Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Hamil


__ADS_3

enam bulan sudah berlalu semenjak kejadian itu terjadi.


Hanum dan Galang pun juga sudah resmi menika secara negara 3bln yang lalu, setelah Galang resmi menceraikan Yanti.


Dan pembangunan proyeknya dikota pun juga 80% selesai. tinggal menunggu beberapa bulan lagi semua dipastikan selesai.


Bisnis Hanum pun juga berkembang pesat. diberbagai daerah maupun diluar negeri.bahkan Hanum pun sekarang sudah berani menerima penanaman modal dari perusahaan2 lain yang ingin menanam saham di perusahaan Hanum.


semua itu tak luput dari kerja keras Galang dalam membantu istrinya memajukan bisnis2 nya yang mencakup berbagai macam bidang.


Hanum pun meruba ikon dan nama perusahan menjadi Z.H group atau lebih tepatnya singkatan dari namanya sendiri.


Beberapa hari ini Hanum pun sering merasa capek, Hanum mengira itu semua karena pekerjaannya yang begitu banyak.


Hanum pun memutuskan menyerahkan semua urusan perusahaan pada galang dan tetap dibantu Joko yang kini juga sudah resmi berpacaran dengan Wati. mereka bertiga kini menjadi orang paling penting di perusahaan tentunya setelah Hanum.


Galang sebenarnya sangat khawatir dengan kondisi istrinya. tapi karena Hanum selalu meyakinkan bahwa keadaannya baik2 saja, Galang jadi sering meninggalkan Hanum pergi keluar kota maupun ke luar negeri.


Begitu juga pagi ini Galang yang akan mengecek sejauh mana proyek di kota J sudah diselesaikan, harus melihat istrinya terkulai lemas di tempat tidur.


"sayang ayo kita periksa ke dokter saja ya sayang."


"nantilah mas, setelah mas pulang dari kota, aku baik2 saja kok, mungkin hanya kecapek'an aja mas, "


"tapi hampir 2 bln ini kamu juga jarang beraktifitas sayang, bagaimana kamu bisa bilang semua ini terjadi karena kecapek'an, pokoknya mas gak mau tau, hari ini kamu ikut mas ke kota dan kita periksakan kesehatanmu dirumah sakit kota yang peralatan medisnya lebih lengkap , mas gak mau terjadi apa2 sama kamu sayang."


"ya sudah terserah mas sajalah." akhirnya Hanum pun menuruti kemauan suaminya.


mereka berdua pergi ke kota dan menitipkan Devan dan Devi kepada bu win.


setelah sampai dikota Galang langsung menuju rumah sakit terbesar dikota J.


Galang mendaftar kan istrinya ke bagian pendaftaran dan Galang diberi pertanyaan seputar keluhan apa saja yang dialami Hanum. akhirnya Hanum pun diberi rujukan ke dokter umum rumah sakit tersebut.


Setelah menunggu hampir setengah jam Hanum pun mendapat giliran diperiksa. dokter pun memeriksa dengan teliti keadaan hanum. dokter itu pun akhirnya mempersilakan galang dan Hanum duduk.


"saya sudah memeriksa keadaan Bu hanum, ibu dalam kondisi baik2 saja." jelas dokter tersebut.


"bagaimana bisa dokter bilang istri saya baik2 saja, sedang dia tiap hari terlihat lemah dan pucat." tanya Galang.

__ADS_1


"bapak coba bawa Bu Hanum ke bagian kandungan, saya rasa kalian belum mengetahui jika kalian akan segera di beri momongan, ini anak pertamakah kok sepertinya bapak sama ibu belum faham gejala2 kehamilan." dokter itu keheranan.


"ya Alloh , bagaimana aku bisa melupakan hal itu mas,!!" ucap Hanum.


"hal apa sayang, apa yang kau rahasiakan kepadaku?" tanya galang penuh kekhawatiran.


"aku sudah lama tidak menstruasi mas, mungkin benar aku sedang hamil."


"benarkah sayang kamu sedang hamil anak kita,?" sahut Galang.


" untuk lebih jelasnya saya sarankan anda konsultasikan ke dokter kandungan saja pak ,Bu. " saran dokter tersebut.


akhirnya Galang dan Hanum pun mengikuti saran dokter tersebut dan kembali mendaftar ke dokter Bagian kandungan.


setelah menunggu beberapa saat Hanum pun kembali mendapat giliran di periksa.


"ibu zulistia Hanum pradisti silahkan masuk." ucap seorang perawat.


Hanum dan Galang masuk ke ruangan tersebut.


" selamat siang pak ,Bu silahkan duduk perkenalkan saya Marisa ada keluhan apa Bu,?" tanya dokter Marisa ahli kandungan dirumah sakit tersebut.


"apa sudah sempat tes sendiri Bu"


"belum dok,"


"baiklah, silahkan berbaring dulu Bu kita lakukan USG " Hanum pun mengikuti petunjuk dokter Marisa.


dokter Marisa mengusapkan jel pada perut Hanum kemudian mengerak2 kan sebuah alat pendeteksi kandungan yang terhubung langsung dengan sebuah monitor.


"naa yang kecil seperti kacang Mede itu adalah calon baby bapak dan ibu, saat ini kandungan ibu sudah hampir 9 minggu. janinnya juga kelihatan sehat, dan berkembang sesuai dengan waktunya."


jelas dokter Marisa.


"sayang kamu hamil sayang, terima kasih ya Alloh, terima kasih juga padamu sayang." Galang pun sangat bahagia.


" bapak harus jadi suami siaga ya pak, harus menjaga perasaan istrinya agar selalu tenang, jangan biarkan istri anda stress dan selalu konsumsi makanan sehat setiap hari ya Bu Hanum. ini nanti ada resep vitamin harap di ambil di loket obat bagian depan".


" baiklah dok terima kasih, dan kami mohon undur diri dulu," ucap Galang.

__ADS_1


"iya pak, Bu, sama2 oh iya ini buku pemeriksaan, mohon dibawa setiap kali datang periksa"


akhirnya galang dan Hanum pun keluar dari ruangan dokter Marisa kemudian menuju loket obat sesuai arahan dokter Marisa tadi.disepanjang lorong rumah sakit Galang tak henti2nya mengusap perut Hanum yang masih rata.


memang baru kali ini Galang merasa bahagia bisa menitipkan benih di rahim wanita yang benar2 dia cintai.


kebahagiaan itu seperti layaknya pasangan muda mudi yang baru menika dan diberi rezeki kehamilan.


Saking bahagianya, Galang sampai lupa tujuan awalnya ke kota. Galang pun mencari hotel untuk mereka menginap supaya Hanum bisa segera beristirahat.


setelah mendapat kamar hotel sesuai keinginan nya. galang segera membantu Hanum merebahkan diri ketempat tidur hotel tersebut.


"hai sayangnya papa, lagi apa kamu didalam sana, tumbuh sehat ya sayang, jangan bikin Mama sakit2 an lagi ya sayang." ucap Galang pada calon anaknya.


"hai juga papa , Dede lagi main petak umpet didalam pa, apa papa mau ikut." goda Hanum sambil menirukan suara anak kecil.


"waa bener nih papa boleh ikut,?"


tanpa menjawab lagi tiba2 Hanum memukul lengan Galang dengan keras.


plakkk," aduh sayang sakit " keluh galang.


"lagian sih ngomong gak disaring dulu.


"ya sudah deh, kamu mau makan apa sayang biar nanti kita delevery saja."


"apa saja mas,"


akhirnya Galang memesan beberapa makanan supaya hanum.bisa memilih makanan yang dia suka.


" banyak sekali kamu pesan makanan mas, sayang2 kalo tidak termakan."


"aku hanya takut kamu gak selera dengan pilihanku, jadi mas pesan agak banyak agar kamu bisa memilih sendiri makanan apa yang kamu suka sayang."


"ya sudah terserah mas saja"


seembari mengunggu pesanan datang, Hanum pun membersihkan diri kemudian lanjut berbaring untuk beristirahat.


hampir satu jam menunggu akhirnya, pesanan itu pun datang .

__ADS_1


bersambung ya😘😘😘


__ADS_2