Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Jadi buronan


__ADS_3

Setelah kepergian yanti Robi pun menelpon polisi untuk melaporkan kejadian di villanya dan juga menelpon ambulans untuk membawah Narendra ke rumah sakit.ya saat itu yang masih bisa berfikir jernih hanya Robi.


Karena darah yang keluar begitu banyak dan tusukan pisau tersebut mengenai bagian hati Rendra, tak selang berapa lama tiba dirumah sakit pun Rendra menghembuskan nafas terakhirnya.


Susanti meski merasa kecewa dengan suaminya tapi tetap saja Susanti merasa duka yang mendalam pada dirinya.


"mas rendraaaaaaa tidaaaaak mas tidaaak, kenapa kau pergi mas kenapa, aku akan membalas perempuan itu mas," teriak santi saat memberi tahu suaminya telah meninggal sebelum sempat mendapat pertolongan.


Hanum yang baru keluar dari ruangan perawatan, karena Hanum juga terluka dilehernya terkejut melihat Santi berteriak histeris.


"ada apa dengan istri pak Rendra mas," tanyanya pada Galang yang menunggunya didepan pintu perawatan.


"pak Rendra meninggal sayang, Yanti bener2 jadi pembunuh. bisa2nya dulu aku terjebak dan harus menikah dengannya.?"


"innalilahi wainailaihi rojiun..mas akan menjelaskan itu semua kepadaku nanti mas sudah berjanji, saat ini ayo kita kesana dulu kita ucapkan rasa bela sungkawa kita mas,"


Hanum dan Galang pun mendekat ke arah Susanti dan keluarganya.


"maaf mbak kami turut berduka atas meninggalnya pak Rendra." tutur Hanum.


"terima kasih, sebenarnya kalian siapa, ada hubungan apa kalian dengan Yanti." tanya Santi


"ini mas Galang suami mbak Yanti, dan saya Hanum mbak istri ke 2 dari mas Galang."


"ooohhh pantas saja Yanti mencari perhatian laki2 lain ternyata suaminya direbut wanita lain juga ya, kalian wanita2 yang sangat kejam," reflex Santi meluapkan emosinya dan menampar Hanum.


"plaakkkk" bunyi tamparan dipipi Hanum.


"apa yang Bu Santi lakukan pada istri saya, dia tidak bersalah apapun disini, sebelum bertindak cari tahu kebenarannya dulu". bela Galang.


"suami yang suka selingkuh tetap saja sama akan membela selingkuhannya." kembali Santi ber- api2.


"asal mbak tau kami juga dijebak oleh mbak yanti demi menutupi perselingkuhannya dengan pak Rendra mbak." Hanum terus menjelaskan dari awal mengenal Yanti hingga cerita berakhir sebelum kejadian villa terjadi.


Susanti yang mendengar cerita Hanum akhirnya meminta maaf kepada Hanum dan memeluk Hanum.


"maaf mbak Hanum saya benar2 menyesal telah salah duga terhadap mbak. ternyata disini kita sama2 korban dari perbuatan Yanti. padahal Yanti adalah sahabatku saat masih disekolah. tapi karena ambisinya menjadi orang kaya merubah dirinya menjadi wanita kejam seperti itu."


"ohh mbak ternyata teman mbak Yanti sekolah?"


"saya , mas Rendra dan Yanti dulu adalah teman sekolah bahkan laki2 yang datang dengan mbak tadi si Robi juga teman kami disekolah. meski Robi tidak sekelas dengan saya, tapi kami sedikit akrab,"


"mas Robi adalah mantan suami saya mbak."


"iyakah, Robi dan saya teman akrab mbak dulu, tapi setelah berkeluarga kami hampir tidak perna berkomunikasi, tapi akhir2 ini saya tau Robi menjalin bisnis dengan mas Rendra, oh iya lain kali saja kita lanjut pembicaraan ini, saya harus balik mengurus pemakaman mas Rendra , juga harus menemui polisi untuk memberi keterangan."


"baik mbak sekali lagi saya turut berbela sungkawa,"

__ADS_1


"iya terima kasih, mari mbak hanum dan pak Galang."


"iya mbak" Hanum dan Galang menjawab dan mengangguk.


Setelah Santi pergi Hanum beru ingat tentang Devan dan devi.


"mas bagaimana dengan Devan dan Devi. jangan2 mbak Yanti membawa mereka pergi mas, mas cepat Telpon ke rumah mas cepat."


galang menelpon ke rumah dan diangkat oleh ART nya dirumah.


"hallo ini siapa?"


" hallo ini pak Galang, Devan sama Devi dirumahkan?"


"ohh pak Galang , tadi nyonya memaksa membawa mereka pergi pak, dan maaf nyonya dalam kondisi tidak baik sepertinya tadi, dia menarik den Devan dan non Devi masuk kemobil dan nyonya juga sepertinya habis berantem sama orang pak,"


tanpa bicara apapun Galang menutup telpon karena panik.


"ada apa mas , ada apa katakan.?"


"Yanti membawa anak2 pergi"


"ini gimana mas, ayo kita cari mereka mas, juga kita kasih tau polisi bahwa mbak Yanti membawa anak2."


"iya ayo sayang."


Galang mencari keberadaan Yanti ditempat2 keluarga Yanti, tapi Yanti belum juga ditemukan.


Sudah dua hari Galang dan Hanum menunggu kabar tentang keberadaan Yanti , akhirnya ada titik terang. mobil Hanum yang dipakai Yanti ditemukan disebuah pinggiran kota yang sangat terpencil, benar saja Yanti dua hari bersembunyi disebuah gedung tua yang tidak terpakai, warga menemukan mereka karena mendengarkan tangisan anak kecil.


warga menemukan wanita yang terlihat depresi, satu anak laki2 yang kondisinya sangat lemas dan satu anak perempuan yang menangis menahan lapar.


warga melaporkan keberadaan mereka ke kantor polisi karena setiap warga ingin mendekat membantu wanita tersebut selalu mengancam akan membunuh kedua anak kecil tersebut.


akhirnya polisi pun menghubungi Galang, memberitahukan bahwa keberadaan Yanti dan ke dua anaknya telah diketahui.


Galang dan Hanum yang mendengar kabar tersebut pun langsung ikut menuju lokasi bersama rombongan polisi yang bertugas.


perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu hampir 2jam. dan sampailah mereka ke tempat yang diberi tahukan warga dimana Yanti dan kedua anaknya berada.


benar saja Yanti yang keadaannya sangat memprihatinkan berada disana dengan Devan dan Devi yang juga tidak kala lebih memprihatinkan.


Galang mendekat ke arah Yanti ,tapi Yanti langsung mencengkeram tangan devi.


"jangan mendekat atau dia akan aku lempar ke jurang disamping."


ya bangunan tersebut memang berada di atas tebing sebuah pantai.

__ADS_1


Galang mencoba membujuk Yanti agar mau melepaskan devi, tapi Yanti tetap pada pendiriannya.


disaat Yanti terkecoh dengan perdebatannya dengan Galang agar mau melepas Devi, salah satu anggota polisi mengendap ke arah belakang gedung, polisi itu terus berjalan pelan ke arah belakang Yanti, melihat hal itu Galang pun mengerti dan terus berpura2 membujuk Yanti.


akhirnya anggota polisi tersebut berhasil membekuk Yanti dari belakang.


Yanti terus berteriak, memaki, mengumpat dan menendang2 polisi tersebut.


Galang dan Hanum pun berlari ke arah Devan dan Devi yang sudah terjatuh pingsan karena menahan lapar selama 2 hari.


"ayo kita bawa mereka ke rumah sakit mas, minta tolong warga mengantar kita kerumah sakit terdekat." ajak Hanum.


"iya sayang ayo..., maaf ada yang bisa mengantar kami kerumah sakit terdekat," tanya galang.


"iya pak mari saya antar" salah satu warga tersebut ikut masuk kedalam mobil Galang,


sesampai dirumah sakit Devan dan Devi pun langsung dibawah ke ruang IGD , Devan dan Devi harus di infus karena kondisinya yang lemas karena kekurangan cairan.


"siapa orang tua dari pasien ?" tanya dokter yang menangani Devan dan Devi.


"kami orang tuanya dok," jawab Galang dan Hanum bersamaan.


"begini pak Bu, kondisi kedua anak ibu dan bapak sangat lemas, jadi mereka harus dirawat disini kurang lebih 2 hari, jika kondisinya membaik, mereka pun bisa dibawah pulang." jelas dokter tersebut.


"lakukan yang terbaik untuk putra putri kami dok," pinta Galang.


"mereka hanya kelelahan dan sepertinya mereka telat makan saja pak, untuk kondisi lainnya bisa kita tahu setelah mereka sadar, ada rasa trauma atau tidak?"jelas dokter tersebut.


"baiklah dok terima kasih. jika bisa tolong anak2 kami dipindahkan ke ruang VIP saja dok," pinta Hanum.


"baik Bu , hal itu bisa ibu sampaikan ke pihak administrasi. ruangannya ada disamping ruangan ini" dokter menjelaskan lagi.


akhirnya Devan dan Devi pun sudah dipindahkan ke ruang VIP rumah sakit tersebut. setelah Hanum menyelesaikan urusan di administrasi rumah sakit tersebut.


"kasian mereka mas, setelah ini kita bawa saja mereka tinggal bersama kita," ucap Hanum.


"baiklah sayang, aku juga berfikir mereka akan lebih aman bersama kita," jawab Galang.


"terus urusan mas dengan mbak Yanti bagaimana.?"


" kita tunggu saja keterangan dari pihak kepolisian, aku yakin dia juga akan mendekam lama dipenjara, ya semoga saja itu jadi pelajaran buatnya, untuk masalah perceraian aku akan menyewa pengacara untuk mengurusnya,"


"oh ya mas, aku ingin menagih janjimu untuk menceritakan masa lalumu dengan mbak Yanti, aku berharap tidak ada lagi hal yang rahasiakan diantara kita"


"baiklah kita duduk disana aku akan menceritakan semua,"


Galang dan Hanum pun duduk disofa yang berada di ruangan Devan dan Devi dirawat.

__ADS_1


bersambung ya πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2