Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Status Devan


__ADS_3

"bagaimana aku bisa main hati dengan wanita lain, sedang dalam hatiku hanya ada Hanum, Hanum dan Hanum." ucap Galang sambil mendekap tubuh Hanum


"sudah-sudah ini kok jadi pada main drama, bagaimana rencana kita selanjutnya untuk melawan Elang permana." tanya Santi.


"perempuan cukup melihat bagaimana laki-lakinya beraksi, sayang ku


kita lihat saja, apa memangnya yang bisa dilakukan Elang Permana, bukan begitu lang" jawab Robi.


"yap betul banget, kita ikuti saja permainannya, dari situ kita nanti bisa menjebak mereka dengan permainan mereka sendiri." lanjut Galang.


"iya ,tapi kamu juga harus tetap hati-hati, jangan sampai kamu juga ikut terjebak dalam permainan Elang dan anaknya si wanita ular itu." Hanum masih cemburu.


melihat istrinya bicara sambil cemberut membuat Galang tak kuasa ingin melahap habis istrinya.


Galang mencium bibir istrinya didepan Robi dan santi.


Robi yang geram melihat adegan itu, menimpuk Galang dengan bantal sofa disampingnya.


"woe gila juga kalian ya," ucap Robi,


"sorry khilaf, habis kalo lihat istriku cemberut jadi gemes pingin melahapnya saja." jawab Galang.


"oh iya kapan rencana pernikahan kalian akan kalian langsungkan."tanya Hanum.


"kalo Santi, ingin menemukan keberadaan anak Rendra dulu baru melaksanakan pernikahan denganku, mangkanya dia gencar mengorek keterangan dari Yanti dipenjara tiap hari, atau bolehlah Lang, kau yang menanyakannya barang kali mantan istrimu itu mau menunjukkan dimana dia membuang anaknya dulu." pinta Robi.


Galang dan Hanum saling melihat, hal yang mereka takutkan pun mau tidak mau harus mereka tunjukkan kebenarannya.


"sebelumnya aku minta maaf Santi, memang jika kamu menemukan anak pak Rendra apa yang akan kamu lakukan.?" Galang mencoba mengorek keterangan terlebih dahulu.


"Rendra meninggalkan surat wasiat, dia membagi hartanya 75% untuk anak kandungnya dan 25% untuk ku. jika aku tidak mencari keberadaan anak kandung Rendra, aku masih harus terbebani mengurus perusahaan, bagaimana aku bisa mengurus kehidupan rumah tanggaku jika beban itu masih harus aku pikul." penjelasan Santi.


"tapi anak pak Rendra bukannya masih kecil," tanya Galang lagi.


"iya memang masih kecil, tapi mantan mertua ku kan bisa membimbingnya dan sekaligus membantunya sementara diperusahaan." jawab Santi.


"aku tau keberadaan anak pak Rendra." ucap Galang. Hanum menunjukkan sikap protesnya dengan memegangi tangan Galang.


"kita harus ungkapkan kebenaran sayang meski itu menyakitkan." Galang meyakinkan istrinya.


"memang benar kau tau keberadaan anak Rendra Lang?" ganti Robi yang bertanya.


Galang hanya mengangguk.

__ADS_1


"dimana" tanya Robi lagi.


"Devan pramono anak yang kalian kira selama ini anakku sebenarnya adalah anak Yanti dan Rendra. aku bertemu Yanti sudah dalam keadaan hamil." ucap Galang.


"kamu tidak lagi sedang bercanda kan Lang," tanya Robi.


"kalian bisa tes DNA dia dulu, untuk meyakinkan diri kalian." jawab Robi.


"iya kita akan melakukan hal itu" lanjut Santi.


"tapi aku mohon jika bisa jangan ambil Devan sekarang, aku gak mau memisahkan mama dengan Devan. kau tau kan betapa mamaku mencintai Devan seperti cucunya sendiri." pinta hanum pada Santi.


"semua itu biar nanti mertuaku yang memutuskan num," jawab Santi.


"tapi keputusan lebih baik kita serahkan sendiri kepada Devan, aku yakin dia sudah mengerti, dan yang anak itu tau aku lah papa kandungnya, pasti dia akan terkejut jika mengetahui aku bukan papanya. kita juga tidak boleh egois sayang, kita beritahu mama pelan-pelan aku yakin mama juga akan mengerti." tutur Galang.


"baiklah, aku akan mencoba bicara dengan Devan dan mama, tapi aku mohon jangan ambil Devan sebelum dia benar-benar siap, aku takut dia belum bisa terima keadaan" ucap hanum


"iya num, tapi aku mohon agar kau juga membantu memberi pengertian kepada Devan ya," pinta Santi.


"akan aku usahakan Santi." jawab Hanum.


setelah berunding akhirnya Robi dan santi pun pamit pulang.


"bagaimana ini mas, kenapa tadi kau kasih tau mereka?" Hanum sedikit panik.


"bukannya mas tega sama Devan sayang, tapi Devan juga berhak tau," tegas Galang.


"tapi andai dia tidak terima dan menyangka kita tidak lagi sayang sama dia gimana?" Hanum masih juga belum terima.


"percaya sama mas, Devan adalah anak yang pandai dia akan memahami situasi jika kita ajak dia bicara pelan-pelan." Galang terus meyakinkan Hanum.


"baiklah mas, kita coba bicara dengannya pelan-pelan. tapi mas juga harus berjanji padaku tidak akan memaksa Devan untuk hal ini,"


" iya sayang, apa kau sudah sebegitu sayang kepada Devan sayang ,sampai kau begitu kekeh mempertahankannya?"


"mas, bagi mama kehilangan Adit dan Bagas adalah pukulan terberat baginya saat keluarga mas Robi mengambil paksa hak asuh dan melarang kami menemui mereka, itulah sebabnya mama manyibukkan diri dengan anak-anak panti, berharap dia bisa mendapat sosok cucu yang telah dirampas darinya, kini Devan dan Devi hadir dalam kehidupan mama, aku yakin kekecewaan seperti dulu akan terulang jika Devan dibawah pergi dari sisinya." Hanum menjelaskan .


" mama memang sosok penyayang ya sayang."


" itulah mama mas".


"ya sudah kita tidur sekarang, besok pagi mas ada rapat dengan orang- orang kantor cabang kota xx, " ucap Galang,

__ADS_1


"oke lah, Met malam mas, "


"selamat malam istriku."


akhirnya mereka pun tertidur dengan berpelukan.


keesokan harinya Galang yang sedang rapat dengan orang kantor cabang kota xx, mendapat laporan jika Yasmin menunggunya.


"bos ada nona Yasmin menunggu" bisik David.


"bilang padanya aku sedang rapat dan gak bisa diganggu " Galang menjawab dengan berbisik juga.


David pun mengangguk dan keluar dari ruangan rapat. dia menemui yasmin


"maaf nona Yasmin ,pak Galang belum bisa menemui nona karena sedang rapat." ucap David.


"baiklah aku akan menunggunya." jawab Yasmin.


"tapi sepertinya rapatnya akan berlangsung lama nona"


"biar saja ,aku akan tetap menunggunya, pergi saja kamu, lagian aku gak ada urusan sama kamu." Yasmin mengusir David.


"tapi maaf nona, lebih baik nona tunggunya diluar saja, jangan diruangan pak Galang nona" kini ganti David yang mengusir Yasmin.


"kamu siapa berani-beraninya mengusir aku haa, asal kau tau aku adalah pacar dari bos mu, jadi kamu harus hormat kepadaku." Yasmin berbohong pada David.


"benarkah yang nona katakan. tapi kenapa saya tidak percaya ya nona,"


Yasmin pun terpancing emosinya.


"kau boleh tidak percaya , tapi akan aku buktikan omonganku ini benar, dan siap-siap saja kau bakal dipecat."


"baiklah akan saya tunggu waktu itu nona,"


mendengar David bicara Yasmin semakin emosi dan keluar dari ruangan Galang sambil membanting pintu.


David hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan yasmin.


pak Galang akan menjadi orang yang paling bodoh jika mau melepas orang seperti Bu Hanum demi wanita sepertimu. ucap David lirih


"siapa yang kau bilang bodoh vid," tanya Galang.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2