
Hari sudah menjelang siang, Hanum dan Galang baru terbangun karena merasa lapar.
"mas, perutku lapar sekali," ucap Hanum.
"iya sayang, sebentar mas bersihkan diri dulu habis itu mas Carikan makanan ya" jawab Galang.
"mas, apa tidak sebaiknya kita juga langsung pulang saja, aku takut mama khawatir, apa lagi mama Diana juga kan ada dirumah, terus Tara pasti juga nyariin kita," jelas Hanum.
"iya, kalo begitu ayo kita bersihkan diri dulu, tapi kita tidak ada baju ganti sayang," ucap Galang.
"iya juga, kita pakai baju ini lagi saja, nanti dijalan kita beli baju ganti buat kita," Hanum terpaksa memakai baju seksinya lagi.
"iya baiklah," Galang pun juga terpaksa memakai bajunya yang sudah dari kemaren dia pakai.
Galang dan Hanum bergegas ke kamar mandi, kemudian mereka bersiap-siap untuk pulang kerumah.
Galang terlebih dahulu menemui penjaga villa yang disewanya, saat Galang membuat sibuk penjaga villa, Hanum bergegas masuk kedalam mobil. Galang yang melihat istrinya sudah masuk kedalam mobil pun akhirnya berpamitan pada penjaga villa dan juga Galang tidak lupa memberi tip pada penjaga villa tersebut.
Galang dan Hanum sudah meninggalkan villa yang disewanya. saat melewati toko pakaian Galang terlebih dulu turun untuk membelikan istrinya pakaian. Galang membelikan Hanum daster modern ala-ala ibu masa kini.
"kok daster mas," tanya Hanum.
"iya biar enak, gak usah kamu lepas gaunmu itu langsung saja pakai kan enak yang." jelas Galang.
"iya juga, tapi aku jadi kayak ibu-ibu lagi hamil saja, keluar pakai daster." jawab Hanum.
"gak apa-apa sayang, kan juga cuma sebentar, lagian kamu pakai apa saja tetap cantik kok." puji Galang.
"alah ngegombal," jawab Hanum.
"ih, gak percaya," Galang mencubit pipi istrinya dari samping.
"sakit mas," Hanum memukul tangan Galang.
"iya iya maaf, kamu tadi bilang lapar kan sayang, kamu mau makan apa,?" tanya Galang.
"belikan roti sama air mineral saja mas, nanti kita makan dirumah saja, aku sudah risih memakai pakaian rangkap-rangkap seperti ini." jawab Hanum.
"ya sudah disupermarket depan nanti mas belikan ya," ucap Galang.
Hanum hanya mengangguk tanda setuju.
Setelah sampai didepan supermarket Galang pun bergegas turun membeli beberapa roti juga air mineral sesuai pesanan istrinya.
"ini yank," Galang menyerahkan roti dan air mineral pesanan istrinya.
"makan sambil jalan saja mas, aku takut orang rumah mengkhawatirkan kita," ucap Hanum.
Hanum memakan roti dan juga menyuapi suaminya.
Setelah dirasa perut sudah terisi. Hanum mencoba menghubungi mamanya.
"pantas handphone sepi, ternyata dua-duanya habis baterai mas." ucap Hanum.
__ADS_1
"charger saja dulu sayang, habis itu telpon mama agar mama tidak khawatir." jawab Galang.
Hanum pun men charger handphonenya, setelah dirasa bisa diaktifkan kembali Hanum langsung menghubungi mamanya.
"assalamu'alaikum ma," ucap Hanum.
"waalaikum salam, kamu dimana nak, apa yang terjadi dengan kalian, kenapa pak sukur tadi bilang kamu dan suamimu semalam seperti sedang berantem." Bu win membrondong pertanyaan pada Hanum.
"gak ada apa-apa kok ma, mama jangan khawatir, maaf baru hubungi mama, dari kemaren handphoneku habis baterai nya." jawab Hanum
"iya tapi kalian sekarang dimana,?" Bu win kembali bertanya.
"ini kami dalam perjalanan pulang ma, mungkin satu jam lagi kami sampai." jawab Hanum.
"ya sudah hati-hati dan cepatlah kalian pulang, Tara dari tadi sudah nangis nanyain kalian." ucap Bu win
"iya ma, oh iya ma, apa mama Diana masih disitu.?" tanya Hanum.
"iya itu lagi main sama Tara." jawab Bu win.
"ya sudah ya ma, Hanum tutup dulu telponnya. assalamu'alaikum ma," Hanum berucap salam.
"iya waalaikum salam." Bu win kemudian menutup telpon dari anaknya.
Galang dan Hanum pun melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya. setelah hampir satu jam akhirnya mereka berdua sudah sampai dirumah.
"kalian dari mana,?" tanya Bu Diana.
"tu mas Galang ma, cemburu gak jelas sama David, ujung-ujungnya ngajak ribut." Hanum mengadu sama mertuanya.
"tapi semua sudah clear kan, gak ribut-ribut lagi," ucap Bu win.
"gak kok ma, niih kami malah tambah mesra kok," jawab Galang sambil merangkul pundak istrinya.
"apa sih mas," Hanum mencubit pinggang Galang.
"iya kan sayang, kita memang tambah mesra." bela Galang.
"kalo dilihat dari ganasnya nyamuk yang menggigiti lehermu itu mama percaya nak kalo kalian sudah baikkan dan bertambah mesra," Bu Diana berbicara sambil tersenyum.
"iya jenk, sepertinya kita akan dibikinkan cucu lagi ya." sela Bu win.
"iya jenk. haaa haaa," Bu Diana tertawa bersama dengan Bu win.
Hanum dan Galang hanya bisa tersenyum malu pada kedua mamanya.
"ini gara-gara kamu mas," bisik Hanum.
"kamu juga menikmati kan.?" jawab Galang sambil berbisik.
"kenapa kalian malah saling berbisik,?" tanya Bu Diana.
"gak kok ma, kita mau mandi dulu, kita juga lapar karena dari kemaren belum makan." jawab Hanum.
__ADS_1
"masyaalloh kalian ini, jaga kesehatan. memang kalian sudah kehabisan uang sampai-sampai kalian gak beli makanan.?" ucap Bu win.
Galang hanya mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Hanum pun tak ingin memperpanjang interview mama dan mertuanya akhirnya menarik tangan Galang masuk kedalam kamar.
"huuu malu nya aku mas," ucap Hanum sambil melihat lehernya dicermin.
"biarkan saja sayang, itu kan tanda bahwa kamu sudah ada yang memiliki," jawab Galang.
"tapi ini bener-bener bikin malu saja mas, terlebih malah mama kita yang memergoki."
"sudahlah semua juga sudah terjadi, lagian mama kita juga pernah muda kan." jelas Galang.
Hanum hanya diam saja, Hanum memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
sedang Galang memilih merebahkan dirinya diatas tempat tidur karena merasa tubuhnya juga sangat lelah.
Selesai mandi Hanum geleng-geleng kepala melihat suaminya tertidur dengan masih mengunakan sepatu.
"mas mandilah dulu, habis itu kita makan mas, nanti baru mas istirahat." Hanum membangunkan suaminya.
"nanti saja sayang," jawab Galang sambil memeluk guling disampingnya.
"ya sudah, kalo begitu aku makan duluan ya," lanjut Hanum.
Galang yang kembali tertidur pun tak menjawab ucapan Hanum.
Hanum yang sudah berganti baju dan sedikit berdandan pun akhirnya turun dan menuju meja makan.
"bik Surti tadi masak apa,?" tanya Hanum.
"masak opor ayam nyonya, apa nyonya mau saya panaskan dulu opornya.?" tanya bik Surti.
"gak usah bik, aku sudah sangat lapar," jawab Hanum.
"mamaaaaaaa" tiba-tiba Tara memanggil Hanum.
"hai jagoan mama, sini duduk samping mama, temani mama makan ya," ucap Hanum.
"Tala juga mau mamam," jawab Tara.
"mau makan sendiri apa disuapi mama nih," tanya Hanum lagi
"mamam cendili ma," jawab Tara
Hanum akhirnya makan ditemani oleh Tara. Tara makan sambil menceritakan serunya main bersama kedua neneknya dari kemaren.
"jadi Tara seharian kemaren cuma main-main sama nenek, tapi anak mama gak nakal kan.?" tanya hanum.
"engga kok ma, tala kan pintel."
"waa patut dikasih hadiah nih anak pinter mama, sini mama kasih hadiah." Hanum mencium pipi gembul anaknya kanan dan kiri
__ADS_1
bersambung