Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Lahiran


__ADS_3

Waktu cepat berlalu. kini kehamilan Hanum sudah pada bulan akhir menjelang persalinan.


Bu Sundari yang dipenjara pun juga sudah dibebaskan dari penjara. kebahagiaan datang silih berganti.


Saskia yang awalnya sangat marah karena dibohongi David kalo sudah diambil kegadisannya pun juga sudah memaafkan david.bahkan mereka juga sudah menyusul Hanum, ya Saskia kini juga sudah hamil anak pertamanya dengan David. usia kandungan Saskia kini sudah 12 Minggu. David sangat direpotkan Saskia karena kehamilan Saskia dalam masa-masa mengidam yang cukup merepotkan bagi pasangan baru tersebut.


"oh kak apa yang harus aku lakukan. Saskia sangat membuatku pusing minta apapun tapi setiap kali diturutin gak dimakan." keluh David pada Hanum.


"eh memang begitulah orang hamil vid," jawab Hanum.


"tapi ini apa gak kebangetan kak. kemaren minta belikan aku siomay yang ada dipinggir jalan. pas aku belikannya di kantin dan ku bawah pulang dianya tau dan langsung marah-marah lagi. bilangnya aku gak sayang sama anak kami lagi. memang apa bedanya siomay yang ada dipinggir jalan sama dikantin ini. kan ujung-ujungnya sama-sama siomay." David menjelaskan.


"Halah masih kayak gitu aja mengeluh. coba seperti aku kemaren. mau makan hanya makanan yang dimasak oleh Daniel adik sepupu mas Galang. sampai-sampai kami meminta Daniel jauh-jauh dari Jerman ikut kami kemari.itulah vid dimana masa-masa suami diuji istrinya he he he." jawab Hanum sambil tertawa.


"memang kalian kaum wanita bikin pusing," David pasrah dengan keadaan.


"tapi kami para kaum wanita juga kan yang bisa membuat kaum pria bahagia." bela Hanum.


"iya-iya ibu suri. kalian kaum wanita akan selalu menang. oh iya kak, suami kakak tadi tumben-tumbenan gak nyusul keruanganku. biasanya kakak baru disini 5 menit saja sudah disusul." ucap David.


"tadi dia sepertinya lagi sholat Dzuhur. paling dia juga mengira aku lagi ke kantin." jawab Hanum.


"oh pantas." tukas David.


"ya sudah vid aku kembali keruangan mas Galang dulu ya.. kami mau memeriksakan kandungan soalnya dari kemaren aku mulai sedikit merasakan sakit nih." pamit Hanum.


"benarkah,? apa kakak sudah mau lahiran.?" tanya David.


"sepertinya iya.. tapi aku belum bilang ke mas Galang kalo aku sudah merasakan kontraksi takutnya dia panik. soalnya masih belum begitu sering merasakan sakit. aku cuma bilang ingin periksa saja tadi sama mas Galang." jelas Hanum.


"kakak ini sembrono sekali ya..sudah merasa kontraksi masih kelayapan ke kantor.. kalo kebrojolan disini pasti suami kakak bikin heboh satu kantor nanti." canda David.


"iya juga ya. ya sudah aku tak panggil mas Galang sekarang buat ngantar ke RS." pamit Hanum.


"iya kak hati-hati, semoga persalinan kakak nanti lancar."


"iya amin. makasi ya vid."


Hanum pun kembali ke ruangan Galang. tapi tak disangka Hanum melihat Galang sudah ada didepan pintu ruangan David.


"loh mas, bikin kaget saja ya." ucap Hanum.


"kamu ngapain sayang, diruangan David.?" tanya Galang.


"gak ngapa-ngapain cuma ngobrol saja kok mas." jawab Hanum.


"ya sudah, ayo katanya minta diantar ke RS, kita berangkat sekarang saja ya."


"iya ayo mas, aku tadi juga sebenarnya mau panggil kamu untuk aku ajak berangkat."


Galang dan Hanum pun berjalan bergandengan menyusuri koridor didepan ruangannya tersebut. tak lupa Hanum juga tersenyum pada semua karyawan kantor yang berpapasan dengannya. tapi senyum Hanum lama-lama beruba menjadi seperti orang yang sedang kesakitan.


"sayang kamu kenapa.?" tanya Galang.

__ADS_1


"perut aku mulai sakit mas," jawab Hanum.


"apa, apa kamu mau melahirkan sekarang sayang.?" tanya Galang lagi.


"kemungkinan iya mas," jawab Hanum.


"haduh gimana ini. security cepat panggil security. kamu juga naik panggil pak David suruh segera kemari." Galang memerintahkan siapapun yang ada dihadapannya.


"mas, jangan panik mas. mungkin ini juga masih lama kok, ini sakitnya juga sudah tidak terasa lagi. lebih baik kita tunggu David saja. biar nanti yang bawah mobil David. mas bantuin saja aku duduk disofa itu." tunjuk Hanum pada sofa diruang tunggu kantor suaminya.


"baiklah, pelan-pelan sayang ya kalo jalan.. ah David ini lama sekali sih." gerutu Galang.


"sabar mas. mungkin lift nya masih lama. gak usah terlalu panik lah."


"tapi nanti anak kita keburu lahir disini sayang. lagian mas juga gak akan tega melihatmu kesakitan tanpa segera ditolong pihak medis."


Hanum pun hanya bisa tersenyum melihat suaminya yang begitu sangat perhatian terhadapnya.


Setelah membantu istrinya duduk, Galang pun kembali memanggil salah satu karyawannya agar segera memanggil david lagi.


"hai kamu cepat panggilkan David. kalo dalam lima menit dia tidak sampai disini aku bakal seret dia." ancam Galang.


"tapi saya menuju keruangan pak David saja sudah butuh waktu 5 menit pak." jelas salah satu karyawan tersebut.


"ah sudah biar aku telpon saja dia."


"kenapa tidak dari tadi pak."


"benar katamu vid, heboh sudah satu kantor kalo begini ceritanya" batin Hanum


"kamu cepat kemari vid, atau kamu mau aku seret ha,? sudah dipanggil dari tadi bekum juga datang." galang memarahi David lewat panggilan telpon genggamnya.


"yang manggil juga baru sampai bos, sudah bilang dari tadi. iya iya ini sudah mau turun." jawab David ditelpon.


"ya sudah cepetan." Galang pun menutup telponnya.


David yang hafal dengan sikap Galang pun segera berlari keluar ruangannya.


Galang sebenarnya orang yang sangat baik. tapi kalo urusan hanum, Galang selalu menomor satukan istrinya tersebut.


"cepat siapkan mobil, ayo kita ke RS," ucap Galang saat David sudah didepannya.


Tanpa menjawab David pun ke area parkir dan mengambil mobilnya untuk mengantar Hanum.


Setalah Hanum dibantu masuk ke mobil oleh Galang. Galang pun juga ikut duduk disamping hanum. David bergegas melajukan mobilnya menuju ke RS.


"aauuhhh sakitnya." rintih Hanum sambil mencengkeram paha Galang.


"sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai." Galang merangkul istrinya dan memegangi tangan istrinya untuk memberi semangat.


"sudah sampai, kak tunggu ya aku panggil perawat dulu." David bergegas turun memanggil suster yang kebetulan dia lihat.


"suster tolong kakak saya mau lahiran." pinta David.

__ADS_1


"iya pak dimana kakaknya.?" tanya suster tersebut.


"masih didalam mobil. cepat ambil kursi roda untuk membantunya." jawab David


suster tersebut segera berlari mengambil kursi roda dan dibawa keluar untuk menjemput Hanum.


Hanum pun dibawah keruangan bersalin.sembari menunggu dokter kandungan membantu persalinan istrinya. Galang dengan setia mendampingi istri yang berbaring di ranjang persalinan.


"selamat siang pak, maaf ya saya periksa Bu Hanum dulu ya." ucap dokter imelda.


"iya dok silahkan."


"bagaimana Bu Hanum sudah intens belum sakitnya.?"


"lumayan dok. setiap 15 menit sekali rasa sakitnya datang dan pergi."


"sebentar ya saya periksa. maaf ya Bu tolong agak sedikit dibuka pahanya ya."


dokter tersebut memulai memeriksa Hanum.


"sudah pembukaan 7. perkiraan satu jam lagi pembukaan sempurna pak bu. bisa juga lebih cepat. kita tunggu saja ya."


"iya dok terima kasih." jawab Hanum.


Setelah menunggu hampir satu jam, rasa sakit yang dirasa Hanum makin sering datang.


"aduuuhh sakit mas," rintih Hanum.


"iya sayang, kamu pasti kuat."


"aaahhhhh sakiitt, aahhhhh sepertinya sudah waktunya mas, panggil dokter Melda mas."


"dokter, dokter cepat. anakku sudah mau keluar." teriak Galang.


Dokter Melda pun berlarian menuju Hanum yang sudah merejan dengan kuat.


"maasss aaahhh"


"iya Bu ayo Bu..ayooo" dokter Melda menyemangati.


"aaaaaaa maaaaaasss"


"oeekk,ooeeekk"


Akhirnya bayi perempuan yang sangat cantik pun terlahir kedunia.


"selamat ya pak Galang, Bu hanum. anaknya perempuan, normal dan sangat cantik ini wajahnya perpaduan antara mama dan papanya sepertinya." ucap dokter Melda.


"iya kah dok, terima kasih sudah membantu persalianan istri saya dok." jawab Galang.


"iya sama-sama, tapi tunggu sebentar biar dibersihkan bayinya ya pak, setelah itu pak Galang bisa menggendongnya."


"iya dok, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih."

__ADS_1


__ADS_2