Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Pulang


__ADS_3

Hanum bergegas pergi dari rumah Robi.


"langsung ke makam ya mas,"


"iya dik"


Galang memacu mobil ke makam anak2nya Hanum.


setelah sampai Hanum bergegas turun dan berlari kemakam anak2nya. mamanya dan galang akhirnya ikut menyusul sambil berlari Karena khawatir dengan Hanum.


"hiks hiks hiks hiks, maaf kan mama sayang, kalian pasti ketakutan ya, wanita itu pasti akan mendapat karmanya nak, hiks hiks hiks, kenapa kemaren kalian tidak hubungi mama sayang, andai kalian hubungi mama, pasti mama akan jemput kalian .. Adit ,, Bagas, hiikkss hiiiikss" Hanum menangis sambil tengkurap di atas pusara anaknya yang sengaja dikubur bersebelahan.


"num jangan seperti ini nak, kasian anak2mu nak. ikhlas kan lah mereka "


"iya dik jangan buat anak2mu sedih dengan mengetahui mamanya seperti ini."sahut Galang.


Hanum pun menyadari kalo yang dilakukan itu salah. akhirnya dia beralih memeluk mamanya.


"sudah nak, ayo kita panjatkan doa untuk almarhum anak2mu, selepas itu kita pulang."


mereka bertiga pun berdoa didekat pusara Adit dan Bagas, setelah selesai,


"Adit , Bagas mama pulang dulu ya sayang, mama janji mama bakal sering2 ziarah kesini ,mama sayang kepada kalian." Hanum pun berdiri dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya pulang ke kampung halamannya.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam, akhirnya Hanum sudah sampai dirumahnya. dia bergegas masuk ke kamar membaringkan tubuhnya yang kembali terasa kurang enak.


"num bersihkan diri dulu nak, lepas itu kita makan ya, biar mama masak sebentar," tegur mamanya,


" Hanum gak lapar ma,"


Galang yang memang masih berada disitu pun ikut bicara,


" kamu harus jaga kesehatanmu dik, jangan berlarut2 seperti ini, untuk beberapa hari kedepan jika memang adik masih merasa kurang enak badan, lebih baik adik istirahat aja dulu gak usah ke kantor, biar urusan kantor mas heandle dulu sama Joko."


"aku sudah gak perduli dengan semua itu mas, semua itu sudah tidak ada artinya lagi buatku,"


"kamu jangan begitu, ratusan orang masih membutuhkanmu dik, bagaimana nasib para pekerja jika harus kehilangan pekerjaannya. ratusan orang itu sangat bergantung pada perusahaanmu sebagai tempat mereka mencari rezeki."


"bener yang mas katakan, aku harus bangkit mas,"


"gitu dong adik mas yang cantik, harus semangat ya, dan mas yakin anak2mu diatas sana akan sangat bangga punya mama sepertimu."


"mas makan disini ya, aku mau mandi dulu terus ayo kita bantuin mama masak, aku lupa jika aku juga punya mama yang harus aku jaga, pasti sebenarnya dia juga terpuruk kehilangan cucu2nya, tapi demi aku dia selalu berusaha kuat."


"naaa itu baru adik mas yang hebat, ya sudah sana mandi mas tungguin didapur ya, kita gangguin mama bersama didapur"


Hanum pun berlalu ke kamar mandi, 15 menit ritual mandinya pun selesai, dia mandi buru2 karena segera ingin membantu mamanya, kini semangat hidupnya kembali demi mamanya.

__ADS_1


"mama masak apa ma,?"


"dikulkas cuma ada ini , jadi mama mau bikin sayur asam sama telur mata sapi saja ya nak. stok ikan sama daging sudah jelek, ya sudah satu Minggu kita tinggalkan rumah, besok mama belanja, kamu ingin dimasakin apa,"


"mulai besok biar Hanum saja yang masak, mama sekarang waktunya istirahat, mama sudah lebih dari 32thn merawat Hanum, kini ganti Hanum yang akan membalas semua apa yang sudah mama beri dan lakukan untuk Hanum."


"ya Alloh nak, benarkah ini kamu nak, kamu sudah bisa terima keadaan ini nak, ya Alloh ya Robbi terima kasih kau kembalikan senyum anak hamba , " dipeluk dan diciuminya wajah Hanum.


" gak usah nangis deh ma, mama jelek kalo nangis, masak punya anak ganteng dan cantik kayak gini mamanya jelek, apa kata orang nanti ma," goda galang yang sedari tadi membantu mengupas bawang.


" ya elah yang ngomong juga nangis sampai keluar ingus gitu aja bilang ganteng, ganteng dari Hongkong." ejek Hanum pada galang.


"ini bukan nangis ya, tu gara2 mama suruh kupas bawang jadi kayak gini deh"


mereka bertiga tertawa bersama. selesai masak, masakan yang sudah matang pun di tata dimeja makan.karena memang sudah sangat lapar karena sehari tadi cuma sarapan sedikit gara2 insiden datangnya yasmin tadi. akhirnya mereka bertiga pun langsung menikmati hidangan yang mereka masak bertiga.


hari pun berganti,suasana kantor pagi itu sangat rame, banyak sekali orang mencari pekerjaan.


Hanum hanya melewati kerumunan orang2 tersebut dengan heran. pasalnya dia belum tau hal apa yang terjadi, dia putuskan akan menanyakan hal tersebut pada Joko nanti setelah sampai di ruangannya.


"pagi mbak Wati, ohh pagi mbak Hanum, maaf mbak saya mewakili para pekerja turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Adit dan Bagas,"


"iya mbak terima kasih. dan boleh saya minta tolong panggilkan Joko suruh keruangan saya ya mbk.


"iya mbak."


tok tok tok "permisi pak Joko"


"iya silahkan masuk,"


"maaf pak, pak Joko dipanggil Bu Hanum keruangannya."


" benarkah, apa Hanum bener sudah masuk kerja hari ini,"


"iya pak , mangkanya beliau menyuru saya memanggil bapak."


karena tidak sabar ingin ketemu dengan Hanum, Joko pun langsung berdiri dan berlari keruangan Hanum tanpa menghiraukan Wati lagi.


hanya butiran debu yang tak bakal kau lihat mas Joko,batin Wati.


"hai num kamu kapan balik dari kota, oh iya gue turut berduka ya, maaf gue tidak ikut hadir saat pemakaman anak2mu"


"kemaren siang gue sudah balik.ya terima kasih atas perhatian mu, "


"oh iya ada apa, kata sekretaris loe memanggil gue, ?"


"iya, gue cuma penasaran kenapa di bawah banyak sekali orang melamar pekerjaan.?"

__ADS_1


"oh iya maaf tanpa meminta pendapatmu aku dan Galang memutuskan menambah jumlah karyawan. permintaan produk kita dipasaran begitu besar num. kita kuwalahan melayani, sedari kemaren loe kan juga tau sendiri kita harus lembur2 demi memenuhi target."


"bener juga, memang kapan kamu merundingkan rencana ini sama mas Galang. bukannya satu Minggu ini mas Galang ikut bersamaku ke kota?"


" beberapa hari sebelum 7hari anak loe kan galang tiap hari bolak balik kota sini. ya jujur gue gak mampu mengerjakan semua urusan kantor sendiri. jadi gue meminta bantuan galang."


"haa mas Galang tiap hari harus bolak balik kesini yang bener saja loe jok.,"


"iya gue gak bohong.memang kenapa.? berarti dia bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. kenapa kamu harus heran.?"


hanum pun tak menjawab pertanyaan Joko,


begitu banyak orang yang berkorban demi aku, mas Galang kau sunggu baik, Hanum melamunkan Galang.


"diajak ngomong malah melamun." gerutu Joko.


"oh iya sorry2, loe bisa kembali keruangan loe, gue mau tanya mbak Wati tentang laporan Minggu ini. tolong jika loe keluar bilang ya ke mbak Wati supaya mengantar laporan Minggu ini."


" baik bos, padahal masih kangen main usir2 aja deh loe, gak asik ah."


Joko pun kembali keruangannya, lewat meja Wati, Joko pun berhenti,


" hai mbak Wati, lesu banget, yang semangat dong kerjanya, dipanggil bos mu tu, sekalian disuruh bawah laporan Minggu ini"


Wati memang sedang melamunkan Joko selepas keluar dari ruangan Joko dia duduk sambil termenung, sehingga dia tak menyadari sudah diajak ngomong sama Joko.


Joko yang usil pun mengagetkan Wati dengan kejahilannya.


"woe mbak mbak ada kebakaran ada kebakaran."


spontan wati pun kaget dan berlari tapi sesaat dia menyadari kalo hanya dikerjai oleh Joko. dia melihat Joko tertawa terbahak-bahak. Wati pun kembali duduk dengan wajah cemberut.


sedang Hanum yang mendengar ada sedikit keributan didepan ruangannya pun keluar hendak melihat hal apa yang terjadi.


"ada apa mbak Wati, kenapa mbak Wati mukanya ditekuk begitu.? dan loe jok kenapa loe ketawa kayak orang kesurupan gitu.?"


"ini mbak, pak Joko ngerjain saya teriak2 katanya ada kebakaran.jadi saya panik berlarian gak taunya cuma bohong."


"lagian siapa suruh kerja sambil melamun haaa haaa haaa" Joko kembali tertawa.


"loe ini ada2 aja jok, suka godain awas jatuh cinta loe," seketika Joko langsung terdiam dan kembali masuk keruangannya.


"oh iya mbak Wati tolong antar laporan Minggu ini keruanganku ya, sekalian nanti tolong bilang OB suruh bikinkan teh hangat ya."


"baik mbak."


bersambung lagiii๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2