
"ih iya nyonya apa sudah makan.saya siapkan makan ga nya .?" tanya bik surti.
"aku mau ketemu mama saja dulu bik, mama dimana,? tadi aku lihat dikamarnya tidak ada.?" Hanum balik bertanya.
"nyonya ke makam den Adit sama den Bagas nya, nyonya besar kan biasa ke makam tiap hari Kamis nya," jawab bik Surti.
"kalo bik Narsih dimana bik,?" Hanum kembali menanyakan orang-orang yang dirindukannya.
"mbak Narsih pergi mengunjungi nyonya sundari nya, katanya beliau sedang sakit. dan juga bik Narsih mau memastikan kapan nyonya sundari akan dibebaskan." jelas bik Narsih.
"ya sudah kalo begitu aku mau istirahat dulu ya bik, dan tolong nanti bibi bilang ke Devi bahwa kami sudah pulang,,, tapi tunggu, Devi sudah pulang apa masih di tempat les.?"
"non Devi masih ditempat les nya, kata nyonya besar nanti nyonya besar yang akan menjemputnya."
"oh ya sudah."
Hanum pun bergegas menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya, Hanum kembali teringat dengan kedua almarhum anaknya.
Adit, Bagas maaf ya nak mama lama tidak ziarah ke makam kalian. ini malah nenek yang sering ke makam kalian. batin Hanum.
Tak terasa buliran air bening keluar dari sudut mata Hanum. Hanum mengusap air matanya lalu segera pergi ke kamar mandi, Hanum membersihkan diri kemudian melakukan sholat dhuhur.
Selesai sholat Hanum merasa lebih tenang, doa yang dia panjatkan ke pada Alloh untuk nya dan juga anak-anak dan keluarganya menjadikan dia merasa lebih kuat, karena apa pun yang terjadi sudah dia pasrahkan kepada Alloh.
"sayang," Galang memeluk istrinya dari belakang.
"mas," jawab Hanum.
"ini lah yang selalu aku rindukan setiap jauh darimu yank, kamar ini terasa lebih sejuk melihat wanitaku yang sholikha ini melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah.ada ketenangan dan kesejukan tersendiri buatku saat melihatmu sedang sholat." ucap Galang sambil mempererat pelukannya.
"jangan kuat-kuat mas meluknya, sakit lho." tutur hanum.
"iya kah sayang, maaf ya kalau begitu." Galang pun melonggarkan pelukannya
"sana mas bersihkan diri dulu kemudian ganti mas yang harus sholat. ayo cepat, habis itu ayo kita makan. perutku sudah sangat lapar." perintah Hanum.
"iya sayang, tunggu sebentar ya." Galang pun bergegas melakukan apa yang dikatakan istrinya tadi.
Hanum menuju dapur dan melihat masakan apa yang disiapkan bik Surti kali ini.
huueeeek huueeekkk, Hanum langsung mual melihat apa yang ada dimasak bik Surti.
"nyonya, nyonya kenapa,?" tanya bik Surti saat melihat Hanum berlari ke wastafel dan memuntahkan cairan yang sedikit kekuningan.
"gak apa-apa bik, ini hanya bawaan hamil saja kok, bik surti tidak usah khawatir." jawab Hanum.
"tapi nyonya kelihatan pucat, bibi bikinkan teh hangat ya.?"
"iya bik boleh." jawab Hanum.
"mamaaaa," teriak Devi saat baru pulang sekolah.
"anak cantik mama, mama kangen sayang," ucap Hanum sambil memeluk Devi.
"Devi juga ma," jawab Devi.
"Hanum, kamu sudah pulang nak,?" Bu win menghampiri putrinya kemudian Hanum pun mencium punggung tangan mamanya.
"mama sehat kan, maafkan Hanum ya ma, mama jadi kerepotan ngurus anak-anak." sesal Hanum.
__ADS_1
"mama gak repot nak, kan ada bik Surti dan bik Narsih. mama malah sangat mengkhawatirkan keadaan kamu." ucap Bu win.
"tapi sebentar kenapa wajahmu sangat pucat." lanjut Bu win.
"Hanum dari kemaren hanya makan roti dan minum susu saja ma. masakan apapun masih susah dicerna rasanya. ini saja barusan Hanum juga muntah." jelas Hanum.
"ya meski sedikit-sedikit kalau bisa kamu tetap harus makan nak, ingat calon anakmu juga butuh asupan makanan." tutur bu win.
"besok chef khusus untuk dik Hanum juga datang kok ma, hanya makanan dari chef tersebut yang tidak kembali dimuntahkan olehnya." sahut Galang yang juga baru keluar dari kamarnya.
"maksud kalian.?" Bu win merasa heran.
"iya ma, hanya masakan Daniel adik sepupu mas Galang saja yang bisa Hanum makan dan tidak membuat mual. makanya mas Galang meminta Daniel agar datang kemari. mungkin besok dia sudah sampai." jelas Hanum.
"sembari menunggu besok, paling tidak kamu makanlah sesuatu nak, gak mungkin kan kamu seharian tidak makan." nasehat Bu win.
"iya ma, Hanum sudah minta bik Surti bikinkan teh hangat. nanti hanum akan makan roti yang dicelupkan ke teh hangat saja. biasanya sih sedikit-sedikit bisalah masuk ke perut dari pada makanan yang lain." jawab Hanum.
"ya sudah mama masuk ke kamar dulu ya, mama tadi belum sholat. ayo Devi kamu juga harus mandi dan ganti baju. lalu kita sholat ya." ajak Bu win pada Devi.
"iya nek." jawab Devi.
"anak mama pinter dan rajin. mama bangga padamu nak." Hanum mencium kening Devi sebelum Devi berlalu
Hanum dan galang pun duduk diruang makan. Galang makan makanan yang sudah disiapkan dimeja makan tersebut. sedang Hanum hanya memakan dua lembar roti gandum dan meminum segelas teh hangat.
Hari menjelang sore saat bik Narsih baru saja datang menjenguk Bu suwindah.
"nyonya, kapan nyonya datang,?" tanya bik Narsih.
"tadi siang bik, bik Narsih apa kabar,"
"apa bik, benarkah yang bibik katakan. amin ya Alloh." Hanum pun bahagia mendengar kabar baik tersebut.
"tapi itu masih belum pasti nyonya," ucap bik Narsih.
"ya semoga saja itu akan jadi hal yang pasti bik."
"amin," sahut bik Narsih.
bik Narsih pun pamit ke belakang. Hanum dan Galang pun saling melempar senyum merasa segala keberuntungan selalu datang didalam hidup mereka.
Tara dan Devi yang sedang asik bermain pun terheran-heran melihat mamanya dan papanya.
"kenapa mama dan papa tersenyum terus. apa ada yang lucu." tanya Devi.
"tidak sayang, mama dan papa sangat bahagia. makanya kami tersenyum." jawab Hanum.
"papa, Tara katanya mau dibelikan kuda, kapan pa,?" tanya Tara pada papanya.
"nanti saat Cece libur sekolah, kita pulang kampung dan membeli kuda disana ok," jawab galang.
"bener ya pa, papa tidak bohong kan." tegas Tara
"iya bener. memang kapan papa bohong.?" jawab Galang.
"horeeeee Tara mau beli kuda yang besaaaarrr biar kuat gendong Tara keliling-keliling." Tara pun sangat bahagia.
---------
__ADS_1
Keesokan harinya.
"hai Daniel. ayo masuk lah, " sambut Hanum saat melihat Daniel yang baru turun dari mobil.
"waauuu rumah kalian sangat besar sekali." ucap Daniel.
"sudah ayo masuk dulu Niel." ajak Galang yang juga baru turun dari mobil.
Daniel pun ikut masuk dan terkagum-kagum melihat rumah sepupunya yang sangat Mega dan mewah tersebut.
"istirahatlah dulu Niel, ini kamar buat kamu." Hanum dan Galang mengantar Daniel masuk kedalam kamar khusus tamu.
"baiklah, tapi nanti kalian harus janji kepadaku akan mengajakku keliling kota ini ya," pinta Daniel.
"iya kami janji, masih banyak waktu juga kan untuk itu." jawab galang.
"iya juga sih, ya sudah aku juga mengantuk kalian boleh keluar. haaaaa haaaaa" Daniel bercanda pura-pura mengusir Hanum dan Galang.
"dasar adik kurang ajar memang," Galang menjitak kepala adik sepupunya tersebut.
Sedang mendengar bosnya sudah balik ke Indonesia. Gita pun ingin menjenguk dan juga menyerahkan pembukuan butik dalam sebulan terakhir.
"nyonya ada non Gita didepan." ucap bik Surti.
"oh iya bik, bilang suruh tunggu sebentar." jawab Hanum.
"siapa Gita num,?" tanya Daniel.
"dia asistenku, orang cantik dan masih jomblo loh Niel." jawab Hanum.
"iya kah, kalau begitu aku ikut menemui dia boleh kan?" tanya Daniel.
"boleh, ayo ikut" hanum pun menarik tangan Daniel.
Galang yang melihat pun sangat geram.
"sayang, kamu tidak usah pakai menggandeng tangannya segala kan." teriak Galang.
"uppss iya maaf," ucap Hanum lalu melepas tangan Daniel
"ah dasar laki-laki pencemburu. ayo kita temui asistenmu itu jangan perdulikan dia." Daniel makin membuat panas kakak sepupunya dengan merangkul bahu hanum.
"woe dasar kau ya. awas kalo kau macam-macam." Galang menarik tangan daniel.
"haaaa haaaa emosi emosi kau ya," Daniel makin menggoda Galang.
"biar saja anak ingusan." jawab galang.
"sudah-sudah, kalian gak malu apa dilihat Gita." Hanum melerai kedua bersaudara tersebut.
"hai Gita." sapa Hanum.
"mbak, gimana keadaan mbak Hanum. baik-baik sajakan." tanya Gita.
"pasti dia sangat baik nona cantik, kan ada adiknya yang paling tampan ini yang selalu menjaganya." sahut Daniel sambil mendekat ke arah Gita.
*wauu tampan sekali dia,Gita terkesima melihat Daniel.
cantik sekali dia.**batin Daniel.
__ADS_1
bersambung***.