Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
To the point


__ADS_3

Sesudah sarapan semua pun melakukan aktifitasnya masing-masing.


Galang pergi ke kantor sedang Daniel dan Hanum pergi ke butik.


Sesampai dibutik Gita yang sedang asik dengan kerjaannya pun dikagetkan oleh Daniel.


"hai cantik," sapa Daniel.


"oh, hai Daniel." jawab Gita.


"pagi git, kamu boleh kasih dia kerjaan apapun hari ini untuk membantumu, aku masuk kedalam dulu ya." ucap Hanum


"maksudnya mbak.?" Gita tidak mengerti ucapan Hanum.


"hari ini Daniel kesini ingin bantu-bantu dibutik katanya. jadi kamu kasih tunjuk pada dia apa yang harus dilakukan. paham kan.?" jelas Hanum.


"iy iy iya mbak." Gita menjawab dengan gugup


Hanum pun berlalu keruangannya sambil tersenyum. sedang Gita dan Daniel saling menatap tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.


"apa yang harus aku kerjakan cantik.?" tanya Daniel lagi kepada Gita.


"aku, aku tidak tahu harus memberi pekerjaan kamu apa Niel." jawab Gita.


"apa saja pasti aku bisa melakukan. ayo tunjukkan saja mana yang harus aku kerjakan." ucap Daniel.


"ya sudah kamu bisa duduk santai saja dikursi itu. soalnya memang tidak ada yang harus dikerjakan. semua kerjaan sudah dikerjakan karyawan yang bertugas dimasing-masing bagian. kamu tunggu saja pelanggan yang datang dan kamu bisa melayani mereka, gimana tidak masalahkan." jelas Gita.


"oh, tidak masalah cantik, asal kamu juga ada disini menemani aku." jawab Daniel.


"iya memang aku juga ada disini.. oh iya Niel kamu jangan panggil aku cantik lah, aku kan malu. panggil saja nama ku ya." pinta Gita.


"tidak aku tidak mau, aku lebih suka memanggilmu cantik." tolak Daniel.


"ya sudah terserah kamu saja lah," Gita tersipu malu.


Gita pun melanjutkan aktifitasnya, meski Gita tidak bisa fokus karena terus saja diperhatikan oleh Daniel, tapi Gita tetap berusaha melakukan pekerjaannya dengan baik.


Saat asik memandangi Gita, Daniel dikagetkan bunyi bel pintu yang menandakan ada pelanggan butik yang masuk ke butik tersebut.


"hai Niel, apa yang kamu lakukan disini," sapa Bu Diana.

__ADS_1


"hai Tante, aku sekarang bekerja dibutik menantumu ini." jawab Daniel.


"memang kapan kamu datang Niel ? kenapa kamu tidak mengabari Tante kalo kamu mau kesini. Tante kira cuma Hanum saja yang ikut pulang dengan Galang."


"aku menyusul mereka Tante, mau bagaimana lagi, menantu mu itu hanya mau makan masakanku saja. ya aku pun juga senang kok, aku nanti bakal minta gaji yang tinggi ke Galang haaaa haaaa," canda Daniel.


"kamu ini ada-ada saja niel, ya sudah Tante masuk dulu, Tante kesini juga sebentar mau melihat keadaan Hanum. mendengar dia balik ke indo Tante sangat senang tapi juga was-was dengan kehamilannya." Bu Diana pun berucap sambil berlalu masuk keruangan Hanum.


Daniel dan Gita kembali berdua diruangan itu. Gita kembali salah tingkah didepan Daniel.


"kamu kenapa cantik, sini-sini aku punya ide buat kita." Daniel tiba-tiba menarik tangan Gita.


"kamu duduk disini." lanjut Daniel


Gita pun menuruti ucapan Daniel dan duduk dikursi yang ditunjuk oleh Daniel. Daniel juga mengambil kursi lain dan diletakkan tepat didepan Gita.


"kenapa kamu meletakkan kursinya didepanku.?" tanya Gita.


" kita akan duduk saling berhadapan. kamu ikuti saja aku, kamu pandang mataku, dan aku juga akan memandang mata kamu. gak usah lama-lama cukup 10 menit, nanti kita akan sama-sama merasakan apa yang kita rasakan saat mata kita saling beradu pandang. rasa kagum kah, atau ada rasa lain yang akan kita rasakan." jelas Daniel tanpa memperdulikan Gita yang sudah panas dingin.


"aku tidak mau melakukan hal konyol ini..memang kamu ingin membuktikan rasa apa,? kita juga baru kenal.. bahkan baru dua kali ini kita bertemu." Gita mencoba menolak hal yang dilakukan Daniel.


"entahlah Gita, pertama bertemu dengan kamu ada getaran aneh didadaku, aku gak mau berlama-lama menahan rasa penasaran. aku ingin segera buktikan kalo aku benar-benar tertarik padamu." Daniel sangat blak-blakan pada Gita.


"Daniel sangat konyol ya ma, masak sama perempuan kok tanpa basa-basi malah main slonong saja haaaa haaa." ucap Hanum pada mertuanya.


"iya mama juga tidak menyangka loh num. padahal dulu dia itu pendiam dan pemalu. tapi gak tau kenapa sekarang malah seperti itu," jawab Bu Diana.


"ah sudahlah ma, biar dia berusaha sendiri sementara ini untuk mendapatkan Gita. nanti pada saatnya Hanum akan bantu jika memang Daniel membutuhkan bantuan.. oh iya ma, Hanum mau pergi ke kantor mas Galang. mama mau ikut gak.?" ajak Hanum.


"boleh sayang, mama juga nanti kalo boleh mau menginap dirumahmu, mama kangen sama cucu-cucu mama." jawab Bu Diana.


"tentu saja boleh ma.. memang keadaan ayah Atmojo sudah membaik ma.?"


"sudah nak, dia kemaren hanya sedikit lupa minum obatnya ternyata. ya tapi begitulah kalo orang sudah tua, maunya dirawat dan gak mau ditinggal-tinggal."


"ya syukurlah kalo begitu ma, ayo ma kita berangkat kalo begitu."


"ayo nak."


Hanum dan mertuanya keluar dari ruangan Hanum sambil bergandengan.

__ADS_1


"kalian lagi ngapain.?" tanya Hanum pada Gita dan Daniel


"aa,aa anu mbak. kami gak ngapa-ngapain kok." jawab Gita gugup.


"ah sudahlah, lanjutkan saja apa yang kalian lakukan. oh iya Niel. nanti kamu pulang sama Gita saja ya, aku mau ke kantor mas Galang. titip butik ya git." pamit Hanum.


"oh iya mbak," jawab Gita.


"baiklah Hanum, aku akan membantu wanita cantikku ini kalo begitu." ucap Daniel.


"wanitamu,? apa maksudmu Daniel.?" tanya Bu Diana pura-pura tidak tahu.


"ah tidak usah tanya-tanya, Tante berangkat saja tuh sama menantu kesayangan Tante. daa Hanum daa tante." usir Daniel bercanda.


"dasar anak durhaka kamu ya. sini Tante jewer telinga mu itu." goda Bu Diana.


"iya-iya Tante maaf, sudahlah Tante berangkat saja ya ke kantor Galang, please Tante," ucap Daniel.


"iya ma, ayo kita berangkat," ajak hanum.


"iya ayo, dan kamu Niel, awas ya jangan buat mainan tuh anak orang kalo kamu masih ingin hidup lebih lama." ancam Bu diana kemudian pergi bersama Hanum.


"aahhhh dasar ibu-ibu kalo sudah ngomong tidak ada berhentinya." gerutu Daniel.


"ternyata kamu lucu juga ya Niel." ledek Gita.


"lucu kenapa memang,?" tanya daniel.


"ada deh, ahh sudah bercandanya, aku mau melayani pelanggan dulu," Gita menghindari.


"hai jelaskan dulu.," ucap Daniel.


"pembeli adalah raja, jadi mohon maaf aku mau melayani mereka dulu," jawab Gita.


Daniel pun akhirnya juga ikut membantu melayani para pelanggan dibutik tersebut yang ternyata sudah lumayan banyak yang datang.


para pelanggan butik itu pun yang mayoritas kaum hawa, terpesona dengan ketampanan Daniel dan berharap Daniel yang membantu mereka memilih baju yang hendak mereka beli.


Gita pun tertawa melihat Daniel yang kebingungan melayani ibu-ibu yang berebut minta dilayani Daniel.


Daniel mengatupkan kedua tangannya sambil memandang gita bermaksud meminta pertolongan. Gita pun sengaja menggelengkan kepalanya tidak mau membantu, maksud Gita agar Daniel tetap lebih lama dikerubutin ibu-ibu tersebut. hal itu dianggap lucu oleh Gita.

__ADS_1


"ayo tampan bantu Tante ya memilih baju yang cocok, kamu kan pegawai baru disini, nanti Tante kasih tips yang banyak deh," bujuk salah satu dari ibu-ibu tersebut.


bersambung.


__ADS_2