Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Balik ke Tanah air


__ADS_3

Setelah 2 hari semenjak Hanum memeriksakan kehamilannya pun kini Hanum dan Galang juga balik ke Indonesia. satu hal yang jadi pikiran Galang, bagaimana kalau Hanum nantinya masih tetap mau makan jika hanya makanan yang dimakannya adalah hasil olahan Daniel.


"Niel, mau kah kamu ikut kami ke Indonesia.?" tanya Galang.


"memang kenapa Lang,?" Daniel balik bertanya.


"bagaimana jika istriku nanti mau makan. aku takut dia masih sama, hanya mau makan jika makanan itu kamu yang memasak." jelas Galang.


"iya juga ya Lang, kasian juga istrimu." Daniel pun ikut bingung


"kamu ikut saja sama mereka Niel, urusan resto biar papa yang urus untuk sementara." sahut papa daniel.


"baiklah kalau gitu Lang, aku siapkan paspor dan visa ku dulu, jika memang tidak keburu kalian berangkat saja duluan, nanti aku akan menyusul setelah dokumen-dokumenku siap." tutur Daniel.


"ya sudah sore nanti aku akan balik dengan istriku terlebih dahulu, aku harap besok kamu juga sudah berangkat." pinta galang.


"beres sekarang kamu bantu istrimu saja berkemas. sepertinya dia kemaren belanja banyak buat oleh-oleh kan." ucap Daniel.


"iya, ya sudah aku tinggal dulu ya." pamit Galang.


Galang dan Hanum pun mengemas semua barang-barang mereka. Hanum memang belanja sangat banyak, dia ingin memberi oleh-oleh untuk keluarga juga teman-temannya.


"semua sudah siap, kita tinggal bersihkan diri dan berangkat." ucap Hanum.


"jika kamu lelah, kamu istirahat saja dulu sayang, masih ada cukup waktu kok," Galang pun menuntun istrinya ke sofa.


"gak mas, aku sudah tidak sabar ingin pulang, aku sudah sangat kangen sama anak-anak dan mama. aku juga sudah ingin melakukan aktifitas seperti dulu," jelas Hanum.


"tapi kamu harus jaga kesehatan ya sayang, berjanjilah kepadaku kamu harus lebih mengutamakan dirimu dari pada pekerjaan." pinta Galang.


"iya mas, aku janji. aku pasti akan menjaga diri juga calon anak kita," Hanum meyakinkan suaminya.


"aku sayang sama kamu istriku, aku tidak ingin kehilangan kamu." Galang memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


"aku juga sangat menyayangimu." Hanum juga membalas pelukan suaminya.


Mereka berdua pun memutuskan untuk membersihkan diri dan segera bersiap pergi ke bandara.


Sesudah semua disiapkan Galang dan Hanum pun berpamitan pada opa dan Oma mereka.


"opa, Oma kami pulang dulu ya, Oma dan opa harus jaga kesehatan, hanum dan mas Galang pasti akan merindukan kalian," ucap Hanum sambil memegangi tangan opa dan Oma nya.

__ADS_1


"iya nak, semoga Oma dan opa diberi umur panjang, agak kita bisa bertemu lagi, dan Oma juga bisa melihat cicit oma ini nanti setelah lahir " jawab Oma.


"iya Oma amin. ya sudah kami pamit dulu ya. bibi, paman terima kasih atas perhatian kalian selama Hanum disini. Hanum titip Oma dan opa ya bik." ucap Hanum kepada paman dan bibinya.


"iya nak, kamu hati-hati ya, ingat sering-sering kirim kabar kepada kami ya," pinta bibi Margaret.


"ya sudah, kami pulang dulu ya, ayo Niel kita berangkat," ajak Galang.


"ayo," Daniel pun menuju mobilnya dan duduk dikursi kemudi.


"daaa semua sampai ketemu lagi. aku sayang kalian." Hanum melambaikan tangan saat mobil meninggalkan pekarangan rumah tersebut. air mata Hanum tak terasa mengalir di pipinya.


"jangan bersedih sayang, dilain kesempatan kita akan kemari lagi." Galang mendekap pundak istrinya.


Akhirnya mereka bertiga pun sampai di bandara. saat Hanum turun dari mobil, Hanum melihat ada Santi dan Robi yang juga baru saja turun dari taxi.


"Santi," panggil Hanum.


"hai, kalian juga ada disini, ada urusan bisnis atau sekedar jalan-jalan." ucap Santi sambil mendekat ke arah Hanum.


"kami habis mengunjungi Oma dan opa nya mas Galang. kamu sendiri ke Jerman lagi lanjut bulan madu apa ada urusan lain." tanya Hanum.


"mas Robi ada urusan bisnis." jawab Santi.


"kami baik-baik saja rob, bahkan jauh lebih baik, istriku lagi hamil lagi. bagaimana dengan Santi apa kalian juga sudah ikut program kehamilan.?" jawab Galang.


"bener kamu lagi hamil num,? waa selamat ya, doakan kami juga akan segera menyusul ya." Santi pun memberi ucapan selamat pada hanum.


"iya makasi ya, aku juga pasti doakan agar kalian juga segera diberi momongan. oh iya ngomong-ngomong kalian mau balik ke Indonesia atau masih ada perjalanan ke lain tempat.?" tanya hanum.


"kami juga mau pulang ke Indonesia. aku rasa kita satu pesawat, enak ya jadinya ada teman gak jenuh," jawab Santi


"oh iya perkenalkan ini sepupu mas Galang, namanya Daniel." Hanum memperkenalkan


"hai aku Robi dan ini istriku Santi." ucap Robi


"senang kenal dengan kalian, aku Daniel adik dari galang." jawab Daniel.


Setelah mereka saling sapa dan sedikit bercerita, mereka ber empat pun masuk ke ruang tunggu bandara sudah pamit pada Daniel.


Santi berbicara dengan Hanum soal urusan wanita, sedang Robi dan Galang asik berbicara masalah bisnis. karena asik ngobrol tak terasa waktu keberangkatan pun tiba.

__ADS_1


Galang dan Hanum juga Santi maupun Robi masuk kedalam pesawat. tempat duduk mereka pun sangat kebetulan juga bersampingan.


mereka menikmati penerbangan kali ini dengan tiduran.


Hampir 17 jam perjalanan pun akhirnya pesawat mendarat di bandara internasional Soekarno Hatta.


Karena Galang sengaja ingin memberi kejutan keluarganya. Galang pun memilih naik taxi ketimbang minta dijemput.


"aku langsung balik ya rob, lain waktu kita bertemu dan kumpul-kumpul seperti dulu." ucap Galang sambil menepuk bahu Robi.


"iya aku juga langsung balik. sudah capek banget rasanya badan." jawab Robi.


Mereka pun berpisah didepan pintu keluar bandara dan menuju ke arah tujuan masing-masing.


Hanum merasa sangat bahagia akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat, dan yang lebih membahagiakan dirinya adalah bisa kumpul dan bertemu dengan mama dan anak-anaknya.


Galang dan Hanum sampai dirumah saat hari masih siang. Tara yang sedang terlelap di istirahat siangnya pun terusik karena mamanya bertubi-tubi mencium pipi gembulnya tersebut.


"mama," Tara kegirangan melihat mamanya.


"Tara mama kangen sayang, Tara sehat kan." ucap Hanum sambil memeluk putranya tersebut.


"Tara sehat ma, Tara juga tidak nakal. kata nenek kalau Tara tidak nakal mama pasti cepat pulang. tapi nenek bohong, mama lamaaaa pulang nya." ucap polos Tara.


"iya sayang, maafkan mama ya, mama baru bisa pulang hari ini." jawab Hanum.


"iya ma, papa mana ma,?" tanya Tara.


"papa lagi ngangkatin oleh-oleh tu didepan. mama bawah oleh-oleh yang sangat banyak buat Tara dan yang lain." jelas Hanum.


"bener ma, horeeeee" Tara pun turun dari tempat tidur dan berlari mencari papanya.


Hanum pun menemui bik Surti dan juga bik Narsih untuk memberi salam.


meski status mereka hanya pembantu tapi Hanum sudah sangat sayang sama mereka dan menganggap mereka adalah keluarga.


"nyonya, sudah pulang, syukurlah nya, kami sangat rindu dengan nyonya. apa lagi den Tara tiap hari nanyain nyonya. bagaimana kondisi kehamilan nyonya, sudah baikkan, sehat dan kuat kan.apa diluar negeri nyonya tidak kesepian tanpa kami.?" bik Surti menggempur Hanum dengan banyak pertanyaan.


"satu-satu bik kalau memberi pertanyaan. tu kan jadi bingung saya harus jawab pertanyaan yang mana." tutur Hanum.


"heeeee heeee iya maaf nya." ucap bik Surti sambil cengengesan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2