Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Perceraian


__ADS_3

Robi sangat terkejut dengan penjelasan Hanum tentang statusnya kini.


apakah aku benar2 tidak memiliki kesempatan lagi num. memang aku dulu begitu egois tak mau mendengarkan penjelasanmu, suara hati Robi .


"maafkan aku pak Galang, aku benar2 tidak mengetahui jika kalian sudah menika. sekali lagi saya minta maaf, dan saya ucapkan selamat atas pernikahan kalian." tutur robi .


"sudah mas, kita bicarakan ini sambil makan siang. kami juga membutuhkan bantuan mu mas," sahut Hanum.


"baiklah, kita ke restoran jepang dekat sekolah Adit dulu itu saja," ajak Robi .


"iya mas duluan saja, adahal yang ingin aku bicarakan sebentar dengan suamiku."


Robi pun berlalu pergi lebih dulu, didalam hatinya dia simpan rasa kecewa dan cemburu. tapi sikap dewasanya kini lebih dominan menguasainya. sehingga dia pun tak lagi meluapkan kecemburuan dengan kekerasan setelah mendapat penjelasan Hanum.


lain hal dengan Galang dan Hanum. Hanum harus extra membujuk suaminya kini yang sedang dibakar rasa cemburu dan emosi.


"mas jangan salah paham lagi ya," bujuk Hanum.


"bagaimana aku bisa terima sayang melihatmu dipeluk mantan suamimu, apalagi tanpa bertanya mantan mu itu menghajar mas seperti ini."


"tapi dia kan benar2 gak tau kejadian sebenarnya, sudahlah sayangku, aku juga gak tau mulai kapan cinta dan sayang ini tumbuh begitu besar kepadamu, jadi jangan ragukan diriku lagi ya sayang." tegas Hanum.


"berjanjilah apapun yang akan terjadi nanti, kamu tidak akan meninggalkan mas, mas juga begitu mencintaimu, dan gak akan sanggup kehilanganmu sayang." pinta Galang.


"makanya mas jangan cemburu lagi ya, aku sengaja meminta bantuan mas Robi untuk meminta data cctv di villa tempat mbak Yanti menginap, karena setahuku villa2 didaerah sana itu milik keluarga herdiansyah. atau tepatnya milik mas Robi."


"benarkah, kebetulan sekali kalo gitu sayang, dengan bukti2 yang kuat, akan memudahkan ku mengajukan perceraian kepengadilan."


"untuk itu semua aku serahkan sama mas, bagaimana pun mbak Yanti adalah wanita yang pernah ada dihati mas Galang."


"kamu salah sayang, suatu saat nanti mas akan menceritakannya semua padamu, sekarang kita susul pak Robi , kasian dia menunggu lama."


"tapi mas janji ya akan menceritakan kisah mas itu"


"iya mas janji sayangku" cup Galang mengecup bibir istrinya dan diajak nya masuk ke mobil untuk menyusul Robi ke restoran.


sesampainya direstoran, Hanum pun mencari2 keberadaan Robi. dan dilihatnya Robi duduk di pojok tempat VIP resto tersebut.

__ADS_1


"maaf mas lama" sapa hanum


"tidak apa2, aku juga gak lagi sibuk kok.silahkan duduk pak Galang, maaf ya atas kejadian tadi." jawab Robi.


"iya terima kasih, untuk kejadian tadi gak usah pak Robi khawatirkan." tegas galang.


kini giliran Hanum yang mengutarakan maksudnya pada Robi.


"mas Robi sebelumnya kami minta maaf jika merepotkan mu nantinya." ucap hanum


"bicaralah, jika memang aku bisa bantu aku pasti akan bantu." Robi memberi kesempatan.


"begini mas, villa di daerah B, itu bukannya villa keluarga mas ya,"


"iya betul"


Hanum pun mengutarakan semua permohonannya. dia menjelaskan semua rencana yang akan mereka jalankan sore itu juga. Robi pun bersedia membantu bahkan Robi menghubungi penjaga villa miliknya yang akan dibuat menginap Yanti dan Narendra. atau lebih tepatnya villa yang disewa Narendra.


Tanpa Galang dan Hanum ketahui ternyata pihak dari istri Narendra pun juga merencanakan akan mengrebek perselingkuhan Yanti dan Narendra. bahkan pihak mereka lebih dulu bertindak dari pada Hanum.


Disisi lain istri Narendra yang bernama Susanti dan beberapa anggota keluarganya mengikuti kemana Narendra pergi. dilihatnya Rendra menjemput Yanti dibutik. kemudian mereka melajukan mobilnya ke arah puncak yang tetap terus diikuti Susanti. setelah beberapa saat Narendra dan Yanti masuk villa tersebut akhirnya rombongan Susanti pun memaksa masuk kedalam villa tersebut. Susanti berhasil menerobos masuk. dilihatnya Yanti yang bermesraan dengan suaminya.. Susanti yang sedang diselimuti amarah langsung menarik tubuh Yanti dan diseretnya Yanti ke halaman villa tersebut.


Rombongan Hanum ,Galang dan Robi pun baru sampai saat melihat Yanti sudah babak belur dihajar Susanti dan keluarganya. bahkan saat Hanum keluar hendak melerai bertepatan dengan Susanti berhasil membuka paksa pakaian Yanti, sungguh tragis apa yang dialami Yanti, tapi itu semua karena ulahnya sendiri.


Hanum pun berlari mendekat.


"hentikan saya mohon hentikan" teriak Hanum sambil berusaha memisahkan Susanti yang terus meronta ingin menghajar Yanti.


"siapa kamu ha, ada hubungan apa kamu dengan wanita ****** ini haa?" teriak Susanti pada Hanum.


"mbak lebih baik tenang ya, tahan emosinya mbak. jangan mengotori tangan mbak dengan membunuh orang mbak. lihatlah dia sudah tidak berdaya mbak." Hanum terus mencoba merayu Santi agar menghentikan tindakan brutalnya.


Susanti pun agak tenang dan tanpa disadari dia memeluk Hanum dan menagis sekencang2nya.


"wanita itu sangat kurang ajar, wanita itu menggoda suamiku, biarkan aku membunuhnya dengan tanganku," teriak santi masih dalam pelukan Hanum.


"mbak mari kita masuk ,kita bicarakan ini dengan baik2 ya mbak. dan mas Galang tolong bantu mbak Yanti bawah masuk mas." bujuk Hanum.

__ADS_1


"aku tidak akan membantunya, hak ini yang dia cari biar dia rasakan semua ini." Galang menegaskan bicaranya.


"mas ingat Devan dan Devi mas, jangan mengedepankan egomu mas, kita bicarakan ini baik2 didalam mas."


akhirnya Galang mau menuruti kemauan Hanum membantu Yanti masuk kedalam villa.


Dan Hanum dengan merangkul susanti juga membantu Susanti masuk kedalam villa.


akhirnya didalam villa tersebut semua orang duduk dengan menahan emosinya masing2.


"pa tolong aku pa, aku sadar aku salah pa, bawah aku pergi dari sini pa," bujuk Yanti pada Galang.


"aku tidak akan menolongmu. kau sudah menjebak aku dan Hanum kau manfaatkan keadaan dengan terus menerus mengeruk harta Hanum demi kesenanganmu. dan ini lihatlah, betapa buruknya dirimu kau bahkan berselingkuh dengan suami orang. lihatlah wanita yang hatinya kau sakiti itu lihat dengan matamu. betapa terlukanya dia. setelah semua yang terjadi kamu bilang baru sadar, bener2 sudah tidak waras, bukannya menolongmu tapi mulai detik ini juga aku talak kamu, kamu bukan lagi istriku, aku akan urus perceraian kita" Galang meluapkan emosinya.


"ampun mas ampun tolong jangan ceraikan aku," Yanti memohon2 tapi Galang malah mengibaskan tangan Yanti yang memegangi lengan Galang. karena merasa gak diperdulikan galang, Yanti beralih ke arah Rendra.


"mas Rendra mas mencintai aku kan, mas nikahi aku mas jangan tinggal kan aku ya, bukannya mas bilang sudah tidak mencintai istri mas" bukannya menolong Yanti, Narendra malah mendorong tubuh yanti.


"kamu kejam mas, kamu kejam" Yanti berteriak pada Rendra.


tanpa disengaja Yanti melihat ada pisau untuk mengupas buah di atas meja. Yanti berlari mengambil pisau tersebut dan menusukkan pisau tersebut pada Rendra.


"aaahhhhhwwww" Rendra berteriak kesakitan, spontan semua orang menoleh dan berhambur akan menolong Rendra. tapi Yanti menarik pisau tersebut dan menghadang ke semua orang yang akan mendekat.


"jangan mendekat, jangan mendekat," teriak Yanti, karena posisi Hanum paling dekat dengan Yanti , Yanti berhasil menarik tangan Hanum dan menjadikan Hanum sebagai sanderanya.


"jika kalian berani mendekat , akan aku bunuh Hanum juga, menjauhlah kalian cepat." semua tidak ada yang berani mendekat.


"Yanti lepaskan Hanum, atau kau akan menerima semua akibatnya jika sedikit saja kau melukai Hanum" teriak Galang.


"haaa haaa haaa rupanya kau sudah tergila2 padanya ya haaa haaa, kau harusnya berterima kasih kepadaku karena ide ku kau bisa menikah dengan wanita bodoh ini". tawa Yanti sungguh menakutkan.


Yanti terus Manarik tubuh Hanum keluar dari villa.tanpa diduga pisau yang ditarik dileher Hanum sedikit melukai leher Hanum. darah pun keluar dari kulit leher yang tersayat pisau.


"Yanti lepaskan Hanum dia terluka, lepaskan yantiiiiiii" teriak Galang.


Akhirnya Yanti berhasil masuk ke mobil Hanum yang memang sedari tadi masih terbuka, dan beruntung sekali Yanti kunci mobil juga masih tergantung ditempatnya.

__ADS_1


didorong tubuh Hanum menjauh dan dilemparnya pisau yang dia pegang. dan Yanti menghidupkan mobil dan akhirnya Yanti pun berhasil kabur.


bersambung 😘😘😘


__ADS_2