
Belum juga genap satu hari Anna tinggal dirumah Hanum. Hanum sudah bisa membongkar rencana licik Anna.
insting seorang wanita memang lah kuat, apa lagi itu menyangkut urusan suami.
Malam hari pun sudah datang, saat semua selesai makan malam. semua anggota keluarga diminta masuk kedalam kamarnya masing-masing oleh Hanum.
Kini tinggallah Hanum dan Anna yang sengaja ditahan Hanum agar tidak masuk kedalam kamar.
"pak Sukir bisa tinggalkan saya berdua dengan Anna," ucap Hanum.
"tapi jika nona ini minta gendong bagaimana nyonya,?" tanya pak sukir.
"nanti saya akan panggil pak Sukir, sekarang pak Sukir kedepan saja." perintah Hanum.
"baiklah nyonya," jawab pak Sukir.
akhirnya pak Sukir pun pergi berjaga lagi didepan sesuai perintah Hanum.
diruang keluarga kini hanya tinggal hanum dan Anna yang sedang serius menonton televisi.
"Anna bisa kita bicara, ada hal yang ingin saya tanyakan." ucap Hanum.
"bicara saja, aku mendengarkan kok," jawab Anna.
"bisa kamu lihat video ini," Hanum menyerahkan rekaman video dihandphone nya.
Anna pun menerima handphone Hanum dan mulai memutar video yang dimaksud Hanum.
"apa,,,apa maksud semua ini," tanya Anna dengan wajah pucat.
"kenapa malah kamu yang bertanya, harusnya aku yang bertanya kepadamu An," jawab Hanum.
"jadi kau sengaja ingin menjebakku,?" tebak Anna.
"bukannya aku yang ingin menjebakmu An, tapi kamu yang ingin menjebak kami dari awal iya kan.?" Hanum balik bertanya.
"aku, aku minta maaf, iya aku memang ingin menjebak kalian, aku butuh uang untuk mencari kontrakan baru. kemaren aku baru saja diusir dari kontrakkan lama ku, itu lah kenapa tadi aku melamun sambil jalan." Anna bicara sambil menundukkan kepala.
"tapi bukannya kamu kerja Anna, kenapa sampai kontrakan tidak terbayar.?" Hanum terheran-heran.
"bukannya aku sengaja boros mbak hanum. tapi beginilah kehidupan kami para kupu-kupu malam. uang yang kami terima memang terkadang nilainya besar. tapi pengeluaran kami juga sangat besar." Anna mencoba menceritakan kehidupannya.
"bisa kamu ceritakan kisah hidupmu An, barang kali aku bisa membantumu." ucap Hanum.
__ADS_1
"jika memang mbak Hanum mau mendengarkan cerita hidup wanita murahan seperti aku, baiklah mbak, aku akan menceritakan bagaimana kehidupan wanita-wanita seperti aku ini." jawab Anna.
"nama panjang saya adalah Anastasia. saya dulu mengenal dunia malam karena keterpaksaan. wanita dengan lulusan sekolah menengah pertama seperti saya, sangat sulit mendapat pekerjaan. saya mencoba mencari keberuntungan dengan berangkat kekota. saya lari dari panti asuhan yang menampung saya karena kepala panti yang hanya memanfaatkan keadaan kami demi menumpuk kekayaannya sendiri. sedang kami diperlakukan dengan tidak manusiawi. sehari setelah saya sampai dikota, saya bertemu dengan seorang ibu-ibu yang mau menampung saya dirumahnya sebagai pembantu. ya meski untuk anak usia belasan tahun seperti saya kala itu mengurus pekerjaan rumah begitu berat apalagi rumahnya begitu besar, tapi saya menjalankannya dengan penuh kesenangan karena saya berfikir saya akan memiliki uang sendiri dan akan saya tabung untuk modal buka warung." Anna berhenti bercerita untuk menghela nafas .
"lalu kenapa kamu bukannya membuka warung, maaf sebelumnya, kenapa kamu malah memilih bekerja didunia malam seperti sekarang.?" tanya Hanum.
"kenyataan tak seindah angan-angan saya mbak. majikan laki-laki saya memperkosa saya dan mengancam saya akan membunuh saya jika saya berani mengadu kepada istrinya atau keluarganya." Anna meneteskan air matanya tak kala mengingat apa yang dialaminya.
"apa majikan mu memperkosa kamu.?" Hanum seperti tak percaya.
"iya mbak, waktu itu majikan perempuan saya dan anak tunggalnya sedang pergi keluar negeri untuk mendaftarkan anaknya sekolah diluar negeri. majikan laki-laki saya sengaja memberi izin para pembantu untuk berlibur terkecuali saya. keadaan rumah yang sepi membuat majikan laki-laki saya memiliki kesempatan besar melakukan keinginannya."
flashback on
"Anna kemarilah," panggil majikan Anna.
"iya tuan ada apa?" tanya Anna.
"pijiti badanku, aku begitu capek," ucap majikan Anna.
"tapi saya tidak bisa mijit tuan." tolak Anna.
"kau tinggal tekan-tekan tanganmu ke tubuhku itu kan sudah sama dengan mijit. gak usah menolak lakukan atau kau mau aku pecat." ancam majikan Anna.
"dipijit dengan memakai baju seperti ini gak enak rasanya anna, sebentar aku buka pakaianku dulu," ucap majikan Anna lalu membuka semua bajunya dan hanya meninggalkan celana dalamnya.
Anna yang masih lugu pun memejamkan matanya karena malu.
"buka matamu, bagaimana kau bisa memijitku dengan mata tertutup seperti itu." bentak majikan Anna membuat Anna ketakutan dan akhirnya terpaksa membuka matanya.
Anna pun memulai memijit majikannya lagi sambil gemetaran. tiba-tiba majikan Anna membalik badannya dan terlentang.
"pijit dibagian kaki Anna," Anna pun menuruti.
"naik sedikit An" Anna masih menuruti.
"naik lagi An," begitu terus perintah majikan Anna sampai tangan Anna sudah hampir sampai dipangkal paha majikannya.
Anna sebenarnya sudah sangat takut dan gemetaran saat melihat majikannya seperti sengaja mengerjainya. tangan Anna tidak sengaja menyenggol daerah ******** majikannya karena majikannya sengaja menyuruh Anna memijat didekat daerah tersebut.
"kau sengaja memancingku ya An,?" ucap majikan Anna.
"maaf tuan saya tidak sengaja." ucap Anna
__ADS_1
"jika kau sengaja pun aku tidak akan menolaknya Anna," ucap majikan Anna kemudian meraih tangan Anna.
"tuan lepaskan saya tuan, tolong tuan lepaskan saya. apa yang ingin tuan lakukan.?" Anna mencoba menarik-narik tangannya.
majikan Anna pun melepas tangan Anna kemudian dia merogoh pistol dibawah bantalnya.
"buka pakaianmu atau kau mau aku tembak dengan pistol ini sekarang." ancam majikan Anna.
"jangan tuan jangan." Anna mencoba melarikan diri tapi tiba-tiba
dooorrr.. majikan Anna menembak gelas yang ada dimeja kamarnya.
"pintu itu sudah aku kunci. kau mau lari kemana. cepat kemarilah dan buka pakaianmu atau kau ingin aku tembak seperti gelas itu." ancam majikan Anna lagi.
karena Anna begitu ketakutan pun akhirnya Anna terpaksa membuka pakaiannya satu persatu dan hanya meninggalkan pakaian dalamnya saja.
"lepas semua," teriak majikan Anna lagi.
Anna pun terpaksa menurutinya. Anna melepaskan pakaian terakhirnya sambil berlinangan air mata.
"sekarang kemarilah, "panggil majikan Anna saat Anna sudah tak mengenakan pakaian apapun.
"buka celanaku," perintah majikan Anna sambil mengacungkan pistol ke arah Anna.
Anna pun menuruti membuka celana terakhir yang melekat ditubuh majikannya.
dengan terlepasnya pakaian terakhir itu pun otomatis Anna melihat pusaka majikannya yang sudah berdiri tegak.
"pegang itu," ucap majikan Anna
Anna memegang pusaka majikannya dengan ketakutan dan berlinangan air mata.
"masukkan kemulutmu An," perintah majikan Anna.
Karena Anna begitu ketakuatan mau tidak mau menuruti semua kemauan majikannya.
"terus An, ***** terus.aaahhh kau begitu cepat belajar An ayo terus An lebih cepat." majikan Anna sangat menikmati.
Dengan deraian air mata Anna pun terus menuruti majikannya.
majikan Anna pun meminta Anna untuk berbaring disampingnya.
bersambung.
__ADS_1