
"bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit saja mbak,?" tanya Hanum.
"ok, kalo kalian memang mau bertanggung jawab." ucap wanita itu
kesempatan emas nih,batin wanita yang terserempet mobil Galang.
"ayo mas buka pintu mobilnya, biar aku bantu mbak ini masuk ke mobil." ucap Hanum.
"hai mbak, bukannya aku tidak mau kamu bantu, tapi ada baiknya laki-laki ini saja yang mengangkat ku, karena aku tidak bisa berjalan." ucap wanita itu.
"baiklah, biar aku saja yang mengangkatnya sayang," sahut Galang.
"tapi sepertinya dia hanya pura-pura mas," bisik Hanum.
"tapi, kita tidak punya pilihan lain sayang," Galang juga berbisik.
"kenapa kalian malah saling berbisik, baiklah kalo kamu tidak mau membantuku, biar aku berteriak agar warga sini saja yang membantuku," ancamnya.
"iya iya mbak, saya akan membantu mengangkat mbaknya," galang memilih mengalah.
"oh iya namaku Anna, jangan panggil aku mbak mbak terus, gak enak didengar." ucap wanita bernama Anna itu.
"iya mbak Anna maaf saya akan mengangkat mbak sekarang," jawab Galang
Hanum hanya melihat wanita itu penuh kekesalan.karena Hanum merasa wanita yang bernama Anna itu hanya bersandiwara.
Galang mengangkat tubuh Anna dan kesempatan itu dibuat untuk Anna memeluk tubuh Galang dengan erat, Anna sengaja menempelkan dadanya didada Galang.
Galang buru-buru menuju mobil dan menyuruh Anna duduk dikursi belakang, dengan posisi Galang yang tertunduk karena membantu Anna duduk, Anna lagi-lagi tak menyia-nyiakan kesempatan mencium pipi Galang.
"maaf tidak sengaja," ucap Anna.
Galang tidak menjawab malah Galang melihat kearah Hanum.
Hanum pun melihat Galang dengan mata melotot.
"ayo sayang, cepat masuk ke mobil." ucap Galang sambil membukakan pintu mobil untuk Hanum.
"awas saja ya mas," bisik Hanum saat ada disamping galang.
Galang hanya pasrah menerima apa yang bakal istrinya lakukan.
Galang mengemudikan mobilnya kearah rumah sakit terdekat, tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai. lagi-lagi Anna sengaja minta dibantu oleh Galang untuk diangkat dari dalam mobil. tapi kali ini Hanum punya cara agar Anna tidak lagi digendong Galang.
__ADS_1
"mas panggilkan perawat untuk membantu mbak Anna ini turun," pinta Hanum.
Sebelum Anna memintanya untuk yang kedua kali supaya membantunya turun Galang segera berlari masuk ke lobby rumah sakit dan meminta pihak rumah sakit untuk membantu Anna.
Anna memasang wajah cemberut dan mengepalkan tangannya.
Hanum sedikit tersenyum karena kali ini Anna gagal dengan trik nya.
inikan masih jam kerja, wanita ini pasti selingkuhan laki-laki tadi, dan laki-laki tadi pasti atasannya, aku kan gak kalah cantik, aku akan mengikat laki-laki tadi dengan trik cederaku agar laki-laki tadi selalu dekat kepadaku, batin Anna.
"mari nona pegangi saya," ucap perawat yang membantu Anna turun.
Anna memegangi tangan perawat itu kemudian.
"auuwww auuwww aku ini gak bisa jalan. lebih baik kalian panggilkan aku laki-laki yang menabrakku tadi agar dia bertanggung jawab mengangkat ku." teriak Anna.
"saya rasa kaki nona hanya terkilir, nona pegangi saja tangan saya pasti nona bisa kok, lagian ini sudah kami bawakan kursi roda juga kok," jelas perawat tersebut.
Akhirnya Anna pun menurut dengan tetap berpura-pura kesakitan.
Saat Anna didorong masuk ke arah rumah sakit, Hanum ikut serta berjalan dibelakang perawat yang membantu mendorong kursi roda Anna.
Anna segera dibawah keruang pemeriksaan dan dokter yang bertugas pun bergegas memeriksa Anna.
"nona ini hanya terkilir, dan lecet sedikit saja, jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir.nona hanya perlu istirahat sampai kaki nona bisa digerakkan seperti biasa. nanti saya akan memberi resep obat silahkan ditebus didepan." jelas dokter tadi.
"itu hanya saran dari saya nona, agar nona bisa cepat berjalan dengan normal." jelas dokter lagi
"mbak Anna tidak usah khawatir. mbak Anna tinggal dimana biar nanti kami antar mbak pulang, soal mbak dirawat siapa biar nanti saya bayar orang agar merawat mbak Anna. saya juga akan memenuhi kebutuhan mbak selama mbak Anna masih belum sembuh." tutur Galang.
"kenapa ribet sekali, mas kan bisa mengajak saya tinggal dirumah mas, dan setelah sembuh saya berjanji akan pergi dari rumah mas, atau mas dan mbak ini akan lari dari tanggung jawab." Anna terus saja memakai trik yang licik.
"baiklah mas, kita bawa saja mbak Anna ini kerumah," ucap Hanum setengah kesal.
"jadi kalian serumah," tanya Anna pada Galang dan Hanum.
"iya mbak, kenalkan saya Hanum dan dia suami saya Galang." ucap Hanum.
"ohh jadi kalian suami istri,?" tanya Anna.
"iya kami suami istri" sahut Galang.
aku akan merebut suamimu yang ganteng dan tajir ini Hanum. batin Anna.
__ADS_1
Akhirnya keputusan membawa Anna pulang kerumah adalah menjadi keputusan yang dipilih secara terpaksa.
Galang pun melajukan mobilnya menuju rumahnya. disepanjang perjalanan mereka bertiga hanya membisu. sampai didepan gerbang rumah yang mewah milik Galang dab hanum, Anna membuka suara
"waauuu ini rumah atau istana. ini rumah kalian.?" tanya Anna.
"iya Anna ini rumah kami, oh iya maaf karena usiaku lebih tua darimu, ada patutnya aku panggil nama kamu dengan sebutan nama saja, gak apa-apakan.?" Hanum sangat geram
"terserah mbak saja." jawab Anna cuek.
Hanum pun turun dan memanggil pak Sukir.
"pak Sukir gendong wanita dimobil itu dan bawah dia ke kamar tamu." perintah Hanum.
"iya nyonya." jawab pak Sukir.
"Anna nanti keperluanmu semua akan disiapkan oleh orang-orang suruhanku, sekarang kamu istirahat saja dikamar, biar pak Sukir yang akan membantumu masuk. dan kamu mas, ayo kita masuk kedalam Tara pasti sudah menunggu kita." ucap Hanum.
Hanum menarik tangan Galang untuk segera masuk ke dalam rumah, Hanum terus menarik tangan suaminya hingga masuk kedalam kamar. Bu win dan bik narsih juga bik Surti hanya melihat pasangan suami istri itu keheranan. karena tumben-tumbenan mereka berdua pulang lebih awal dan saling menarik tangan bergegas masuk kedalam kamar tanpa menoleh kepada siapapun.
"sepertinya nyonya dan tuan ingin segera memberi adik pada den Tara ya nyonya besar." ucap bik Surti.
"apa sih bibik ini," jawab Bu win.
"habis nyonya Hanum sampai lupa tidak menyapa kita loo nyah" jelas bik Surti.
Untuk kedua kalinya tiga wanita paru baya itu dikagetkan sama tingkah aneh orang yang tinggal dirumah itu.
"loo pak Sukir kok gendong wanita cantik masuk kedalam kamar tamu, jangan-jangan itu tadi pacar pak Sukir dan pak Sukir membawa masuk kekamar tamu lalu berbuat dikamar tamu." kali ini bik Narsih yang mengeluarkan pendapatnya.
"memang berniat apa mbak,?" tanya Bu win.
"ya yang kayak dilakukan nyonya Hanum dan tuan Galang." jawab bik Narsih.
"kalian berdua ini, jangan berpikiran negatif sebelum bertanya langsung pada yang bersangkutan." jelas Bu win.
Mereka bertiga saling mengira dan menduga sampai melihat pak Sukir keluar dari kamar tamu.
"pak Sukir siapa wanita tadi," tanya bu win.
pak Sukir pun berlari kecil menuju kearah tiga wanita paru tersebut.
"maaf nyonya besar saya juga kurang tahu, tadi itu nyonya hanum meminta tolong saya agar membantu nona tadi masuk ke kamar tamu. karena nona tadi kakinya sakit nyonya besar." jelas pak Sukir.
__ADS_1
"ya sudah kalo begitu, pak Sukir balik berjaga saja didepan." ucap Bu win.
bersambung.