Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Sudah boleh


__ADS_3

"sayang kamu kenapa,? apa kamu tidak suka dengan masakanku,? atau kamu ingin makan yang lain.?" galang memberi pertanyaan beruntun pada Hanum.


"mas, kamu jangan tersinggung ya, mungkin ini bawaan hamil. gak tau kenapa yang ku inginkan hanya masakan Daniel," jawab Hanum.


"tapi aneh sekali sayang, masak calon anak kita cuma minta makan masakan di daniel itu.?" Galang masih ragu.


"tapi kenyataannya setiap aku makan makanan yang bukan masakan Daniel selalu seperti ini mas, aku sendiri juga tidak tahu." jelas Hanum


"ah tidak tahu lah, sudah ayo aku bantu masuk ke kamar saja, nanti aku akan minta Daniel masak buat mu, meski mas juga sedikit kecewa tapi demi calon anak kita mas rela menahan kecewa." tutur Galang.


Hanum pun geleng-geleng kepala mendengar ucapan suaminya tersebut.


Galang dan Hanum pun masuk kedalam kamar. galang membantu istrinya untuk merebahkan diri diatas tempat tidur.


"aku akan bilang sama Daniel agar menyiapkan sarapan untukmu sayang," pamit Galang.


"iya mas makasi." jawab Hanum.


meski dengan berat hati, Galang pun akhirnya keluar dari kamar dan menemui Daniel yang sedang menikmati sarapannya.


"kamu bisa menyiapkan sarapan untuk Hanum." ucap Galang.


"apa begitu cara orang berbicara, jika ingin meminta tolong," jawab Daniel.


"iya aku minta maaf atas perlakuanku tadi." Galang sangat malu atas tindakannya pada Daniel tadi.


"ya sudah aku juga cuma bercanda, aku tahu kamu tadi hanya cemburu kepadaku kan.?" tebak Daniel.


"siapa yang cemburu sama kamu, ah sudahlah, jika memang kamu mau menyiapkan sarapan untuk istriku, aku ucapkan terima kasih. tapi jika tidak mau, aku juga tidak akan memaksamu." Galang masih mempertahankan ego nya.


Daniel pun tidak memperdulikan lagi ucapan Galang yang memang sangat kelihatan jika dia lagi cemburu. Daniel pun pergi ke dapur dan memasak tumis brokoli dan sosis kemudian mengambilkan nasi sedikit. tidak lupa Daniel juga menyiapkan segelas susu dan air putih untuk Hanum.


"hai Hanum apa aku boleh masuk." ucap Daniel sambil membawa nampan yang berisi sarapan untuk Hanum.


"masuk saja Niel, tidak dikunci kok." jawab Hanum.


Dari kejahuan Hanum yang mencium wanginya masakan daniel pun seperti ingin meneteskan air liurnya.


"apa itu untukku.?" tanya Hanum.

__ADS_1


"iya ini khusus untukmu, tapi maaf hanya ini tang bisa aku masak untukmu, karena aku buru-buru harus ke resto pagi ini. tapi aku janji nanti akan aku masakkan makanan apapun yang kamu inginkan." ucap Daniel.


"ini sudah lebih dari cukup Niel. aku minta maaf ya, gara-gara aku kamu jadi kerepotan." Hanum sangat malu pada Daniel.


"sudahlah, kita kan saudara, tidak usah kamu pikirkan hal-hal seperti itu." jawab daniel.


"ya sudah aku berangkat ke resto dulu ya, habisin makanannya." lanjut Daniel.


"iya hati-hati. dan terima kasih sekali lagi untuk menu sarapannya." jawab Hanum.


"iya sama-sama. daaah Hanum," Daniel pun keluar sambil melambaikan tangan.


Galang yang sengaja menghindar agar tak melihat istrinya dan Daniel pun akhirnya masuk kedalam kamar setelah tahu kalo Daniel sudah pergi.


"bagaimana, apa kamu sudah baikan sayang,?" tanya Galang.


"alhamdulillah sudah mas, kamu dari mana?, oh iya mama apa sudah bilang kepadamu mas, kalo mama hari ini akan balik ke Indonesia. ayah Atmojo sedang sakit ."


"iya kah, mama belum bilang kepadaku, memang jam berapa mama akan berangkat.?" tanya Galang lagi.


"mungkin agak siang mas, coba mas temui mama, barang kali mama butuh bantuanmu mas," tutur Hanum.


"iya juga sayang, ya sudah aku lihat mama dulu ya," pamit Galang.


Galang pun menemui mamanya dikamar yang juga sedang berkemas.


"mama mau balik,?" Galang langsung masuk karena memang pintu tidak ditutup oleh mamanya.


"iya nak, ayah Atmojo sedang sakit, sebenarnya aku juga tidak tega jika meninggalkan istrimu disini, tapi karena kamu sudah datang mama pulang dulu ya, nanti jika ayah Atmojo sudah sehat, mama pasti akan jaga istrimu lagi disini." jawab Bu Diana.


"mama tidak usah mengkhawatirkan Hanum. aku pasti akan menjaganya. yang terpenting mama hati-hati dan jaga kesehatan mama juga, jangan terlalu capek ma," tutur Galang.


Bu Diana dan Galang pun mengemasi barang-barang Bu Diana, karena siang itu juga pesawat yang akan dinaiki Bu Diana akan terbang ke Indonesia.


Galang membantu mamanya mengeluarkan koper dan memasukkan ke dalam mobil. setelah itu Galang juga yang akan mengantar mamanya ke bandara.


"Hanum mama balik dulu ya, kamu jaga kesehatan agar kita bisa segera kumpul lagi di Indonesia ya nak." pamit Bu Diana.


"iya ma, mama juga harus hati-hati. titip salam untuk ayah Atmojo ya ma, semoga beliau cepat diberi kesembuhan oleh Alloh." jawab Hanum.

__ADS_1


"iya amin. ya sudah mama berangkat dulu. ayo Lang," ajak Bu Diana.


"aku antar mama dulu ya sayang," pamit Galang sambil mencium kening istrinya


"iya mas, pelan-pelan bawah mobil nya." jawab Hanum.


"siap nyonyaku sayang," Galang pun melambaikan tangan sambil tersenyum.


Galang pun mengantar mamanya kebandara mengunakan mobil pamannya. setelah hampir setengah jam, mereka berdua sampai di bandara dan Galang membantu membawa koper mamanya sampai didepan pintu masuk untuk mamanya cek in.


"hati-hati ya ma, aku balik dulu, salam untuk keluarga mama ya." pamit Galang.


"iya nak, ingat jaga istrimu, semoga kalian juga bisa cepat balik ke Indonesia." jawab Bu Diana.


------------


Hari sudah berganti malam, Hanum merasa begitu senang karena hampir sebulan lebih tidur tidak ditemani suaminya.


"yank, besok kita periksakan kandunganmu lagi ya, aku harap semua membaik dan kita bisa segera balik ke Indonesia." ucap Galang.


"iya mas, aku juga sudah bosan tidak perna melakukan aktifitas apapun." jawab Hanum.


"ya sudah sini ayo sekarang kita tidur." Galang menarik pelan Hanum agar tidur berbantalkan lengannya.


"aku bahagia mas, akhirnya untuk sekian malam tidak tidur disisimu, malam ini aku bisa kembali merasakan hangatnya pelukanmu." ucap Hanum sambil memainkan jarinya didada suaminya.


"sayang, jangan mancing-mancing ya, mas sudah lama menahannya yank, jangan sampai malam ini mas khilaf ya," Galang memegang tangan Hanum yang jarinya asik bermain didadanya.


"iya, iya mas, maaf" Hanum pun memeluk suaminya dan memejamkan matanya.


Sepasang suami istri tersebut tertidur dengan lelapnya.


Dan keesokan harinya saat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Hanum dan Galang sudah pergi rumah sakit ditemani oleh Daniel.


Dokter menjelaskan keadaan kandungan Hanum sudah sangat membaik, hal itu yang sangat dinantikan oleh Galang agar bisa segera mungkin membawa istrinya pulang.


Dokter juga menjelaskan Hanum sudah bisa melakukan perjalanan jauh asal disarankan tidak terlalu memforsir tenaga. Hanum harus banyak istirahat dan juga tetap mengonsumsi makanan bergizi.


Galang dan Hanum pun merasa sangat bahagia. mereka berdua merencanakan akan kembali ke Tanah air 2 hari yang akan datang.

__ADS_1


Setelah dari rumah sakit, Hanum dan Galang juga Daniel, menyempatkan untuk pergi jalan-jalan agar Hanum bisa membuang rasa jenuhnya karena berhari-hari terkurung dirumah.


bersambung


__ADS_2