
"apa sih mas, jangan marahlah, aku kan cuma bercanda sama Joko" ucap Hanum.
"jangan marah bagaimana maksudmu,?"
"ya mas, kan tau aku dari kecil sudah sahabatan sama Joko." jelas Hanum.
"ya sudah terserah kau lah"
" mas sudahlah masa begitu saja mas marahnya kayak gini." bujuk Hanum.
"iya terserah kamu saja, sudah aku pulang." Galang masih emosi
"tapi kita belum beli oleh2 untuk anak2 mas"
"gak usah"
Galang pun keluar dari kamar hotel dan cek out dengan tetap Hanum membuntutinya dibelakangnya.
kini Hanum dan Galang pun diperjalan pulang ke kampung halaman.dalam perjalanan pulang pun Galang masih tetap mendiamkan Hanum.
bahkan sampai dirumah Galang hanya menyapa anak2 dan mertuanya,lalu dia pergi ke kamar membersihkan diri dan tidur.
Hanum yang melihatnya hanya bisa pasrah.sebenarnya Hanum juga gak bisa berlama2 berjauhan dengan Galang.
mungkin karena bawaan hamil yang selalu ingin dekat dengan suaminya, terlebih aroma tubuh Galang sudah membuat candu bagi Hanum.
Galang tidur dengan posisi membelakangi Hanum.tanpa Galang tau Hanum pun meneteskan air matanya, sampai Hanum tertidur karena kelelahan menangis.
pagi harinya Hanum bangun lebih awal,setelah sholat subuh, Hanum pun pergi kedapur membantu Rima memasak buat sarapan.
Ternyata mamanya juga sudah ada didapur sedang memasak bersama Rima.
"pagi ma, pagi Rima"
"pagi sayang," jawab Bu win.
"pagi mbak Hanum" sahut Rima
"oh iya nak, bagaimana hasil pemeriksaan kesehatanmu?"
"Hanum baik2 saja ma, bahkan jauh lebih baik, Hanum juga ada kabar baik buat mama"
"iya kah , kabar baik apa itu nak?"
" Hanum lagi hamil.ma,"
"benarkah sayang, ya Alloh terima kasih telah mengabulkan doa2 hamba...selamat ya nak, mama sangat bahagia, oh iya siang nanti kalo begitu akan pergi ke panti untuk berbagi kebahagiaan dengan cucu2 mama, pasti mereka juga sangat bahagia jika mendengar akan memiliki adik lagi." jelas Bu win.
"siapa yang akan punya adik nek" sahut Devan yang baru keluar dari kamar bersama Devi.
"Devan dan Devi yang akan punya adik" jawab Hanum sambil mengusap perutnya.
"horeeee Devi bakal punya adik horeee" Devi loncat2 kegirangan.
" benarkah ma didalam perut mama ini ada adik Devan,?" tanya Devan sambil memegang perut hanum.
"iya bang, mangkanya abang jangan nakal lagi ya, bang Devan harus menjaga dua adik sekaligus loo,"
"siap ma,,, hai adik, kamu juga yang pinter ya, Abang nungguin kamu keluar dari perut mama loo, Abang bakal sayang dan selalu menjagamu nanti ya, baik2 diperut mama ya dik" ucap devan pada calon adiknya.
__ADS_1
Hanum pun menitihkan air matanya, terharu dengan ucapan polos Devan.
"ma, kenapa mama dari tadi panggil kak Devan, Abang?"tanya Devi.
"karena lebih enak panggil Abang dari pada kakak,, kalo Devi, mama panggil Cece mau kan.? devi kan matanya sipit kayak orang cina"
"boleh ma, boleh"
"ya sudah kalian sarapan dulu, nanti mama yang akan antar kalian ke sekolah ok"
"ok ma," jawab Devan dan Devi bersamaan.
"ya sudah mama ke kamar dulu panggil papa"
Hanum pun masuk ke kamar, tapi tidak menemukan Galang didalam kamar, tapi Hanum mendengar gemericik air dikamar mandi, dan Hanum sudah menduga kalo Galang pasti dikamar mandi,
Hanum pun menyiap kan baju kerja untuk Galang.
"mas pakaiannya sudah aku siapkan. aku pergi antar anak2 kesekolah dulu. mas jangan lupa sarapan ya mas,"
Hanum meninggikan suaranya bermaksud agar Galang mendengarnya.
Hanum pun pergi mengantar anak2nya kesekolah, sedang Galang pun juga bergegas keluar dari kamar mandi, ternyata Galang hanya menghindari bertemu dengan hanum karena masih marah, terbukti Galang sudah rapi saat keluar dari kamar mandi.
Galang pun sarapan dan bergegas pergi ke kantor setelah berpamitan dengan mertuanya tentunya.
Hanum kembali dari mengantar anak2nya kesekolah mampir kewarung mamanya, ngobrol sebentar dengan mamanya kemudian Hanum berpamitan masuk karena tadi dia belum sempat sarapan.
setelah sarapan yang agak kesiangan Hanum kembali ke kamar bermaksud untuk istirahat.
dilihatnya pakaian yang disiapkan untuk suaminya masih utuh tidak dikenakan Hanum pun merasa sangat kecewa.
Akhirnya Hanum memutuskan pergi ke kantor untuk membawakan makan siang Galang dan meminta maaf kepada galang.
Hanum pun memasak makanan kesukaan Galang, setelah dirasa semua sudah siap Hanum pun membersihkan diri dan bersolek sedikit untuk suaminya.
"Rima ,aku akan pergi ke kantor mengantar makan siang untuk mas Galang, tolong kamu jemput anak2 disekolah ya," ucap Hanum.
"iya mbak," jawab Rima.
Hanum pun pergi ke kantor, setibanya Hanum dikantor, dia langsung pergi menuju ruangannya dulu yang kini menjadi ruangan Galang.
didepan ruangan Galang , Hanum bertemu wati.
"siang mbak wati , mas galang ada didalam kan?" tegur Hanum.
"oohh siang mbak Hanum, apa kabar, iya pak Galang ada di dalam bersama mas Joko." jawab Wati.
"ngomong2 kapan nih rencananya hubungan kalian akan diresmikan. keburu Jokonya bandotan loo" goda Hanum pada Wati.
"mbak Hanum ini bisa saja, kalo mas Joko sih mintanya awal tahun depan mbak, ya doakan lah agar tidak ada halangan." wati menjawab.
"iya aminn, ya sudah aku masuk dulu ya,"
"iya mbak silahkan."
Hanum pun berniat memberi kejutan untuk Galang.
tok tok tok "permisi pak apa boleh saya masuk?"
__ADS_1
"iya masuk saja" sahut Galang,
tapi diluar dugaan Hanum ternyata Galang dan Joko tak menggubris kedatangannya, galang asik dengan laptopnya sedang Joko dengan hp nya.
Galang menjawab ketukan pintu dari Hanum tadi ternyata Galang tak sedikit pun menoleh, karena mengira Wati yang datang, jadi galang memilih fokus dengan pekerjaannya.
merasa gak diperdulikan Hanum pun pergi arah balkon yang masih satu area di ruangan itu. dia buka pintu kaca yang menghubungkan ruang kerja Galang dan balkon itu dengan kencang membuat Galang dan Joko tersadar bahwa yang datang bukanlah Wati.
"awas saja kamu mas, aku juga bisa marah jika terus kau perlakuan seperti ini." guman Hanum sambil tersenyum menahan amarah.
"binimu sepertinya lagi marah bro," goda Joko.
"entahlah," jawab Galang .
Galang pun akhirnya pergi ke arah balkon.
"apa yang kamu lakukan disini" tanya Galang agak sedikit kasar.
"aku ingin makan siang dengan suamiku, tapi sangat disayangkan suamiku sepertinya sedang tidak perduli dengan ku," jawab Hanum.
" apa yang menyebabkan kalian ribut seperti ini," sahut Joko,
"karena kamu " jawab Hanum dan galang bersamaan.
"loo kok aku, malas ah gak ikutan ,mending aku balik ke ruanganku saja" Joko menghindari keributan pasangan suami istri tersebut.
"ada apa sih mas dengan kamu. disiapkan pakaian tidak dipakai , diajak ngomong malas jawab, didatengin juga dicuekin.aku juga capek mas capek". Hanum berlari keluar ruangan itu sambil menangis, bahkan panggilan Wati pun tidak dia perdulikan. Hanum pun pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat kecewa.
Galang menyusul hanum diambilnya kunci mobil dan hpnya kemudian dia keluar ruangannya dengan tergesa2,
"cancel semua jadwalku siang ini. aku mau pulang dulu," ucap Galang pada Wati.
"iya pak, dan maaf pak saya ikut campur, kenapa mbak Hanum tadi menangis, apa ada yang tidak beres pak," tanya Wati.
"mangkin bawaan hamil" deg deg deg galang tersadar dengan ucapannya.
Galang pun mengebrak meja didepan Wati.
"kenapa aku begitu bodoh, dia kan sedang hamil, apa yang sudah aku lakukan padanya pasti dia sangat kecewa dengan ku" Galang menyesali perbuatannya.
"sebaiknya bapak segera susul mbak Yanti pak, kasian sepertinya tadi dia sangat sedih, " belum juga Wati menyelesaikan ucapannya. Galang sudah pergi.
sesampainya Galang dirumah dia berlari menuju kamar nya, didapati istrinya terduduk dekat keranjang pakian kotor yang belum sempat dibawah ke ruang londry. Hanum mencium dan memeluk baju kotor Galang sambil menangis.
"kamu jahat mas, jahat. kamu tega cuekin aku mas, padahal aku butuh dirimu, aku butuh ketenangan menghirup aroma tubuhmu, tapi kau terus menghindari ku. aku gak ada hubungan apapun dengan joko mas, kamu juga tau aku dari dulu bersahabat dengannya. kenapa kau malah menghukumku seperti ini.hikkkss hhiikkss hiikks." Hanum terus mengeluarkan isi hatinya sambil menangis.
Hanum pun juga tidak sadar jika Galang sudah pulang dan berada dibelakangnya.
galang meneteskan airmatanya, merutuki kebodohannya membuat istrinya seperti ini karena kecemburuannya.
dipeluknya tubuh Hanum dari belakang.
"maaf kan mas sayang, maaf, mas begitu buta karena cemburu. mas sangat takut kehilangan kamu. maaf kan mas sayang,"
Galang membalik tubuh Hanum menghadap kepadanya. dipeluknya Hanum dengan erat dan diciuminya kening Hanum berkali kali.
"kamu jahat mas, jahat," Hanum memukul mukul dada Galang.
bersambung ya.
__ADS_1