
Bammmm...."
tangan panglima Sepanu seperti membentur dinding tebal saat berbenturan dengan tangan sesosok bayangan yang membantu Panji dan menahan pukulan Sepanu.
"bedebah..."
panglima Sepanu dan panglima Gantika langsung menoleh ke arah sosok itu.
"kauuuu....!!!
panglima Sepanu mundur saat melihat sosok itu.
"lama tak jumpa panglima"
"eh panglima Gantika juga di sini"
"panglima Demar..????"
panglima Gantika berjalan mendatangi panglima Demar.
"aku sudah lama mencari mu Demar"
"tapi kau sekarang kemari"
"mari kita kembali dan menemui yang mulia raja kematian" kata panglima Gantika berusaha membujuk mantan panglima benua kegelapan itu.
"huhhhh, aku sudah tahu kalau kalian telah mengorbankan aku untuk kepentingan kalian"
"jangan kalian pikir aku bodoh"
"tapi terima kasih karena itu aku terbebas dari segel kegelapan"
"dan sekarang tak ada lagi alasan bagi ku untuk mengabdi kepada benua kegelapan"
"AKU KEMARI UNTUK MEMBUNUHMU SEPANU" kata Demar dengan suara yang sangat keras.
tanpa mereka sadari Panji memanfaatkan situasi itu dan memulihkan tenaga dalam nya sedikit demi sedikit.
Demar mendekati Panji.
"bagaimana kondisi mu anak muda??"
"aku baik baik saja paman"
"terima kasih sudah menolong ku" kata Panji
"aku akan menghadapi panglima Sepanu"
"dan jangan lerai aku sampai aku membunuhnya"
"baik kalau itu permintaan mu" kata Panji
"aku akan menghadapi dia" tunjuk Panji ke arah panglima Gantika.
"menghadapi nya seorang diri aku seperti nya tak akan bisa, bagaimana ini??" Gantika ragu harus berhadapan dengan Panji seorang diri.
tanpa menunggu aba aba Demar langsung menyerang Sepanu sementara Gantika dan Panji diam berdiri menonton pertarungan itu. Gantika tahu kalau dia membantu Sepanu pasti Panji juga akan membantu Demar.
Demar dan Sepanu saling tukar serangan silih berganti, walaupun Sepanu hanya tinggal memiliki satu tangan tapi itu sedikit pun tak menyulitkannya. belasan jurus terus berjalan tanpa pemenang dan area pertempuran itu mulai porak poranda.
"tangan ku gatal melihat pertarungan ini"
"bagaimana dengan mu panglima" kata Panji seperti menantang panglima Gantika.
panglima Gantika langsung waspada mendengar perkataan Panji. dan langsung mengerahkan tenaga dalam nya ke seluruh tubuhnya.
"heheheh, sepertinya kau sudah bersiap juga panglima"
"elemen petir"
tubuh Panji langsung dilembari guratan listrik yang mengelilingi sekujur tubuhnya.
"tenaga dalam nya meningkat pesat sejak terkahir kami bertarung"
"aku tak bisa main main atau memandang remeh lagi" gumam panglima Gantika dan menambah daya tenaga dalamnya.
"hiatttt...."
keduanya maju dan memulai pertarungan yang di ikuti oleh pertempuran prajurit dan juga rakyat. halaman istana menjadi tempat pertempuran.
__ADS_1
jari petir"
blarrrrrr"
Panji mendesak dengan jurus jurus tingkat tinggi dan semakin mendesak Gantika. tapi dengan segala pengalaman nya Gantika masih mampu mengimbangi Panji. bahkan sesekali mampu mendesak Panji.
"dia benar benar kuat, panglima benua kegelapan memang tak main main"
Panji meningkatkan serangan nya dan memainkan jurus tapak petir.
tangan nya di lembari petir berkekuatan tinggi, dan itu membuat panglima Gantika sedikit terdesak.
"itu akan membunuhku"
dengan menambah tenaga dalamnya Gantika menahan setiap serangan dari Panji,
"apaaa??"
Gantika kaget saat merasakan tangan nya bergetar saat berbenturan dengan tangan Panji. dan bersalto mundur ke belakang.
sementara itu pertarungan antara Demar dan Sepanu juga belum menghasilkan pemenang, kedua saling menyerang silih berganti dan belum di pastikan siapa yang akan bertahan di akhir pertempuran.
"cringggg"
Sepanu menarik pedang nya, dan Demar juga tak mau kalah dia juga mencabut pedang nya dari sarung nya.
Trang ....
kedua pedang dari benua kegelapan itu berbenturan di udara dan menggetarkan area pertarungan.
"menjauh, jangan terlalu dekat dengan pertarungan itu" perintah Ki Jabat kepada anak buah nya.
"breeeettttt"
pedang Sepanu menyambar bahu Demar dan melukai bahu Demar walaupun luka nya tidak parah.
"kau hanya sesumbar saja Demar"
"*** kau tak memiliki kemampuan"
"puihhhh"
Demar mengayunkan pedang nya dan menimbulkan deru angin.
wuuuttttt"
Demar menyerang Sepanu dan kembali menyerang dengan pedang nya,
tranggg
Sepanu dengan mudah menangkis dan menghindari setiap serangan dari Demar. dan karena merasa dia di atas angin membuat dia meremehkan mantan dari benua kegelapan Demar, dan saat itu lah kesalahannya itu langsung terbayar.
"brettt"
pedang Demar menyerempet tangan panglima Sepanu, dan darah merah langsung mengucur dari luka itu.
"bedebah"
panglima Sepanu menyeringai marah.
"kau.., kau harus mati"
Sepanu menotok dan menghentikan pendarahan di tangan nya.
"kenapa Sepanu??"
"kau belum merasakan bagaimana tangan mu terpotong bukan??"
"seperti ini" tunjuk Demar ke lengan kirinya yang telah buntung.
"kau akan menyesal"
"hiattt"
Sepanu semakin mencecar Demar dengan berbagai variasi serangan dan itu benar benar menyudutkan Demar. saat saat genting itu Demar menunjukkan sesuatu yang di luar dugaan Mahapatih kerajaan Bintang kejora itu.
"haaaaaaa"
cahaya terang keluar dari tubuh Demar dan itu mengagetkan Sepanu dan pandangan nya silau dan mengaburkan pandangan nya.
__ADS_1
"bukkk"
"akkkkhhhh"
pukulan itu telak menghantam dada Sepanu dan itu membuat dia terlempar jauh.
Demar berjalan mendekati panglima Sepanu.
"bagaimana Sepanu??"
"apa kau sudah siap mati??"
"uhuk uhuk"
panglima Sepanu batuk dan dari mulut nya keluar darah menandakan luka dalam nya sangat parah.
"pertama aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya menjadi buntung.
"crassss"
pedang Demar terayun dan memotong tangan kiri Sepanu.
"akhhhhh, ******** kau Demar"
panglima Sepanu hanya bisa menjerit menahan sakit yang teramat sakit.
"Gantika bantu aku" teriak Sepanu dan teriakan itu memang terdengar Gantika tapi saat ini dia juga sedang bertarung untuk menyelematkan selembar nyawa nya dari setiap serangan Panji.
"kenapa Sepanu??"
"apa kau takut??"
Demar memutari tubuh Sepanu dan pedangnya mengarah ke paha kanan panglima Sepanu.
"apa yang akan kau lakukan Demar??" wajah Sepanu ketakutan melihat wajah menyeringai Demar.
"akkkkhhhhhhh"
"bunuh saja aku" Sepanu menjerit keras saat pedang Demar memotong paha kanannya dan kaki nya langsung buntung. rasa perih langsung terasa dan darah juga mengucur dari paha nya.
"ampunnn"
"jangan siksa aku"
"maafkan aku Demar"
"hahahaha, bagaimana rasa nya Sepanu??"
"sakit bukan??"
"itu belum seberapa"
"masih ada satu tangan dan satu kaki mu"
"dan aku akan membiarkan mu hidup dan hidup tanpa tangan dan kaki"
"keparat"
"lebih baik aku mati"
"bunuh aku keparat"
wajah panglima Sepanu begitu ketakutan saat mendengar kata kata dari Demar, dia tak sempat membayangkan apa pun karena sakit nya begitu mematikan.
"apa kau sudah siap Sepanu??"
"berikutnya paha kiri mu Sepanu" kata Demar dan mulai menggerakkan pedang nya.
di luar dugaan panglima Sepanu mengangkat pedang nya dan mengarah ke lehernya.
"blessss"
pedang nya langsung menggorok lehernya sendiri. panglima Sepanu memilih bunuh diri dari pada di siksa sampai buntung. tak ada sedikit pun jeritan dari mulut Sepanu dan panglima itu tewas dengan leher tergorok dengan pedang nya sendiri.
"Sepanu...." jerit Gantika.
*************
udah seratus episode nih, dan perjalanan belum seberapa. bagaimana tanggapan kalian??"
__ADS_1