Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Tidak bisa menahan amarah


__ADS_3

"siapa mas," Hanum bertanya pada Galang.


"Yanti ternyata sudah bebas dari penjara, dan dia menculik Devi untuk dijadikan alat biar bisa memeras kita sayang," jawab Galang.


"apa mas, Devi diculik. ? ya Alloh kenapa dia masih belum berubah mas,"


"sudahlah yank, kita bahas ini bersama Devan, bangunkan dia."


"iya mas,"


Hanum pun pergi membangunkan Devan yang baru saja tertidur sebenarnya.


"Devan, bangun sayang, cepat bangun."


"ada apa ma, kenapa mama begitu panik.?"


"Devi sayang, diculik sama mama Yanti nak."


"apa ma, sudah aku duga pasti Devi yang mama Yanti incar. mana papa ma,?" tanya devan.


"sudah kamu duga,? apa maksudnya,? jadi kamu sudah tahu jika mama Yanti sudah bebas .?"


"aku juga baru tahu tadi ma, pas ke kantor papa, aku seperti melihat mama Yanti. oh iya mana papa ma,?"


" kamu ditunggu papa kamu di kamar, tolong Devan hal ini jangan diberi tahu ke nenek Winda ya."


" iya ma, jangan khawatir Devan tahu apa yang harus Devan lakukan kok."


Devan pun bergegas menemui papanya.

__ADS_1


"maaf pa Devan langsung masuk, kata mama Hanum, Devi diculik mama Yanti."


" iya Van, mamamu minta tebusan perusahaan dan semua yang papa miliki jika ingin Devi bebas."


"gila betul wanita itu. apa dia terlahir tidak memiliki hati. kami anak-anak kandungnya seperti mainan baginya."


"sudahlah nak, bagaimana pun dia adalah mama kandungmu, surgamu ada dibawah telapak kakinya. sekarang yang terpenting bagaimana selanjutnya supaya Devi bisa bebas,"


" hubungi kembali mama Yanti pa, biar Devan yang bicara."


"apa yang mau kamu bicarakan nak, kita tahu watak mamamu seperti apa, kita tidak boleh gegabah,"


" sudah lah nanti papa juga akan mengerti, mana nomer yang bisa buat hubungi mama Yanti pa,?"


" dia memakai nomer Devi nak,"


sementara di tempat Yanti berada.


"lihat lah, anak laki-laki ku juga sudah menghubungiku," kata Yanti kepada Yasmin.


"kenapa tidak diangkat,?"


"biar Devi yang menjawab," ucap Yanti sambil berlalu menuju kamar dimana dia mengurung Devi.


" Devan menghubungimu cepat angkat."


" hallo bang, bang Devan, tolong Devi bang,"


"Devi bagaimana keadaanmu, mana mama Dev.?

__ADS_1


"rupanya kau masih ingat dengan mamamu sayang," ucap Yanti setelah mengambil paksa handphone dari tangan Devi.


"ma, lepas kan Devi ma, dia anak mama, darah daging mama, kenapa sih mama tega sekali.? sebenarnya apa yang mama inginkan.?"


"uppss, uppss anak mama yang ganteng santai saja kalau bicara, tidak usah terburu-buru. asal kamu tahu yang mana inginkan adalah kehancuran kalian semua seperti bagaimana yang telah kalian lakukan terhadap mama selama ini."


"ma, mama begitu itu bukan karena kesalahan kami, tapi karena ulah mama sendiri,"


" aku tak butuh ocehanmu Devan. lebih baik apa yang sudah aku utarakan ke papamu segera kalian pikirkan." Yanti pun langsung memutus hubungan telpon tersebut.


" mama tolong lah ma, mama jika mau berubah kami anak-anak mama akan selalu ada buat mama, tidak kah mama ingin berkumpul dengan kami anak-anak kandung mama," Devi memohon pada mamanya.


" diam kau Devi,"


Yanti pun berlalu keluar dari kamar.


****


"bagaimana Van,?" tanya Galang


" sudahlah pa, jangan lagi minta mama hanun untuk berkorban. kita tahu semua yang kita miliki ini milik mama Hanum. jangan sampai papa serahkan pada mama Yanti. biarlah apa yang Devan punya saja yang Devan serahkan pada mama Yanti." jawab Devan.


"Devan bukannya mama gak mau berkorban. tapi apakah bisa menjamin jika kita serahkan semua yang kita punya mama Yanti akan berubah, atau mama Yanti tidak akan lagi mengganggu kita." Hanum menyahuti pembicaraan Galang dan Devan.


"iya juga ma, tapi mau bagaimana lagi, ini menyangkut nyawa Devi ma, kita tahu mama Yanti orangnya bagaimana."


"iya nak, tapi ada baiknya kita pikirkan cara lain saja."


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2