Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Tempat sembunyi untuk dua mama.


__ADS_3

"baiklah, jadi rencana untuk menjatuhkan perusahaan Elang Permana kita urungkan.? tanya Robi.


"iya mas, tadi aku hanya melupakan kalo perusahaan itu adalah sebenarnya perusahaan keluargaku" jawab Hanum.


"aku yakin kamu dan juga Galang saja pasti sudah mampu menyelesaikan ini semua, bukannya aku tidak mau membantu, jika kalian masih memerlukan bantuan ku kapanpun aku siap kok" tutur Robi.


"iya mas terima kasih, maaf ya tadi menghubungimu tanpa berfikir dulu," Hanum merasa tidak enak.


"ah gak usah dipikirkan, oh iya aku minta maaf, karena aku buru-buru lain kali aku pasti akan datang kesini bersama Santi untuk melihat bayi kalian. untuk sekarang aku pamit dulu ya" ucap Robi.


"iya rob, sekali lagi kami minta maaf ya," jawab Galang.


"ya sudah,aku balik ke kantor dulu ya Lang, mari semua aku pamit dulu" pamit Robi sambil bersalaman dengan semua dan bergegas balik ke kantor.


"mas coba kau tanyakan david, apa dia sudah mendapatkan rumah yang kita minta tadi," ucap Hanum.


"iya sebentar sayang." jawab Galang.


Galang pun menghubungi David saat itu juga.


"iya bos hallo," jawab David diujung telpon.


"bagaimana vid, apakah aku sudah dapat rumah yang tadi aku minta.?" tanya Galang.


"sudah bos, sembari menunggu pengurusan surat-surat, rumah itu sudah boleh ditempati." jelas David.


"kau atur semua, malam ini juga rumah itu akan ditempati, kau masih ingatkan dengan pesanku untuk mencari rumah disekitar sini saja.?" tanya galang lagi.


"iya bos, rumah itu hanya saling membelakangi dengan rumahmu bos," jwab David.


"kerja bagus vid, ya sudah kau siapkan semuanya, pastikan malam ini juga rumah itu sudah bisa ditempati." perintah Galang.


"siap bos,"


Galang pun mengakhiri panggilan telponnya.


"bagaimana mas," tanya Hanum.


"David sudah memperoleh rumah yang kita minta sayang," jawab Galang.


"tapi tetap didaerah sekitar sini kan.?" tanya Hanum lagi.


"iya sayang, malah dia membeli rumah tepat dibelakang rumah kita, kita tinggal membuatkan pintu penghubung saja diantara pagar belakang, sudah bisa menyatukan rumah ini dengan rumah belakang itu." jelas Galang.


"baguslah kalo begitu mas, aku ingin mama dan mama Ndari juga tetap merasa aman dan nyaman." ucap Hanum.


"tapi ingatlah nak, kau harus berhati-hati, kau juga harus memikirkan keselamatanmu." tutur Bu win.


"iya ma, aku ingin memastikan Elang permana akan membayar segala perbuatannya pada kita," jawab Hanum.


"jangan bertindak karena emosi nak," ucap Bu win lagi.


"tidak ma, percaya saja kepadaku." Hanum meyakinkan.


"mama Ndari sudah merasa lebih baikkan.?" lanjut Hanum bertanya pada Bu Ndari.


"mama baik-baik saja nak, bahkan dekat dengan kalian mama merasa jauh lebih baik dan tenang." jawab Bu Ndari.


"syukurlah ma, dan bik Narsih juga, bibik juga sementara ini sembunyi dulu ya bik bersama mama dan mama Ndari. aku pastikan tidak akan menunggu lama Elang Permana akan membusuk dipenjara dengan putri angkatnya itu."ucap hanum sambil menahan emosinya.

__ADS_1


"iya nyonya." jawab bik Narsih


"ya sudah sayang, untuk selanjutnya kita pikirkan nanti ya, kamu butuh istirahat yank, kami ini baru semalam habis melahirkan. jaga kesehatanmu ya, aku tidak mau terjadi hal yang tidak kita inginkan terjadi kepadamu yank." tegas Galang.


"iya nak lebih baik kamu istirahat dulu ya," sahut Bu win.


"baiklah aku akan istirahat dulu, bisa tolong antar kan aku ke kamar mas,?" pinta Hanum.


"sini mas angkat saja ya," jawab Galang. tanpa menunggu jawaban hanum, Galang mengangkat tubuh istrinya masuk ke kamar. dipandanginya terus wajah istrinya yang ada digendongannya tersebut.


"perhatikan jalan. nanti kesandung atau terbentur baru tau rasa." tegur hanum.


"entah lah sayang, mas merasa tidak ada puasnya memandang wajah cantikmu ini." ucap Galang.


"apa sih mas," jawab Hanum sambil membenamkan wajahnya didada suaminya karena malu.


"kalo saja kamu tidak habis melahirkan sudah aku makan habis sayang, tapi sayangnya mas harus benahannya dalam waktu yang lama," bisik Galang.


"kamu ini ya, tapi tenang, kita tunggu waktu yang pas, aku akan membantumu pria mesumku." ucap Hanum sambil mencubit pipi suaminya.


"sudah berani nakal ya wanitaku ini." jawab Galang sambil mencium kening istrinya..


melihat Galang dan Hanum masuk ke kamar Wati pun segera pamit dari kamar tersebut.


"kalian sudah kembali, kalo begitu aku temui mas Joko dulu ya," pamit Wati,


"iya mbak Wati makasi ya sudah menjaga anak-anak," jawab Galang sambil merebahkan istrinya di tempat tidur.


"oh iya, apa mas Joko masih ada diruang tamu,?" tanya Wati.


"iya itu tadi masih diruang tamu diam saja kayak patung," canda Hanum.


"bang Devan sama Cece kalian juga beri salam dulu sama nenek ya, tadi belum ketemu nenek kan. biar mama istirahat dulu," ucap Galang.


"iya pa," jawab mereka berdua bersamaan.


kini dikamar tersebut cuma ada Hanum, Galang dan bayi mereka.


"ini sudah hampir habis waktu ashar yank, mas mandi dulu lanjut sholat ya," pamit Galang.


"iya mas, tapi tolong kau taruk Tara didekatku sini saja, takutnya nanti dia bangun kamunya belum selesai mandi." jawab Hanum


Ditempat lain.


"kau harus mengawasi rumah Galang promono. laporkan semua gerak gerik yang mencurigakan kepadaku." perintah Elang pada anak buahnya.


"siap bos," jawab anak buah Elang.


"ya sudah cepat pergi, kerjakan semua perintahku sekarang juga" bentak Elang pada anak buahnya.


"iya bos," jawab anak buah elang sambil berlalu pergi.


"pa, bagaimana kalo ternyata memang mereka ada hubungannya dengan kaburnya mama. kita bisa celaka pa," Yasmin sangat gelisa.


"kita harus pastikan dulu, Galang dan istrinya tidak tau dengan semua yang sudah kita lakukan. jika memang mereka tidak tau kita akan melanjutkan semua rencana awal kita." jawab Elang.


"tapi jika mereka tahu semua kejahatan kita bagaimana pa,?" Yasmin terus bertanya.


"kita harus buat rencana baru," jawab Elang.

__ADS_1


"rencana apa lagi pa," tanya Yasmin.


"kau ini cuma bisanya bertanya terus. bikin papa tambah pusing saja. harusnya kau bantu papa untuk memikirkan rencana lain itu." bentak Elang pada Yasmin.


"tau ah, pokoknya papa yang harus memikirkannya, Yasmin pokoknya tidak mau hidup susah, terlebih harus masuk penjara." ucap Yasmin sambil berlalu pergi ke kamarnya.


"dasar anak tidak tau diuntung." ucap Elang sambil menggebrak meja.


kembali kerumah Hanum.


hari sudah malam, saat selesai makan malam. Hanum dan yang lain sudah berkumpul di ruang keluarga.


"ma, cece malam ini tidur sama Dede Tara ya ma," ucap Devi.


"iya boleh sayang," jawab Hanum.


"jangan ma, nanti Dede kena tendang Devi, soalnya Devi kalo tidur tingkahnya sudah seperti gangsing yang muter-muter" sahut Devan.


"gak ma, Abang bohong." Devi membela diri.


"ya sudah Devi tidurnya sama bang Devan aja ya, lagian dedenya kan tidur di ranjang kecil, terus kalo tidur sama mama, mamanya juga masih sakit, " bujuk Galang.


"iya deh pa,"


"ya sudah sekarang kalian gosok gigi dulu kemudian langsung tidur ya," tegas Galang.


"iya pa," jawab mereka berdua.


"oh iya, jadi tidak mama malam ini pindah." tanya Bu win.


"tunggu selesai pak Tarno membuat pintu penghubung antara rumah ini dan rumah belakang ma, biar mama tidak usah keluar lewat pintu depan." jawab Hanum.


"iya ma, sebentar lagi juga selesai kelihatannya." sahut Galang saat baru masuk dari melihat pengerjaan pintu tersebut.


"iya nak, mama sedikit lega, karena ternyata kita bisa dapat rumah yang ternyata sangat dekat seperti ini." jawab Bu win.


"ya sudah Hanum minta, mama juga mama Ndari maupun bik narsih, jangan dulu ke rumah ini. jika menginginkan sesuatu mama tinggal hubungi kami saja ya," pinta Hanum


"iya nak, kami percayakan semua kepadamu dan suamimu, iyakan kak." Bu win meminta pendapat kakaknya.


"iya num, buat kakek dan nenekmu bangga ya nak, kamu lah penerus kami satu-satunya." tutur Bu Ndari.


"iya ma,,,oh iya mas, jangan lupa suruh David memberi pengamanan extra untuk rumah itu ya," pinta Hanum.


"iya sayang, David sudah menaruk orang-orang kepercayaannya untuk menjaga rumah belakang kok." jawab Galang.


"karena sudah malam dan sepertinya aku juga tidak dibutuhkan, aku dan Wati mau produksi anak dulu ya," pamit Joko yang sedari tadi cuma mendengar pembicaraan Hanum dan keluarganya itu.


"apaan sih mas," ucap Wati sambil memukul lengan Joko.


"sorry jok, loe jadi terabaikan" jawab Hanum.


"gak apa num, aku mengerti kok, lagian aku juga cuma bercanda," tutur Joko.


"iya sana nak joko, ajak Wati istirahat, kelihatannya dia juga sudah mengantuk." sahut Bu win.


"iya kah sayang,? jangan-jangan kamu pura-pura ngantuk karena ingin mengajakku masuk kekamar buru-buru. kamu sudah ketagihan punya ku ya,?" Joko menggoda istrinya.


"kamu ini mas, kalo ngomong sukanya asal aja," ucap Wati sambil cemberut.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2