
"Yasmin tolong lepaskan tanganmu, kau tidak malu dilihat semua karyawan disini.?" ucap Galang.
"kenapa mesti malu, aku kan calon istrimu," jawab Yasmin.
"apa nona, kamu calon istrinya?" sahut Hanum yang tiba-tiba sudah ada dikantor.
mata Galang dan yasmin terbelalak tak percaya,
*apa benar kau istriku,batin Galang.
bagaimana wanita kampung ini begitu seksi dan cantik.**batin Yasmin***.
Hanum datang ke kantor, mengunakan minidress tanpa lengan dengan dandanan yang sedikit mengoda sengaja Hanum lakukan karena memang Hanum ingin membuat kejutan untuk Yasmin yang kata Galang hampir tiap hari datang menemui Galang dikantor.
"hai kau wanita kampung, kau sengaja berdandan seperti itu karena ingin menarik perhatian Galang ya,? harus kau ingat, Galang sudah tidak memiliki tanggung jawab apapun terhadapmu, kini aku yang akan mendampingi Galang kedepannya. iya kan Lang,?" ucap Yasmin dengan kepercayaan diri yang amat tinggi.
"maaf nona harusnya anda yang wajib mengingat, status saya masih resmi dan sah sebagai istrinya, jadi tanggung jawab mas Galang terhadap saya masih wajib dia laksanakan. bukan begitu mas Galang.?" Hanum tak mau kalah.
"hai,hai ada apa ini," sahut David yang baru keluar dari ruangannya.
"hai vid, tolong kau urus semua ini. aku mau masuk ke ruanganku." jawab Galang.
"hai Lang, kita kan mau jalan-jalan." rengek yasmin.
"kau ajak saja si David, aku masih ada urusan dengan istriku." jawab Galang.
"kok saya bos, gak mau ah," ucap David.
"siapa juga yang mau jalan sama kamu," sahut Yasmin.
"daaaahh nona yasmin. saya masuk dulu ya,, ayo suamiku sayang kita lanjutkan didalam saja ya," Hanum melambaikan tangan ke Yasmin dan mencium pipi suaminya kemudian menarik tangan suaminya masuk ke ruangan suaminya.
"awas kau wanita kampung," ucap Yasmin lirih.
"kenapa nona, ada yang terbakar ya," goda David karena mendengar ucapan Yasmin.
"bukan urusanmu," jawab Yasmin.
"ya sudah katanya nona mau jalan-jalan, bagaimana kalo nona jalan-jalannya sama satpam didepan saja." ledek David.
"awas kau ya," ucap Yasmin sambil memukul David dengan tas tangannya kemudian berlalu pergi dari kantor Galang.
sementara Galang yang ada diruangannya memandangi istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"benar ini istriku,?" tanya Galang.
"memang yang mas lihat siapa.?" Hanum balik bertanya.
"mamanya Tara begitu seksi, siapa saja yang sudah melihat tubuh seksimu ini sayang, mas gak rela pokoknya ya," ucap Galang sambil memakaikan jas nya pada istrinya.
Hanum melepas jas yang dipakaikan suaminya kepadanya.
"aku tidak perduli dengan pandangan orang, yang terpenting aku hanya ingin suamiku memandangku" balas Hanum sambil memeluk suaminya.
"nakal ya," jawab galang.
galang pun menarik dagu Hanum kemudian langsung mencium bibir istrinya tersebut dengan penuh kasih sayang. lama mereka berciuman tiba-tiba David masuk ke ruangan Galang tanpa permisi terlebih dahulu.
"waaa tindakan asusila dikantor ini. harus dapat tindakan pendisiplinan ini ya," ucap David.
__ADS_1
"kau ini kebiasaan. kalo mau masuk ketuk pintu dulu," tegur Galang
"iya maaf bos, saya cuma mau bilang mata-mata yang saya kirim ke rumah Elang Permana memberi laporan. bahwa nona Yasmin akan menjebak bos dengan cara memberi obat perangsang agar bos bisa dijebak untuk tidur bersama nona Yasmin. jadi saya harap bos selalu waspada dengan segala bentuk makanan atau minuman apapun yang diberikan oleh nona Yasmin." jelas David.
"apa, kurang ajar sekali wanita itu." jawab Galang.
"untung aku tadi datang tepat waktu,, ya sudah mas, aku rasa Yasmin juga tidak akan balik kesini lagi, aku mau pulang dulu, kasian Tara jika aku tinggal lama-lama," pamit Hanum.
"iya sayang, tapi pakai jas ku ini, aku gak mau mata orang melihatmu penuh nafsu. hari ini mungkin aku bisa pulang cepat, karena urusan kantor juga tidak terlalu banyak." jawab Galang.
"baiklah, aku tunggu kau dirumah ya, suamiku sayang," ucap Hanum kemudian mengecup bibir suaminya.galang pun tidak terima hanya dikecup oleh istrinya. dia tarik pinggang Hanum, sehingga wajah mereka saling berhadapan dan diciumnya bibir istrinya dengan penuh gairah.
David yang masih diruangan itu pun segera membalik badannya agar tak melihat adegan mesra kedua bosnya tersebut.
"sudah bos jangan lama-lama, kasihani si jomblo ini juga kali." tegur David.
"ya sudah mas, aku pulang dulu ya, kasian tu David sudah kembang kempis haaaaa haaaaa" ledek Hanum sambil berlalu pergi.
kembali ke Yasmin.
Yasmin yang keluar dari kantor Galang pun sebenarnya tidak langsung pulang, dia mengawasi kantor Galang dari seberang jalan didepan kantor tersebut. dia menunggu waktu yang pas agar bisa menemui Galang.
saat Yasmin melihat Hanum keluar dari kantor Galang, Yasmin bergegas melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor Galang.
pertama dia menemui petugas pantri di kantor Galang.
"hai kau, nanti jika pak Galang minta minuman kau kasih ini kedalam minuman pak Galang, aku akan memberimu imbalan yang cukup banyak," ucap Yasmin kepada petugas pantri dengan memamerkan segebok uang.
"tapi ini apa nona,?" tanya OB tersebut.
"itu hanya obat penenang, jika kau mau bekerja sama denganku akan aku pastikan saat rencanaku bisa menjadi istri pak Galang berhasil. kau akan aku beri jabatan yang bagus di kantor ini. bagaimana?" jelas Yasmin.
"benarkah nona," tanya OB itu lagi.
"tapi ini aman kan nona, saya tidak mau dipecat gara-gara ini nona," OB itu masih kurang yakin.
"asal kau bisa menjaga rahasia ini, aku jamin kau pun akan aman-aman saja," Yasmin meyakinkannya.
"baiklah nona saya terima tawaran nona," ucap OB itu.
Yasmin pun keluar dari pantri itu sambil mengendap-ngendap. tanpa Yasmin sadari Saskia yang baru keluar dari toilet pun menangkap gerak-gerik mencurigakan.
Setelah dilihat Yasmin masuk ke ruangan Galang. Saskia langsung bergegas menuju pantri tersebut.
"apa yang dilakukan nona Yasmin tadi disini." tanya Saskia pada OB tadi.
"oh nona yasmin tadi cuma minta air minum kok mbak Saskia." jawab OB itu bohong.
"benar kamu gak bohong," Saskia masih kurang yakin. pasalnya kalo cuma minta air minum kenapa Yasmin pakai mengendap-ngendap saat keluar dari pantri.
"gak mbak," OB itu mencoba meyakinkan Saskia.
"ya sudah, tadi pak Galang minta bikinkan minuman dingin. tolong cepat kamu bikinkan dan antar ya," Saskia mencoba percaya. dan meminta OB itu membuatkan minuman untuk Galang.karena sebelum saski ke toilet tadi Galang memang sempat memesan minuman padanya.
Saskia pun hendak kembali ke meja kerjanya. tapi Saskia melupakan sesuatu kalo David juga minta minuman juga.
saat Saskia berbalik, Saskia melihat OB tadi memasukkan sesuatu kedalam minuman Galang.
Saskia tidak jadi balik ke pantri, saskia merekam OB itu dengan aplikasi di handphonenya dengan bersembunyi di balik dinding penyekat, dia rekam semua ulah OB itu sampai OB itu sudah selesai menyiapkan minuman untuk Galang.
__ADS_1
Saat OB itu mengantar minuman ke ruang Galang. Saskia bergegas menemui David diruangan David kemudian menceritakan apa yang dia lihat dan menunjukkan rekaman dihandphonenya tadi.
"kita harus segera keruangan bos kalo begitu" ucap David.
Sedang OB yang mengantar minuman untuk Galang pun juga sudah balik ke pantri.
"waa seger banget minuman kamu Lang, apa kamu tidak ingin meminumnya." tanya Yasmin.
"iya nanti, aku masih menyelesaikan kerjaan ku ini. oh iya kamu tadi kenapa balik lagi kesini ada urusan apa.? katanya tadi ingin jalan-jalan apa tidak jadi,?"tanya Galang.
"aku sengaja menunggumu Lang, saat ku lihat istrimu pergi aku balik dan berharap kamu mau ya ikut aku jalan-jalan." ucap Yasmin sambil menyerahkan minuman ke Galang.
Galang menerima minuman dari Yasmin bersamaan dengan David dan Saskia menerobos masuk ke ruangan Galang.
"kenapa kalian berdua berlarian begitu.?" tanya Galang sambil hendak meminum minumannya.
"ohh bos sebentar boleh saya minta minumnya sebentar saskia tadi tersedak dan minuman di pantri habis semua." ucap David sambil merebut minuman dari Galang kemudian memberikan kepada saskia dengan berpura-pura membantu Saskia meminum minuman tersebut.
"cepat minum atau mereka akan curiga," bisik David.
Saskia yang tak menduga ulah David pun terpaksa meminum minuman yang sudah disodorkan David ke bibirnya tersebut.
dengan berpura-pura menepuk-nepuk punggung saskia David kembali bersandiwara.
"bagaimana sudah enakkan kamu sas" ucap David.
Saskia hanya menganggukan kepalanya.
waduh kok jadi aku yang minum. jika itu tadi racun, ya Alloh aku bisa mati sebelum aku menikah dan meninggalkan wasiat apapun.batin Saskia.
Yasmin menahan emosi melihat David dan Saskia yang telah menggagalkan kembali rencananya kali ini.
"aku rasa aku tidak jadi jalan-jalan, aku balik dulu ya Lang," ucap Yasmin sambil menahan emosi keluar dari ruangan Galang.
Galang pun tak menjawab apapun. Galang masih terheran-heran dengan kelakuan David yang bilang kalo air minum di pantri habis semua.
"aku rasa kamu sedang bersandiwara kan.?" tanya Galang pada David.
"iya bos, soalnya tadi Saskia melihat OB yang bertugas membuat minuman tadi mencampurkan sesuatu ke minumanmu bos" jelas David
"kalo begitu kenapa tidak kamu buang, malah kau suruh Saskia meminumnya." jawab Galang sambil melihat ke arah Saskia.
David yang baru sadar dengan ulahnya pun melihat ke arah Saskia yang sudah mulai terpengaruh dengan obat perangsang tadi.
"waduh bagaimana ini bos," tanya David kepada galang.
"itu karena ulahmu, kau yang harus bertanggung jawab, aku mau pulang saja dulu. dan pastikan besok OB itu sudah dipecat." ucap Galang sambil mengambil handphone dan kunci mobil juga tas kerjanya dan langsung bergegas pulang.
"bos , ini bagaimana, jangan tinggalkan aku sendiri bersama Saskia bos," David berusaha menahan galang pulang.
Galang tak memperdulikan teriakkan David dan terus berlalu pergi.
"sas, kamu baik-baik saja kan,?" tanya David.
"kenapa ruangan ini panas sekali sih pak, apa AC diruangan Presdir rusak ya,?" ucap saskia sambil membuka kancing atas kemejanya dan berusaha mengipas lehernya dengan tangannya.
"sas apa yang kamu lakukan,?" kembali David bertanya saat melihat Saskia membuka lagi satu kancing kemeja yang dipakai Saskia.
"panas pak David." jawab Saskia sambil berjalan mendekat ke arah David.
__ADS_1
bersambung.
hai hai readres author tunggu vote, like, kritik dan sarannya ya, ππππ€π€π€πππ