
kriukkk
rasa lapar mengalahkan perjalanan Panji dan memaksa anak muda itu untuk istirahat sejenak. dengan mengisi perut nya dengan bekal yang telah dia siapkan Panji meneruskan perjalanan nya menuju kota raja benua biru, ibukota kerajaan kayu upam.
tolonggg....
Panji mendengarkan suara teriakan minta tolong. Panji bergegas dan melihat 3 orang lelaki sedang mempermainkan seorang perempuan.
sudah lah manis ikuti saja kemauan kami"
ujung ujungnya kau akan menikmatinya" timpal kawan nya.
sluurrrr
sebuah kerikil menembus batok kepala seorang lelaki itu dan langsung mati di tempat.
kedua orang yang tersisa kaget dan langsung waspada melihat salah satu rekan nya tewas dengan serangan mendadak.
kalau berani tunjukkan wajah mu" salah satu lelaki itu mencoba mengintimidasi Panji.
sluurrrr
lagi lagi sebuah kerikil menembus kepala lelaki itu dan tewas dengan kepala bocor. darah segar langsung keluar dari luka leleki itu.
kawan nya yang melihat mencoba melarikan diri. tapi sebuah tangan menghentikan langkah nya. dan langsung memberikan sebuah totokan.lelaki itu menatap Panji dengan gemetaran karena ketakutan.
kau siapa?? tanya orang itu berteriak keras.
Panji tak menghiraukan teriakan lelaki itu. Panji mendekati gadis itu.
kau tak apa apa nona??
gadis itu menatap Panji.
terima kasih tuan"
Panji pun berjalan mendekati lelaki itu.
apa kau tak takut??
kau akan jadi musuh padepokan gagak hitam" kata lelaki itu sinis.
Panji yang mendengar nama padepokan gagak hitam merasa amarah dalam dada nya.
jadi kau anak buah gagak Ireng?? tanya Panji
ya"
kenapa??
apa kau takut??
sekarang bebaskan totokan mu dan lepaskan aku atau kau akan mati" ancam lelaki itu.
huhhhhh
Panji mendengus ucapan lelaki itu.
bamm..
Panji memukul perut lelaki itu cukup keras.
akkkhhhhh
Panji melepaskan totokan nya dan lelaki itu langsung terjatuh.
bilang pada gagak Ireng"
aku akan datang mencabut nyawa nya"
Panji berkata dengan aura mematikan yang sangat menakutkan.
lelaki itu menelan ludah nya saat merasakan aura kematian yang Panji keluarkan.
pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran" kata Panji.
lelaki itu langsung berlari tapi menatap Panji dengan penuh rasa dendam.
Panji mengalihkan pandangan pada wanita itu.
kau akan kemana nona??
Wulandari" kata gadis itu memperkenalkan nama nya pada Panji.
panggil aku Panji" kata Panji ramah.
aku akan ke kota"
aku tadi mau cari daun daun ramuan obat"
__ADS_1
tapi orang orang itu ingin berbuat tak baik kepada ku" cerita gadis itu.
apa kotaraja masih jauh??
tidak"
hanya berjarak setengah jam saja" jawab gadis itu.
kalau begitu aku akan menemani mu sampai ke kota"
setelah di kota kita berpisah" kata Panji.
Wulandari tersenyum manis dan melangkah berjalan bersama Panji.
Panji langsung di sambut keramaian kota saat sampai di kotaraja benua biru. Panji mendekati Wulandari.
dimana di sini penginapan yang bagus??
Wulandari terdiam dan berpikir.
sebaiknya Panji ke penginapan rasa langit"
penginapan itu baru buka 3 bulan yang lalu tapi penginapan itu telah cukup ramai"
makanan di penginapan itu juga sangat enak" kata Wulandari.
baik"
terimakasih"
kita berpisah di sini" kata Panji.
Wulandari merasa berat melepas Panji tapi Wulandari harus kembali ke rumah nya.
baiklah"
sekali lagi terimakasih telah menolong ku"
sebagai manusia sudah kewajiban ku menolong sesama manusia" kata Panji dan melangkah meninggalkan gadis itu.
Wulandari juga berjalan menuju sebuah rumah yang cukup besar.
ayah...
ayah..
ada apa Wulan??
Wulandari terdiam mendengar pertanyaan ayah nya.
kenapa??
apa ada lagi yang mengganggu mu? tanya Ki ponggoh.
Wulan pun menceritakan semua yang terjadi dan tak lupa Wulan juga menceritakan tentang Panji.
kenapa kau tak membawa anak muda itu??
mana rasa terima kasih mu?? kata Ki ponggoh sedikit kesal pada Wulan.
dia sepertinya memiliki urusan lain ayah"
jadi Wulan segan mengajak nya" kata Wulan membela diri.
jadi kemana anak muda itu?? tanya Ki ponggoh.
dia ke penginapan rasa langit" jawab Wulan datar.
kita ke sana kata Ki ponggoh menarik tangan Wulan.
penginapan dan restoran rasa langit.
Panji memasuki restoran itu dan berjalan mendekati kasir.
aku ingin menyewa sebuah kamar untuk 1 Minggu"
kasir itu terdiam tapi terus menatap Panji.
kenapa??
apa wajah ku menakutkan" kata Panji.
eh..
maaf tuan"
akan kami siapkan" kata kasir itu dan menyuruh seorang pelayan mengantar Panji menuju kamarnya.
kasir itu juga bergegas ke kamar diyah pitaloka.
__ADS_1
tok tok tok.
tuan putri"
apa tuan putri di dalam" kata kasir itu.
Pitaloka membuka kamarnya.
ada apa sari??
dan jangan panggil aku dengan tuan putri lagi"
aku bukan putri raja lagi" kata diyah Pitaloka.
kasir itu hanya diam .
tadi ada seorang pemuda yang menyewa kamar kita tuan putri"
Pitaloka menghela napas nya karena mendengar kasir itu tetap menyebutnya tuan putri.
Apa baru kali ini seorang pemuda menyewa tempat ini?? tanya Pitaloka kesal karena merasa itu bukan hal yang harus di laporkan kepadanya.
tapi pemuda itu mirip dengan tuan Panji tuan putri" kata kasir itu.
apa??
Panji??
dimana?? Pitaloka tak mampu menahan perasaan nya saat mendengar sari menyebut nama Panji.
dia telah dalam kamar nya tuan putri"
ya sudah"
kau lanjutkan kerjaan mu"
aku akan menyusul" kata Pitaloka girang dan langsung menutup pintu kamarnya.
dalam kamar Pitaloka senyum senyum sendiri dan memakai pakaian bagus yang semakin menambah kecantikan nya.
kakang"
aku rindu" bathin Pitaloka.
dan tak lama Pitaloka keluar dari kamarnya dan duduk di meja kasir menunggu Panji turun dari kamarnya. semua mata pengunjung langsung menatap Pitaloka mengagumi kecantikan dari Pitaloka.
cantik nya" gumam salah seorang pengunjung.
siap kan aku hidangan yang terbaik"
suara itu langsung mengagetkan Pitaloka karena suara itu suara dari orangyang selama ini Pitaloka rindukan. Pitaloka langsung menoleh ke arah suara itu dan mendapati Panji duduk dengan raut wajah yang cukup tenang. Pitaloka berjalan ke arah Panji.
kakang...
Panji terkejut kaget mendengar suara itu karena hanya satu orang yang memanggilnya dengan sebutan kakang. Panji memalingkan wajah nya dan mata nya bertemu dengan Pitaloka.
Dinda Pitaloka" Panji tanpa sadar menyebut nama Pitaloka yang langsung di sambut pelukan dari gadis itu.
kakang" Pitaloka tak mampu menahan air mata bahagia keluar dari pelupuk mata nya dan langsung memeluk erat tubuh Panji. Panji yang tak menyangka Pitaloka akan memeluknya terkesima. Pitaloka pun yang sadar melepaskan pelukan nya dan malu malu menatap Panji.
Panji pun duduk dan di ikuti oleh pitaloka.
kenapa kakang tak menemui dinda??
apa kakang marah karena Dinda tak menunggu kakang?? tanya Pitaloka
Panji tersenyum manis dan memegang tangan Pitaloka.
kakang bukan tak mau menemui dinda"
tapi kakang banyak urusan Dinda"
kakang ikuti ko rombongan Dinda sampai ke istana"
memastikan keamanan kalian" kata Panji jujur.
jadi kakang mengikuti perjalanan Dinda??
kenapa tak temui dinda?? Pitaloka cemberut mendengar jawaban Panji.
kakang rasa kalian sudah aman setelah sampai di istana Dinda"
sebelum Panji meneruskan ucapan nya suara seorang gadis memanggil nama Panji.
Panji....
Panji dan Pitaloka menoleh ke arah suara itu dan mendapati seorang gadis dan lelaki berdiri tak jauh dari meja mereka.
siapa dia kakang?? tanya Pitaloka dengan rasa cemburu.
__ADS_1
**********************************
like vote n komen ya