
Hari telah berlalu. hampir satu bulan setelah mama Winda dan mama Ndari tinggal dirumah baru. dokumen-dokumen yang yang mengesahkan kepemilikan menjadi atas nama Hanum pun juga sudah ada ditangan Hanum.
sebenarnya Hanum sudah ingin melaporkan Elang Permana atas tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh Elang. tapi Hanum hanya memiliki saksi tanpa ada bukti apapun yang kuat.
"kita harus mencari bukti-bukti kejahatan Elang dan putrinya mas, hanya mengandalkan kesaksian mama Ndari saja tidak mungkin." ucap Hanum.
"benar sayang, tapi kejadian itu sudah terlalu lama, dimana kita bisa menemukan bukti-bukti itu, mas ada cara lain, tapi mas takut kamu tidak setuju sayang." usul Galang.
"memang cara apa mas,?" tanya Hanum.
"apa lagi kalo bukan membuat mereka sendiri mengakui kejahatan mereka." jawab Galang.
"iya tapi bagaimana caranya membuat mereka mengakui kejahatan mereka mas," Hanum masih penasaran.
"mas akan mendekati Yasmin, dan pura-pura bersekongkol dengan dia. mas akan terus memancing dia untuk mengakui dan merekam semua yang dia katakan. rekaman itu akan jadi bukti yang kuat sayang." Galang mengutarakan idenya.
"jangan-jangan mas cuma ingin dekat-dekat saja dengan Yasmin.?" Hanum curiga.
"yank, itulah kenapa mas tadi bilang, kamu gak akan setuju, dan benarkan,?" Galang gak mau istrinya curiga.
"iya iya maaf suamiku sayang," ucap Hanum sambil memeluk suaminya.
"gak ah, mas gak mau lagi memberi ide, takutnya mas dikira mau berselingkuh lagi," Galang pura-pura ngambek.
"ih jangan gitu dong, iya iya aku minta maaf, lagian memang Yasmin masih sering menemui mas dikantor apa,?" tanya Hanum.
"hampir tiap hari sayang, tapi mas selalu menjadikan David sebagai senjata untuk menghindari Yasmin." jawab Galang.
"dasar wanita ular, terus kalo Elang Permana bagaimana?" tanya Hanum lagi.
"mas agak curiga sama dia yank, karena selepas diusir Joko itu, dia tidak perna lagi menemui atau pun menghubungi mas," jawab Galang.
"iya mas, itu patut dicurigai." ucap Hanum.
"tapi Yasmin bilang kalo papanya memang lagi sibuk dengan urusan bisnis di luar negeri sayang." jelas Galang.
"tapi paling tidak dia kan menghubungi mas untuk membahas masalah perusahaan mas Robi yang ingin dia jatuhkan." Hanum penasaran.
"iya juga sih sayang," Galang pun kebingungan.
"mas kita harus menyuruh orang untuk mengikuti Elang Permana, aku takut dia akan merencanakan kejahatan lain kepada kita." pinta Hanum.
"ide bagus sayang. mas akan menyuru David untuk menugaskan orangnya untuk membuntuti Elang Permana." jawab Galang.
__ADS_1
"kita harus bertindak cepat mas, kasian mama dan mama ndari, sepertinya mereka sudah bosan harus terkurung terus dirumah." tutur Hanum.
sementara di kediaman Elang Permana.
"hampir satu bulan, tapi tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari Galang dan istrinya. berarti mereka benar-benar tidak ada hubungannya dengan kaburnya Sundari dan Narsih." ucap Elang.
"berarti kita masih aman pa," jawab Yasmin.
"iya, papa rasa juga begitu. terus bagaimana denganmu,? apa kau sudah berhasil mendapatkan perhatian Galang.?" tanya Elang.
"Galang sih memang susah didekati pa, apalagi asistennya si David itu selalu saja membuatku sulit untuk bisa dekat-dekat dengan Galang." jawab Yasmin.
"kau ini cantik Yasmin, bodymu juga menggoda, manfaatkan semua itu untuk bisa mendekati Galang. dia laki-laki normal. ikan dikasih umpan bagus mana mungkin tidak dimakan. kamu faham kan dengan ucapan papa." ucap Elang.
"faham pa, baiklah pa, jika dengan cara halus tidak bisa. Yasmin akan memakai ini untuk galang agar mau dengan Yasmin."ucap Yasmin sambil menunjukkan sejenis bubuk obat.
"bagus, bagus anakku sayang, kamu memang pintar." jawab Elang.
"besok aku kekantor Galang, dan aku pastikan dia akan meminum obat ini pa," jelas yasmin.
"iya Yasmin, papa sudah tidak sabar untuk bisa melihatmu menjadi istri pengusaha nomer satu di negara ini. tentunya setelah Galang berhasil menjatuhkan Robi herdiansyah haaaa haaaaa haaaa" Elang tertawa karena merasa rencananya akan berhasil.
keesokan harinya.
"mas sudah satu bulan lebih menahannya sayang, lihatlah kau begitu menggoda mas, aaahhh mas gak mau kekantor benar-benar gak enak sayang menahan hasrat ini." jawab Galang.
"dasar pria mesumku, ya sudah ayo ikut aku masku sayang," bisik Hanum ditelingah suaminya.
"kemana sayang,?" tanya Galang.
"ayo" Hanum menarik tangan suaminya
Galang mengikuti Hanum. Hanum membawa Galang kekamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.
Galang yang keheranan dengan istrinya pun hanya diam saja.
Hanum membuka satu persatu kancing piyama Galang, dimainkan jarinya di dada suaminya yang sudah terbuka. kemudian hanum juga menarik turun celana yang di pakai suaminya.
Galang yang sudah terbuai dengan kelakuan Hanum pun sudah pasrah.
Hanum memain-mainkan senjata Galang dengan tangan maupun bibirnya.
Galang sangat menikmati permainan istrinya dan karena hasrat yang lama dia tahan akhirnya Galang berhasil menumpahkan hasratnya dengan bantuan istrinya.
__ADS_1
"sudahkan,? sekarang tidak ada alasan untuk tidak pergi ke kantor ya papanya Tara." ucap Hanum sambil menarik ujung hidung suaminya.
"yank, dari mana kamu belajar itu sayang," goda Galang.
"otodidak, sudah sana mas mandi dan siap-siap ke kantor ya, aku mau mandiin Tara juga mas," jawab Hanum.
"iya sayang, makasi ya," ucap Galang sambil mencium kening istrinya.
"iya iya, sudah cepetan mandinya Uda siang loo." tegur Hanum.
Hanum pun keluar dari kamar mandi dan beralih ke baby Tara yang ternyata juga sudah bangun dan sedang asik menghisap jari-jari tangannya.
"uuuhh anak mama sudah bangun ya, ayoo kita mandi dulu ya sayang, habis itu kita main sama nenek ya." ucap Hanum ke baby Tara.
kini Galang sudah siap melakukan aktifitas nya hari ini. baby Tara pun juga sudah siap bermain dengan kedua neneknya dirumah belakang.
"aku berangkat dulu ya sayang," pamit Galang sambil mencium kening istrinya.
"papa berangkat dulu ya boy," Galang juga pamit pada baby Tara yang ada digendongan Hanum.
"iya pa, hati-hati ya," jawab hanum.
"daaa sayang-sayangnya papa" ucap Galang sambil melambaikan tangan saat melajukan mobil keluar.
Hanum pun melambaikan tangannya dan masuk lagi kerumah saat suaminya sudah tak terlihat lagi.
sementara Galang yang kini telah sampai dikantor pun langsung bergegas menuju ruangannya.
"sas apa saja agendaku hari ini.?" tanya Galang saat melewati meja sekretarisnya.
"hari ini tidak ada agenda apapun pak, hanya laporan mingguan perusahaan saja yang harus bapak periksa ulang." jawab Saskia.
"naaaa sepertinya aku beruntung sekali hari ini lang, kamu kan lagi tidak sibuk, bagaimana kalo kita keluar jalan-jalan." sahut Yasmin yang tiba-tiba muncul.
"maaf Yasmin, tapi hari ini aku benar-benar malas mau kemana-mana" jawab Galang.
"pokoknya hari ini aku gak mau ditolak lagi Lang, kamu kan sudah ngomong dulu, setelah istrimu melahirkan kamu tidak lagi memiliki tanggung jawab lagi sama dia. terus istrimu juga sudah melahirkan tapi kenapa kamu masih saja menjauhiku dan menolakku," Yasmin terus membujuk Galang.
"tapi Yasmin aku benar-benar tidak bisa," Galang masih menolak.
"gak mau lang, pokoknya aku gak mau ditolak." ucap Yasmin sambil menarik tangan Galang untuk diajak pergi
bersambung ya,
__ADS_1