Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Membuat jatuh cinta


__ADS_3

Setahun telah berlalu semenjak Devan dibawah ke rumah kakek dan nenek kandungnya.


Devan yang sudah menginjak kelas 1 sekolah menengah pertama pun sekolahnya dipindah ke luar negeri.


bu win sudah bisa menerima keadaan bahwa mungkin itu memang yang terbaik buat Devan. tapi tidak dengan Devi. dia tiap hari menjadi suka murung dan tidak bersemangat lagi.


perna suatu hari Devi juga sampai sakit karena merindukan abangnya tersebut. Galang yang melihat putrinya seperti itu pun sebenarnya juga tidak tega. tapi apa boleh buat semua takdir yang terjadi atas dirinya dan keluarganya adalah kehendak yang maha kuasa.


Bu win memilih pindah tinggal dikota untuk bisa mendekatkan Devi dengan papa dan mamanya juga adiknya. mungkin dengan begitu Devi bisa sedikit terhibur dan tidak merasa kesepian.


Rumah hanum yang dikampung Joko dan Wati yang diminta untuk menempati. Wati kini yang hamil 7 bulan pun dengan senang hati mau menempati rumah tersebut. pasalnya rumah yang besar mungkin akan membuat leluasa bermain anaknya jika kelak dia sudah lahir.


Hanum yang tiap hari sibuk di butik pun tiap hari juga membawa serta Tara ikut bersamanya. Tara yang sudah bisa berjalan pun sering membuat tingkah lucu yang mengemaskan para karyawan butik juga pengunjung butik langganan Hanum.


Hanum juga menjadikan Tara sebagia model untuk baju anak-anak di butiknya tersebut. wajah Tara yang ganteng kulit yang putih dan mata yang indah membuat ibu-ibu langganan dibutik Hanum pun jatuh cinta pada anak kecil berusia 1 tahun lebih tersebut.


"jenk Hanum putranya bikin gemes aja sih, pakai baju apapun cocok," ucap salah satu pelanggan Hanum yang melihat-lihat foto koleksi baju yang dikenakan Tara sebagai modelnya.


"masa sih Bu, putra ibu juga ganteng Lo," jawab Hanum.


"kemaren saya juga gitu jenk, melihat baju yang bagus dan pas banget dipakai Tara , tapi giliran anak saya yang Makai kok ngak cocok. apa gara-gara anak saya kulitnya hitam kayak saya ya, haaa haa haa" salah satu dari mereka ikut menyahuti.


"ibu-ibu ini bisa aja ya, atau begini ibu-ibu, kalo berminat membalikan anak-anak baju disini sekalian bawa anak-anak ibu, biar saya bantu memadu padankan pakaian yang cocok untuk mereka,"ucap Hanum.


"waa ide bagus itu jenk Hanum. selera jenk Hanum kan pasti bagus ya ibu-ibu." jawab dari yang lain.


"baiklah, ini untuk mama-mamanya gak pilih-pilih pakaian dulu, banyak koleksi baru loo," Hanum menawarkan.


"iya kah jenk, kalo begitu ayo ibu-ibu kita lihat-lihat dulu."


para pelanggan dibutik Hanum adalah kalangan orang menengah keatas, bahkan tidak sedikit para istri pejabat maupun para istri pengusaha yang berlangganan ke butik Hanum.


Hanum juga sudah membuka cabang di beberapa kota besar lainnya. karena Hanum selalu mengutamakan kualitas bahan juga tidak lupa selalu mengikuti fashion yang lagi trend membuat butik Hanum selalu ramai dikunjungi pelanggan.


Saat sore hari tiba, Hanum selalu pulang lebih awal dari suaminya. dia selalu berusaha agar bisa menyambut suaminya saat pulang kantor.


"ya, sudah waktunya kita pulang Tara," ucap Hanum pada anaknya.


"pulang ma, holee, tala mau beyi esklim ya ma,," oceh Tara yang baru bisa mengucapkan kata-kata.


"boleh, ayo kita beli diswalayan samping yuk," ajak Hanum sambil memegangi tangan anaknya.

__ADS_1


"holeee Tate gita tala mau beyi esklim"


"Tante nanti dibelikan juga ya Tara." jawab Gita.


"boye ayo Tate kita beyi." ajak Tara.


"ayo cepat sayang, nanti papa keburu pulang loo," ucap Hanum.


"iya ma, tala ajak Tate gita duyu ma" jawab Tara


Tara adalah anak kecil yang sangat pandai dan dermawan.dia selalu membagikan apa yang dia punya pada orang lain. terlebih makanan. sifat-sifat baik Hanum dan Galang semua menurun pada anaknya.


akhirnya setelah memborong es cream untuk semua orang dirumahnya dan karyawan butik pun Tara mengajak Hanum untuk pulang.


Hanum melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena jarak rumah dan butiknya tidak terlalu jauh. akhirmya Hanum sudah sampai dirumahnya,


Tara bergegas minta turun dan membagikan es cream nya satu persatu untuk semua orang yang ada dirumah tersebut. tak luput para penjaga dan pelayan dirumah itu juga mendapat bagian.


Hanum sangat bangga pada putranya yang memiliki sifat dermawan.


semoga sampai kelak kau dewasa, kau tidak akan merubah sifatmu Tara batin Hanum.


Belum lama Hanum tiba, Galang pun juga datang dan disusul mobil Robi dibelakang Galang.


"gak sengaja saja kok sayang," jawab Galang.


"iya tadi aku dari kantor langsung menuju kesini ingin memberikan undangan ini pada kalian." sahut Robi.


"akhirnya kalian akan menikah juga, selamat ya mas," ucap Hanum.


"iya terima kasih, hai jagoan, belepotan makan es cream om Robi tidak di kasih nih," goda Robi pada Tara.


"om lobi telat, esklimnya Uda abis" jawab Tara.


"ya sudah ayo kita masuk dulu rob," ajak Galang.


"aku buru-buru Lang, lain kali saja ya," tolak Robi.


"memang mau kemana mas,?" tanya Hanum.


"aku dan Santi mau fiting baju pengantin, tadi sudah janjian dan juga Santi sudah menunggu disana." jawab Robi

__ADS_1


"oh ya sudah kalo begitu, salam buat Santi ya mas," lanjut Hanum.


"baiklah, ayo Lang aku balik dulu, daaa jagoan om pergi dulu." pamit Robi


"daa data om lobi," teriak Tara.


Galang ,Hanum juga Tara akhirnya masuk kedalam rumah.


melihat Bu win, bik Surti dan bik Narsih makan es cream dengan memejamkan matanya pun membuat Galang terheran-heran.


"kenapa mama dan bibik makan es cream sambil memejamkan mata,?" tanya Galang.


"ini ulah Tara, gigi kami ngilu kalo buat makan yang dingin-dingin seperti ini, masih juga memaksa kami memakannya." jelas Bu win.


"dasar anak mama ya, ngerjain nenek dan bibik ya," Hanum menggelitik putranya.


"ampun ma, ampun, kacian kan nenek anti ences kalo liat tala mamam esklim" jawab Tara lugu.


"iya, tapi lain kali tidak boleh memaksa ya sayang."tegur Hanum.


"iya ma,"


"ya sudah kita sekarang mandi dulu habis itu kita sholat ashar berjamaah sama papa ya," ajak Hanum


"iya ma,"


"bik tolong mandikan Tara ya bik," ucap Hanum pada bik Narsih.


"iya nyonya, ayo den Tara ikut bibik," ajak bik Narsih


"aku mau mandi baleng papa aja," jawab Tara.


"boleh, ayo kita mandi sekarang." ajak Galang sambil mengangkat Tara dibahunya.


Galang dan Tara mandi sambil bercanda saling bermain tembak-tembakan air.


"mas, cepetan mandinya, nanti Tara bisa masuk angin" teriak Hanum dari balik pintu.


"iya sayang sebentar lagi," jawab Galang.


Hanum cuma bisa geleng-geleng dengan kekompakan anak dan bapaknya tersebut.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2