
"jadi Devan bukan anak mas Galang," tanya Hanum.
"aku baru tahu jika Devan anak dari pak Rendra, sewaktu Yanti kepergok aku menemui pak Rendra dikantor. dua hari sebelum aku terima surat PHK , tapi aku tidak mengira jika Yanti kembali menjalin hubungan dengan pak rendra, aku mengetahuinya ya saat kamu memberitahukan itu tempo hari sayang." jelas Galang.
"kenapa mbak Yanti tidak menikah sama pak Rendra padahal jelas2 dia hamil anaknya." tanya Hanum lagi,
"aku sempat bertanya pada Yanti, Yanti bilang waktu dia melakukan hubungan itu pak Rendra telah berstatus tunangan dengan anak rekan bisnis orang tuanya. oleh karena itu Yanti menghilang dari pak Rendra ,aku juga mengetahui Devan anak dari pak rendra, waktu itu aku tidak sengaja melihat Yanti menemui pak rendra, tapi Yanti akan tetap menyembunyikan perihal siapa Devan pada pak Rendra. alasan dia padaku waktu itu, dia menemui ayah kandung Devan dan ingin membalas dendam karena sudah mencampakkan dia dan anaknya. tapi ternyata itu juga cuma alasan yang diberikan kepadaku. dan kamu bisa lihat sendiri sekarang seperti apa kebenarannya. dan baru sekarang aku bisa mengambil kesimpulan. Yanti tidak memberitahukan pada pak Rendra, kemungkinan itu dibuat alat untuk terus bisa mendekatkan diri pada pak Rendra, secara tidak langsung pak Rendra pasti terus ingin mengorek keterangan dimana anak kandungnya, soalnya pak Rendra tidak memiliki anak dengan Bu Susanti." jelas Galang.
"kok mas bisa seyakin itu,?"
"sayangku, mas cukup lama kerja dengan pak Rendra, kabar apapun tentang penguasa no 1 dikantor pasti cepat menyebar lah, terlebih Bu Santi sudah bertahun2 menika tapi belum juga diberikan keturunan. sampai Bu Susanti mengadopsi anak sebagai pancingan buat cepat hamil pun orang kantor semua juga tau,"
"iya juga ya mas," Hanum baru mengerti.
"sudahlah sayang, sebenarnya mas juga sudah terlanjur sayang dengan Devan. izinkan mas tetap merawat Devan ya?," pinta Galang.
"tapi mas, seandainya keluarga pak Rendra tahu dan meminta Devan bagaimana.?"
"devan Uda besar sayang, itu terserah Devan nya nanti, mau tetap bersama kita atau kembali kekeluarga kandungnya. tapi mas mohon untuk saat ini biarkan Devan bersama kita ya?"
"bagaimana aku bisa menolak mas, aku juga sudah sayang sama Devan dan Devi."
"terima kasih sayang, semoga apa yang kita lakukan kedepannya bisa meruba keadaan menjadi lebih baik."
"amiinn."
setelah beberapa saat Hanum dan Galang selesai bercerita, devan pun tersadar,
"ini dimana, papa, mama, Devi kalian dimana,?" Devan membuka mata tapi masih belum bisa bergerak bebas karena merasa tubuhnya yang sangat lemas,
Galang dan Hanum pun segera menghampiri.
"Devan kamu sudah sadar nak, ini mama Hanum sama papa ada disini," jelas Hanum.
"Devi mana Devi ma, pa, Devi kelaparan ma, Devi menangis terus, mama terus saja memukulnya kalo dia tidak mau diam. tolong Devi pa" Devan panik karena belum melihat keberadaan adiknya.
"tenanglah sayang Devi itu ada di sampingmu, dia masih belum sadar, sekarang Devan tenangkan diri ya sayang, mama dan papa sudah ada disini. Devan dan Devi aman bersama mama dan papa."
"ma, pa ajak Devan dan Devi tinggal sama mama Hanum dan papa, Devan takut pa, sama mama Yanti." pinta Devan.
"iya sayang, Devan sekarang makan dulu ya biar cepat sembuh, dan lepas itu kita pulang kerumah mama Hanum ,ok " Hanum menyemangati Devan.
__ADS_1
Devan pun mengangguk, kini Hanum pun menyuapi Devan dengan telaten dan penuh kasih sayang.
"ammpuunnn ma, ampuunnn adik takut ma, kak Devan tolong Devi kak, sakit kak," tiba2 Devi mengigau, Galang pun berlari mendekat.
"Devi, Devi sadar sayang, ini papa ada disini, Devi jangan takut nak, papa sudah datang dan akan selalu menjaga Devi" Galang sangat panik melihat keadaan anaknya.
diraba dahi anaknya dan benar adanya Devi demam tinggi.
"kenapa mas,?" tanya Hanum
"demamnya sangat tinggi, lebih baik aku panggilkan dia dokter dulu"
"iya mas, cepatlah aku takut terjadi apa2 dengan Devi mas,"
Galang memencet tombol disamping ranjang anak2nya, beberapa saat kemudian datanglah dokter dengan asistennya.
"ada yang bisa kami bantu pak ?"
"dokter anak saya dari tadi mengigau dan demamnya juga sangat tinggih."
"baiklah saya periksa dulu ya pak"
Galang pun memberi ruang untuk dokter tersebut memeriksa keadaan Devi.
"oh iya dik terima kasih untuk informasinya."
"baiklah saya pamit dulu.," dokter pun pergi tapi sebelum pergi dokter memberi interuksi pada asistennya hal apa yang harus dilakukan pada devan dan Devi.
hal yang ditunggu2 pun tiba, Devi tersadar dan membuka matanya.
"papa, papa Devi takut pa" panggil Devi pada Galang yang tertidur dikursi disamping ranjang devi
"devi, kamu sadar nak, Devi tidak usah takut papa disini sayang,"
"papa bawa Devi pergi pa, Devi gak mau sama mama, mama jahat pa, mama pukul Devi terus." rengek Devi
"iya sayang, Devi dan kak Devan akan tinggal sama papa, tapi Devi harus sembuh dulu ya sayang, pokoknya Devi yang tenang papa tetap disini dan gak akan kemana2."
Devi pun cuma mengangguk.
"Devi sudah sadar mas," tanya Hanum yang baru datang dari membeli makanan.
__ADS_1
"iya sayang,, itu Devi lihat, mama Hanum juga ada disini menemani Devi, jadi Devi jangan takut lagi ya nak," tutur Galang.
"hallo anak mama yang cantik, cepat sembuh ya nak, mama Hanum boleh peluk gak nih."
Devi pun mengangguk dan Hanum pun memeluk Devi yang masih terbaring, Hanum memeluk dengan hati2, takut menyenggol jarum infus ditangan Devi.
"sepertinya demamnya sudah turun mas," Hanum memberitahu Galang , dan galang kembali memegang dahi Devi.
"iya sepertinya sudah turun.. Devi maem ya nak, biar Devi cepat sembuh dan kita bisa pulang ke rumah mama Hanum." bujuk Galang pada putrinya.
" iya pa, Devi juga sangat lapar,"
kini giliran Galang yang menyuapi putrinya, karena Devi minta dipangku oleh Hanum.
Devan melihat adiknya baik2 saja pun akhirnya menangis bahagia.
Dua hari telah berlalu, akhirnya Devan dan Devi pun diizinkan pulang. tapi Hanum memutuskan untuk tinggal beberapa hari dikota, disamping Hanum tidak tega melihat anak2nya melakukan perjalanan jauh karena baru sembuh, Hanum juga ada pekerjaan yang harus dia kerjakan.
Hanum menemui dan meminta bantuan seseorang kepercayaannya untuk mengurus perizinan pembangunan yang akan dia dirikan dikota J. dia juga menemui calon kontraktor yang akan diberikannya kepercayaan mengerjakan proyek pembanguan gedungnya tersebut.
"mas aku sudah menemui pak Andi untuk membantu mengurus surat perizinan dan juga sudah menemui kontraktor yang memenangkan tender kemaren. mas udah cek semua kan apa yang aku bilang tempo hari," tegas Hanum.
"sudah sayang,"
"makasih ya suamiku sayangg" Hanum mencium pipi suaminya.
"anak2 sudah membaik, dan alkhamdulilah Devi juga tidak mengalami hal yang kita takutkan. urusan kerjaan dikota juga sudah beres, sekarang tinggal urusan satu ini belum beres sayang." Galang menarik tangan Hanum dan disuruh memegang senjatanya yang menegang.
"apa sih mas, ?" Hanum tersipu malu.
" boleh ya sayang, berhari2 dianggurin karena banyak masalah, kasian sekali dia sayang" bujuk Galang terus.
**Hanum : iya boleh kok sayang, tapi author bilang disambung nanti dulu.
Galang : jahat banget si tu author gak tau apa Uda kebelet banget.
Hanum : author ada meeting cuma sebentar kok.
Galang : bilang tu sama author sayang , mas bakal ngambek gak mau ikut main.πππ
author : gak mau juga gak apa kok, biar author nikahkan lagi hanum sama orang lain.π€£π€£π€£
__ADS_1
Galang : iya deh gue nurut sama loe tor, tapi awas aja ya kalo sampai berani nikahkan Hanum sama orang lain.
author : mangkanya yang sabar.πππ**