
"yank makan yuk," ajak Galang.
"mas, kok repot-repot bawain makan kesini segala sih," jawab Hanum.
"istri mas sepertinya sibuk banget hari ini, kamu makan dulu ya, mas suapin." ucap Galang.
"boleh," jawab Hanum.
Galang pun menyuapi Hanum yang sedang sibuk mengecek laporan perusahaan di laptopnya.
"yank, mas sudah benar-benar sembuh. jika memang kamu izinkan, biarlah mas yang membantumu lagi diperusahaan. kamu cukup dirumah sama Tara sayang," bujuk Galang.
"mas, beneran mas sudah baikkan. aku hanya takut mas terjadi apa-apa denganmu mas," jawab Hanum.
"bisa kau lihat sendiri sayang, aku jauh lebih sehat kan.?" Galang terus membujuk istrinya karena tidak tega melihat istrinya tiap hari harus kecapek,an.
"baiklah, mulai besok mas boleh ke kantor lagi. tapi aku juga ingin mempunyai kesibukan mas. terbiasa kerja rasanya seperti membosankan jika harus berdiam diri terus dirumah." tutur Hanum.
"baiklah, besok mas ada kejutan buatmu sayang. kau sebenarnya juga punya pekerjaan yang harus kamu urus, dan aku rasa pekerjaan ini tidak akan menyita waktumu. kamu akan tetap bisa bekerja dan Tara juga tidak akan kehilangan perhatian mamanya." ucap Galang.
"jangan bilang pekerjaan itu adalah jadi baby sister Tara.?" tebak Hanum.
"kenapa memangnya,? kamu gak suka merawat Tara sayang.?" tanya Galang.
"siapa bilang gak suka. cuma kalo jadi baby sister Tara itu bukan pekerjaan tapi kewajiban yang harus aku kerjakan." jawab Hanum.
"iya iya mas cuma bercanda sayang,"
"terus pekerjaan apa yang mas maksud.?"
"kita ketempat kerja barumu besok saja sayang, kalo aku bilang sekarang bukan kejutan namanya."
"baiklah suamiku sayang,"
sesendok demi sesendok tidak terasa makanan dipiring pun sudah masuk semua ke perut Hanum.
"sudah habis, mau nambah yank.?" tanya Galang.
"gak ah mas, sudah kenyang." jawab Hanum.
"apa pekerjaanmu belum selesai,?" tanya Galang lagi.
"ini sedikit lagi," jawab Hanum.
"ya sudah mas balik lihat Tara dulu ya." ucap Galang.
"tunggu sebentar ini mas, naah selesai, ayo kita lihat Tara sama-sama" ucap Hanum yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya hari ini.
Galang dan Hanum pun pergi ke kamar Tara.
Tara sengaja sudah dipisah kamarnya dengan Hanum dan Galang, atas permintaan bik Narsih yang ingin tetap ikut bekerja dirumah hanum sebagai pengasuh Tara.
__ADS_1
ya semenjak kematian ke dua orang tuanya. bik Narsih sudah tidak lagi mempunyai keluarga. bik Narsih yang dulu bekerja merawat dan menjaga Bu Ndari pun meminta pekerjaan pada Hanum agar boleh mengasuh Tara karena Bu Ndari masih ada dipenjara.
Hanum dan Galang pun menyetujui permintaan bik Narsih, karena bik Narsih juga sudah puluhan tahun mengabdikan dirinya di keluarga Sudirja.
"Tara masih tidur bik,?" tanya Hanum.
"iya nyonya, den Tara tidurnya nyenyak sekali. oh iya nyonya stok ASI-nya di kulkas habis," jawab bik Narsih.
"biarlah bik, biar nanti aku beri dia ASI langsung aja, toh seharian ini nanti aku dirumah aja kok," jelas Hanum.
"kalo semua dikasih ke Tara kapan jatah papanya sayang, sudah hampir dua bulan loo," bisik Galang.
"kamu ini mas," jawab Hanum sambil mencubit lengan Galang.
"tapi beneran sayang, mas loo sudah lama menahannya, apa kamu tega melihat mas tersiksa sayang.?" bisik Galang lagi.
"kok nyonya sama tuan bisik-bisik. apa ada yang salah dengan saya tuan.?" tanya bik Narsih.
"aah enggak kok bik, bukan karena bibik, ini karena pekerjaan wajib istri saya bik," jawab Galang.
"pekerjaan wajib mau sholat ya nyonya. ya sudah silakan nyonya dan tuan sholat dulu, biar den Tara saya yang jagain." tebak bik Narsih.
"bukan wajib yang itu bik, tapi satunya lagi." ucap Galang.
"maksudnya tuan." bik Narsih penasaran.
"sudah bik jangan dengarkan mas Galang, dia hanya bercanda." sahut Hanum.
"walah nyonya dan tuan ini bikin saya bingung saja, he he he, pekerjaan itu to, maklum ya bibikkan belum nikah jadi gak terlalu faham." ucap bik Narsih malu-malu.
"jadi bik Narsih belum nikah,?" tanya Hanum.
"belum nyonya, semenjak kematian kakek dan nenek nyonya, tuan Elang sangat mengekang kehidupan saya, tuan Elang khawatir jika saya pergi dari rumah itu akan membocorkan rahasianya yang telah membunuh kakek dan nenek nyonya. pasalnya saya memergoki dia ngomong dengan anak buahnya agar membunuh tuan dan nyonya Dirja." jelas bik Narsih.
"benar-benar Elang adalah orang yang kejam" jawab Hanum.
"sudahlah bik, bibik sekarang sudah bebas dari Elang. karena sesudah mendapat perawatan Elang juga akan segera dimasukkan ke penjara menyusul putrinya Yasmin." jelas Galang.
"iya tuan, tapi yang jadi pikiran saya Bu Ndari tuan, kasihan dia jika harus terkurung dipenjara lagi. belasan tahun dia dikurung oleh tuan Elang. kini dia masih harus terkurung lagi dipenjara," tutur bik Narsih sambil meneteskan air mata.
"sudahlah bik, toh Elang juga tidak meninggal, saya akan tetap membantu mama Ndari agar bisa segera dibebaskan." ucap Hanum.
"semoga bisa ya nyonya." bik Narsih sangat berharap.
" ya sudah ayo kita kekamar dulu sayang, kamu kan dari tadi capek kerja, istirahatlah dulu ya," ajak Galang.
"iya ayo, bik kami tinggal dulu ya," pamit Hanum
"iya nyonya," jawab bik narsih.
Galang dan Hanum pun masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
"yank masalah sedikit demi sedikit sudah kita selesaikan. aku harap kamu juga mau membantuku menyelesaikan masalah juniorku ini ya," bisik Galang.
"mas, kamu ini dari tadi ya godain aku terus, memang kamu sudah bener-bener sembuh.?" tanya Hanum.
"sudah sayang, ayo lah yank. sekali saja." Galang terus membujuk istrinya.
"bukannya aku gak mau sayang, aku kan belum memakai alat kontrasepsi apapun. nanti kalo jadi bagaimana,?"
"bukannya dirumah sakit kemaren kamu bilang menemui dokter untuk suntik KB ya sayang. tapi meski jadi juga tidak apa-apa kan sayang, biar Tara punya adik."
"baiklah tunggu disini ya, aku juga ada kejutan buatmu mas," ucap Hanum.
"kejutan apa sayang.?" tanya Galang.
Belum sempat Hanum menjawab, bik Narsih sudah memanggil Hanum karena Tara bangun dan mungkin haus.
tok tok tok." maaf nyonya, den Tara bangun, bisa nyonya kasih ASI dulu," ucap bik narsih sambil mengetuk pintu.
"iya bik, sebentar." jawab Hanum.
"aahhhh gagal dong yank." ucap Galang sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Hanum hanya tersenyum dan bergegas membuka pintu.
"sini bik, biar Tara aku kasih ASI dikamar saja ya." pinta Hanum sambil mengambil anaknya dari gendongan bik Narsih.
"iya nya." jawab bik Narsih.
"bibik bisa istirahat dulu, biar Tara siang ini bersama ku saja." ucap Hanum.
"kamu sama mama dulu ya Tara , biar papamu gak bisa dekat-dekat mama. maaf ya mas, aku bukannya menolak, tapi aku ingin memberikan kejutan pas hari ulang tahunmu tengah malam." batin Hanum
"Tara kamu kok bangun disaat waktu yang tidak tepat," gerutu Galang.
"apa sih mas, ngomong sama anaknya kok seperti itu."
"bercanda sayang, ya sudah mas mandi dulu, mas mau mendinginkan pusaka mas," ucap Galang tak bersemangat.
"jangan habisin sabunnya ya mas," goda Hanum.
"tega kamu yank," teriak Galang dari kamar mandi.
Hampir satu jam Galang dikamar mandi pun akhirnya Galang pun selesai dengan acara mandi plus nya.
"sudah mas," tanya Hanum.
"jangan mancing singa yang lagi ngambek ya yank" tegur Galang.
"haaaa haaaa haaaaa" hanum tertawa keras mendengar suaminya bicara.
Galang pun beneran emosi, dia keluar kamar sambil menutup pintu dengan keras.
__ADS_1
Hanum yang tau suaminya ngambek bukannya takut malah semakin senang. karena rencana untuk memberi kejutan pas ulang tahun suaminya nanti malam pun bakal semakin seru.