Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Salah paham joko


__ADS_3

"iya ma, aku akan menemui dia didepan. mama cepat ajak mama Ndari dan bik Narsih sembunyi ma," jawab Galang..


"baiklah, cepat kau temui dia didepan." bu win pun bergegas mengajak Bu Ndari dan bik Narsih ke kamar dan mengunci pintunya.


"hallo pak Galang, senang sekali disambut langsung oleh tuan rumah, saya merasa tersanjung pak," sapa Elang keluar dari mobil.


"saya yang merasa sangat senang, karena ada tamu orang terhormat seperti bapak, mau datang kerumah saya." jawab Galang.


"hai Lang, aku tadi yang memberi tahu papa kalo anak kamu sudah lahir, papa sangat senang karena sebenarnya papa sangat ingin menimang cucu, iya kan pa," sahut Yasmin.


"ia pak Galang, dan jika diizinkan bolehkah saya menganggap anak pak galang seperti cucu saya sendiri.?" Elang dengan sok manisnya.


"boleh saja pak," jawab Galang singkat.


"kita tidak dipersilahkan masuk ini pak,?" tanya Elang.


"oohh iya silahkan masuk," jawab Galang.


huuff semoga mama dan mama Ndari sudah sembunyi.batin Galang.


belum juga Galang dan Elang masuk. ternyata ada lagi mobil tamu yang masuk terlihat dari pintu gerbang. Galang, Elang juga Yasmin melihat dan menunggu kira-kira siapa yang datang.


"siapa mereka kok bisa langsung masuk ke sini pak,?" tanya Elang.


"ohh sepertinya sahabat dan anak-anak saya dari kampung yang datang pak," jawab Galang.


benar adanya, yang datang kali ini adalah Joko dan wati juga Devan dan Devi yang datang.


"papaaaaa,, mana Dede pa,?" teriak Devi sambil turun dari mobil.


"hai bro, selamat ya atas kelahiran anak kalian


" ucap joko.


"makasi jok, oh iya kamu dan Wati juga cepat-cepat diproses" jawab Galang


"kami juga sedang proses ini bro tiap malam " ucap Joko membuat Wati malu.


"mas Joko ini apa sih,?" sahut Wati.


"oh iya perkenalkan ini pak Elang pimpinan dari Elang group dan ini Yasmin putrinya." galang memperkenalkan tamunya kepada joko.


"ih iya, kenalkan saya Joko dan ini istri saya wati," kata Joko sambil mengulurkan tangan pada Elang.


"saya Elang Permana dan ini putri saya Yasmin " ucap Elang sambil menyambut uluran tangan Joko.


" ayo kita semua masuk," ajak galang.


"dan Devan kok dari tadi diam saja, sana ajak adikmu masuk sapa mama dan adikmu dikamar," lanjut Galang.


"iya pa" jawab Devan.


akhirnya semua masuk. dan untung saja Bu win dan Bu Ndari juga bik Narsih sudah masuk ke dalam kamar. Galang pun merasa sedikit lega.


"saya panggilkan istri saya dulu ya," ucap Galang sambil berlalu masuk kedalam kamarnya untuk mengajak istrinya menemui tamu-tamunya.


"sayang, apa kamu lelah,?" tanya Galang


"gak mas, memang ada apa,?" jawab Hanum


"kalo kamu lelah, biar tamu-tamu kita yang aku suruh ke kamar untuk menemuimu dan anak kita," ucap Galang.

__ADS_1


"iya lebih baik begitu saja mas, ituku masih nyeri kalo dibuat jalan.," jawab Hanum.


"apanya yank yang masih nyeri,?" goda galang.


"ih kayak gak tau aja,,,,aku tadi seperti mendengar suara Devan sama Devi mana mereka mas,?" kali ini Hanum yang bertanya.


"masih cuci tangan, biar aman kalo pegang adiknya, yah sudah aku persilahkan mereka masuk kesini saja dulu ya," pamit Galang.


"iya mas," jawab Hanum singkat.


Galang pun kembali keluar menemui tamu-tamunya.


"maaf istriku masih kurang sehat, jika kalian ingin bertemu dengan istri dan anakku langsung masuk kedalam saja." ucap Galang pada tamu-tamunya.


"dasar istrimu aja yang manja dan tidak menghargai tamu Lang, aku nanti pastikan jika aku sudah menjadi istrimu aku tidak akan mempermalukanmu seperti ini." Yasmin mencoba memprovokasi.


"apa nona, coba kau ulangi ucapanmu tadi.?" Joko kaget karena memang Joko tidak tahu.


"perkenalkan saya Yasmin calon tunangan sekaligus calon istri Galang." ucap Yasmin dengan kepercayaan dirinya.


"apa maksud wanita ini Lang, cepat katakan padaku, jika kau menghianati Hanum akan ku habisi kau," Joko emosi terhadap Galang.


"sabar jok sabar," galang mencoba menenangkan Joko.


"bagaimana aku bisa bersabar, kau tau bagaimana aku dulu begitu menjaga Hanum dan rela melepasnya kepadamu, tapi sekarang apa.? katakan padaku apa Tante Winda juga tahu rencanamu untuk menikah lagi," Joko sangat emosi.


"Winda, siapa yang kau sebut Tante Winda tadi,?" tanya Elang.


"siapa dia itu bukan urusan tuan, yang jelas kamu dan putrimu juga laki-laki brengsek ini sudah menghianati sahabatku Hanum." Joko juga meluapkan emosinya kepada Elang.


"kau" Elang terpancing emosi.


"sudah sudah, ini tidak akan ada habisnya jika kalian saling emosi. bukan maksud saya mengusir pak Elang, tapi bisa tidak bapak pulang dulu, saya janji akan menemui bapak nanti. sekarang biarkan saya menjelaskan semua kepada sahabat saya Joko dulu pak," Galang mencoba menengahi.


"kau pak tua yang tidak tau sopan santun. sudah tahu laki-laki sudah punya istri masih saja mau kau jodohkan dengan anakmu." Joko masih nyolot.


"rasakan ini," Elang mau memberi bogem mentah pada Joko.


Joko menangkisnya kemudian Joko langsung meraih tangan Elang dan memutar tangan Elang kebelakang punggung Elang dan mendorong tubuh Elang keluar rumah.


"hai kau, lepaskan papaku, lepaskan," ucap Yasmin sambil memukul-mukul Joko.


Joko tidak memperdulikan yasmin, dia terus mendorong tubuh Elang keluar rumah itu dan melepaskan setelah diluar.


"berani kalian menyakiti Hanum sahabatku, kalian akan merasakan sakit yang jauh lebih parah dari ini." ancam Joko.


"penjaga pastikan mereka keluar dari rumah ini," teriak Joko pada para penjaga.


Joko pun kembali masuk kerumah sambil menutup pintu dengan keras.


Galang yang kaget dengan sikap Joko pun hanya tercengang keheranan.


"kau tidak tahu masalahnya bro," ucap Galang pada Joko.


"dasar kau laki-laki brengsek.alasan apa yang ingin kau berikan kepadaku, kau hianati Hanum padahal dia baru saja melahirkan anakmu." jawab Joko sambil mencengkeram kerah baju Galang.


mendengar keributan di luar akhirnya meski rasa perih yang dirasakan Hanum saat berjalan pun membuatnya terpaksa harus melihat keluar kamarnya.


"Joko, apa yang kau lakukan," teriak Hanum pada Joko.


"aku akan memberi pelajaran pada laki-laki penghianat ini." ucap Joko sambil menempeleng pipi Galang sampai Galang jatuh tersungkur.

__ADS_1


"mas,"


"joko." teriak Wati dan Hanum bersamaan.


"untuk apa kau bela laki-laki yang sudah menghianatimu." teriak Joko pada Hanum.


"lebih baik kalian jelaskan apa maksud kalian ini," ucap Hanum sambil membantu suaminya berdiri.


"Joko salah faham sayang." jawab Galang.


"salah faham masalah apa?" tanya Hanum.


"masalah Yasmin dengan aku." jawab Galang.


"jadi kau juga tau kalo suamimu ini mau menikah lagi." tanya Joko pada Hanum.


"kau salah faham jok, mas Galang tidak akan menikah dengan Yasmin. lebih baik kau redakan emosimu dan duduklah, aku akan ceritakan semua." tutur Hanum.


Joko pun mencoba menenangkan dirinya, Wati sebenarnya sangat cemburu melihat suaminya yang terang-terangan membela Hanum didepannya.tapi dia lebih memilih tidak menunjukkan cemburunya, dia lebih memilih ikut menenangkan suaminya tersebut.


"mas, bener kata mbak Hanum, mas jangan keburu emosi jika belum tahu masalah sebenarnya." ucap Wati sambil menarik tangan Joko agar mau duduk dan menenangkan diri.


setelah semua tenang, Hanum pun menjelaskan semua yang terjadi selama ini. Joko yang mendengarnya pun merasa bersalah pada Galang.


"sorry bro, aku kebawa emosi. tapi siapa yang gak emosi jika tiba-tiba mendengar kau mau menikahi perempuan tadi " ucap Joko.


"sudah tidak apa-apa bro, itu semua kamu lakukan karena memang kamu belum tahu apa yang terjadi , tapi lumayan nyeri juga nih pipiku gara-gara bogemmu tadi." jawab Galang sambil meringis kesakitan.


"iya ini, orang kok main pukul-pukul saja," sahut Hanum.


"oh iya mama dan mama Ndari dimana mas?" lanjut Hanum.


"mungkin dikamar mama sayang, tadi aku meminta mereka untuk sembunyi." jawab Galang.


"syukurlah kalo memang mereka tidak bertemu Elang permana.. mas kasih tau saja mama kalo kondisinya sudah aman." pinta Hanum.


"iya sayang, tapi tunggu dulu, Tara kamu tinggal dikamar sama siapa,?" tanya Galang.


"sama Devan dan Devi mas, aku sudah berpesan jika adiknya bangun, aku suruh mereka memanggil aku kok" jawab hanum.


"oh ya sudah, kalo gitu aku panggil mama dulu."


Galang pun memanggil Bu win yang sedari tadi sembunyi bersama Bu ndari dan bik narsih.


sementara Elang dan Yasmin pulang dengan membawa emosi yang memuncak pada hati mereka masing-masing.


"dasar kurang ajar, dia pikir siapa berani mengusir kita dengan cara seperti itu," ucap Elang sambil memukul kemudi mobilnya


"iya pa, kita harus membalas laki-laki kampung itu," Yasmin pun juga emosi.


"tapi laki-laki tadi menyebut nama Winda, siapa Winda yang dia maksud. apa hubungan orang yang bernama Winda dengan Galang dan istrinya, jangan-jangan Winda yang dia maksud adalah winda adik kandung Sundari." Elang merasa curiga.


"kalo memang benar itu Winda adik kandung mama, berarti kaburnya mama ada hubungannya pa dengan Galang dan Hanum. soalnya waktu makan malam itu Galang sempat menanyakan keberadaan mama kan.?" Yasmin mencoba mengingatkan papanya.


"brengsek, bagaimana kita bisa kecolongan.?" ucap Elang.


"tapi itu masih dugaan pa, kita harus menyelidiki semuanya terlebih dahulu." jawab Yasmin.


bersambung.


jangan emosi dulu ya readers, Elang sebentar lagi dikasih hukuman yang setimpal kok sama author.

__ADS_1


yang terpenting tetap dukung author ya readers jangan lupa vote, like, kritik dan saran lebih-lebih tip,πŸ€—πŸ€—πŸ€— author akan sangat berterima kasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2