Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kesembuhan galang


__ADS_3

Hanum merebahkan diri disamping Galang.


"mas,"


"apa sayang,"


"apa mbak Yanti tidak menghubungimu.?"


"gak ada, cuma tadi mas sempat telpon Devan dan devi.alkhamdulilah mereka baik2 saja. ya mungkin memang mereka terbiasa jauh denganku, jadi gak begitu kangen saat aku tinggal. memang kenapa kamu kok tanya soal Yanti.?"


"mas tadi ada laporan dari orang yang aku suruh mengawasi gerak gerik mbak Yanti. ternyata benar yang dibicarakan mas Robi tentang mbak Yanti. sekarang bagaimana dengan perasaan mu mas,?"


"hanya kebencian yang ada dalam hatiku saat ini untuknya. bagaimana bisa seorang suami sibuk mencari nafkah sedang istri sibuk menggoda laki2 lain.terlebih perbuatan kejinya yang menjebak kita demi memenuhi ambisinya. tapi ini juga suatu keberuntungan buatku karena ulahnya itu aku jadi bisa memiliki istri yang baik sholikha seperti mu.semua laki2 akan bersedia melapas ribuan wanita seperti dia demi mendapat satu wanita sepertimu sayang. maafkan ya jika karena ulah Yanti kamu dan mama harus dipermalukan.dia yang menyerahkan diriku padamu, jadi dia gak berhak memintanya lagi padamu."


"mas apa kita tidak terlalu kejam mas,?"


"dia yang menginginkan ini semua, apa yang dia tuai itulah yang akan dia panen. sudah tidurlah sayang jangan kau pikirkan lagi Yanti. sini mendekatlah, aku ingin tidur sambil memelukmu."


"sebentar mas aku akan memasang alarm aku gak mau kesiangan lagi,"


Hanum pun menstel alarm dan kembali tidur dipelukan Galang.


"met malam mas,"


"met malam sayang,"ucap Galang sambil mencium kening istrinya.


Dan keesokan harinya, Hanum sudah tidak lagi kesiangan karena dia memasang alarm yang membangunkannya .


dia melakukan ritual saat pagi hari mulai sholat, mandi , membantu suaminya mandi dan berakhir sarapan bareng dimeja makan, sebelum dia berangkat ke kantor.


"aku berangkat dulu ya mas,"pamit Hanum sambil mencium tangan suaminya,


"iya hati2 sayang, nanti makan siang dirumah apa dikantor,?"


"sepertinya dirumah mas, sekalian menemui ahli terapismu mas."


"oh ya sudah kalo gitu nanti mas nunggu kamu pulang untuk makan bersama."


"ya nanti aku kabari lagi, assalamu'alaikum mas .'


"waalaikum salam."


Hanum pun pergi kekantor setelah sekian lama dia off untuk merawat galang.keadaan kantor aman terkendali berkat kerja keras joko.pagi itu Hanum pun ingin menemui Joko .


"mbak Wati tolong panggilkan Joko kemari ya," Hanum menghubungi sekretarisnya.


"iya mbak,"


Wati pun memanggil joko.


"maaf pak Joko permisi.bu Hanum menunggu bapak diruangannya."


" iya sebentar lagi aku kesana"


Joko pun pergi menemui Hanum, kebiasaan buruknya adalah masuk keruangan Hanum tanpa mengetuk pintu, dan itu sudah sangat Hanum hafal.


"loe manggil gue num,?"


"iya jok, begini kamu kan Uda banyak membantuku selama beberapa hari terakhir ini. bahkan bisa dibilang loe bener2 sendiri menghandle kerjaan kantor. naa mulai hari ini gue kan sudah bisa lagi masuk kekantor, jadi ambilah cuti untuk istirahat. atau jika loe ingin liburan kemana gitu gue akan memberi akomodasi gratis juga termasuk uang bekal deh ya hitung2 rasa terima kasih dari gue buat loe."


"beneran ni gak bohong.tapi liburan sendiri juga gak asik num. gak jadilah,"

__ADS_1


"jok buka hati loe untuk mbak Wati, mungkin dengan liburan ini siapa tau dengan mengajak mbak Wati kalian bisa jadi dekat, untuk biaya liburan kalian pokoknya aku yang tanggung."


"Wati sekretaris loe, gila loe num, masak gak ada angin gak ada hujan tiba2 gue ngajak jalan.mau ditaruk dimana muka gue."


"taruk di sol sepatu terus injak2"


"ya elah masih juga bercanda."


"lagian loe sih, udah yang penting loe siap2 gue yang akan atur segalanya."


"ya sudah terserah loe saja."


akhirnya Joko pasrah.


"jok rencananya gue akan buka pabrik dan kantor dikota J. nanti pusat kantor kita pindah disana, untuk mempermudah konsumen mencari kita, kini persaingan semakin ketat jok, mau gak mau kita juga harus ikut bersaing. dan ke untungan buat gue, gue bisa dekat dengan makam anak2ku, loe tolong Carikan lokasi yang pas untuk pembangunan nanti, gue ingin tanah yang aman2 saja, loe mengertikan maksud gue.?"


"iya bos gue tau, ya sudah gue balik dulu, gue bakal cari informasi dulu untuk lokasi yang sesuai dengan loe"


"ya sudah sana , dan jangan lupa informasi dari loe,gue tunggu"


"siap bos," Joko menjawab sambil berlalu dari ruangan petinggi perusahaan.


Saat Hanum hendak memanggil Wati untuk meminta air minum, tiba2 hp Hanum pun berbunyi.


"iya halo Nani,"


"hallo mbak, ini ahli terapisnya sudah datang."


"baiklah sebentar lagi aku pulang." Hanum pun tidak jadi mengambil air minum.


Dia memasukkan hp kedalam tas dan mengambil kunci mobil.


"selamat siang dokter perkenalkan saya Hanum,?" Hanum menyapa dokter terapi tersebut.


"ibu Hanum, perkenalkan saya wisnu, oh iya Bu, dimana pasien yang mau ikut terapi.?"


"maaf dok apa suami saya belum menemui dokter ,?"


"tadi kata suster Nina saya harus menunggu ibu datang. jadi saya juga belum ketemu pasiennya."


"begitu ya, tunggu sebentar ya dok, saya ajak suami dulu kemari "


Hanum pun menuju kamar dan dilihatnya Galang sedang rebahan, Hanum mendekat dan memanggil Galang pelan2.


"mas ayo bangun, ahli terapisnya sudah datang."


"kamu sudah pulang sayang, oh iya dimana ahli terapis itu.?"


"diruang tamu mas, ayo aku bantu kesana."


Hanum pun membantu Galang duduk dikursi rodanya, kemudian dia mendorong kursi roda tersebut ke ruang tamu menemui dokter terapis Galang.


"maaf dok jadi menunggu, perkenalkan ini suami saya"


"saya galang dok" sambil Galang mengulurkan tangan


"saya wisnu pak ,oh iya sudah berapa lama anda mengalami kelumpuhan ?"sambil menerima jabatan tangan dokter Wisnu bertanya.


"kurang lebih satu bulanan dok"jawab Galang.


dokter terapi tersebut melakukan pemeriksaan awal dan melakukan metode2 khusus untuk terapi Galang.

__ADS_1


dan terapi untuk hari ini pun selesai, besok akan dilanjutkan kembali.


karena tempat tinggal dokter Wisnu jauh dari kampung Hanum ,jadi untuk Senin sampai Jumat dia tinggal dikontrakan Galang. sedang Sabtu dan Minggu waktunya berkunjung kekeluarganya .


Hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan. kini Galang sudah hampir satu bulan mengikuti terapi dan hasilnya begitu memuaskan, galang sudah mulai bisa jalan tanpa menggunakan tongkat bantu.


Yanti juga sudah asik dengan butiknya, dan Hanum wanita hebat ini makin melebarkan sayapnya dengan kemajuan bisnisnya.


"sayang aku rasa sudah saatnya aku menghentikan terapi ini. dokter Wisnu juga bilang untuk terapi selanjutnya bisa dilakukan 2x dalam satu bulan." jelas Galang sambil memeluk Hanum,


"mas bener2 sudah bisa jalan,?" Hanum heran karena terlalu banyak melewati perkembangan kesehatan Galang karena banyaknya kerjaan.


"coba kamu lihat ya, bahkan menggendongmu pun mas juga sudah bisa sayang" Galang memberi kejutan Hanum dengan turun dari tempat tidur dan berjalan maju beberapa langkah.


"apa sih mas, tapi sini deh peluk aku, ini adalah kejutan yang paling aku nantikan selama ini," Galang pun menghampiri Hanum dan memeluk istrinya tersebut.


"selamat ya sayang, aku bahagia melihatmu bisa kembali normal seperti ini." ucap Hanum sambil terisak dipelukan Galang.


"kamu tadi memanggilku apa?? coba ulangi."


"sayang,"


"ulangi lagi"


"sayang"


"ini bukan mimpi kan,?"


"bukan mimpi sayang, ini nyata sayang ,sayang ,sayang."


cup tiba2 Galang mencium bibir Hanum, ciuman itu semakin dalam dan dalam, direbahkannya tubuh Hanum dan dibelainya wajah Hanum.


"bolehkah aku melakukannya sayang,?" tanya Galang


Hanum hanya mengangguk memberi lampu hijau.


Galang pun kembali menciumi wajah istrinya tersebut kembali ke bibir lanjut turun keleher dan tangannya ikut meraba2 gundukan kembar didalam baju hanum..Hanum pun mendesah karena ulah Galang, desahan itu membuat Galang semakin bergairah.


Galang membantu membuka semua baju Hanum sehingga menampakkan tubuh Hanum yang mulus tanpa sehelai benang pun.


diciuminya setiap jengkal tubuh Hanum diraba, diremas2 kecil membuat Hanum terus bergerak kegelihan.


kini Galang pun melepaskan semua pakaiannya dan memposisikan dirinya diatas Hanum.


galang menatap Hanum meminta persetujuan memasukkan senjatanya.


Hanum pun lagi2 tak bersuara hanya mengangguk tanda mengizinkan.


dengan pelan Galang memasukkan senjatanya ketitik paling sensitif istrinya, membuat sensasi yang sangat panas malam itu.


"aaww mas aawwww heeemmm heeemm" Hanum meracau karena rasa nikmat yang dirasakan. entah sudah berapa kali dia mencapai puncak sedang Galang sekalipun belum mencapainya.


"sebentar lagi sayang, aaawwww sayaannng" akhirnya Galang menyemburkan benihnya ke dalam kandungan Hanum.


meski ini bukan yang pertama bagi keduanya, tapi malam ini seperti malam pengantin baru pada umumnya.


Galang memeluk tubuh istrinya dan mereka berdua tertidur didalam kondisi tanpa pakaian. hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


bersambung lagi,


mohon bijak dalam membaca ya, ada beberapa adegan dewasa di bab ini dan bab2 selanjutnya.πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2