Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Bisakah aku memaafkan


__ADS_3

Mama Hanum duduk disamping putrinya yang terbaring lemah.


"num bangun lah nak, kuatkan hatimu sayang,"ucap mama Hanum lirih, sambil diusap punggung tangan putrinya tersebut.


Hanum berlahan membuka matanya,


"mama,"


"iya nak, kamu sudah sadar nak, kamu ingin apa sayang?"


"mama Hanum haus,"


mama Hanum pun mengambilkan putrinya air minum kemudian putrinya dibantu untuk duduk.


"ini minumlah nak, mama ambilkan makan ya nak ya,?"


"Hanum gak ingin makan ma, gak lapar"


"tapi kamu harus makan nak,"


"Hanum kamu sudah sadar kah,?"Robi yang memang sedari tadi tidak bisa tidur pun langsung bangun dari sofa menghampiri hanum.


"mas, kamu ?"


Hanum baru sadar kalo dia ternyata sudah ada dirumah Robi.


"iya ini aku, apa yang kamu rasakan, kamu masih demam," ucap Robi sambil memegang kening Hanum.


"nitip Hanum dulu ya nak Robi, mama izin mau ambilkan Hanum makan apa boleh.?"


"mama disini saja biar saya suruh siapkan bubur untuk Hanum ma".


Robi pun pergi memanggil kepala pelayan dirumahnya tersebut.


"bik , tolong bawakan bubur yang saya minta tadi sekarang ke kamar tamu ya,"


"iya tuan, sebentar saya ambilkan"


Robi pun balik ke kamar tamu, tak selang waktu lama kepala pelayan tadi pun datang mengantar bubur permintaan tuan mudanya tersebut.


"permisi tuan ini buburnya, apa ada yang lain yang harus saya siapkan tuan.?"


"iya bawa kesini bik,, bibik kembali saja kebelakang, nanti jika ada perlu lagi saya panggil "


"baiklah tuan, saya permisi"


"ayo makan dulu num mumpung masih hangat,"


"gak mas aku gak lapar,"


"tapi kamu harus makan num, sini biar aku bantu suapin."


"gak usah biar aku makan sendiri saja,"

__ADS_1


"tapi ditanganmu masih ada jarum infusnya num, nanti sakit kalo sering digerakkan."


"kalo gitu kasih bubur itu ke mama, biar mama saja yang nyuapin aku,"


"iya nak Robi sini biar mama saja yang nyuapin Hanum,"


"ya sudah ,ini ma,"


lepas memberikan bubur tadi ke mantan mertuanya, Robi kembali duduk disofa. dia amati wanita yang dulu sangat dia cintai itu terlihat lemah seperti itu semua karena ulahnya. rasa bersalah kembali terus menusuk relung hatinya.


di ujung mata Robi kembali tergenang air yang siap meluncur kepipinya, buru2 dia usap sebelum airmata itu benar2 meluncur.


"sudah ma, Hanum sudah kenyang"


"baiklah nak, sekarang istirahatlah lagi,"


"sebentar ma,hanum jangan direbahkan dulu, ini minum obatnya ya num,"


Hanum pun menerima obat itu tanpa bicara apapun.setelah minum obat Hanum kembali merebahkan dirinya di ranjang .


"num aku tau aku salah, aku tidak memaksamu memaafkan aku sekarang, tapi dikemudian hari semoga kau mau membuka hatimu untuk memaafkan aku."


"kenapa mas, kenapa baru sekarang setelah anak2 sudah tidak lagi ada didunia ini.?"


"iya num, dulu aku memang sangat pengecut, mataku tertutup api cemburu."


"aku tak tau mas , entahlah, setelah semua yang terjadi bisakah aku memaafkan mu"


" ya sudah, aku pun tak akan memaksamu untuk memaafkan aku dan keluargaku, tapi aku mohon tinggallah disini sampai kamu benar2 sembuh, juga tunggulah selesai acara 7hari anak2 kita baru kau boleh pulang ya,?"


"bisa2 , ma tolong mama pegang botol infusnya, biar saya yang menggendong Hanum,"


"gak gak ,aku bisa jalan sendiri,"


"tapi kamu masih lemah num, biar aku saja yang membantumu"


tanpa menunggu lagi Robi langsung mengangkat tubuh Hanum. dibawah naik kekamar almarhum anak2nya yang memang letaknya dilantai 2 rumah itu.


bersamaan dengan itu ternyata Yasmin tunangan Robi datang, Yasmin melihat semua itu dengan perasaan yang terbakar, emosinya langsung naik, dicarinya calon mama mertuanya yang tak lain mama Robi ,dia ingin mengadukan hal yang baru saja dilihatnya.


"Tante Tante apa Tante dikamar, ini saya Yasmin te, bolehkah Yasmin masuk,"


mama Robi yang memang merasa tak enak badan sedari tadi tidak keluar kamar, bahkan makanan untuk nya saja dibawah kan pelayan kedalam kamar.


"masuk lah yasmin."


"tante apa maksud mas Robi membiarkan mantan istrinya tinggal disini.dan kenapa mas Robi sangat perhatian dengan wanita itu.barusan saja Yasmin melihat mas Robi menggendong perempuan itu ke kamar atas."


"sebelumnya Tante minta maaf kepadamu dan keluargamu Yasmin. Tante sadar apa yang Tante lakukan ke Robi dan Hanum itu salah, lihatlah cucu2 yang Tante sayangi kini menjadi korban keegoisan Tante .untuk keputusan lanjut tidaknya pertunanganmu dan Robi kini sepenuhnya Tante serahkan kepada Robi "


"gak bisa gitu dong Tante, itu sama aja mempermalukan Yasmin dan orang tua Yasmin. terus mana om Tante biar om saja yang membujuk mas Robi supaya tidak membatalkan pertunangan kami"


"untuk 7hari kedepan dirumah ini akan diadakan tahlil bersama, mungkin om ikut membantu persiapan untuk acara tahlil tersebut, tapi maaf Yasmin om dan Tante sudah sepakat untuk menyerahkan segala keputusan kepada Robi "

__ADS_1


"ini gak adil Tante benar2 gak adil."


Yasmin berlari keluar untuk pulang sambil menangis.hatinya begitu kecewa dan sangat marah.


jam sudah menunjukkan pukul 4sore, Galang dan Yanti juga anak2nya memasuki halaman rumah Robi


dilihatnya banyak orang sibuk mengatur persiapan acara tahlil dan doa bersama untuk almarhum Adit dan Bagas.


"permisi om, apa Hanum masih ada disini.?" sapa Galang pada papa Robi.


"bukannya kamu yang kemaren mengantar Hanum kesini ya, masih ada kok masuk saja?" jawab tuan Herdiansyah papa Robi .


Galang pun masuk diikuti istrinya, dia mengetuk kamar tamu tapi tak ada sahutan dari dalam.


tiba2 pelayan datang


"maaf tuan, tuan mencari nyonya Hanum ya, beliau dipindahkan ke kamar atas, tepatnya di kamar den Adit dan den Bagas.


"oh iya kah bik, terima kasih kalo begitu, saya langsung naik saja. bolehkan.?"


"iya silahkan tuan silahkan"


Galang mengajak Yanti naik, dia tarik tangan Yanti karena sedari tadi kelakuan Yanti begitu memalukan.


Yanti yang sedari tadi ternganga melihat rumah mewah Robi pun terkejut saat tangannya ditarik suaminya.


"apa sih mas, main tarik2 sakit tau,"


"jaga sikapmu ,jangan bikin malu"


sesampainya di galang diatas kembali dia mengetuk pintu kamar almarhum anak2 Hanum.


"permisi boleh saya masuk"


"masuk saja tidak dikunci" sahut mama Hanum


"eh nak Galang nak Yanti kalian datang, ohh ini cucu2 nenek juga ikut,"


"iya Tante kami datang karena kami turut berduka atas meninggalnya Adit dan adiknya"


"terima kasih nak "


"ayo Devan sama Devi ucapkan salam pada Tante,om robi dan nenek, " secara bergantian Devan dan Devi bersalaman kepada ketiga orang tersebut, tapi saat Devan bersalaman dengan hanum, tiba2 Hanum memeluk Devan dan kembali histeris. dia melihat Devan seperti melihat Adit.


"Adit kamu datang nak, Hem kamu kangen mama ya, Adit jangan tinggalkan mama lagi nak, mama gak mau pisah sama kamu, Adit mana adikmu nak.?"


"Tante ini Devan Tante bukan adit"


Hanum pun tersadar dan menundukkan kepalanya dan disandarkan dikedua lututnya.air matanya kembali mengalir dengan derasnya.


"yang sabar ya nun, mbak turut prihatin atas musibah yang kamu alami, tapi kamu harus bangkit dan kuat num, bikin anak2mu disurga sana melihatmu dengan bangga" bujuk Yanti sembari mencari simpati Hanum.


bersambung

__ADS_1


author kasih sedikit bocoran ya, di bab2 ini ceritanya masih landai2 saja, untuk bab2 selanjutnya konflik mulai terjadi,


mangkanya jangan kalo penasaran ikutin terus ya ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan vote ,like saran dan juga kritik πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2