Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Rencana menjemput sundari


__ADS_3

Winda, bener kamu Winda,?" Bu Ndari mengingat adiknya.


tiba-tiba dari pintu rumah belakang itu terdengar seperti ada yang memasukkan kunci dan mencoba membuka.


Ceklek, ceklek suara kunci pintu yang diputar.


Winda bingung harus sembunyi dimana karena memang rumah belakang itu tidak ada perabotnya sama sekali kecuali meja kecil dan tikar.


Ndari pun kembali ketakutan dan duduk sambil memeluk kakinya. kepalanya terus saja menggeleng seperti orang yang tidak bisa terima dengan keadaan.


"ceklek" pintu terbuka.


Winda pun juga tidak kalah takutnya dengan ndari.tapi ternyata yang datang adalah bik Narsih.


"non Winda, bener ini non winda kan." ucap bik Narsih.


bik narsih pun cepat-cepat mengunci pintu dari dalam.


"iya mbak Narsih aku winda" jawab Bu win.


"ya Alloh non, mbak kangen hikss hikss" bik narsih dan winda pun saling berpelukan.


"aku juga kangen mbak, kenapa semua jadi seperti ini sih mbak,?" tanya Bu win.


"semua karena ulang tuan Elang dan nona Yasmin putri angkatnya non." jawab bik Narsih.


"benar-benar iblis dia," ucap Bu win.


" saya tadi ditelpon nyonya Galang, menanyakan nona disini atau tidak, aku pun disuruh melihat rumah belakang barang kali nona disini, awalnya aku tidak percaya tapi dia sangat memaksa ternyata benar nona ada disini. ceritakan non apa hubungan nona dengan nyonya Galang.?" tanya bik narsih.


"Dia putriku mbak, dia bilang katanya kemaren ketemu dengan mbak Narsih dan mbak Narsih menceritakan semua kejadian yang dialami kak Ndari, mangkanya dia langsung menghubungi aku," jawab Bu win.


"ya Alloh pantas saja saat awal dia datang kemari aku sudah merasa ada sesuatu saat melihatnya. dan pantas saja dia langsung lemas saat aku ceritakan semua masalah yang menimpa non Ndari." tutur bik Narsih.


"mbak Narsih aku ingin membawa pergi kak Ndari dari sini, bisa tidak ya mbak.?" tanya Bu win sambil memeluk kakaknya.


"gimana ya non, takutnya tuan Elang akan mengerahkan semua anak buahnya mencari dan menyelakai non Winda sama non Ndari.hiiksss hiikkkss" jawab bik Narsih dan tiba-tiba menangis.


"kenapa mbak, jangan menangis, baiklah aku akan menunggu waktu yang tepat untuk membawa kakakku dari sini." tutur Bu win.


"bukan begitu non, aku takut kejadian yang dialami nyonya dan tuan besar akan menimpa kalian juga hiikkss hiikkkss," bik Narsih semakin tidak kuat menahan airmatanya.


"memang apa yang dilakukan mereka keorang tuaku mbak?" Bu win penasaran.

__ADS_1


"kapan-kapan akan mbak ceritakan non, mbak harus segera menyiapkan sarapan, kalo tidak tuan Elang akan mencari mbak kesini." bik Narsih khawatir jika berlama-lama dibelakang akan disusul oleh Elang.


"mbak nanti malam aku akan membawamu dan kak Ndari pergi dari sini, tidak usah menyiapkan apapun. aku akan sembunyikan kalian dirumah putriku, aku yakin kalian akan aman disana, jalan rahasia ini belum ada yang tau kan?"." ucap Bu win.


"jalan ini tetap aman non, hanya kita yang tau, tapi apa tidak beresiko jika nona membawa saya dan non Ndari.?" tanya bik Narsih.


"sudahlah mbak, tolong mbak ikuti saja yang aku bicarakan ini, nanti tengah malam jika keadaan sudah aman, mbak Narsih langsung hubungi aku, aku akan membawa kalian dari sini, percayalah kalian akan aman." jelas Bu win.


"baiklah non, nanti saat tuan dan nona Yasmin sudah tidur aku akan menghubungi non Winda, ya sudah mbak ke dalam dulu mau nyiapin sarapan untuk mereka, biar tuan tidak menyusul mbak kesini. non Winda juga cepat pergi dari sini ya, aku takut ada orang yang melihat nona keluar dari pintu rahasia itu, karena hari sudah terang non." tutur bik Narsih.


"iya mbak aku juga akan pergi, kak tunggu aku nanti malam ya, aku akan menjemputmu, kita akan tinggal bersama-sama kak." ucap Bu win sambil mencium kening kakaknya.


Akhirnya Bu win pun pergi dari tempat itu terlebih dahulu, kemudian bik Narsih pun juga pamit ke Bu Ndari untuk balik ke rumah utama.


"non Ndari, mbak masak dulu ya, non Ndari jangan teriak lagi hari ini ya, biar tidak disuntik lagi sama non Yasmin. mengerti kan.?" ucap bik Narsih.


"Winda mbak, Winda datang, Winda adikku datang," ucap Bu Ndari.


"iya itu tadi non Winda, non Ndari yang tenang ya, biar tidak ada yang curiga, mengerti kan ucapan mbak narsih.?" bik narsih kembali menenangkan Bu Ndari.


Bu Ndari pun cuma mengangguk-ngangguk dan kembali tidur diatas tikar.


"sudah istirahat lah lagi, nanti mbak kesini lagi membantu non mandi ya," ucap mbak narsih.


Sedang Bu win yang berencana balik ke kampung hari ini pun akhirnya diundur, dia bergegas pulang kerumah Hanum dan membicarakan rencananya kepada putrinya tersebut.


sesampai dirumah putrinya Bu win sudah disambut oleh Hanum dan menantunya galang, mereka berdua sengaja menunggu kedatangan mamanya.


"ma, mama dari mana saja,?" tanya Hanum.


"iya ma, apa mama dari rumah Elang Permana, tadi kita telpon bik narsih dan memintanya melihat mama disana tapi kita tunggu-tunggu dia tidak kunjung telpon balik." giliran Galang yang bertanya.


"kita duduk dulu, mama akan ceritakan semua." ucap Bu win.


mereka bertiga pun duduk di ruang keluarga.


"mama tadi memang kerumah itu, mama juga menemui tantemu, mama tidak tega melihat keadaannya, bisakah kalian menolong mama mengizinkan mama membawa Tante kalian kesini, mama benar-benar kasian melihatnya," lanjut Bu win.


"memang pintu yang mama katakan kemaren masih ada ya,?"tanya Hanum.


"iya, mungkin karena rumah belakang tidak dianggap penting oleh kak elang jadi dia tidak memperhatikan rumah belakang tersebut. bahkan jika dilihat dari luar, bangunan rumah itu tetap sama seperti saat mama masih tinggal disana dulu." cerita Bu win.


"berarti rumah itu milik keluarga mama,?" tanya Galang.

__ADS_1


"iya itu rumah almarhum kakek dan nenekku mas," jawab Hanum.


"dan ada rahasia satu lagi yang masih mama belum tau, ini tentang kematian kakek dan nenekmu, mbak Narsih berjanji akan menceritakannya pada mama nanti, mama yakin mbak Narsih mengetahui sesuatu." jelas Bu win.


"kalo memang Elang permana penyebab meninggalnya mereka, dan bik Narsih memiliki bukti tentang penyebab kematian nenek dan kakek berarti kita bisa lebih cepat menjebloskan mereka ke penjara," ucap Galang.


"kita tunggu saja bik Narsih menceritakan semuanya," sahut Hanum.


"oh iya nak, bagaimana soal tantemu tadi, apa boleh dia tinggal disini.?" tanya Bu win lagi.


"tentu saja boleh ma, Tante Sundari kan juga keluarga kita, dan aku pastikan Tante akan aman disini ma," jawab Hanum.


"iya ma, terus kapan rencana mama akan mengajak Tante kesini.?" tanya Galang.


"nanti malam kalo bisa kamu bantu mama menjemput tantemu, kita tunggu saat suasana rumah itu sudah sepi, mbak Narsih akan menghubungi kita jika dia dan kak Ndari sudah siap dijemput." jawab Bu win.


"baiklah ma, nanti malam kita jemput Tante dirumah itu," ucap Galang.


"tapi aku mohon kalian juga harus berhati-hati , jangan sampai ketahuan Elang dan Yasmin." Hanum memperingatkan


"iya sayang, bukankah tadi mama sudah bilang, kita bertindak setelah dihubungi bik narsih, jadi nanti malam biar mas bawa hpmu, soalnya yang bik narsih tau kan hanya no hpmu sayang." jawab Galang.


"iya mas, ya sudah ayo ma kita sarapan dulu, dan kamu mas, hari ini ke kantor atau tidak kok belum siap-siap.?" ucap Hanum.


" ke kantor sayang, hari ini Elang permana mau mempertemukan mas dengan para pemegang saham RH.Group yang ingin menjual sahamnya ke kita," jawab Galang.


"mas apa masih perlu melanjutkan rencana itu, jika bukti-bukti kejahatan elang dan Yasmin terhadap keluargaku sudah kita dapatkan. aku rasa kan tidak lagi perlu melakukan rencana itu lagi," tutur Hanum.


"selama kita belum benar-benar memiliki bukti dan saksi, kita tetap harus menjalankan rencana awal sayang, kalo tiba-tiba kita hentikan akan menimbulkan kecurigaan mereka." jawab Galang.


"asal itu bukan alasan aja ya, agar mas berlama-lama bisa dekat-dekat dengan Yasmin." tegas Hanum.


"ihhhhh istri mas ini cemburu to ternyata, mana mungkin itu yank, mas ajah risih harus pura-pura baik didepannya kok." jawab Galang.


"lihat tu sayang papamu, mulai genit-genit sama wanita lain." ucap Hanum sambil mengelus perutnya.


"ih kok ngomong gitu sih sama anak kita, enggak kok sayang papa gak bakal ngelakuin itu, papa janji " Galang tak mau kalah, dia berjongkok didepan istrinya, menempelkan bibirnya diperut istrinya dan bicara hal tersebut.


"ya sudah kita sarapan dulu, kok malah jadi bahas cemburu-cemburuan," ucap Bu win sambil berjalan ke arah meja makan.


bersambung.


ayo mana ini dukungan buat author, vote, like, saran dan kritik tetap dinanti author ya readersπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2