
Galang memeluk Hanum dengan erat.
"ayo duduk disini sayang." galang menuntun Hanum ke sofa.
"yank, entahlah kenapa mas begitu cemburu saat mendengar kamu panggil sayang pada Joko, mungkin karena mas tau jika Joko mencintai mu sehingga mas takut kamu juga mencintai Joko. tapi kini mas sadar, semua itu hanya ketakutan mas saja. dan tadi waktu dikantor, bukannya mas gak perduli sayang, tapi mas bener2 gak nyangka jika kamu yang datang sayangku, mas tadi juga lagi nyari2 informasi tentang mansion yang dekat dengan perusahan kita yang dijual."
"memang mas mau beli?"
"iya sayang, gak mungkin kan jika kantor pusat kita pindahkan ke kota tapi kita tinggal nya disini."
" semua mas yang atur, selagi semua baik buat kita lakukanlah mas,, mas kita bertiga membangun usaha ini dari nol. bagiku tanpa campur tangan mas juga bantuan dari joko, bisnis yang aku jalankan, gak akan sepesat ini kemajuannya."
"jangan terlalu memuji sayang,"
"oh iya, kenapa baju yang aku siapkan tadi tidak dipakai?"
"jangan dibahas lagi, nanti istri mas yang cengeng ini menangis lagi." ucap Galang sambil mencubit hidung Hanum.
"ya sudah, sana mandi hari sudah sore mas, kita sholat ashar dulu. kemudian bantu aku masak ok, " balas Hanum mencubit hidung suaminya.
"ok, siapa takut." jawab Galang.
mereka berdua pun menunaikan sholat ashar lalu pergi ke dapur untuk memasak menu2 andalan buat makan malam.
Didapur bukannya Galang membantu tapi malah membuat istrinya kesal.
Galang terus memeluk tubuh Hanum dari belakang membuat Hanum tidak bebas bergerak.
bahkan Hanum sampai menyuru Rima mengajak jalan2 Devan dan Devi supaya tidak melihat kelakuan Galang yang sangat memalukan menurut hanum.
"mas lepas lah, nanti dilihat mama malu tau "
"mama juga mengerti sayang, kan mama juga pernah muda,"
"tapi jangan masukan tanganmu kebajuku kayak gini dong mas, "
"mas seneng banget pegang yang ini yank, tambah besar,,cepat masaknya yank mas sudah gak kuat,"
"sudah sana2 pokoknya enggak ya enggak."
"ya sudah tapi nanti malam boleh kan,?"
"gak janji. he he he "
" tu kan, awas aja kalo bohong kamu yank,..oh iya yank, kamu hamil gak mual2 ya, pada umumnya wanita kan kalo hamil itu muntah2. tapi kalo kamu mas lihat kok enggak yank.?"
__ADS_1
"alkhamdulilah kalo aku hamil ini kan untuk yang ke 3 kali. tapi setiap aku hamil gak perna mas muntah2 atau apalah, tapi kalo kecapek'an sedikit saja aku gampang lemas."
"oh syukurlah yank, aku soalnya gak tega jika harus melihatmu muntah2 terlebih jika sampai gak mau makan apa2 bisa stress mas sayang."
"mudah2an tidak mas ku sayang,,,sudah semua masakan sudah siap, lebih baik kita lihat anak2 tadi diajak jalan2 Rima kemana, ini hampir magrib mereka belum mandi loo."
"biar mas aja yang ajak mereka balik sayang, kamu dirumah saja" Galang mencium pipi istrinya kemudian pergi mencari kemana anak2 dibawa jalan2.
belum sempat Galang mengeluarkan motor ternyata Devan dan Devi pun sudah diajak balik oleh Rima.
"baru papa mau cari kalian eehh ternyata sudah pulang anak2 papa"
"pa tadi Devi lihat bebek banyak banget pa" ucap Devi,
"oohh iya kah, dimana memang ada bebek?" Galang pura2 tidak mengerti
"tadi disungai pa," jawab Devi.
"heemm tadi aja takut" ledek Devan pada adiknya
"ihh tadi kan gara2 bang Devan yang nakutin aku pa"
"kok sekarang panggilnya Abang, ?"
"memang kalian sudah tau mau punya Dede bayi lagi "
" tau dong pa, kan Dede bayinya lagi bobok di perut mama, iya kan bang Devan." ucap Devi
"aaah Devi sok tau pa" Devan terus menggoda adik nya.
"aahhh bang Devan nakal aaahhh papa bang Devan pa"
"sudah sudah jangan berantem, cepat mandi habis itu kita sholat magrib berjamaah, mama sudah nungguin dari tadi tu, papa mau bantu nenek menutup warung dulu., Rima tolong ajak mereka masuk dan bantu mandi sekalian ya"
"iya pak" jawab Rima
Galang pun pergi ke warung berniat membantu mertuanya menutup warung. tapi dilihatnya ternyata warung sudah di tutup.
Galang pun memutuskan untuk masuk dan membersihkan diri.
"yank kok warung mama sudah tutup, terus aku juga gak lihat mama dari tadi siang.?"tanya Galang.
"mama pergi ke panti mas, tadi sudah pamit aku. mama ingin berbagi kebahagiaan karena akan punya cucu." jawab Hanum
"berarti mama sudah tau kamu hamil yank, ?"
__ADS_1
"iya tadi pagi aku kasih tau, paling mama malam ini juga menginap dipanti."
"ya padahal mas mau memberitahukan ke mama soal rencana pindahan ke kota sayang."
"kalo mama sama papa pindah ke kota biar Devan sama Devi tinggal disini sama nenek ya pa," tiba2 Devan masuk ke kamar Hanum yang memang pintunya tidak ditutup.
"bener Devan sama Devi mau tinggal sama nenek?" tanya Hanum.
"iya ma, Devan betah disini. lagian kalo Devan ikut pindah kasian sama nenek, pasti nenek kesepian." jelas Devan .
"bagaimana dengan Devi , memang kamu juga mau tinggal sama nenek?" tanya Galang pada Devi
"mau pa, Devi gak mau kekota lagi, Devi takut ketemu mama Yanti." Devi ketakutan.
"baiklah kalo kalian tinggal disini bersama nenek, besok kalo nenek pulang kita rundingkan lagi sama nenek ya, sudah sekarang kita sholat dulu habis itu kita makan " tegas Hanum.
akhirnya mereka pun sholat berjamaah kemudian makan malam.
selesai makan pun Devan dan Devi diwajibkan belajar sebelum tidur walau hanya sebentar.
Hanum dan Galang pun masuk ke kamar untuk beristirahat.
"yank apa mama tidak kerepotan jika anak2 tinggal disini?" tanya Galang.
"gak lah mas, bener kata devan jika anak2 ikut bersama kita pasti mama akan merasa kesepian. lagian kan ada Rima yang membantu menjaga anak2."
"ya sudah besok kita bicarakan sama mama ya, sekarang waktunya mas yang minta jatah ya yank."
"mas beneran aku capek banget, malam ini jangan dulu ya,"
" baiklah demi menjaga kesehatan kamu dan calon anak kita mas rela berpuasa lagi malam ini"
"iihh gemesnya sama suamiku tersayang nih. pengertian banget. I love you my hubby"
"I love you to my wife"
"sudah sini ayo tidur dipelukan mas, nanti gak bisa tidur lagi kalo gak nyium ketek mas, ha ha ha " goda Galang.
"apa sih mas, bukannya ketek tapi aroma tubuhmu ini loo mas bikin kecanduan."
akhirnya Hanum dan Galang pun tertidur dengan saling memeluk.
keesokan harinya.
bersambung π€π€π€π€
__ADS_1