
Hanum kembali masuk ke kamar dan mendapati suaminya yang sedang asik bermain game di handphone nya.
"kirain sudah tidur, kok malah asik main game," tegur Hanum.
Galang tidak menyahuti malah masih asik dengan permainan game nya.
Hanum langsung menarik paksa handphone ditangan suaminya dan berlari ke atas tempat tidur.
"ya yank lagi seru itu yank," ucap galang.
"ya sudah ini ambil, tapi jangan salahkan aku ya jika aku tinggal tidur." goda Hanum.
"jangan dong sayang, iya deh kamu boleh simpan handphone itu tapi malam ini kita harus lembur sampai pagi ya," ucap Galang langsung memeluk dan mengelitiki istrinya.
"mas geli mas, mas lepaskan geli, aahhh mas geliiii," teriak Hanum karena digelitiki suaminya.
"gak akan mas hentikan habis kamu nakal ya suka godain suami." Galang terus mengelitik istrinya
"iya ampun mas ampun. geli mas gak tahan." Hanum mengeliatkan tubuhnya kesana kemari karena geli.
Galang pun menghentikan aksi mengelitik tubuh istrinya. Galang memandangi istrinya yang bernafas tersengal-sengal karena tubuhnya lemas menahan geli ditubuhnya.
Galang mencium lembut bibir istrinya sambil memegangi leher belakang istrinya.
Hanum pun membalas ciuman Galang. mereka saling membalas ciuman dan tangan saling meraba.
Setelah saling memancing gairah, mereka berdua pun berlanjut saling memuaskan pasangannya.
Galang mencumbu setiap lekuk tubuh Hanum. begitu juga Hanum melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan suamnya.
Entah sudah berapa kali mereka mengulang dan mengulang sampai merasakan puncak bercinta berkali-kali. akhirnya mereka berdua menyudahi permainan panas malam mereka ketika jam sudah menunjukkan 2 dini hari.
Hanum dan Galang pun langsung tertidur dengan tubuh yang masih sama-sama tidak mengunakan pakaian. tubuh mereka saling berpelukan dan hanya mereka tutupi dengan selimut.
Kumandang adzan subuh telah selesai. pasangan suami istri yang kelelahan akibat bercinta yang cukup lama semalam pun tak kunjung bangun.
"bik surti, apa tadi Hanum sudah turun.?" tanya Bu win pada bik Surti.
"belum nyonya besar, mungkin nyonya Hanum belum bangun." tebak bik Surti.
"apa iya dia belum bangun, ini sudah pukul 7 pagi." jawab Bu win.
"tapi dari habis subuh tadi saya belum lihat nyonya Hanum keluar dari kamarnya nyonya besar. ya mungkin nyonya Hanum lelah dan ingin beristirahat saja nyah," ucap bik Surti.
"kalo cuma lelah sih gak apa-apa bik, takutnya mereka sedang sakit. ya sudah coba aku lihat mereka dulu, bibik siapkan saja sarapannya dimeja ya," pinta Bu win.
"iya nyonya besar." jawab bik Surti.
__ADS_1
"ayo mbak Surti aku bantu," ajak bik Narsih yang sudah selesai memandikan Tara.
"waa den Tara sudah cakep. sudah mbak Narsih suapin den Tara saja, biar saya siapkan sendiri menu sarapannya." jawab bik Surti.
"ya sudah kalo begitu. ayo den Tara bibik suapin ya,,,apa den Tara nanti mau ikut mama kerja lagi ?" tanya bik Narsih.
"dak mau, tala mau main cama nenek aja," jawab Tara.
"ya sudah nanti bibik yang ngomong sama mamanya den Tara saja ya, biar den Tara ditinggal dirumah agar kita bisa main bersama." ucap bik Narsih.
Entah tara mengerti apa tidak tapi Tara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Sedang Bu win yang mencoba melihat keadaan anak dan menantunya telah mengetuk pintu kamar anaknya tersebut.
"Hanum, ini Uda siang nak, apa kamu sudah bangun.," ucap Bu win sambil mengetuk pintu kamarnya.
Hanum mengeliat merenggangkan otot-ototnya.
"Hanum kamu sudah bangun apa belum nak,?" panggil Bu win lagi.
"ya ampun mas, ini sudah siang. mas ayo bangun mas." Hanum membangunkan suaminya.
"apa sayang, ?" tanya Galang.
"lihatlah ke jendela mas, ternyata ini sudah siang." jelas Hanum.
"kamu tidak dengar mama dari tadi mengetuk pintu ya mas," ucap Hanum .
"oh iya, kamu tinggal bukain pintu kan beres sayang." lagi-lagi Galang bersikap cuek.
"coba saja sana kamu yang buka pintu," tantang Hanum.
"iya iya aku bukain pintunya." jawab Galang sambil hendak turun dari tempat tidur.
"dasar menantu kurang ajar, kamu mau menemui mama tanpa mengunakan pakaian seperti itu mas," ucap Hanum.
"alamak, aku lupa sayang." Galang kembali masuk kedalam selimutnya.
Sementara Bu win diluar kamar sudah merasa gelisa karena takut anak dan menantunya sakit.
"num, kalian baik-baik saja kan nak,?" Bu win mencoba memanggil anaknya terus.
"iya ma, kami baik-baik saja. kami cuma lagi bikinin mama cucu lagi." Galang keceplosan.
"apa sih mas," Hanum memukul Galang pakai bantal.
Bu win yang mendengar ucapan menantunya hanya geleng-geleng kepala dan kembali turun untuk bergabung dengan cucunya di ruang makan.
__ADS_1
Sementara Hanum masih saja memarahi istrinya karena berkata tidak sopan pada mamanya.
"kamu ini bener-bener bikin malu saja mas, mau ditaruh dimana muka ku saat ketemu mama nanti." ucap Hanum.
"ala sayang, pasti mama juga mengerti." jawab Galang.
"dasar kamu ini mas," Hanum memukul kembali suaminya dengan bantal kemudian turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Hanum berjalan dengan santainya meski tanpa pakaian. galang yang melihatnya pun bergegas turun dan mengendong istrinya tersebut.
"kamu ini pagi-pagi sudah mancing mas lagi ya." ucap Galang.
"gak usah aneh-aneh. aku mau mandi dan jangan diganggu dengan memintaku melayani mu lagi." ucap Hanum.
"iya iya sayang, tapi jangan melotot seperti itu ah, mas kan jadinya ngeri lihatnya." jawab Galang.
Akhirnya mereka berdua pun hanya mandi tanpa melakukan embel-embel hal lain.
Hanum dan Galang sama-sama bersiap-siap untuk pergi bekerja, tapi sebelumnya Galang dan Hanum sarapan terlebih dahulu.
"loo bik apa Anna sudah sarapan.?" tanya Hanum.
"belum nyonya, apa perlu saya panggilkan nona Anna nya nyonya.?" jawab bik Surti.
"iya bik, tolong panggilkan dia. aku akan mengajaknya ke butik hari ini, jadi dia harus sarapan terlebih dahulu." jelas Hanum.
"kamu akan mengajak Anna sayang,?" tanya Galang.
"iya mas, oh iya nanti siang aku kekantormu mas, aku akan menceritakan semua tentang Anna kepadamu, dan aku akan mengasih tau kepadamu tentang rencanaku untuk menolong Anna." jawab Hanum.
"baiklah aku akan menunggumu nanti ya sayang." ucap Galang.
"iya mas, ya sudah kalo mas sudah selesai sarapan, mas pergi dulu saja tidak usah mas menungguku, aku nantikan pergi dengan Anna." tutur Hanum.
"baiklah, mas pergi dulu ya sayang, assalamu'alaikum " pamit Galang sambil mencium kening istrinya.
Bersamaan Galang mencium kening istrinya, Anna keluar dari kamar tamu sambil tersenyum penuh ketulusan.
"selamat pagi mas Galang dan mbak Hanum." sapa Anna.
"selamat pagi juga anna.ya sudah mas berangkat dulu ya," pamit Galang pada istrinya untuk yang kedua kali.
"iya hati-hati mas," jawab Hanum.
Galang pun berangkat ke kantor duluan.kini tinggal Anna dan Hanum yang sedang menikmati sarapan sambil ngobrol seputaran butik yang akan dikelolah oleh Anna nantinya.
bersambung
__ADS_1
hai readers ayo mana nih dukungan buat author.. jangan lupa like, vote , kritik dan sarannya, selalu author tunggu ya.ππππ€π€π€πππ