Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Joki handal


__ADS_3

Hari telah berlalu, sang Surya juga telah menghangatkan bumi.


"mas, kuda disini banyak ya," ucap Hanum.


"sebenarnya aku juga baru pertama kali ke Jerman ini sayang," jawab Galang.


"kita naik kuda yuk," tiba-tiba Daniel datang dan ikut duduk diteras bersama Galang dan Hanum.


"aku gak bisa dan gak berani," jawab Hanum.


"kan ada joki handal disini, jangan takut nanti aku ajari." ucap Daniel.


"gak usah sayang, kalo kamu belum bisa mending tidak usah, nanti malah membahayakan buatmu." Galang melarang istrinya.


"tenang lah Lang, kan ada aku, lagian kamu apa gak kepingin nyoba juga naik kuda, asik banget kok, atau kamu takut ya,?" Daniel terus membujuk.


"siapa yang takut, aku hanya gak mau saja istriku terluka gara-gara terjatuh dari kuda." elak Galang.


"ya sudah kalo kamu memang gak takut buktikan. ayo kita naik kuda bertiga sekarang." Daniel berhasil memancing Galang agar mau ikut naik kuda.


Mereka pun pergi bertiga ke kandang kuda milik opa mereka.


Daniel memilih kuda yang biasa ditungganginya untuk dipinjamkan ke Hanum. sedang Daniel milih kuda lain untuk dirinya dan juga Galang.


Galang membantu Hanum naik keatas kuda. kemudian Daniel yang mengajarkan cara mengendalikan kudanya.


Setelah semua sudah naik kudanya masing-masing mereka pun menuju arena pacuan kuda milik pribadi Daniel yang biasa dibuat latihan.


Hanum sebenarnya sedikit takut karena selama ini memang tidak perna naik kuda. Galang yang melihat istrinya sedikit gemetar pun selalu memposisikan kudanya berada dibelakang Hanum.


"bagaimana asik kan?" ucap Daniel.


"tapi aku takut." jawab Hanum.


"rilex saja, jangan tegang, nanti malah tidak bisa mengendalikan kudanya." teriak Daniel.


Hanum yang terlanjur tegang pun malah menarik tali pengikat kudanya dengan kuat. tiba-tiba kuda tersebut membawa Hanum berlari dengan kencang.


"tolong mas tolong," Hanum berteriak minta tolong.


Daniel dan Galang pun mengejar kuda yang ditunggangi Hanum.


"sayang pegangan yang kuat, jangan sampai terjatuh dari kuda itu," Galang ikut berteriak.

__ADS_1


kuda yang dinaiki oleh Hanum pun semakin berlari kencang membawa Hanum keluar dari arena pacuan kuda pribadi milik Daniel yang memang pagarnya tidak terlalu tinggi itu, sehingga membuat kuda tersebut dengan muda melompati pagar-pagar tersebut.


"tolong, tolong." Hanum berteriak ketakutan.


"tenanglah Hanum, aku akan menolongmu," teriak daniel yang juga panik melihat Hanum dibawa lari kuda kesayangannya.


Daniel pun akhirnya berhasil menyusul kuda yang ditunggangi Hanum dan mengambil posisi untuk berpindah kekuda tersebut. dengan ancang-ancang yang pas Daniel pun berhasil loncat ke kuda yang ditunggangi Hanum dan menarik tali kuda tersebut sehingga kuda tersebut mengangkat kaki depannya sedikit keatas dan mulai berhenti. Hanum yang posisinya didepan Daniel pun menangis ketakutan.


Daniel memegangi perut Hanum dengan satu tangan dan satu tangannya lagi memegang tali yang buat mengendalikan kuda tersebut.


Daniel pun berputar balik dan menghampiri Galang.


Galang yang melihat istrinya menangis pun langsung lompat dari atas kuda dan menghampiri Hanum dan Daniel.


Daniel menyuruh kudanya berhenti dan menurunkan Hanum tepat didepan Galang. Daniel kemudian juga ikut turun dan langsung dihadiah,i bogem mentah oleh Galang.


"aku tadi sudah bilang hal ini bisa membahayakan untuk istriku, tapi kau memaksanya untuk selalu ikut bersamamu," selesai Galang memberi bogem mentah, Galang berbicara sambil menarik kerah baju yang dipakai Daniel.


"maafkan aku, aku tidak menyangka kuda itu akan..." belum sempat Daniel melanjutkan ucapannya Galang kembali menghadiahi bogem untuk kedua kalinya.


"lain kali kalo aku sudah bilang tidak jangan lagi berani memaksa," ancam Galang.


"sudah mas, sudah aku baik-baik saja, aku tadi hanya sedikit takut, ayo sekarang kita balik kerumah saja, jangan lagi ribut disini." Hanum mencoba menengahi.


Mereka bertiga pun kembali kerumah, orang-orang dirumah pun merasa sedikit heran dengan luka lebam dipipi Daniel.


"kena pukul Galang tadi," jawab Daniel.


"kau apakan adikmu Lang, kalian ini sudah dewasa malah berantem seperti anak kecil saja," tanya Bu Diana.


"dia hampir saja membuat istriku celaka ma, jadi itu hanya sedikit pelajaran buatnya," jelas galang.


"apa yang dilakukan Daniel kepadamu nak," tanya bibi Margaret pada Hanum.


"dia memaksa Hanum untuk naik kuda dan bibi tahu, kuda itu menjadi liar dan membawa Hanum berlari kencang. untung dia bisa mengikuti kuda tersebut kalau tidak bukan hanya wajahnya yang kena tempeleng, tapi bisa-bisa dia aku bikin babak belur," Galang yang malah menjawab.


"kamu ini Niel. sini biar Oma yang menjewer telingamu," sahut oma.


"mama Tala juga mau naik kuda," Tara yang mendengar tentang naik kuda pun ingin ikut juga.


"gak usah ya nak, mama sudah gak mau lagi naik kuda, berbahaya sayang" tutur Hanum pada Tara.


"nanti Tara ikut om daniel saja ok, nanti om ajari Tara agar menjadi joki handal tidak seperti papamu" ledek Daniel.

__ADS_1


"jangan berani-berani kau Daniel." tegur Galang.


"iya pa, tala mau ikut om daniel." Tara pun memeluk Daniel agar diajak naik kuda.


"papa bilang tidak Tara," Galang meninggikan suaranya.


"huaaaa huaaaa mama, huaaaa papa nakal ma," Tara menangis mengadukan papanya ke pada mamanya.


"Tara papa bukannya marah sayang, papa cuma khawatir nanti Tara terjatuh dari kuda," hanum mencoba menenangkan anaknya.


"lagian kamu ini Lang, Tara nanti kan naik kudanya bersamaku, jadi aku pastikan aman lah," sahut daniel.


"iya mas, biarkanlah asalkan Tara masih bersama Daniel aku rasa Tara juga akan aman." bela Hanum.


"baiklah aku kasih izin. tapi jika sampai kejadian tadi terulang, aku yang akan menghajarmu habis-habisan. kau mengerti." bentak Galang.


"kau ini bukannya berterima kasih aku ngasi les joki gratis buat anakmu malah kau marah-marah."ucap Daniel.


"awas ya ku hajar kau baru tahu rasa," Galang bermaksud memukul Daniel.


"kakak ipar tolong, " Daniel mencari perlindungan dibelakang Hanum.


"jangan pegang istriku Daniel." bentak galang.


"tidak kakak ipar, suamimu akan menghajarmu, tolong selamatkan aku kak." Daniel mengambil kesempatan memeluk Hanum dari belakang.


"aku bilang lepaskan istriku Daniel." galang mengejar Daniel.


Daniel pun terus berlindung dibelakang Hanum sambil memutar-mutar tubuh Hanum sebagai tameng agar terhindar dari pukulan Galang.


"sudah, sudah kalian ini sudah dewasa, masa kalian berantem seperti anak kecil saja, apa tidak malu sama Tara dan Devi sih kalian ini." Bu Diana mencoba melerai.


"awas kau Niel," ancam Galang.


"awas juga kau Lang," balas daniel.


Hanum melihat suami dan sepupunya pun hanya geleng-geleng kepala.


"sudahlah, kalian kan mumpung disini sekarang kalian bersihkan diri dulu, habis itu ayo kita jalan-jalan." ajak bibi Margaret.


"ide bagus bi," ucap Hanum.


"kamu pasti suka nak, disini ada berbagai destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi. dan semua bagus-bagus." lanjut bibi Margaret.

__ADS_1


mereka semua pun bersiap diri untuk jalan-jalan berkeliling Jerman. hal inilah yang dinantikan oleh Hanum sebenarnya. Hanum sangat bersemangat untuk bersiap diri juga membantu anak-anaknya juga bersiap. Setelah segala keperluan juga disiapkan akhirnya mereka semua berangkat berwisata bersama.


bersambung.


__ADS_2