak bakpau gini kok, pasti mas bohong ya." hanum mengoda suaminya.
"sumpah sayang, body mu sunggu tidak ada perubahan tetap ramping dan sedikit montok membuat mas makin tergila-gila." ucap Galang sambil membuka pintu kamar mandi.
Galang pun menurunkan istrinya kemudian membantunya melepas semua baju yang dikenakan istrinya.
"sudah mas mending keluar ya, aku bisa mandi sendiri, nanti kalo mas ikut mandi ritual mandinya bisa berubah" Hanum mengusir suaminya.
"kamu tega sayang, habis mancing-mancing lalu kau biarkan dia tak tersalurkan hasratnya." Galang memasang wajah memelas.
"kasiannya suamiku, ya sudah kalo gitu sini-sini" Hanum memeluk suaminya.
benar adanya akhirnya acara mandinya agak sedikit lebih lama karena ada ritual panas pasangan suami istri yang menyalurkan hasrat birahinya masing-masing dengan saling memadu kasih dan bercinta di kamar mandi tersebut.
Setelah sama-sama saling memuaskan, Hanum dan Galang pun mandi bersama kemudian berlanjut sholat magrib berjamaah.
bersambung.
ayo readers mana nih dukungan buat author. jangan lupa tinggalkan jejak setiap habis membaca ya, author akan sangat berterima kasih sekali menerima kritik dan saran. apa lagi mendapat like.ππππ€π€π€
__ADS_1